
[ Misssion completed. Selamat, Tuan Ellios. Tuan berhasil mendapatkan hadiah perpanjangan usia dan beberapa hadiah lainnya lagi. Silakan periksa status dan lakukan inventory. ]
Disaat Ellios selesai merapikan kembali beberapa meja dan kursi yang berantakan itu, kini suara dari Lovely mulai terdengar kembali.
"Baiklah. Tampilkan statusku saat ini, Lovely!" titah Ellios yang sepertinya memang sudah terbiasa untuk memberikan perintah.
[ Baik, Tuan Ellios. Menampilkan status dimulai ...]
DING ...
Sebuah layar hologram kebiruan kini mulai terlihat kembali dan menampilkan beberapa informasi dari status sistem yang sudah terpasang di dalam tubuh Ellios saat ini.
_____To Be An Immortal Human By System_____
Nama : Ellios Yoshikawa
Usia : 20 Tahun
Sisa Umur : 1 bulan, 21 hari, 08 jam, 10 menit, 20 detik
Ketampanan : 91
Kepintaran : 100
Ketangkasan : 17
Kecepatan : 15
Kekuatan : 15
Ketahanan : 15
Kharisma : 88
Kemampuan Spesial: Otak yang jenius
Poin sistem : 93
Poin kemampuan : 83
Hadiah menyelesaikan misi 11 : 5 hari 30 menit perpanjangan usia
Hadiah misteri :
- kemampuan untuk memikat gadis ( non aktif )
- kemampuan berlari super ( non aktif )
- kemampuan bela diri, Level 5 ( non aktif )
- kemampuan menyanyi ( non aktif )
- badan kekar dan six pax ( sudah didapatkan )
Dana : 190 ribu yen ( kira-kira 20 juta rupiah )
Misi : 12 ( belum dibuka )
Sistem pemandu : Lovely
Ellios membaca tulisan yang tertera pada layar hologram di hadapannya itu dengan seksama dan memeriksa apa saja yang berubah dari inventory itu.
"Hhm ... kekuatan meningkat 7 poin, ketangkasan juga meningkat 3 poin, dan ketahanan juga mengalami peningkatan 2 poin. Dan hadiah perpanjangan usia juga lumayan ... 5 hari 30 menit. Hhm ... tidak terlalu buruk. Sedikit demi sedikit aku sudah semakin jauh dari malaikat maut. Hehe ..." gumam Ellios tersenyum samar menatap layar kebiruan itu.
"Ellios!!" tiba-tiba Jiu sudah datang dan menghampiri Ellios. "Semua sudah selesai dirapikan. Mau pulang sekarang atau mau membaca lagi?" imbuh gadis cantik berambut kecoklatan dan sedikit bergelombang itu.
"Hhm ... aku juga mau pulang saja. Pulang bareng yuk!" ajak Jiu terlihat sangat bersemangat.
Ellios hanya tersenyum tipis dan mengangguk pelan saja. Yeap, setelah merapikan beberapa meja dan kursi yang berserakan itu, kini Ellios dan Jiu mulai melenggang bersama menemui sang penjaga perpustakaan.
"Paman. Semua sudah aku rapikan. Dan aku akan segera pulang. Maaf jika sudah membuat kericuhan di perpustakaan ini." ucap Ellios dengan tulus.
Namun sepertinya Ellios sudah melupakan sesuatu, dan ucapannya itu membuat paman penjaga perpustakaan itu mengerutkan keningnya kebingungan.
"Ellios. Bukankah itu bukan salahmu? Tadi kamu mengatakan jika ada seseorang yang sedang berlarian dan menabrak meja dan kursi itu?" tanya pria penjaga itu lagi sedikit kebingungan.
"Ahh ... oh ... i-ya ... maksudku adalah aku minta maaf karena aku tidak terlalu cepat dan tidak terlalu rapi saat merapikan semua meja dan kursi itu. Hehe ..." ucap Ellios berkilah dan mengusap tengkuknya.
"Tidak masalah, Ellios. Kamu membantu saja itu sudah lebih dari cukup. Ini untukmu dan kekasihmu!" ucap paman penjaga itu sambil menyodorkan sekotak pizza kepada Ellios. "Baru satu minggu kamu tak terlihat, rupanya kamu sudah putus sama Alisha dan memiliki kekasih baru lagi." imbuhnya menggoda Ellios.
