To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Chawanmushi Untuk Alisha



Pagi-pagi sekali, Ellios dan Jullian sudah dibangunkan oleh Suzuna agar segera mandi dan sarapan. Karena hari ini Suzuna sudah memasak cukup banyak masakan untuk Ellios dan Jullian


Kedua pemuda itu memakannya dengan sangat lahap, karena sangat jarang Suzuna memasak makanan sebanyak ini. Ada Nikujaga ( semur daging dan soun ), tempura, beef teriyaki , uramaki sushi, menchi katsu, chicken katsu, chawanmushi dan nasi kepal.


"Bibi semua makanan ini sangat enak dan lezat! Mengapa bibi tidak menambah menu untuk di kedai ayam krispi bibi saja? Pasti akan banyak sekali yang menyukainya." celutuk Jullian dengan mulut yang penuh dengan makanan.


"Wah ... ide yang bagus, Jullian! Mengapa bibi sampai tidak berpikir ke arah sana ya." Suzuna yang sedang menikmati teh ocha hangatnya tiba-tiba saja terlihat mulai berbinar saat mendengar saran dari Jullian yang cukup brillian!


"Hhm. Apa aku bilang bibi. Pasti kedai makan bibi akan menjadi semakin ramai." sahut Jullian lagi dengan senyum lebar dan mulai meraih sebuah nasi kepal yang masih hangat.


Sementara Ellios hanya mendengarkan mereka berdua berbincang saja sambil menikmati beef teriyaki kesukaannya. Karena sebenarnya saat makan, maka Ellios tidak suka banyak berbicara kecuali memang untuk hal yang penting dan mendesak saja.


Setelah perbincangan itu terus saja berlanjut antara Suzuna dan Jullian, akhirnya Suzuna mulai meletakkan sebuah bingkisan di hadapan Ellios.


BRAKK ...


Ellios yang sudah menyelesaian sarapan paginya dan sedang mengusap sisa makanan pada mulutnya dengan sebuah tisu kini mulai mengamati bingkisan itu dengan kening yang berkerut.


"Apa itu, Ibu?" tanya Ellios.


"Itu adalah chawanmushi. Alisha sangat menyukainya. Sudah lama Alisha tidak berkunjung kemari, jadi tolong berikan padanya saat di kampus ya." ucap Suzuna dengan senyuman hangatnya menatap putranya.


Chawanmushi, sebuah tim telur kukus yang juga tak kalah lezat. Rasanya lembut di lidah dan gurih. Dan Alisha begitu menyukainya, terlebih masakan dari Suzuna.


"Tapi, Ibu ..." sela Ellios untuk mencari sebuah alasan agar Suzuna mengurungkan niatnya kembali. "Aku tidak tau hari ini Alisha masuk kuliah atau tidak. Jadi ..."


Dan tentu saja akan terlihat sangat aneh jika tiba-tiba saja Ellios datang dan mencari Alisha begitu saja untuk memberikan chawanmushi itu. Padahal hubungan mereka berdua saat ini benar-benar sudah berantakan dan berakhir.


"Bawakan saja untuknya. Dia gadis yang baik dan sangat rajin. Pasti Alisha akan berangkat kuliah. Sudah sana, kalian cepatlah berangkat. Dan bawa juga bento ini untuk makan siang kalian berdua di kampus. Semua sudah ibu siaapkan dan isinya sangat lengkap." imbuh Suzuna dengan slenyum lebar menatap Ellios, putra satu-satunya itu.


"Bibi, sebenarnya Ellios dan Alisha sudah tidak ..." ucap Jullian yang tiba-tiba saja ingin mengatakan akan hubungan mereka berdua yang sebenarnya.


Namun dengan cepat Ellios segera membungkam mulut Jullian dengan sebuah uramaki sushi sekaligus, hingga Jullian tak bisa melanjutkan ucapannya kembali dengan sempurna.


"Ada apa, Jullian? Apa yang terjadi diantara Ellios dan Alisha?" tanya Suzuna dengan kening yang sudah berkerut menatap Jullian dan Ellios secara bergantian seolah mulai mencurigai mereka berdua.


Jullian masih berusaha untuk mengunyah uramaki sushi yang berukuran cukup besar itu jika dalam sekali makan. Dan Ellios segera memanfaatkan situasi ini untuk memperbaiki semuanya.


