
Tak ada perbincangan diantara mereka berdua. Karena makan bersama ini mereka lakukan hanyalah untuk kepentingan masing-masing saja. Ellios yang memang harus menyelesaikan misinya, sementara Chiesa yang memang sedang bertaruh dengan teman-temannya.
[ Waktu yang tersisa hanyalah 50 menit 34 detik lagi, Tuan. Silakan untuk segera menyelesaikannya untuk mendapatkan beberapa hadiah sistem. ]
Tiba-tiba suara Lovely mulai terdengar kembali dengan sangat jelas oleh Ellios tanpa mempertlihatkan wujudnya.
Argh ... mengapa begitu cepat sekali waktu berlalu? Dan dimana Nacht ya? Mengapa dia belum juga datang? Apa Jullian bisa dipercaya kali ini? Jika sampai Nacht tidak datang, misi kali ini akan menjadi sia-sia saja. Huft ... bagaimana ini? Apa aku minta tolong kepada Kakei atau Ken saja? Omongan mereka berdua tentunya akan lebih didengarkan oleh Nacht bukan? Baiklah, hubungi saja salah satu diantara mereka dulu.
Batin Ellios mulai meraih ponselnya dan berniat untuk menghubungi Kakei. Namun belum sempat Ellios mengetik sebuah pesan untuk Kakei, tiba-tiba saja terlihat ada seorang pemuda tampan berambut blonde mulai memasuki restoran itu dan sedang melenggang ke arah Ellios da Chiesa.
Sementara dibelakangnya sudah ada juga dua orang pemuda tampan yang tak kalah stylish dari sang pemimpin dari mereka yang sudah melenggang lebih depan dengan memperlihatkan wajah yang sedang murka.
Ellios yang menyadari kedatangan Nacht, kini mulai sedikit memainkan sebuah drama untuk semakin membuat Nacht merasa kesal agar misi kali ini bisa segera terselesaikan.
Ellios mulai beralih menatap Chiesa dan mengangkat tangannya ke udara. Lalu Ellios mulai mengusap sudut bibir Chiesa dengan jemarinya.
Chiesa yang tiba-tiba saja mendapat perlakuan manis dari Ellios, rupanya juga merasa sedikit kebingungan. Padahal sudah 2 jam lebih bersama, namun suasana diantara mereka selalu saja kaku.
"Ada apa?" tanya Chiesa kebingungan dan masih menatap Ellios.
"Ada sisa saus barbeque menempel pada sudut bibirmu. Jadi aku berusaha membantumu untuk membersihkannya. Maaf ya jika aku kurang sopan." ucap Ellios dengan ramah dan melemparkan senyum tipisnya.
"Oh. Tidak masalah kok. Terima kasih ya, Ellios." Chiesa menyauti dengan senyum manisnya.
Chiesa masih bersikap manis di hadapan Ellios dan belum menyadari jika di belakangnya sudah ada Nacht yang sudah melenggang semakin mendekati mereka berdua. Sementara Ellios yang sebenarnya memang sudah mengetahui kedatangan Nacht malah pura-pura tidak tau.
"Minumlah dulu. Kamu pasti haus ..." ucap Ellios dengan sengaja dan menyodorkan segelas jus berwarna keunguan itu untuk gadis cantik itu.
"Terima kasih, Ellios." sahut Chiesa sambil menerima segelas jus plum itu.
BRAKK ...
PRANG ...
Nacht yang baru saja datang tiba-tiba saja langsung menggebrak meja mereka dan membuat segelas jus plum itu terlepas dari genggaman Chiesa.
Nacht yang sudah terselut amarahnya dan dipenuhi kekesalan itu kini meraih kerah kemeja Ellios dan membuat tubuh Ellios sedikit berdiri.
"Nacht, mengapa kamu ada disini?" tanya Chiesa sangat terkejut karena teman-temannya seharusnya sedang bersama dengan Nacht untuk makan di tempat lain, agar Nacht tidak mengetahui dan memergoki dirinya yang malah pergi bersama dengan Ellios.
"Diam kamu, Chiesa!" tandas Nacht dengan tegas. "Kamu bahkan menolak ajakanku untuk keluar bersama dan malah mendatangi anak kolot ini?! Apa kamu juga sudah tidak waras, Chiesa?! Kutu buku kolot ini tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan aku!! Bisa-bisanya kamu melakukan semua ini padaku!" imbuh Nacht sudah dengan wajahnya yang memanas.
