To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Tugas Untuk Jullian



Hanya dengan naik taxi selama 5 menit saja, Ellios dan Chiesa sudah sampai di sebuah restoran steak yang mereka inginkan. Ellios sengaja mengirimkan sebuah pesan untuk Jullian agar misi kali ini segera terselesaikan dengan cepat.


Jullian, aku sedang butuh bantuanmu. Tolong cari Nacht dan katakan padanya untuk datang ke Delicious steak yang berada tak jauh dari kampus. Katakan padanya dia harus datang sekarang juga, dan katakan padanya kalau kamu melihat Chiesa pergi bersama denganku. Ellios.


Begitulah isi pesan yang dikirimkan Ellios untuk Jullian yang tentu saja membuat Jullian kebingungan saat membaca pesan tersebut.


"Ellios benar-benar sudah gila!! Malah mau mencari masalah secara terang-terangan saja dengan Nacht. Haishhh ... bagaimana ini? Bagaimana jika Nacht benar-benar akan murka dan menghabisi Ellios?" batin Jullian sangat kebingungan.


Namun kebetulan sekali tiba-tiba saja Jullian melihat Nacht yang sedang melenggang tak jauh dari hadapannya bersama kedua teman satu servernya. Yeap, mereka bertiga terlihat seperti pangeran yang begitu tampan, gagah dan berkilauan.


TRINGG ...


Lagi-lagi ponsel Jullian berbunyi, menandakan ada sebuah pesan masuk lagi. Rupanya pesan itu berasal dari Ellios lagi. Dengan cepat Jullian segera membuka pesan itu dan membacanya.


Cepat lakukan, Juliian! Kamu harus membuat Nacht untuk segera datang ke restoran ini. Waktuku tidak banyak. Ellios.


"Arghh ... benar-benar sudah gila Ellios!" gerutu Jullian mulai menggaruk-garuk kepalanya dan kembali mencari sosok Nacht. "Ya sudah jangan salahkan aku jika kamu mendapatkan masalah ya, Ellios."


Setelah beberapa saat merasa ragu untuk mendatangi Nacht, akhirnya Jullian mulai memberanikan dirinya untuk menghampiri para pangeran itu.


"Uhm ... ha-hallo, Nacht ..." sapa Jullian terbata saat menghadang Nacht dan kedua temannya.


"Siapa dia?" pemuda berambut blonde yang tak lain adalah Nacht itu malah bertanya kepada kedua temannya.


"Mungkin saja hanya mau meminta uang sumbangan kepada kita. Lihatlah penampilannya begitu biasa-biasa saja." jawab salah satu teman Nacht yang berambut kemerahan.


Apa? Apakah aku sudah sangat mirip dengan pengemis yang sedang meminta uang sukarela? Hiks ... memang rasanya sangar tak pantas untukku berbincang dengan pangeran kampus ini. Ini semua gara-gara Ellios! Hiks ...


Batin Jullian begitu memelas dan seketika nyalinya semakin menciut saat berhadapan dengan Nacht dan teman-temannya.


"Baiklah-baiklah. Tunggu sebentar ... sepertinya aku masih memiliki beberapa uang cash." sahut Nacht mulai mencari sesuatu di dompetnya lalu mengeluarkan beberapa lembar dari dalamnya. "Ini untukmu ..." imbuhnya sambil menyodorkan beberapa lembar uang itu untuk Jullian.


Seketika sepasang mata Jullian mulai membulat dan reflek kedua tangannya sedikit mendorong tangan Nacht bermaksud untuk menolaknya.


"Nacth. Uhm ... tapi aku datang bukan untuk meminta uang darimu." ucap Jullian berusaha untuk menjelaskan.


"Hhm? Lalu mau ngapain kamu?" tanya salah satu teman Nacht yang berambut jabrik.


Jullian mengambil nafas panjang lalu mengeluarkannya perlahan.


"Begini ... aku datang untuk memberitahukan sesuatu kepadamu, Nacht. Saat ini Chiesa sedang pergi bersama dengan seorang pemuda. Dan mereka sedang makan bersama saat ini di restoran Delicious steak yang berada tak jauh dari kampuskita." ucap Jullian memberanikan diri krmbali.


"Chiesa? Makan bersama dengan seorang pemuda? Siapa?" tanya Nacht masih biasa saja.


"Pemuda itu adalah Ellios anak IT. Aku melihatnya sendiri Chiesa datang dan menghampiri Ellios. Lalu Chiesa juga mengajak Ellios untuk makan bersama dengannya." ucap Jullian dengan jujur.


