To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Kehadiran Teman-Teman



Kedua anak manusia itu masih saja terlihat malu-malu dengan wajah yang masing-masing sudah memerah seperti tomat karena sebuah ciuman yang tergagalkan begitu saja hanya karena sikap polos dan lugu dari Ellios.


"Baiklah ... baiklah ... mari kita coba sekali lagi, Alisha!" ucap Ellios memantapkan hatinya dan berkata dengan begitu yakin.


Sedangkan Alisha yang mendengarkan semua itu kini mulai membulatkan sepasang matanya menatap Ellios, namun bibirnya terkunci dengan sangat rapat dan tak mengeluarkan sepatah kata apapun.


Ellios mulai mengambil nafas panjang lalu mengeluarkannya perlahan. Kali ini Ellios mulai mulai meraih kedua jemari Alisha dan sedikit menariknya hingga membuat Alisha terduduk di sebelahnya.


Tak ada kata lagi yang terucap di antara mereka berdua, hanya terdengar suara degup jantung yang cukup terdengar keras dan cepat. Kali ini Ellios mulai memberanikan diri kembali dan mulai memiringkan wajahnya mendekati wajah cantik Alisha.


Bahkan kini ujung hidung Ellios sudah menyentuh pipi Alisha. Dan nafas dengan aroma mint itu juga kembali dirasakan oleh Alisha. Perlahan Alisha mulai memejamkan sepasang matanya kembali.


Hanya tinggal menyisakan beberapa inchi saja kedua bibir mereka saling bertaut, kini tiba-tiba saja mulai terdengar derap langkah dari beberapa orang mulai memasuki ruangan ini.


Dan setelah beberapa detik mulai terlihat Jiu yang sudah datang bersama dengan Kakei, Arata dan Ken. Mereka terlihat terburu-buru memasuki ruangan itu. Namun mereka mulai menatap Ellios dan Alisha penuh dengan rasa curiga. Meskipun sebenarnya Ellios dan Alisha sudah saling melepaskan dirinya dan duduk saling membelakangi.


"Kalian ..." ucap Jiu masih menatap Ellios dan Alisha secara bergantian.


"Uhm ... ak-aku akan membantu bibi Suzuna lagi. Kamu cepatlah sembuh, Ellios. Permisi ..." ucap Alisha lebih memilih untuk segera meninggalkan tempat itu karena merasa malu dan segan.


Karena Alisha tak begitu baik mengenal Ken, Arata, Kakei, dan Jiu. Alisha hanya mengetahui jika ketiga anak itu adalah anak-anak populer di kampusnya.


"Kalian bertiga mengapa bisa ada disini?" tanya Ellios berusaha untuk mencairkan suasana kembali.


"Kami hanya ingin makan malam saja di kedai ibumu, Ell. Tapi kata bibi Suzuna kamu sedang kurang sehat dan sedang berada disini untuk beristirahat. Jadi kami memutuskan untuk melihatmu." ucap Jiu.


"Kamu pasti kelelahan. Jangan memaksakan diri jika memang tubuhmu tidak mampu untuk melakukan semua itu." ucap Kakei mandang Ellios dengan wajah kalut.


"Kakei benar, Ell. Kesehatanmu lebih utama. Kamu juga harus selalu menjaganya." imbuh Ken.


Arata yang melihat pemandangan ini tentu saja menjadi begitu bingung. Mengapa mereka semua bisa terlihat begitu mengkhawatirkan Ellios? Bahkan seperti Ellios yang terlihat rapuh saja. Begitulah kira-kira pemikiran yang Arata sedang kebingungan saat ini.


"Memang Ellios sakit apa? Mengapa kalian semua terlihat begitu mengkhawatirkan dia?" tanya Arata akhirmya.


Mereka berempat seketika menjadi bingung dan gelagapan harus menjawab pertanyaan Arata seperti apa?


"Sebenarnya akhir-akhir ini Ellios memang sering merasa kurang enak badan dan kondisi kesehatannya sedikit drop. Tentu saja mendengar bibi Suzuna mengatakan hal seperti tadi membuat kita merasa cemas dan khawatir." jawab Ken dengan cepat.


"Oh, seperti itu ya rupanya? Pantas saja wajahmu selalu terlihat pucat ya." Arata menyauti tanpa ada rasa curiga sedikitpun. "Jika memang seperti itu. Seharusnya kamu memang harus banyak beristirahat. Jangan sampai memaksakan diri. Dan akhirnya kamu sendiri yang akan rugi.",l


"Hhm. Terima kasih, Arata, Kakei, Ken, dan Jiu. Terima kasih karena kalian sudah sangat mengkhawatirkan aku." sahut Ellios dengam sangat tulus.


"Sama-sama!!" sahut Arata menepuk pelan bahu Ellios.