"Nacht ... ini semua tidak seperti yang kamu pikirkan. Tolong dengarkan penjelasan dariku dulu." gadis cantik berambut hitam pekat panjang itu kini meraih lengan Nacht berusaha untuk menjelaskan sesuatu dan berharap kekasihnya akan mempercayainya.
"Kamu berani sekali melakukan semua ini! Apa kamu tidak tau siapa orang yang sedang makan bersamamu? Dan apa kamu tidak tau siapa kekasih dia? Kamu pikir kamu pantas untuk berada di dalam satu meja bersama dengan Chiesa?! Apa di rumahmu tidak ada cermin?!" umpat Nacht sudah sudah sangat tersulut emosinya.
"Yang mengajak makan bersama adalah kekasihmu. Dia datang ke kelasku dan mendatangiku begitu saja." ucap Ellios dengan santai. "Lagipula mengapa aku tidak pantas untuk makan bersama Chiesa? Bukankah makanan yang kita makan sama saja? Aku saja bahkan malah pernah makan bersama seorang perdana meteri. Lalu apa masalahnya kali ini?" imbuh Ellios dengan wajah polosnya.
"Dasar tak tau diri dan berwajah tebal!!" Nacht semakin emosi dan mulai menarik semakin kuat kerah Ellios dan menghempaskannya hingga tubuh Elliosmenabrak beberapa meja dan kursi.
Beberapa pengunjung saling berteriak histeris dan beberapa dari mereka mulai berlari karena ketakutan.
Ellios yang belum sempat berdiri kembali kini sudah hampir terkena tendangan dari Nacht lagi. Namun Ellios segera menangkap kaki Nacht lalu menariknya hingga membuat pemuda kebulean itu malah terjatuh di atas lantai.
BRUGHH ..
"Sialan!! Senju, Isao!! Beri kutu buku ini pelajaran hingga dia menyesal karena telah berani berbicara dan menantangku!!" titah Nacht begitu menakutkan.
"Tenang saja, Nacht. Aku adalah juara taekwondo se-Tokyo! Dalam sekejap saja Ellios akan mampus!!" Isao menyauti dengan penuh percaya diri dan mulai melenggang mendekati Ellios yang kini sudah berdiri kembali.
Lovely, aktifkan kecepatan superku dan kemampuan bela diri level 5 ku! Menghindari serangan dari mereka sekaligus memberikan senyerangan untuk mereka pasti akan lebih cepat terselesaikan.
Batin Ellios mulai memberikan titah untuk boneka pemandu sistemnya.
[ Baik, Tuan Ellios. Kecepatan berlari super dan kemampuan bela diri level 5 akan segera diaktifkan. ]
DING ...
Lovely menyauti dan diiringi oleh sebuah suara pengaktifan beberapa kekuatan itu.
Sudut-sudut bibir kemerahan Ellios mulai ditariknya hingga menyembulkan sebuah seringai manis bak setan. Dan Ellios sudah bersiap untuk menyambut Isao yang sudah semakin mendekatinya.
"Rasakan tendangan superku ini!! Hiathhh!!!" Isao mulai melayangkan kaki kirinya ke udara menyamping dan menjadikan ulu hati Ellios sebagai targetnya kali ini.
Namun hanya dalam sekejap saja Ellios sudah menghilang dari hadapan Isao dan malah berada di dekat Senju. Ellios mulai tersenyum lebar dan mengangkat tangan kanannya serta memanggil Isao, hingga membuat Isao segera berbalik lagi.
"Aku disini, Bodoh! Apa kamu tidak melihatku?" ucap Ellios yang malah sengaja untuk membuat Isao berada dalam amarah sehingga emosi dan kekuatannya tak akan terkendali.
"Kep*rat sialan kau, Kutu buku!! Beraninya kamu berkata aku bodoh! Hiath ..." Isao semakin tersulut dan mulai berlari mendekati Ellios.
Dengan gerakan yang sangat cepat dan kuat Isao mulai melayangkan kembali serangangannya dengan kaki kirinya kembali ke udara dan menyamping hingga mengenai sesuatu.
BUGGHH ...