
Usai menyanyikan sebuah lagu dengan sangat baik, tiba-tiba saja sepasang mata Ellios mulai menyipit dan terpejam. Dan seketika tubuhnya ambruk begitu saja di atas panggung itu.
BRUUGHH ...
"Ellios!!" Kakei yang melihat semua itu segera menghentikkan permainan dari pianonya dan segera mendatangi tubuh Ellios yang saat ini sudah tak sadarkan diri.
Tak hanya Kakei, Ken dan Arata seketika juga segera menghentikan permainan musik mereka dan segera mendatangi Ellios. Seluruh tamu yang datang di kedai ayam krispi ini juga terlihat sangat khawatir dan mendekat ke arah panggung.
"Apa yang terjadi? Ada apa dengan Ellios?" tanya Ken tak kalah panik.
"Segera pesan taxi dan ayo segera pergi ke rumah sakit!" ucap Kakei memberikan perintah untuk kedua temannya dan terlihat pegitu mengkhawatirkan Ellios.
"Ahh ... i-iya ... aku akan segera memesannya!" ucap Arata segera mengeluarkan ponselnya dan membuka sebuah aplikasi untuk memesan taxi online.
"Ellios!! Apa yang sidah terjadi dengan putraku?" kali ini Suzuna terlihat begitu histeris saat melihat Ellios yang sudah tidak sadarkan diri di atas pangkuan Kakei.
"Bibi tidak perlu khawatir. Ellios pasti akan baik-baik saja. Mungkin Ellios hanya kelelahan saja. Namun aku meminta ijin untuk membawanya ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan kesehatan saja." Kakei menyauti dan berusaha untuk memenangkan Suzuna yang tentunya sangat mengkhawatirkan Ellios.
"Iya ... bawa ke rumah sakit saja. Bibi takut Ellios kenapa-kenapa ..." ucap Suzuna dengan raut wajahnya yang sudah sangat khawatir.
...⚜⚜⚜...
"Dokter, Ash ... tolong jangan sampaikan tentang penyakit Ellios ini kepada teman-temanku atau bibi tadi. Ellios sudah memintaku untuk menyimpan rahasia ini. Aku tidak ingin mengecewakan Ellios ..." pinta Kakei kepada dokter Ash ketika mereka hanya berdua di dalam ruangannya.
Dokter Ash terlihat menghela nafasnya selama beberapa saat dan tersenyum tipis menatap Kakei.
"Baiklah. Namun sebenarnya setelah saya memeriksa kondisi Ellios saat ini, saya merasa sedikit terkejut. Karena kondisi Ellios saat ini sudah semakin membaik." ucap dokter Ash sambil memperlihatkan selembar kertas hasil pemeriksaan Ellios.
Meskipun sebenarnya Kakei tidak terlalu memahami saat membaca hasil dari pemeriksaan medis itu ( karena memang pada dasarnya bukan jurusan dan keahlian Kakei ), namun mendengar ucapan dari dokter Ash sebenarnya cukup membuat Kakei merasa lega.
"Kondisi Ellios sudah semakin membaik, Dokter?" tanya Kakei memastikan kembali.
"Benar sekali. Sebelumnya kondisi organ vital tuan Ellios seperti limva, liver, dan kelenjar getah bening sempat mengalami pembengkakan. Saat itu organ-organ tersebut sudah membengkak karena jumlah sel darah putih melonjak. Selain itu, tuan Ellios juga pernah mengalami gejala anemia. Namun kali ini semua sudah menjadi sedikit lebih normal. Sejujurnya ini sungguh kejadian yang sangat luar biasa! Sangat jarang terjadi hal seperti ini. Semoga saja kondisinya semakin membaik, dan tuan Ellios bisa segera pulih kembali." ucap dokter Ash tersenyum dengam ramah menatap Keki.
Kakei menghembuskan nafas lega ke udara, dan terlihat sangat lega karena mengetahui jika saat ini Ellios baik-baik saja.
"Syukurlah, Dokter. Semoga saja begitu ..." ucap Kakei penuh harap. "Lalu mengapa Ellios bisa tiba-tiba saja terjatuh seperti itu? Apakah itu karena efek penyakitnya juga, Dok?"
"Itu bisa saja terjadi. Karena pastinya tuan Ellios juga masih merasakan kelelahan, nafas pendek dan hal lainnya yang sering dialami oleh penderita kanker darah. Sebaiknya harus lebih sering beristirahat dan jangan biarkan dia kelelahan. Biarkan kondisinya pulih sepenuhnya. Meskipun sebenarnya di dalam medis sudah tak ada harapan lagi untuknya bertahan hidup. Namun karena melihat keajaiban yang sedang terjadi saat ini, hal ini membuat saya percaya jika masih ada kemungkinan untuk tuan Ellios bertahan hidup. Meskipun hanya dengan presentase 1% saja." ucap dokter Ash yang sebenarnya masih cukup kebingungan dengam kondisi Ellios saat ini.
Kakei yang mendengarkannya menjadi begitu lemas kembali. 1% ? Kemungkinan hidup Ellios hanya 1% ? Bahkan secara medis malah kemungkinan Ellios untuk tetap hidup hanyalah 0%.
