To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Suzuna Menemukan Lovely



Suzuna yang sudah membuka lemari pakaian Ellios dan melihat isi di dalamnya kini mulai membelalakkan sepasang matanya tak percaya dengan apa yang sudah dilihatnya saat ini.


"Astaga Ellios!! Apa ini?!" ucap Suzuna dengan suaranya yang begitu melengking dan mulai berkacak pinggang masih membelakangi Ellios.


"Ah ... itu ... anu ... ibu ... jangan salah paham, Ibu. Ini semua tak seperti seperti yang ibu pikirkan saat ini. Aku bisa menjaskan semua ini, Ibu." ucap Ellios yang sebenarnya sudah mulai pasrah akan mendapatkan omelan dan hukuman dari sang ibu.


"Lemari pakaianmu sangat berantakan! Mengapa bisa seperti ini?!" ucap Suzuna sangat keheranan.


Dan sebenarnya Ellios sendiri juga sangat keheranan. Padahal sebelum Lovely memasuki lemari itu, semuanya masih sangat rapi. Dan alasan yang digunakan Ellios dengan mengatakan jika isi lemarinya sesamg berantakan sebenarnya hanyalah sebuah kebohongan saja.


Namun tak Ellios sangka, rupanya isi di dalamnya saat ini sungguh sangat berantakan! Dan hal ini sudah pasti adalah ulah dari Lovely! Karena hanya ada dia di dalam lemari itu beberapa saat yang lalu.


"Dan apa lagi ini?!" kali ini Suzuna mulai memungut sebuah boneka dari dalam lemari pakaian itu.


Boneka itu mengenakan sebuah pakaian kasual dan jaket jeans warna cerah. Boneka itu juga mengenakan sebuah headphone yang hanya digantungkan pada lehernya saja. Sepasang matanya terlihat indah dengan pupil kemerahan.


"Astaga Ellios!! Sejak kapan kamu menyukai boneka lucu seperti ini?" celutuk Suzuna yang kali ini mulai berbalik menatap putranya dengan boneka yang masih ada pada genggamannya.


Sementara Ellios mulai sedikit membuka matanya lebih lebar lalu malah mencari sesuatu di dalam lemari pakaiannya untuk mencari Lovely.


Kemana dia? Mengapa tiba-tiba saja bisa menghilang seperti itu? Dimana tubuh barunya? Apa dia juga memiliki ilmu sihir menghilang? Huhft ... dasar boneka aneh!


Batin Ellios yang malah akhirnya mengobrak-abrik lemari pakaiannya.


"Ellios! Apa yang sedang kamu lakukan? Mengapa malah membuat semakin berantakan saja?" celutuk Suzuna yang memprotes putranya.


"Maaf, Ibu. Aku akan merapikannya kembali." sahut Ellios lalu mulai beralih menatap Suzuna.


Namun tiba-tiba saja boneka Lovely yang masih berada pada genggaman sang ibu malah mengedipkan satu matanya kepada Ellios lalu mulai menjulurkan lidahnya dan mengatakan sesuatu.


[ Hallo, Tuan Ellios! Aku sedang berada disini! Tuan sedang mencariku bukan? Hehe ...]


Huft ... syukurlah Lovely sudah berubah kembali menjadi sebuah boneka. Bisa panjang masalahnya jika ibu melihat wujud Lovely yang sedang menjadi seorang manusia.


Batin Ellios mulai bernafas dengan lega setelah beberapa saat melakukat senam jantung.


"Kamu belum menjawab pertanyaan ibu, Ellios! Sejak kapan kamu menyukai boneka lucu seperti ini?" tanya Suzuna kembali.


"Uhm ... sebenarnya ... uhm ... sebenarnya aku membelinya lalu ingin memberikannya untuk Alisha, Ibu. Namu aku belum sempat memberikannya dan kita malah putus." jawab Ellios dengan asal.


"Apa? Putus?" tanya Suzuna dengan suaranya yang begitu menggelegar. "Bagaimana bisa kalian putus? Bukankah kalian selalu terlihat baik-baik saja? Bahkan kalian tak pernah saling bertengkar. Lalu mengapa tiba-tiba putus?" imbuh Suzuna hampir saja tak percaya.


"Itu ceritanya sangat panjang, Ibu. Intinya kami masih sangat muda. Dan kami memiliki impian yang harus kita kejar dulu." jawab Ellios ala kadarnya saja.


"Alisha adalah gadis yang baik. Kamu pasti sudah membuat sebuah masalah hingga kalian putus seperti ini! Dasar anak ini!!" celutuk Suzuna sambil memukuli lengan Ellios.


"Tidak kok, Ibu. Kami berpisah secara baik-baik kok. Kami hanya ingin fokus belajar saja dulu." jawab Ellios berbohong sambil menangkis pukulan-pukulan dari Suzuna.


