
7 tahun kemudian ...
Seorang pria terlihat sedang menyibukkan dirinya untuk memeriksa beberapa maha karyanya di sebuah bangunan megah dan besar dengan nuansa putih dan hitam itu.
Pria yang tak lain adalah Ellios ini, kini telah sukses dengan beberapa penemuannya yang cukup canggih dan spektakulerdi masa ini. Yeap, Ellios kini telah memiliki sebuah perusahaan yang cukup besar dan terkenal saat ini di Jepang.
Yaitu sebuah perusahaan yang membuat dan menjual berbagai jenis robot dalam bentuk menyerupai manusia. Ada beberapa jenis, tipe, dan style robot yang dijual oleh perusahaannyanya saat ini.
Dan para robot itu dia ciptakan untuk membantu dan memudahkan pekerjaan para manusia di setiap harinya. Atau bisa dikatakan sebagai asisten di kehidupan ini. Karena robot-robot ini begitu pintar dan tentunya sangat canggih.
Mereka akan sangat patuh dengan tuannya dan akan melakukan apapun yang telah diperintahkan padanya. Bahkan robot-robot itu juga sebenarnya bisa dijadikan sebagai sahabat dan juga keluarga karena benar-benar sangat friendly.
Bahkan ada juga robot anak-anak yang diciptakan untuk melengkapi pasangan yang memang belum memiliki buah hati. Dan para robot itu juga begitu mirip dengam para manusia, mereka juga bisa berkata dan berperilaku hangat.
Sebenarnya penemuan Ellios adalah sudah sangat luar biasa!! Namun rupanya masih ada yang membuatnya merasa kurang puas, karena para robot itu hanyalah bisa membantu pekerjaan para manusia, bukan untuk merubah takdir manusia!
Waktu demi waktu yang telah Ellios lalui selama ini adalah untuk tetap belajar dan berkarya. Bahkan disaat kini dia sudah sukses sebagai seorang profesor muda yang menemukan hal spektakuler itu, dia masih saja terus berusaha dan belajar untuk membuat karya-karya spektakuler lainnya yang dia harapkan bisa untuk membantu para manusia secara lebih dan lebih!!
Karena setelah bertemu dengan Lovely, Ellios mulai memiliki sebuah mimpi baru, yaitu membuat sebuah robot seperti sistem Lovely yang bisa merubah takdir seseorang.
Namun hingga sampai saat ini, Ellios masih belum bisa membuat semua itu. Meskipun begitu, Ellios tak pernah merasa lelah dan terus berusaha untuk tetap berkarya.
Ratusan robot dengan gender menyerupai wanita dan dan pria terlihat sudah tertata rapi di ruangan luas dan megah ini. Dengan masing-masing robot itu diletakkan di atas sebuah panggung kecil berbentuk lingkaran dengan diameter kira-kira 90 cm.
Mereka yang masih berada di perusahaan pusat ini, sengaja diberikan seragam berwarna putih. Pada bagian pelipis sebelah kanan dari para robot itu juga sudah ditanamkan oleh sebuah chip yang akan menyala kebiruan jika robot-robot itu telah diaktifkan.
Perusahaan Ellios dibidang robot ini cukup berkembang dan memiliki toko cabang yang menyebar di Tokyo. Dan masih dalam tahap perluasan di luar Tokyo.
Dan beberapa teman-teman Ellios juga ikut andil dalam hal ini. Mereka bekerja saja bersama Ellios, meskipun hanya 2% saja. Seperti Kakei, Jullian, dan Ken. Bahkan Jullian juga bekerja di tempat ini dan bertugas dan bertanggung jawab penuh di beberapa toko cabang di Yokohama.
Dan bagaimana dengan kesehatan Ellios saat ini? Tentu saja Ellios menjadi lebih sehat lagi setelah melakukan beberapa misi dari sistemnya. Dan hingga sampai saat ini, Ellios bahkan masih hidup berdampingan dengan Lovely.
Namum rahasia sitem yang Ellios miliki tentumya tetap hanya menjadi rahasianya saja. Dan hanya Oichi yang mengetahuinya.