Batin Jullian merasa sedikit lega dan berharap bisa sedikit mengurangi kesalahpahaman itu.


"Ellios anak IT? Aku tidak pernah mendengarnya, apa itu artinya dia adalah anak dari kalangan kuper dan sangat tidak populer?" jawab Nacht dengan kening berkerut.


"Kau benar, Nacht. Ellios memang sedikit kuper dan kolot dulunya. Nanun dia adalah mahasiswa kesayangan para profesor. Dan akhir-akhir ini dia sangat populer karena sangat berubah drastis!" jawab mahasiswa berambuh kemerahan itu lagi.


"Sangat berubah drastis? Apa maksudmu, Sanju?" tanya Nacht mulai beralih menatap temannya.


"Ya! Akhir-akhir ini Ellios berubah menjadi sangat populer. Dia bergabung bersama tim basket dan berulang kali mencetak poin saat pertandingan final. Dia juga pernah menggantikan Ken menyanyi di atas panggung. Bahkan Ellios juga pernah melakukan pertunjukan bersama dengan Ken di luar kampus." jawab mahasiswa berambut merah itu.


"Wah. Sepertinya kali ini kamu mendapatkan rival yang cukup berat deh, Nacht ..." ucap mahasiswa berambut jabrik mulai menepuk pelan bahu lebar Nacht.


"Berani sekali dia menerima ajakan makan bersama kekasihku!" kali ini Nacht sudah terlihat mulai memanas setelah mendengarkan semua itu.


"Uhm ... bagaimana jika kamu mendatangi mereka saja dan berbicara baik-baik? Mereka pasti ..." ucap Jullian tidak sempat menyelesaikan ucapannya karena tiba-tiba saja Nacht melenggang dan menabrak bahu Jullian dengan sangat keras.


DUAKKK ...


Kedua teman Nacht juga mulai melenggang begitu saja untuk segera menyusul Nacht.


"Arghh ... bahaya!! Bagaimana nasib Ellios kali ini? Bagaimana jika Nacht akan melakukan sesuatu yang buruk untuk Ellios. Aduh ..." gumam Jullian merasa sangat khawatir lalu mulai mengirimkan sebuah pesan untuk Ellios.


Ellios!! Nacht dan teman-temannya akan segera datang ke restoran Delicious steak. Bagaimana ini? Jullian.


Baru beeselang beberapa menit saja, ponsel Jullian sudah berbunyi kembali, menandakan ada sebuah pesan balasan dari Ellios.


Good job, Jullian! Thanks ya. Aku akan mentraktirmu makan deh besok setelah kita pergi ke game centre bersama!! Ellios.


Pesan balasan itu seketika membuat Jullian membulatkan matanya dengan sempurna kembali. Dan malah mengira sahabatnya sedang tidak waras.


"Ellios benar-benar sudah gila!! Apa hari ini dia sudah salah makan obat? Arghh ... lebih baik makan sesuatu yang pedas saja di kantin dulu!!" celutuk Jullian mulai memutuskan untuk pergi ke kantin saja karena merasa sangat bingung menghadapi tingkah aneh dari Ellios.


...⚜⚜⚜...


"Kobe beef steak 2 porsi dan 2 gelas jus plum. Selamat menikmati ..." seorang waitress sudah datang dan menyajikan beberapa makanan dan minuman yang sudah dipesan oleh Ellios dan Chiesa beberapa saat yang lalu.


"Terima kasih, Kakak." ucao Ellios dengan sangat ramah dan melemparkan senyuman manisnya untuk waitress yang kira-kira berusia 24 tahun itu.


"Oh ... iya ... sama-sama. Selamat menikmati hidangan dari restoran kami. Jika ingin melakukan pemesan lagi atau membutuhkan sesuatu, maka bisa memanggil kami lagi." ucap pelayan wanita itu kembali dengan ramah lalu segera undur diri.


Wah, anak ini rupanya sangat ramah sekali ya. Namun sayang masih saja sedikit kolot. Padahal akhir-akhir ini rumor yang beredar menggambarkan dia yang sangat keren. Hmm ...


Batin Chiesa beberapa saat menatap Ellios. Namun tak sengaja Ellios menangkap basah pandangan itu, sehingga gadis yang sebenarnya memiliki ego cukup tinggi ini segera berpura-pura untuk memotong wagyu di hadapannya itu.