"Baiklah. Jika memang kalian berpisah dengan baik-baik, itu artinya kalian tidak bermusuhan kan saat ini? Dan kalian masih sering bertemu dan berbincang kan?" tanya Suzuna masih mendongak menatap putranya.


"Kalau memang seperti itu, besok malam ajak Alisha datang dan makan malam di rumah!" ucap Suzuna yang sebenarnya cukup mengejutkan untuk Ellios


"Tapi, Ibu ..." sela Ellios.


"Tidak ada tapi-tapi! Dan ibu tidak mau tau! Pokoknya besok Alisha harus datang untuk makan malam di rumah ini! Titik!" ucap Suzuna kekeh.


"Baiklah, Ibu. Aku akan mencoba untuk mengundang dan mengajak Alisha." ucap Ellios tak ada pilihan lain. "Aku harus merapikan kamarku dulu sekarang, Ibu. Sebaiknya ibu menonton acara TV kesukaan ibu dulu. Drama terbaru kesukaan ibu sudah tayang sepertinya. Hehe ..." imbuh Ellios.


Kali ini Ellios segera merebut boneka Lovely kembali dan segera mendorong sang ibu agar segera meninggalkan kamarnya.


"Benar sekali. Drama terbaru dari Tatsuya Fujiwara sudah tayang! Ibu akan pergi ke rumah tetangga sebelah dan menonton disana saja!" ucap Suzuna begitu heboh karena mengingat drama kesukaannya sudah mulai tayang 5 menit yang lalu.


Dan biasanya Suzuna akan menontonnya bersama tetangga sebelah. Jika mereka tidak menonton di rumah Suzuna, maka mereka berdua akan menonton di rumah tetangga sebelah.


Karena untuk kedua wanita paruh baya yang memiliki kisah hidup yang hampir mirip dan sama-sama menyandang status janda itu, membuat mereka berdua kompak. Dan menonton drama drama bersama akan terasa lebih seru.


Suzuna mulai meninggalkan kamar Ellios begitu saja dan kemungkinan Suzuna juga mulai pergi ke rumah tetangga sebelah.


BLAMM ...


Ellios mulai menutup pintu kamarnya dan menguncinya lalu Ellios mulai berbalik. Namun betapa terkejutnya Ellios ketika dia berbalik tiba-tiba saja sudah ada seorang gadis cantik berambut silver panjang dan sedikit bergelombang itu lagi.


Gadis itu tersenyum lebar menatap Ellios dengam kedua tangannya yang saling disilangkannya di bawah dadanya. Di matanya, wajah Ellios terlihat begitu lucu saat terkejut seperti itu.


"Lovely!! Mengapa datang tiba-tiba seperti ini lagi?! Kamu selalu saja mengejutkanku! Untung saja aku tidak memiliki riwayat penyakit jantung!" sungut Ellios sedikit kesal dan mulai melenggang kembali melalui Lovely.


Lovely tertawa lepas dan mulai berbalik untuk menatap tuannya saat ini.


"Jika tuan Ellios memiliki riwayat penyakit jantung, mungkin saja tuan Ellios sudah tiada saat pertama kali bertemu denganku saat itu." jawab Lovely dengan santai lalu mulai melihat-lihat meja belajar Ellios.


Sementara Ellios terlihat mendengus dan mulai merapikan lemari pakaiannya kembali.


"Tuan Ellios! Ayo tepati janji tuan padaku! Aku sudah bersusah payah untuk membeli tubuh ini! Sekarang ayo segera traktir aku makan ramen!" ucap Lovely menagih janji Ellios yang pernah dijanjikan padanya sebelumnya.


"Huft ... padahal kamu membeli tubuh dengan memakai poin sistemku." gerutu Ellios.


"Lagipula aku akan segera menggantinya kok. Ayo belikan aku ramen dulu!!" rengek Lovely mulai menarik-narik tangan beserta kaos oblong Ellios.


"Baiklah. Tunggu sebentar aku akan ganti baju! Pergilah dulu!" perintah Ellios bersiap untuk melepaskan kaos oblongnya untuk berganti dengan kemeja.


"Tidak perlu. Aku akan disini saja menunggu tuan. Ganti baju saja dan anggap aku tidak ada seperti biasanya." ucap Lovely dengan santai dan mulai melihat-lihat kembali meja belajar Ellios.


Ucapan Lovely membuat Ellios melongo. Bagaimana mungkin Ellios berganti pakaian di depan seorang gadis? Meskipun Lovely adalah sebuah robot, namun saat ini wujudnya adalah seperti seorang manusia.


Akhirnya Ellios memutuskan untuk berganti pakaian di dalam kamar mandi saja.


...⚜⚜⚜...