"Tuan Ellios. Pasokan bahan untuk pembuatan baterai robot mengalami kendala pengiriman karena over load. Jadi mungkin akan sedikit menghambat proses produksi." ucap seorang pria yang mengenakan seragam perusahaan E Robot Store.
"Baiklah. Kerjakan saja seadanya dan sebisanya. Lagipula kita juga masih memiliki stock kok. Jika bahan sudah datang, langsung kerjakan semuanya sekaligus dan kerahkan manpower secara maksimal!" jawab Ellios dengan tenang.
"Josh, tolong bantu bagian gudang untuk melakukan inventory. Sepertinya mereka kekurangan manpower saat ini." titah Ellios dengan nada yang sangat bersahabat.
Yeap, meskipun saat ini Ellios adalah seorang yang sudah sangat sukses dan sangat dihormati saking kegeniusannya, namun Ellios tak pernah merasa tinggi dan sombong. Dia tetap Ellios yang rendah hati seperti dirinya apa adanya.
"Baik, Tuan." pria bernama Josh itu kini mulai berlalu untuk melakukan perintah dari Ellios.
Sementara Ellios masih memeriksa kembali robot-robot itu. Kini Ellios mulai mencoba untuk mengaktifkan salah satu dari mereka melalui sebuah tombol tipis transparan yang berada di tengkuk robot itu.
Perlahan robot wanita cantik dan sangat menyerupai seorang gadis itu, mulai bergerak. Dan sepasang matanya mulai menatap Ellios dengan chip kebiruan di pelipisnya yang mulai menyala.
"ST 227 Chloe telah berhasil diaktifkan. Silakan tuan memberikan nama baru untukku. Dan perintahkan sesuatu untukku ..." ucap robot wanita itu dengan ekspresi wajah yang sangat datar dan tak memiliki emosi sama sekali.
Hhm. Belum sesempurna Lovely ya. Penemuanku masih belum apa-apa jika dibandingkan dengan penemu Lovely. Aku akan terus berusaha untuk selalu memperbaiki karya-karyaku.
Batin Ellios tersenyum tipis menatap gadis robot itu.
[ Ckkk ... tentu saja aku masih jauh lebih baik jika dibandingkan dengan mereka. Meski 1000 robot yang ada di tempat ini sekalipun, mereka belum akan bisa menandingiku, Tuan Ellios. Di usia tuan Ellios yang masih cukup muda ini, tuan belum akan bisa melakukannya seperti yang dilakukan oleh sang penemuku! Tuan masih harus tetap belajar dan berusaha lebih keras lagi! ]
Sahut Lovely tiba-tiba.
"Hhm. Kau benar, Lovely. Masih banyak yang harus aku pelajari lagi " sahut Ellios sedikit membenarkan posisi tangan salah satu robot dengan tipe ST 227 Chloe ciptaannya itu.
"Selamat malam, Chloe. Aku hanya ingin memeriksamu sedikit saja kok. Semoga kamu segera menemukan tuan yang baik untukmu!" ucap Ellios kepada robot wanita itu.
Robot wanita yang terlihat sedikit kebulean itu tak menjawab Ellios lagi. Namun sepasang mata hazel indah itu masih berkedip pelan layaknya manusia pada umumnya.
Akhirnya Ellios mulai menonaktifkan kembali robot wanita itu. Belum sempat Ellios memeriksa hal lainnya lagi, kini ponselnya mulai berdering. Ellios segera meraih benda pipih itu dari saku jasnya lalu mulai melihat nama si pemanggil.
Terlihat nama Honey pada layar ponselnya. Dan Ellios mulai mengangkat panggilan itu.
"Hallo, Sayang. Ada apa?" sapa Ellios dengan hangat.
"Sayang, turunlah ... aku sudah menunggumu di bawah." terdengar suara seorang wanita dari seberang line.
"Kamu ada di gedung utama E Robot Store, Sayang?" ucap Ellios hampir tak percaya.
"Hhm. Maaf deh tidak memberitahumu sebelumnya. Hehe ... ayo cepatlah turun dan kita makan malam bersama. Calon junior kita juga sudah merindukan papanya ... hehe ..." ucap wanita itu malah tertawa kecil menggoda Ellios.
Bersambung ...