
Suzuna masih menatap Ellios dari kejauhan yang saat ini sedang berbincang dengan Ken, Kakei dan Arata. Mereka berempat terlihat begitu akrab dan sangat dekat. Bahkan sesekali mereka berempat juga tertawa bersama.
"Jika memang seperti itu seharusnya aku tak perlu membayar Date untuk menyanyi di atas panggung bukan? Seharusnya aku meminta Ellios saja untuk menyanyi di panggung dan tak perlu membayar orang lain! Lagipula suara Ellios juga tak kalah jika dibanding dengan Date. Putraku juga cukup tampan kok." gumam Suzuna mulai tersenyum menatap Ellios dari kejauhan
Tanpa sengaja kini pandangan Ellios dan Suzuna mulai saling bertemu. Ellios yang sangat mengkhawatirkan sang ibu, kini mulai berlari kecil untuk segera menghampirinya dan meninggalkan teman-temannya begitu saja.
"Ibu ... ak-aku ..." ucap Ellios terbata dan merasa bersalah kepada Suzuna.
Karena Ellios khawatir jika Suzuna akan berpikiran yang tidak-tidak tentang dirinya.
"Ellios! Sejak kapan kamu bisa menyanyi dan bermain musik?" tanya Suzuna sangat ingin tau dengan sepasang mata yang memicing menatap Ellios.
"Itu ... sebenarnya ... aku hanya iseng saja, Ibu. Karena sebenarnya aku tak terlalu menyukainya. Aku hanya suka membaca dan belajar. Jadi, ibu tak perlu khawatir lagi ... aku tak akan melakukannya lagi kok." ucap Ellios sangat takut jika sang ibu akan murka kepadanya karena sudah melakukan hal seperti itu.
Karena Suzuna pernah berkata jika bermain musik hanyalah membuang-buang waktu dan sangat berisik saja. Dan saat itu Suzuna mengatakannya saat sedang melihat sebuah acara variety show di televisi.
"Aku berjanji tak akan mengulanhinya lagi, Ibu ... maafkan aku, Ibu. Tolong jangan marah ya ..." ucap Ellios meraih jemari sang ibu dengan raut wajahnya yang terlihat begitu menyesal.
"Apa yang sedang kamu katakan, Ellios? Mana mungkin ibu marah padamu?" sahut Suzuna dengan wajah yang sedikit dihiasi oleh sebuah senyuman.
"Jadi ... jj-jadi ibu tidak marah padaku?" tanya Ellios sedikit keheranan.
"Tentu saja tidak. Mengapa ibu harus marah kepadamu, Ell? Putra ibu memiliki sebuah talenta yang menakjubkan dan samgat luar biasa! Tentu saja ibu akan merasa sangat senang, Ellios!" sahut Suzuna dengan senyum lebar.
Seakan masih tak percaya mendengar ucapan dari Suzuna, Ellios malah terdiam membeku menatap sang ibu.
GREPP ...
Tiba-tiba saja Ken sudah merangkul Ellios begitu saja dan tersenyum lebar menatap Suzuna.
"Bibi, kalau begitu bolehkah kami menyanyikan sebuah lagu kembali?" tanya Ken tiba-tiba tanpa mengatakan sebelumnya terlebih dulu kepada Ellios, dan tentu saja hal itu membuat Ellios terkejut bukan main.
"Tentu saja kalian boleh melakukannya. Kebetulan sekali Date yang biasanya menyanyi disini sedang tidak bisa bekerja hari ini." sahut Suzuna dengan senyum lebar. "Baiklah. Kalian menyanyilah bersama. Bibi akan menggorang ayam dulu."
"Baik, Bibi." sahut Ken dengan begitu manis.
Suzuna mulai melenggang meninggalkan mereka kembali. Sedangkan Ellios masih saja menatap sisi wajah samping Ken dengan alis yang saling berkerut.
"Ken! Aku tidak mau lagi menyanyi ... aku malu ..." ucap Ellios akhirnya mengatakan sesuai dengan isi hatinya.
"Mengapa kamu malu, Ellios? Kamu bahkan sangat keren saat berada di atas panggung. Dan suaramu juga sangat bagus kok. Seharusnya kamu bergabung dengan Blue Gazzete saja." celutuk Ken tak mengerti.
