
Hari demi hari berlalu begitu saja dengan cepat. Suzuna dan Kakei juga sudah diijinkan untuk keluar dari rumah sakit. Sementara Louis sudah ditahan karena perbuatannya yang berusaha untuk mencelakai Suzuna dan Kakei.
Sangat beruntung mereka bisa segera mencium gelagat dari perbuatan Louis yang sangat jahat, sehingga tak ada korban lainnya lagi. Karena sangat tak menutup kemungkinan jika Louis juga akan mencelakai teman-teman Ellios lainnya lagi.
Sebenarnya Ellios berusaha untuk menutupinya dari Suzuna. Namun rupanya Jullian kelepasan saat mereka berbincang bersama, sehingga membuat Suzuna mengetahui semuanya.
Ada rasa kecewa, sedih, bahkan hampir saja tak mempercayai semua itu, jika Louis begitu tega melakukan hal seperti itu.
Hingga akhirnya pada suatu hari Alisha dan kedua orang tua Alisha mendatangi rumah Ellios kareja ingin meminta maaf atas semua yang Louis lakukan selama ini.
"Sebagai orang tua Loius, kami sungguh meminta maaf atas semua yang telah dia perbuat selama ini. Perbuatan dia benar-benar sudah sangat keterlaluan. Selama ini Louis sudah sangat jahat kepada Ellios dan juga Suzuna. Kami tak akan memberikan jaminan apapun untuk meringankan hukuman Louis. Biarkan dia belajar dan berpikir lebih jernih dalam menghadapi kehidupannya. Sekali lagi kami meminta maaf yang sebesar-besarnya."
Ucap seorang pria paruh baya yang terlihat begitu menyesal atas perbuatan dari putranya.
"Benar. Kami sungguh minta maaf. Kami tidak bisa mendidik putra kami dengan baik." kini seorang wanita paruh baya juga mulai berkata dan menatap nanar Suzuna dan Ellios secara bergantian.
"Tidak masalah, Lisa ... Tao ... kalian tidak sepenuhnya salah. Tugas kita sebagai orang tua hanya mendidik dan mengingatkan, namun semua akan kembali lagi kepada sang anak." ucap Suzuna dengan bijak. "Kalian tidak sepenuhnya salah. Buktinya Alisha tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik dan baik hati." imbuh Suzuna beralih menatap Alisha yang duduk di dekat sang ibu.
Alisha yang mendapatkan pujian hanya tersenyum malu dan sedikit menunduk.
"Meskipun begitu tetap saja kami merasa sangat bersalah, Suzuna. Karena Louis sudah benar-benar katerlaluan." ucap ibu Alisha.
"Lisa, jangan menyalahkan diri sendiri terus. Lebih baik kita makan bersama saja yuk! Tadi aku memasak cukup banyak makanan. Ellios, Alisha ... ayo tolong bantu ibu menyiapkannya dulu!" ucap Suzuna mengalihkan pembicaraan dan segera mengajak Ellios dan Alisha untuk pergi ke ruang makan dan mempersiapkan makan malam itu.
Dengan patuh Ellios dan Alisha segera mengekori Suzuna dan segera membantu Suzuna. Hingga akhirnya setelah semuanya siap, Alisha mulai memanggil kedua orang tuanya untuk pergi ke ruang makan.
Mereka semua menikmati makan malam bersama. Dan suasana sudah kembali mencair dan begitu hangat. Karena sebenarnya kedua orang tua Alisha menang sangat dekat dengan Suzuna. Bahkan mereka pernah menimba ilmu di sekolah yang sama saat itu.
Tak terasa malam sudah semakin larut, hingga akhirnya keluarga Alisha mulai berpamitan untuk segera pulang. Ellios yang masih dalam suasana hati yang baik, mulai mambantu membersihkan ruangan makan itu.
"Ellios, tidur dan beristirahatlah saja. Biarkan ibu yang mencuci semua piring-piring kotor ini. Lagipula ini sudah malam, besok pagi saja ibu yang mencucinya." ucap Suzuna karena melihat Ellios berniat untuk mencuci semua piring dan gelas kotor itu.
"Tidak apa-apa, Ibu. Sebaiknya ibu beristirahat saja. Setelah mencuci semua ini aku akan segera tidur kok. Aku tidak sedang memiliki banyak tugas kok. Ibu tenang saja." ucap Ellios dengan senyum lebar.
