
Akhir pekan telah tiba, dan kali ini Ellios meminta ijin kepada sang ibu karena tak akan membantu di kedai ayam krispinya. Karena hari ini Ellios akan memenuhi undangan dari tuan Mike, sahabat sang ayah.
Namun baru saja mau berangkat dengan menggunakan motornya, tiba-tiba saja ada sebuah panggilan masuk dari Alisha. Ellios segera mengangkat panggilan itu.
"Hallo, Alisha." sapa Ellios yang baru saja meletakkan kembali helemnya di atas kaca spionnya.
"Ellios. Kamu tidak membantu di kedai ibumu? Kamu dimana?" tanya Alisha dari seberang.
"Aku ada di rumah. Dan aku baru mau pergi ke suatu tempat Alisha. Mungkin setelah ini aku akan kembali ke kedai untuk membantu ibu. Uhm ... atau ... apa kamu mau pergi ke suatu tempat? Aku akan menjemputmu setelah pulang." ucap Ellios.
"Oh, tidak perlu jika kamu memang sedikit sibuk, Ellios. Tapi jangan terlalu kecapekan. Aku khawatir padamu. Apalagi kamu naik motor sendiri bukan? Aku akan membantu bibi Suzuna saja di kedainya. Kamu hati-hati ya." ucap Alisha begitu manis dan penuh perhatian.
"Hhm. Iya, Alisha. Terima kasih karena sudah mengkhawatirkanku. Aku akan baik-baik saja. Ya sudah, aku pergi dulu karena profesor Mike sudah menungguku di rumahnya."
"Hhm. Okay!!"
Selepas mengakhiri panggilan itu Ellios segera memakai helmnya kembali dan mulai mengendarai motor pemberian dari sang ibu itu.
Tak membutuhkan waktu yang cukup lama, karena profesor Mike juga rupanya tinggal di kawasan yang tak jauh dari rumah Ellios. Mungkin hanya memerlukan waktu 15 menit saja jika ditempuh dengan sepeda motor.
Ellios mulai memasuki sebuah halaman rumah bergaya Eropa modern lalu mulai memarkir motornya di halaman rumah itu. Halaman rumah ini tak terlalu luas, namun cukup rapi dan indah dengan beberapa tanaman hias yang menghiasi setiap sudut maupun titik-titik lainnya.
Ellios mulai menekan bel rumah yang dipenuhi dengan nuansa putih perpaduan cream lembut itu. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya seorang gadis kebulean dengan sepasang mata indah bak green shapphire diamond yang masih begitu muda, kini mulai membukakan pintu bercat putih itu.
"Kamu ..." ucap gadis itu terkejut melihat sosok Ellios yang tiba-tiba saja datang bertamu ke rumah barunya.
Cara berbicaranya masih terdengar cukup lucu saat menggunakan bahasa Jepang.
"Hallo, apa kabar?" sapa Ellios dengan sangat ramah dan tersenyum lebar menatap gadis yang tak lain adalah Carrisa, putri semata wayang dari profesor Mike.
Kalian masih ingat bukan dengan sosok Carissa? Seorang gadis yang pernah diselamatkan oleh Ellios saat dia tenggelam di danau Oeschinen di Swiss.
"Kabarku sangat baik! Bagaimana denganmu? Dan bagaimana kamu bisa ada disini?" ucap Carrisa berbalik bertanya dan masih merasa sangat penasaran.
Namun belum sempat Ellios menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh Cariisa, tiba-tiba saja sang ayah sudah menyusulnya.
"Oh, Ellios!! Masuklah!! Istriku sudah memasak banyak untuk kita hari ini!" ucap profesor Mike yang hanya datang sebentar lalu mulai masuk kembali.
"Baik, Profesor." jawab Ellios lalu mulai memasuk rumah mewah namum minimalis itu.
Carrisa mulai menutup kembali pintu utama dan segera menyusul mereka berdua yang rupanya sudah berada di ruang makan.
"Dad bertemu dengan Ellios saat di Japan Telexistense beberapa saat yang lalu. Saat itu robot yang dad rancang dan ciptakan mengalami eror **p**rogram dan eror kendali. Dan Ellios lah yang membantu dad memperbaiki semua itu." jelas profesor Mike menatap takjub Ellios yang kini sudah duduk di seberangnya.
