To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Menyelamatkan Chiesa



Ellios mulai menekan bagian dada bagian bawah Chiesa beberapa kali dengan sangat berhati-hati. Dan seketika Chiesa segera memuntahkan air laut yang sudah masuk ke dalam tubuhnya dan mulai terbatuk-batuk.


Chiesa masih terbatuk-batuk dan memegangi dadanya. Setelah beberapa saat Chiesa mulai menatap sekelilingnya. Sebuah lautan terbentang dengan luas mulai dilihatnya, dan tergantung sebuah jembatan pelangi tepat di hadapan atasnya.


Melihat semua ini membuat Chiesa merasa begitu ketakutan dan syok karena teringat dengan kecelakaan yang baru saja menimpa dirinya beberapa saat yang lalu.


"Chiesa, apa kamu baik-baik saja?" ucap Ellios yang masih membantu Chiesa untuk terduduk dengan menopang tubuh Chiesa dengan tangan kanannya.


Kini Chiesa mulai beralih menatap Ellios dengan raut wajah yang begitu ketakutan dan bibir yang sedikit bergetar. Namun akhirnya Chiesa malah memeluk Ellios begitu saja.


Jujur saja Ellios merasa sangat kikuk saat ini, namun pemuda yang memiliki hobi membaca buku ini hanya bisa terdiam dan membiarkan Chiesa memeluknya.


"Ellios ... aku takut sekali ... aku takut sekali ... aku kira aku akan segera bertemu dengan dewa kematian ... aku kira aku sudah akan mati. Aku takut sekali ... hiks ..." ucap Chies malah menangis dalam pelukan Ellios.


"Tenang saja. Kamu akan baik-baik saja saat ini, Chiesa. Aku akan segera mengantarmu ke rumah sakit. Pelipismu terluka, dan khawatir juga akan ada luka dalam lainnya lagi." ucap Ellios dengan nada yang begitu bersahabat, dan tentunya begitu menenangkan Chiesa yang saat ini sedang begitu ketakutan.


"Paman, tolong antarkan kami ke daratan. Aku harus segera mengantarkan temanku ke rumah sakit." titah Ellios dengan sopan kepada nelayan itu.


"Baiklah. Paman akan antarkan kalian." sahut nelayan itu segera mendayung perahunya untuk menuju daratan.


[ Mission completed. Selamat tuan, Ellios. Tuan akan mendapatkan beberapa hadiah fantastis karena telah menyelesaikan misi kali ini dengan baik. ]


Ucap Lovely tiba-tiba.


Hhm. Aku akan memeriksanya nanti, Lovely. Saat ini masih ada Choesa dan beberapa orang sedang melihatku. Bisa-bisa mereka akan mengira aku gila jika mereka melihatku berbicara sendirian dan memeriksa layar hologram yang tak bisa mereka lihat.


Batin Ellios menjawab ucapan dari Lovely.


[ Baik, Tuan Ellios. Dipahami. ] jawab Lovely dengan patuh.


Setelah mencapai daratan, Ellios segera mencari sebuah taxi untuk mengantar Chiesa pergi ke rumah sakit. Tak lupa Ellios juga menghubungi Jullian untuk membelikan dan membawakan pakaian ganti wanita dan pakaian hangat, dan memintanya untuk segera membawakannya ke rumah sakit.


Beberapa orang yang melihat Ellios yang sudah berhasil menyelamatkan Chiesa dari dalam lautan itu, mulai saing berbisik dan memuji Ellios karena tingkah nekat dan heroiknya. Padahal saat pertama kali melihat tingkah nekat Ellios, kebanyakan mereka banyak yang mencibir Ellios.


...⚜⚜⚜...


Jullian mulai mengatur nafasnya kembali setelah tiba di rumah sakit dan menyerahkan dua buah tote bag berwarna putih untuk Ellios.


"Pakaian wanita ini untuk siapa, Ell? Dan siapa yang sedang sakit dan dirawat?" tanya Jullian setelah mengatur kembali nafasnya.


"Chiesa." jawab Ellios dengan santai. "Aku akan mengantarkan pakaian dulu untuknya. Dia sedang bersama dokter di dalam. Tunggu sebentar ..." imbuh Ellios meninggalkan Jullian begitu saja dan mulai memasuki sebuah ruangan rawat.


Mendengar Ellios menyebutnya nama Chiesa membuat Jullian terkejut bukan main dan melongo menatap Ellios yang kini sudah memasuki ruangan dimana Chiesa diperiksa.