"Buk ... bukan seperti itu, Paman. Dia adalah temanku di Todai. " ucap Ellios sedikit gelagapan. "Kita pergi dulu, Paman. Ayo kita pergi saja, Jiu!" ucap Ellios dengan terburu dan sengaja karena Ellios malas untuk menanggapi paman penjaga perpustakaan itu yang sering menggodanya.
Jiu juga segera mengekori Ellios untuk segera meninggalkan perpustakaan kota ini.
"Ellios!! Kamu melupakan pizza ini!!" teriak paman penjaga perpustakaan itu lagi memanggil Ellios yang kini sudah membuka pintu utama perpustakaan.
"Untuk paman saja!!" balas Ellios yang juga berteriak sebelum pemuda itu meninggalkan gedung bangunan itu.
Suasana siang hari ini terlihat sedikit mendung dan sedikit berangin, padahal pagi tadi sinar matahari terlihat begitu terang dan memberikan suasana yang begitu hangat.
"Wah, aku tidak melihat ramalan cuaca hari ini. Dan aku tidak membawa payung." ucap Jiu mulai menatap langit yang mulai mendung itu.
"Ya sudah. Sebaiknya segera pulang saja sebelum hujan benar-benar turun." ucap Ellios menyarankan.
"Baik, ayo cari taxi dan segera pulang!" ucap Jiu menyauti.
"Uhm ... aku akan naik busway saja. Tapi tidak masalah, aku akan menemanimu sampai kamu mendapatkan sebuah taxi." ucap Ellios berinisiatif untuk melindungi Jiu.
"Ya sudah. Naik apa saja deh. Ayo kita ke halte saja!" Jiu menyauti dengan santai.
"Hhhm ... terserah kamu saja." sahut Ellios seadanya.
Kini Ellios dan Jiu mulai melenggang bersama untuk segera mencapai halte. Namun baru setengah perjalanan saja menuju halte, tiba-tiba hujan deras mulai mengguyur Kanagawa dan sekitarnya.
Tak ada tempat untuk berteduh di sekitar mereka. Bangunan-bangunan beradius cukup jauh dari tempat mereka berdua. Jika berteduh di bawah pepohonan juga akan percuma saja dan pasti juga akan membuat tubuh mereka basah kuyup.
Namun tak jauh dari mereka berdua, terlihat sebuah tempat telpon umum berwarna merah dengan kaca-kaca kecil. Meskipun berukuran sangat kecil dan sempit, namun tempat itu masih bisa digunakan untuk 2 orang dan setidaknya bisa digunakan untuk berteduh Ellios dan Jiu saat ini.
"Kita berteduh di tempat itu dulu yuk!!" Ellios mulai mengajak Jiu untuk pergi ke tempat berukuran satu petak itu dan segera berlari kecil untuk mencapainya.
Jiu juga mulai berlari kecil untuk mengikuti Ellios dan mulai memasuki tempat telpon umum itu. Seketika suasana hangat itu berubah menjadi cukup dingin karena air hujan yang sudah sedikit membasahi baju dan tubuh mereka berdua.
Bahkan nafas mereka juga terlihat mulai berembun saat mereka berbicara karena saking dinginnya cuaca kali ini. Jiu mulai menggigil karena hampir seluruh pakaiannya basah kuyup.
Dan sebenarnya ini cukup membuat Ellios merasa kebingungan dan tidak tau harus berbuat apa. Bahkan disaat seperti ini Ellios berharap jika Lovely bisa sedikit membantunya. Dan sesuai dengan keinginan dari Ellios, tiba-tiba saja Lovely mulai berbicara kembali.
[ Tuan, misi selanjutnya akan segera dimulai ...]
Ucap Lovely yang belum menyelesaikan ucapannya sepenuhnya.
Apa?! Misi lagi?! Di tengah hujan yang lebat seperti ini? Kali ini misi seperti apa lagi? Semoga tidak sulit ...
Batin Ellios yang sebenarnya merasa cukup terkejut, karena tiba-tiba langsung mendapatkan sebuah misi baru lagi dari sistem itu. Padahal misi sebelumnya baru saja diselesaikannya.
[ Misi kali ini adalah membuat nona Jiu menjadi nyaman dan merasa lebih baik. Belikan minuman hangat, pakaian hangat dan juga payung! ]
Ucap Lovely lagi.