"Dan rupanya Ellios adalah putra dari Kazuomi, sahabat dad saat masih muda. Dad sungguh merasa jika takdir ini sungguh sangat luar biasa! Bahkan takdir kembali mempertemukam kita setelah pertemuan di danau Oeschinen." imbuh profesor Mike kembali.
"Wah!! Kamu membantu dad menyesaikan eror program dan eror kendali robot rancangan ayah? Keren sekali! Kamu masih sangat muda, namun kecerdasanmu bisa menyeimbangi dad! Bravo!! " ucap Carrisa yang mulai takjub menatap Ellios.
"Itu bukan hal yang seberapa kok. Hehe ... aku hanya membantu sedikit saja kok. Sungguh aku bukan apa-apa jika dibandingkan dengan profesor Mike." ucap Ellios kembali merendahkan dirinya.
"Hanya melihatnya sekilas saja namun kamu sudah bisa menemukan masalahnya. Kamu adalah seorang genius sama saperti ayahmu, Ellios!" ucap profesor Mike lagi.
Ellios yang mendapatkan pujian itu hanya bisa tersenyum kikuk dan mengusap tengkuknya karena merasa malu.
"Wah. Tamu kita sudah datang ya rupanya. Ayo ... ayo kita segera makan bersama!" kini istri dari profesor Mike juga sudah datang dan duduk di dekat suaminya.
"Bibi bisa memasak makanan Jepang? Padahal bibi baru saja tinggal di Jepang?" tanya Ellios cukup penasaran karena melihat semua makanan yang saat ini disajikan semuanya adalah masakan Jepang.
"Oh, sebenarnya bukan bibi yang memasak. Namun asisten rumah tangga yang memasaknya. Bibi sangat menyukai hidangan Jepang, namun bibi belum bisa memasaknya dengan baik. Hehe ..." sahut istri dari profesor Mike tertawa kecil.
"Oh begitu rupanya ya." sahut Ellios dengan senum ramahnya.
"Hmm. Ya sudah. Ayo makanlah semua makanan ini! Kalian yang masih muda juga harus banyak memakan makanan yang bergizi!" ucap istri profesor Mike lagi.
"Hhm. Benar itu! Carrisa, Ellios! Kalian makanlah yang banyak! Lihatlah betapa kurusnya tubuh kalian berdua!" imbuh profesor Mike mulai menyantap salah satu hidangan di hadapannya itu.
Ellios yang mendengarkan ucapan dari profesor Mike seketika langsung menatap tubuhnya sendiri, yang sebenarnya menurutnya sudah cukup berisi, bahkan kekar dan berotot! Lalu bagian mana yang dikatakan kurus?
Mungkin seperti itulah yang sedang dipikirkan oleh Ellios saat ini. Karena biasanya pandangan akan kata kurus dari anak muda dan orang tua akan sangat berbeda.
"Dad! Nanti kalau aku makan banyak-banyak aku akan gemuk. Aku harus selalu menjag pola makanku." jawab Carrisa keberatan.
"Gemuk tidak masalah, Sayang. Yang terpenting adalah selalu sehat. Mom kamu dulu saat menikah dengan dad memiliki tubuh yang sedikit gemuk, dan dad sangat suka itu. Karena membuatnya terlihat lucu dan menggemaskan." ucap profesor Mike dengan tawa kecil.
"Sayang, kamu selalu saja begitu. Anak jaman sekarang tidak akan menyukai hal seperti itu. Idola mereka saja begitu kurus. Lihatlah kamar putrimu dan kamu akan melihat beberapa poster idolanya yang sudah seperti tertinggal tulang saja." ucap istri profesor Mike menggoda Carrisa.
"Mom ..." rengek Carrisa dengan wajah cemberutnya.
Mereka semua tertawa kecil bersama lalu mulai melanjutkan makan bersama mereka. Setelah menyelesaikan semua itu, profesor Mike mengajak Ellios untuk melihat-lihat beberapa karyanya yang begitu fantastis!!