"Chiesa? Sebenarnya ada hubungan apa mereka berdua? Kemarin Jiu, sekarang Chiesa? Mengapa akhir-akhir ini Ellios sering berurusan dengan lara gadis cantik? Lalu bagaimana dengan Nacht? Apa Chiesa sudah putus dengan pangera kampus itu? Haishhh ... dasar Ellios!! Mengapa akhir-akhir ini sering sekali dia berulah." Jullian menggerutu karena pusing melihat tingkah dari Ellios yang jauh berbeda dengan yang selama ini dikenalinya.


Ellios mulai mendekati Chiesa yang masih terduduk di atas brankar sambil diperiksa oleh seorang dokter wanita.


"Permisi ... aku sudah membawakan pakaian ganti untukmu, Chiesa. Sebaiknya kamu berganti pakaian dulu agar tidak demam." ucap Ellios mengulurkan tote bag berwarna putih kepada Chiesa.


"Terima kasih, Ellios." ucap Chiesa dengan tulus dan tersenyum hangat menatap Ellios.


"Ya sudah. Sebaiknya nona berganti pakaian dulu. Karena semua pakaia nona sedang basah saat ini. Biar saya bantu." ucap sang dokter menawarka diri.


"Baik, Dokter." sahut Chiesa menyetujui ucapan dari sang dokter.


"Kalau begitu aku mau pamit untuk pulang, Chiesa. Sebentar lagi Nacht akan segera datang kok. Jullian sudah menghubungi Nacht kok." ucap Ellios berpamitan.


Meskipun sebenarnya cukup berat untuk Chiesa, namun akhirnya gadis cantik itu hanya mengangguk pelan dan tersenyum tipis saja, selebihnya Chiesa hanya mengucapkan, "Teima kasih karena telah menyelamatkanku, Ellios."


"Sama-sama, Chiesa. Permisi, Dokter." ucap Ellios dengan ramah lalu segera meninggalkan ruangan rawat ini.


Ellios mulai meninggalkan rumah sakit bersama dengan Jullian. Namun rupanya mereka berpapasan dengan Nacht dan teman-teman satu servernya.


Dengan langkah cepat Nacht segera menghadang dan menghalangi langkah Ellios dan Jullian. Nacht juga mulai meraih dan menahan bahu kanan Ellios.


GREEPP ...


"Ellios! Dimana Chiesa?! Dan mengapa kamu bisa bersama dengan dia saat Chiesa mengalami kecelakaan itu?" tanya Nacht seolah sedang mengintrogasi dan mencurigai Ellios.


Nacht juga menatap Ellios dengan tatapan mata yang begitu tajam dan menusuk. Namun sangat berbeda dengan Ellios yang menatal Nacht dengan santai dan masih sangat bersahabat.


"Chiesa ada di ruangan rawat paling ujung. Dan dia baik-baik saja." jawab Ellios dengan ramah.


"Lalu mengapa kamu bisa bersama dengan Chiesa saat dia mengalami kecelakaan?" selidik Nacht lagi, karena Nacht sedang mencurigai jika Ellios dan kekasihnya sedang pergi bersama saat itu.


"Aku baru saja pulang dari suatu tempat bersama Jullian untuk membeli sesuatu. Dan kebetulan aku sedang berada di Rainbow Bridge saat Chiesa mengalami kecelakaan itu. Mobil Chiesa tertabrak oleh seseorang dan terjun ke dalam lautan. Aku ... memutuskan untuk menolongnya saat itu karena tim penyelamat belum ada satupun yang datang." ucap Ellios berusaha untuk menjelaskan, agar Nacht tidak salah paham kali ini.


Kali ini bukan hanya Nacht yang terkejut dan melongo setelah mendengar penjelasan dari Ellios, namun Jullian dan kedua teman Nacht juga seketika dibuat melongo begitu saja.


Ellios? Terjun ke dalam lautan dan menyelamatkan Chiesa begitu saja tanpa sebuah pengaman apapun? Astaga! Jika aku sedang berada di tempat itu saat kecelakaan itu terjadi, pasti aku sudah tidak memiliki wajah untuk berhadapan dengan Chiesa! Karena aku pasti tak akan punya nyali sebesar Ellios. Arghh ... sungguh memalukan sekali aku ini!!


Batin Nacht yang saat ini malah membeku seketika.


"Baiklah. Kami harus segera pergi. Ayo, Jullian!" ucap Ellios mulai melenggang meninggalkan mereka, dan Jullian juga segera mengikutinya.


...⚜⚜⚜...