"Memang ada apa, Kakei? Lagipula kita hanya menyanyi di atas panggung lo." celutuk Ken tak mengerti.
"Benar! Ini kan hanya menyanyi! Ayo mainkan sebuah lagu, Ken!! Aku juga sudah lama tidak main drum!" sela Arata mulai naik kembali di atas panggung.
"Hhm. Ayo!!" ajak Ken lagi mengajak Ellios dan Kakei lalu Ken segera menyusul Arata naik ke atas panggung.
Sementara Kakei dan Ellios masih berada di tempatnya saja.
"Ellios, jangan memaksakan diri jika memang kamu tak sanggup lagi." ucap Kakei kembali mengkhawatirkan Ellios.
Mendengar ucapan dari Kakei membuat Ellios tersenyum tipis, dan sebenarnya Ellios merasa sangat bahagia saat ini dia memiliki teman lain selain Jullian yang sangat baik dan perhatian kepada dirinya.
"Terima kasih, Kakei. Tapi aku baik-baik saja kok." sahut Ellios tersenyum hangat menatap Kakei si kapten basket yang selalu saja terlihat dingin dan cuek itu. "Ayo bermain bersama dengan mereka!" imbuh Ellios mulai melenggang dan menyusul Arata dan Ken yang sudah berada di atas panggung.
Kakei menghembuskan nafas kasarnya ke udara lalu mulai menyusul mereka. Karena tak ada pilihan lain selain bergabung bersama dengan mereka.
Dan sebenarnya Kakei memiliki sebuah bakat terpendam yang selama ini selalu disimpannya dengan rapat karena ada sebuah kenangan buruk dengan musik. Bakat itu adalah bermain piano.
Saat kecil Kakei begitu pandai memainkan alat musik itu, namun karena sebuah kejadian di masa lalunya akhirnya Kakei memendam bakatnya itu. Dan kini tiba-tiba saja Kakei membuka kembali kenangan itu dan memutuskan untuk bermain bersama dengan Ken, Arata dan Ellios.
"Berikan piano itu untukku! Aku akan memainkan piano itu!" ucap Kakei begitu dingin dan sudah berdiri di dekat Ken yang pada awalnya ingin memainkan piano.
"Baiklah! Aku akan bermain gitar saja!" sahut Ken mengalah.
Karena selain bernyanyi, Ken memang bisa memainkan segala jenis alat musik. Hingga akhirnya kali ini semua mulai memegang alat musiknya masing-masing, kecuali Ellios yang eang tidak bisa memainkan alat musik apapun. Jadi Ellios hanya akan menjadi main vocal saja saat ini.
Permainan dari piano, gitar, dan drum mulai terdengar saling bersahutan dengan begitu indah. Ken dan Arata terlihat begutu menikmati saat memainkan alat musik mereka.
Ellios juga terlihat begitu menikmati saat-saat ini, bahkan entah mengapa hatinya terasa begitu ceria dan bersemangat saat menyanyikan salah satu lagu dari idol Jepang saat ini.
Bagaimana demgan Kakei? Kakei yang pada awalnya terlihat begitu ragu saat memainkan alat musik piano itu, kini malah dengan begitu lancar memainkannya. Bahkan wajah dingin yang hampir tak pernah tersenyum itu, kini malah selalu tersenyum dan terlihat begitu ceria.
Akankah setelah ini Kakei mengubur kembali kenangan masa lalunya yang berhubungan dengan piano? Ataukah Kakei malah akan semakin mencintai alat musik dengan toots berwarna hitam dan putih itu? Entahlah ...
Namun usai menyanyikan sebuah lagu dengan sangat baik, tiba-tiba saja sepasang mata Ellios mulai menyipit dan terpejam. Dan seketika tubuhnya ambruk begitu saja di atas panggung itu.
"Ellios!!" Kakei yang melihat semua itu segera menghentikkan permainan dari pianonya dan segera mendatangi tubuh Ellios yang saat ini sudah tak sadarkan diri.
Tak hanya Kakei, Ken dan Arata seketika juga menghentikan permainan musik mereka dan segera mendatangi Ellios.