"Lagipula ibu juga baru saja pulih bukan? Jadi tidak boleh bekerja terlalu berat. Kedai ayam krispi biar aku yang mengurusnya dulu, Ibu. Kebetulan kuliahku pekan depan libur. Saat ini ibu fokus saja untuk beristirahat dulu." ucap Ellios mulai mencuci piring-piring kotor itu.
"Hhm. Baiklah. Ibu akan segera beristirahat. Kamu jangan tidur terlalu malam ya."
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, kini Ellios segera kembali ke kamarnya dan bersiap untuk tidur. Namun rupanya ponsel Ellios malah berdering. Yeap, sebuah panggilan masuk dari Alisha membuat Ellios sesegera mungkin untuk mengangkat panggilan itu.
"Hallo, Alisha. Apa kamu sudah sampai di rumah?" tanya Ellios sambil merebahkan tubuhnya di atas pembarinagnnya.
"Hmm. Baru saja sampai kok. Kamu sedang apa, Ell?" sahut Alisha berbicara dengan nada bahagia.
"Uhm ... hanya sedang berbaring dan mengangkat panggilan darimu saja kok. Kamu belum mengantuk, Alisha?"
"Uhm ... belum. Apa kamu mau menemaniku berbincang hingga aku tertidur, Ellios?"
"Hhm? Tumben sekali ... ada apa? Apa kamu sedang merindukanku, Alisha?" celutuk Ellios dengan tawa kecil menggoda Alisha.
"Buk-bukan seperti itu, Ellios! Aku ... uhm ... aku hanya ingin berbincang saja denganmu kok. Uhm ... tapi jika kamu sudah mengantuk dan ingin segera beristirahat, uhm ... itu tidak masalah kok. Sebaiknya aku akhiri saja panggilan ini." ucap Alisha sedikit terbata dan sepertinya Alisha sedang menahan malu karena Ellios malah menggodanya.
Ellios mulai tertawa kecil selama beberapa detik ketika mendengar ucapan dari Alisha.
"Aku hanya sedang bercanda, Alisha. Jangan dimatikan ya ... aku masih kangen kamu." ucap Ellios tiba-tiba, entah dapat angin apa pemuda itu kini berkata dengan blak-blakan dan tidak seperti biasanya.
"Ellios? Apa kamu sedang tertidur dan bermimpi? Mengapa tiba-tiba saja kamu berkata seperti itu?" tanya Alisha yang tentunya sangat keheranan bukan main.
"Hhm? Kamu benar, Alisha ... aku sedang bermimpi sedang melakukan sebuah panggilan telpon dari seorang bidadari yang cantik dan baik hati." jawab Ellios semakin ngelantur dan sukses membuat Alisha yang berada di seberang line merona karena merasa malu.
"Ellios, jangan bercanda ... kamu membuatku malu."
"Aku tidak sedang bercanda, Alisha. Aku berkata dengan jujur. Kamu memang sangat baik. Dan aku merasa sangat beruntung karena kamu selalu ada untukku. Terima kasih, Alisha ..." ucap Ellios dengan tulus dan mulai memejamkan sepasang matanya karena sudah mulai mengantuk.
"Aku harap kamu tidaklah seperti musim panas yang hangat, namun dia akan selalu berlalu meninggalkanku begitu saja ..." ucapan Ellios yang begitu tulus rupanya menjadi penghantar tidur untuk dirinya sendiri.
Bahkan selama beberapa saat Alisha tidak segera menyadarinya. Namun karena Ellios yang sudah tidak menyauti ucapan dari Alisha lagi akhirnya menyadarkan Alisha, jika kini Ellios sudah tertidur begitu saja.
"Oyasuminasai, Ellios-kun ... have a nice dream and sleep well. I love you ..." ucap Alisha begitu lirih sebelum Alisha mengakhiri panggilan itu.
Dan tentu saja Alisha berani berkata seperti itu karena gadis cantik itu tau jika saat ini Ellios sudah tertidur. Andai saja Ellios masih belum tidur, sudah bisa dipastikan Alisha tak akan berani untuk mengatakan semua ucapan itu.
...⚜⚜⚜...