"Hubunganku dengan Alisha baik-baik saja, Ibu. Baiklah, aku akan memberikan chawanmushi ini untuk Alisha. Dan aku juga akan membawakan bento ini untuk Alisha." ucap Ellios dengan cepat sebelum Jullian berkata-kata lagi dan mulai bangkit dari tepat duduknya. "Baiklah kami akan berangkat dulu, Ibu. Sampai jumpa lagi, Ibuku ..."


Ellios mulai memasukkan beberapa bingkisan itu ke dalam ranselnya lalu segera menarik Jullian untuk segera meninggalkan rumahnya


"Ini untukmu ..." Ellios mulai menyodorkan sebuah bingkisan kepada Alisha yang sedang berada di dalam aula kelas seorang diri.


Dan Ellios mendatangi Alisha begitu saja ketika para mahasiswa dan mahasiswi lainnya sudah meninggalkan aula kelas ini dan kini hanya menyisakan mereka berdua saja.


Alisha menatap Ellios selama beberapa saat dengan dengan tatapan yang dingin. Namun kemudian mulai merapikan beberapa barangnya untuk dimasukkan ke dalam tasnya.


Alisha tak menggubris kehadiran Ellios sama sekali. Dan sepertinya Alisha masih begitu kesal atau mungkin sangat benci kepada Ellios. Terlebih setelah kasus Louis, sang kakak yang harus mengundurkan diri dari Todai Unniversity karena Ellios.


"Ibuku memasak dan meminta kepadaku untuk membawakannya untukmu." ucap Ellios lagi menjelaskan.


Mendengar ucapan dari Ellios membuat Alisha sedikit mendengus dalam tawa samarnya.


Jadi ini adalah karena permintaan dari bibi Suzuna ya. Dan bukan dari inisiatif dari Ellios sendiri yang ingin memperbaiki hubungannya denganku. Ckk ... aku sudah salah mengira. Aku bahkan mengira dia akan meminta maaf kepadaku dan kepada kak Louis. Namun rupanya Ellios memiliki muka yang cukup tebal dan tidak punya rasa malu atau segan. Dia juga tidak pernah merasa bersalah sedikitpun! Sungguh menyebalkan!!


Batin Alisha tersenyum kecut dan kini mulau bangun dan berhadapan dengan Ellios.


"Untukmu saja ... aku tidak mau menerima apapun lagi dari kamu." ucap Alisha begitu pelan dan mulai melenggang satu langkah untuk meninggalkan Ellios.


GREEPP ....


Ellios mulai meraih tangan Alisha dan membuat Alisha tertahan.


"Ma-maaf, Alisha ..." ucap Ellios merasa sedikit kikuk lalu mulai melepaskan tangan Alisha lagi.


Sementara Alisha masih saja menatap Ellios dengan tatapan penuh dengan kekesalan dan malas luar biasa.


"Alisha ... ini bukan dariku. Tapi ini dari ibuku. Ibuku begitu tulus memasaknya untukmu. Dan sebenarnya ... ibuku juga merindukanmu karena sudah cukup lama ibu tidak bertemu dengan kamu." ucap Ellios dengan jujur.


Lagi-lagi Alisha tersenyum miring setelah mendengarkan ucapan dari Ellios. Dan sebenarnya ada rasa kecewa ketika Ellios mengatakan semua itu kepadanya. Ataukah sebenarnya jauh di dalam lubuk hati Alisha, Alisha masih mengharapkan Ellios. Entahlah ...


Alisha mulai menghembuskan nafas kasarnya ke udara lalu mulai menerima bingkisan itu dari Ellios.


"Baiklah. Kali ini aku akan menerimanya karena aku menghargai niat baik bibi Suzuna. Dan akhir lusa saat libur kuliah, aku akan mengunjungi bibi Suzuna." ucap Alisha tanpa menatap Ellios sama sekali dan malah menatap bingkisan berisi bento dan juga chawanmushi buatan dari Suzuna itu.


"Hhm. Terima kasih. Ibuku pasti akan senang saat kamu mengunjunginya." ucap Ellios mulai tersenyum tanpa dia sadari.


"Apa bibi belum mengetahui hubungan kita yang sudah berakhir?" kali ini Alisha bertanya dan mulai mendongak menatap Ellios.


Rasanya seperti sedang kepergok ketika sedang ingin melakukan sesuatu secara sembunyi-sembunyi, hingga Ellios mulai mengalihkan pandangannya secepat mungkin agar pandangan mereka berdua tidak saling bertemu.