To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Mengejar Pencopet



Kini Ellios mulai memasuki arena yang dipenuhi dengan begitu banyak mesin mainan, kelap-kelip lampu warna-warni dan juga musik yang cukup berdegup kencang dan memekakkan telinga itu. Jemarinya juga selalu menggandeng Alisha. Benar-benar terlihat seperti sebuah kecil yang begitu harmonis.


Beberapa saat mereka menyisiri area game centre itu, namun mereka tak juga menemukan sang mama dari gadis kecil itu. Disaat Ellios berniat untuk menggunakan kekuatan mata tembus pandangnya kembali, tiba-tiba saja Yukinko mulai berteriak sambil menuding seseorang.


"Mama ..." pekiknya kegirangan sambil menuding seorang wanita yang sedang berada tak jauh darinya.


Wanita itu seketika mulai menoleh ke arah Yukinko dan Ellios. Raut wajah penuh kekhawatiran itu seketika berubah menjadi sebuah haru karena melihat gadis kecil itu.


"Yukinko ..." ucap wanita dewasa itu lirih dan mendekati Ellios yang masih menggendong gadis kecil itu.


"Mama!!" gadis kecil itu mulai mencondongkan tubuhnya ke arah wanita dewasa itu dengan eajah yang begitu berbinar.


Dengan cepat wanita itu segera menggendong gadis kecil itu dengan wajah berbinar.


"Terima kasih karena sudah menjaga putriku dengan baik selama kami terpisah. Padahal aku sudah sangat kebingungan karena harus segera pergi ke bandara. Sekali lagi aku ucapkan terima kasih." ucap wanita dewasa itu dengan sangat tulus.


"Hhm. Sama-sama, Nyonya. Kami juga senang kok bisa bermain dengan Yukinko. Dia sangat lucu." sahut Alisha yang sepertinya masih ingin bersama dengan gadis kecil itu.


"Iya, Ma. Kakak-kakak ini baik sekali!! Aku senang bersama mereka, Ma!" sahut Yukinko tersenyum berbinar menatap sang mama.


"Sekali lagi aku mengucapkan terima kasih kepada kalian berdua. Semoga kebaikan hati kaljan juga terbalas dan kalian juga segera memiliki seorang anak yang lucu. Baiklah, kami harus segera pergi Bandara Narita. Permisi ..." ucap wanita dewasa itu ramah dan sedikit membungkukkan badannya sebelum dia meninggalkan Ellios dan Alisha.


"Ja matte ne, nee-chan ..." gadis kecil itu melambaikan tangannya dan malah hanya fokus menatap Alisha saja.


Ellios dan Alisha masih saja terpaku selama beberapa saat karena ucapan dan doa dari wanita dewasa itu. Bahkan mereka berdua menjadi sangat kikuk saat ini.


"Uhm ... Al-Alisha ... bagaimana kalau kita menonton konser terbuka di taman kota?" Ellios berusaha untuk mencairkan suasana, meskipun masih sedikit kaku.


"Uhm ... okay ..." sahut Alisha yang juga masih kikuk.


[ Mission completed. Selamat, Tuan. ]


Ucap Lovely tiba-tiba.


Hhm. Aku akan memeriksanya di rumah nanti. Batin Ellios menjawab ucapan dari Lovely.


[ Misi selanjutnya akan segera dimulai, Tuan. Misi kali ini adalah berbuat kebaikan dengan menangkap seorang pecopet. Good luck! ]


Ucap Lovely lagi.


Menangkap pencopet? Hhm ... baiklah ...


Batin Ellios masih terlihat begitu santai.


Kini Ellios mulai mengajak Alisha untuk pergi ke taman kota, dimana di setiap malamnya sering akan diadakan beberapa konser terbuka dari para musisi jalanan atau terkadang mereka juga akan menampilkan beberapa artis untuk beberapa pertunjukan di saat-saat tertentu.


Suasana malam yang begitu dingin di tempat terbuka ini sedikitpun tak mengurangi semangat para anak muda yang sedang datang ke taman kota yang hanya sekedar berjalan-jalan atau bahkan mereka yang sedang melakukan sebuah performance.


Mereka terlihat begitu bersemangat,dan kebanyakan dari mereka akan datang berasama dengan teman-temannya atau orang-orang tersayangnya.