Namun kadar pelan untuk Arata adalah kadar kuat untuk orang lain, karena Arata adalah pemuda bertubuh besar, kekar dan juga sangat kuat. "Ya sudah kalau begitu aku akan menikmati ayam krispiku dulu. Cacing-cacing di perutku sudah melakukan konser dari tadi. Jaa matte ne, Mina-san. Hehe ..." imbuh Arata lalu mulai berbalik meninggalkan ruangan ini.


"Ellios. Kamu dan Alisha ... ada hubungan apa? Akhir-akhir orang-orang di kampus sering membicarakan kalian berdua. Bahkan mereka juga mengatakan jika dulu kalian pernah pacaran." tanya Ken ingin tau.


"Hhm. Benar. Kalian ... juga baru saja berciuman bukan?" imbuh Jiu yang semakin membuat Ellios gelagapan dan kebingungan untuk menjawab.


Padahal sebenarnya Ellios dan Alisha belum berhasil melakukannya saat itu, karena mereka semua tiba-tiba saja datang. Namun kedekatan mereka sangat membuat Jiu yang merasa paling curiga, karena Jiu-lah orang pertama yang mulai memasuki ruangan itu, baru diikuti Ken, Kakei, dan Arata.


"Ss-siapa yang sedang berciuman, Jiu? Kamu pasti salah lihat. Alishahanya sedang membantuku memberikan obat untukku kok." ucap Ellios berkilah.


"Hehe ... lagipula aku hanya bercanda kok. Mana mungkin orang seperti kamu melakulan hal seperti itu." sahutan Jiu dengan tawa kecil seakan seperti sebuah pisau tajam yang menghujam tajam tubuh Ellios, JLEBB ... kata-kata yang begitu menusuk.


"Ya sudah, kalau begitu aku juga akan menikmati makan malamku dulu. Aku sudah sangat lapar sekali! Bye, Semua!" ucap Jiu lagj dan segera menyusul Arata.


"Ken, Kakei ... kalian juga makanlah dulu. Aku tidak apa-apa kok jika kalian tinggal. Aku juga akan beristirahat sebentar disini." ucap Ellios dengan ramah.


"Ya sudah. Kamu istirahatlah dulu. Kami akan makan dulu. Jika butuh sesuatu panggil atau telpon saja. Ayo, Kakei!" ucap Ken sambil menarik Kakei begitu saja.


Meskipun cukup berat untuk Kakei meninggalkan Ellios, namun akhirnya Kakei mengikui Ken begitu saja tanpa melawannya.


"Huft ... Lovely, perlihatkan dan bacakan status terbaruku ..." titah Ellios mulai berbaring di atas pembaringan itu setelah Ken dan Kakei meninggalkan ruangan itu.


[ Baik, Tuan Ellios. Menampilkan dan membacakan status terbaru dimulai ...]


DING ...


Sahut Lovely dengan patuh.


Nama : Ellios Yoshikawa


Usia : 20 Tahun


Sisa Umur : 6 tahun, 9 bulan, 5 hari, 10 jam, 16 menit, 28 detik


Ketampanan : 98


Kepintaran : 100


Ketangkasan : 64


Kecepatan : 88


Kekuatan : 75


Ketahanan : 86


Kharisma : 99


Kemampuan Spesial: Otak yang jenius


Poin sistem : 55


Poin kemampuan : 49


Teknik dan kemampuan bela diri : Lv 9


Hadiah menyelesaikan misi 35 : 60 hari , 13 jam, 18 menit 12 detik perpanjangan usia


Hadiah misteri :


- kemampuan untuk memikat gadis ( non aktif )


- kemampuan berlari super ( non aktif )


- kemampuan menyanyi ( non aktif )


- badan kekar dan six pax ( sudah didapatkan )


- keahlian bermain basket ( non aktif )


- keahlian melompat tinggi dan jarak jauh ( non aktif )


-keahlian memulihkan tubuh yang terluka dalam waktu 1 menit hingga 5 menit ( luka apapun dan waktu penyembuhan tergantung luka yang sedang dialami )


- kemampuan super menyelam dan bertahan di dalam air tak terbatas / bernafas di dalam air ( non aktif )


- kemampuan memiliki mata tembus pandang ( non aktif )


- kemampuan memainkan segala alat musik ( non aktif )


- kemampuan menyembuhkan orang lain yang sedang sakit luar maupun dalam ( non aktif )


Dana : 5.400.000 yen ( kira-kira 600 juta rupiah )


Misi : 36 ( belum dibuka )


Sistem pemandu : Lovel ]


...___________________________________________...


[ Membacakan status selesai, Tuan.]


"Okay. Terima kasih, Lovely! Aku mendapatkan beberapa hadiah dari misi-misi kali ini. Ya sudah aku mau tidur sebentar dulu."


[ Baik, Tuan. Selamat beristirahat! ]


...⚜⚜⚜...