Ellios ... begitu berat sekali cobaan hidup yang harus kamu lalui saat ini. Di usiamu yang masih cukup muda, tapi kamu kamu harus menghadapi rasa sakit dari penyakit yang mematikan ini. Aku berjanji pada diriku sendiri!! Aku akan menjadi teman yang baik untukmu, dan aku akan berusaha untuk selalu menemani dan menjagamu! Biar bagaimanapun, aku sudah berhutang budi kepadamu.
Batin Kakei mengepalkan kedua tangannya, namun sepasang matanya terlihat sudah sedikit berkaca-kaca.
...⚜⚜⚜...
"Emmhh ..." di atas sebuah brankar rumah sakit ruangan VIP, terlihat seorang pemuda sedikit menggeliat dengan mata yang masih terpejam.
"Ellios ... sayang. Apa kamu baik-baik saja?" Suzuna yang masih duduk di samping brankar terlihat sudah tak sabar untuk melihat putranya agar segera bangun kembali.
"Ib-ibu ... apakah aku sedang berada di rumah sakit?" tanya Ellios merasa sedikit was-was karena khawatir jika sang ibu akan mengetahui penyakitnya yang selama sudah disimpannya seorang diri.
"Iya, Sayang. Teman-temanmu membawa kamu ke rumah sakit ini karena sangat mengkhawatirkan kamu. Bahkan mereka memilihkan ruangan VIP ini untukmu." ucap Suzuna dengan sepasang mata yang sudah berkaca-kaca.
Antara rasa khawatir akan kesehatan Ellios juga rasa haru karena Ellios memiliki teman-teman yang sangat baik dan mempedulikannya, kini perasaan itu sudah bercampur aduk di dalam hati Suzuna.
"Ib-ibu ... ap-apa kata dokter? Dan dimana teman-temanku?" tanya Ellios masih saja khawatir jika mereka sudah mengetahui jika Ellios mengidap penyakit kanker darah stadium akhir.
"Kata dokter kamu hanya kecapekan kok. Jangan khawatir, Ellios. Kamu harus lebih sering istirahat dan jangan terlalu memforsir tubuhmu." ucap Kakei yang tiba-tiba sudah memasuki ruangan rawat ini bersama dengan Ken.
Sementara Arata sudah berpamitan untuk segera pulang karena sudah memiliki janji bersama adiknya untuk pergi ke suatu tempat.
"Huft ... syukurlah ..." gumam Ellios merasa lega, terlebih rahasianya selama ini rupanya masih aman.
"Terima kasih karena kalian berdua sudah sangat baik kepada Ellios." ucap Suzuna dengan tulus dan beralih menatap Kakei dan Ken secara bergantian. "Tapi seharusnya Ellios tidak perlu memakai ruangan VIP ini. Bibi tidak memiliki banyak uang untuk hal-hal semacam ini." imbuh Suzuna terlihat begitu murung.
"Bibi tenang saja. Untuk biaya rumah sakit dan segala pengobatan, aku yang akan mengurus semua administrasinya. Bibi tidak perlu memikirkan hal ini lagi. Asal Ellios pulih kembali, semua sudah cukup." ucap Kakeu dengan ramah dan terlihat begitu tulus.
"Benar, Bibi. Kami juga akan selalu menjaga Ellios. Sebaiknya bibi pulang dan beristirahat saja. Karena bibi masih harus berjualan kembali bukan besok?" imbuh Ken dengan ramah.
"Bibi akan libur berjualan dan akan merawat Ellios saja." sahut Suzuna.
"Ib-ibu ... aku hanya butuh untuk beristirahat saja kok. Sebaiknya ibu pulang saja dan beristirahat. Jangan sampai ibu juga sakit." ucap Ellios tak ingin membuat sang ibu kesulitan.
"Tapi ..."
"Aku janji aku akan segera pulih, Ibu. Aku hanya butuh irahatbsaja kok."
Tak ada pilihan lain, karena desakan dari Ellios dan kedua temannya akhirnya Suzuna pulang dan meninggalkan rumah sakit.
"Terima kasih banyak, Kakei ... Ken. Tapi ... kalian juga pulanglah. Aku akan baik-baik saja kok. Aku akan tidur dan beristirahat saja." ucap Ellios yang rupanya juga tak ingij merepotkan kedua temannya.
"Tidak mau! Sudah tau kondisimu seperti ini, tapi kamu masih saja berpura-pura untuk selalu kuat dan tegar di depan semua orang! Aku akan tetap disini!" ucap Kakei menandaskan dengan sangat tegas.
Ucapan dari Kakei rupanya membuat Ken kebingungan. Namun Ken tak terlalu memusingkannya, karena menganggap Ken memang tipe yang sangat berlebihan jika sudah memiliki seorang teman yang menurutnya sudah membuatnya merasa nyaman.
Ellios tak bisa menolak lagi, hingga akhirnya Ken dan Kakei malam ini menginap di rumah sakit menemani Ellios
...⚜⚜⚜...
Bonus pict visual Kakei ya si kapten basket yang selalu saja terlihat dingin di depan semua orang. Tapi jika sudah mengenalnya, sebenarnya Kakei adalah tipikal pemuda yang sangat lembut dan penyayang.