Sorot lampu yang berputar-putar itu menyinari para pengunjung malam ini, mereka juga melompat dan bernyanyi bersama sang idola. Sedangkan Ellios dan Alisha hanya menyaksikan masih dengan kalem dan santai saja.


"Sory! Aku buru-buru." ucap seorang pria yang menabrak Alisha itu dan sedikit menurunkan topinya agar wajahnya tidak terlihat.


Terlihat sedikit mencurigakan. Ataukah mungkin dia adalah seorang artis yang sengaja melakukan sebuah penyamaran? Ataukah dia seorang kriminal? Entahlah ...


"Alisha. Apa kamu baik-baik saja?" tanya Ellios sambil membantu Alisha untuk berdiri kembali.


"Aku baik-baik saja, Ellios."


Sedangkan sang pria bertopi itu sudah mulai meninggalkan keramaian ini. Namun tiba-tiba saja seorang pengunjung gadis mulai terlihat heboh untuk mencari jalannya dengan cara menerobos keramaian para penonontok konser.


"Tangkap dia!! Pria bertopi itu adalah pencopet!!. Dia sudah mencopet dompet serta ponselku!!" teriak gadis itu berusaha untuk mengejar seseorang.


"Pria bertopi? Pencopet? Apakah pria bertopi itu yang dimaksud? Pantas saja pria itu terlihat sedikit aneh." gumam Ellios pelan, bahkan Alisha juga tak mendengarnya. "Alisha, kamu tunggulah sebentar disini. Aku akan pergi ke toilet sebentar. Kamu jangan pergi kemana-mana ya ..."


"Baiklah, Ell. Jangan lama-lama ya." sahut Alisha tanpa rasa curiga sama sekali dan benar-benar mengira jika Ellios akan pergi ke kamar mandi.


Ellios hanya mengangguk pelan dan segera meninggalkan Alisha begitu saja. Karena para pengunjung masih menikmati performance kali ini.


Sedangkan Ellios mulai mencari sosok pria bertopi itu kembali. Dia mengedarkan pandangannya di setiap sudut taman kota ini berharap akan segera menemukan pria pencopet itu.


"Padahal baru saja terlihat, tapi dia sudah menghilang begitu saja. Huft ..." Ellios menghela nafas panjang dan masih mengedarkan pandangannya.


"Lovely, aktifkan kemampuan mata tambus pandangku!" titah Ellios pelan.


[ Baik, Tuan Elios. Kemampuan mata tembus pandang akan segera diaktifkan. ]


DING ...


[ Kemampuan mata tembus pandang sudah berhasil diaktifkan. ]


Ucap Lovely disertai dengan sebuah notifikasi pengaktifan kekuatannya.


Ellios segera menggunakan kekuatannya untuk mencari sosok yang baru saja ditemuinya beberapa saat yang lalu. Hingga akhirnya setelah beberapa saat Ellios mulai menemukannya.


Rupanya pria itu sedang bersembunyi di sebuah warung internet yang berada tidak jauh dari dimana Ellios berada saat ini. Ellios yang sudah mengetahui semua itu, kini segera melangkahkan kaki panjangnya dengan cepat untuk mencapai warung internet itu.


Tepat seperti yang sudah Ellios lihat sebelumnya dengan menggunakan mata tembus pandangnya, kini Ellios melihat pria itu sedang menempati sebuah ruangan di dalam warung internet itu dan mulai memeriksa sebuah dompet berwarna hitam pekat.


"Kembalikan dompet itu dan aku akan melepaskanmu!" ucap Ellios mulai memberikan peringatan ketika Ellios sudah berhasil menyusul pria itu.


Pria itu mulai tersenyum miring menatap Ellios dan mengamati dari ujung kaki hingga ujung kepala, seakan dia begitu meremekan Ellios.


"Apa aku tidak salah dengar? Apa yang bisa kamu lakukan kepadaku?" ucap pria bertubuh 2 kali lebih besar dari Ellios itu menyombongkan dirinya.


"Aku bisa menghancurkanmu jika kamu mau!"


"Gyayaha ... lakukanlah! Aku ingin melihatnya!!" tantang pria itu masih tersenyum miring menatap Ellios.