
Beberapa menit sudah berlalu, dan Ellios masih saja terduduk di atas lantai. Tak lama kemudian terlihat Oichi yang sudah datang lagi dengan langkah yang terburu dengan membawakan segelas air putih untuk Ellios.
Oichi mulai duduk bersimpuh dan segera membantu Ellios untuk meminum segelas air mineral yang baru saja dibawakannya.
"Ayo, minumlah ..." ucap Oichi masih dengan raut wajahnya yang terlihat sangat khawatir.
Setelah meminumnya beberapa teguk, Ellios segera memberikannya untuk Oichi kembali. Kali ini Oichi mulai membantu Ellios untuj berdiri dan berpindah duduk di atas sofa.
"Lukamu ini harus diperiksa dan disterilkan, Ellios! Jika kamu tak mau aku mengantarkanmu pergi ke rumah sakit, maka aku akan meminta dokter pribadiku untuk datang mengobatimu." ucap Oichi mulai mengeluarkan ponselnya dan berniat untuk menghubungi dokter pribadinya.
"Jangan. Aku mohon jangan lakukan itu, Nona. Aku baik-baik saja ..." ucap Ellios yang sebenarnya cukup kebingungan untuk menjelaskannya kepada Oichi.
Karena sebenarnya luka pada punggungnya saat ini sudah hampir sepenuhnya pulih. Mungkin hanya membutuhkan waktu dalam beberapa detik lagi, luka itu akan benar-benar segera sepenuhnya pulih kembali.
"Nona Oichi sebaiknya aku segera pulang saja. Aku akan mengurus luka ini di rumah saja." ucap Ellios berusaha untuk menghindari Oichi agar Oichi tidak mencurigainya kembali.
"Apa kamu sedang bercanda, Ellios?! Kamu baru saja menyelamatkanku hingga terluka seperti ini hanya karena untuk melindungiku! Kali ini aku akan membalasnya! Aku akan merawatmu jika memang kamu tak ingin aku memanggil dokter!" ucap Oichi terdengar begitu memaksa.
"Terima kasih banyak, Nona. Tapi itu sungguh tidak perlu. Aku ... akan pamit pulang saja. Nona Oichi jagalah diri nona dengan baik. Permisi ..." ucap Ellios dengan sopan lalu berdiri kembali dan sedikit membungkukkan badannya lalu mulai berbalik dan melangkahkan kakinya.
Namun baru saja melangkah 2 langkah, kini ucapan dari Oichi sukses membuatnya tertahan kembali.
"Tunggu, Ellios! Kamu masih belum berubah pikiran untuk mendapatkan kembali kedai ayam krispi itu bukan? Kamu masih ingin ibumu untuk tetap berjualan di kedai itu bukan?" sebuah kalimat tanya retoris kini mulai dilayangkan oleh Oichi untuk Ellios.
"Baiklah. Kali ini aku akan memberikan sepenuhnya kedai itu untuk ibumu. Bahkan kepemilikannya akan aku serahkan kepadanya. Namun semua itu hanya jika kamu mengijinkan aku untuk merawat dan mengobati lukamu." ucap Oichi masih menatap punggung Ellios yang membelakanginya. "Setidaknya ... aku ingin sekali menebus sedikit saja kesalahanku. Duduklah ... aku pernah sedikit belajar sekolah medis."
Sebenarya hal ini cukup membuat Ellios merasa kebingungan. Namun tak ada pilihan lain lagi, karena baginya kedai ayam itu sangatlah berarti untuk sang ibu. Ditambah lagi tujuan Ellios datang di tempat ini adalah untuk mengharapkan Oichi untuk menyerahkan kembali keda tua itu.
Lovely, apa yang akan terjadi jika Oichi mengetahui jika aku memiliki sistem? Apakah semua itu akan berdampak buruk?
Tanya Ellios di dalam hati kepada sang pemandu sistemnya karena mulai merasa khawatir jika Oichi akan mencurigainya setelah Oichi melihat luka itu menghilang begitu saja dari punggungnya.
[ Tidak ada dampak buruk apapun, Tuan. Sebenarnya sesama pengguna sistem malah akan lebih baik jika saling berteman dengan baik. Karena kemungkinan kalian akan saling memahami satu sama lain. Karena sistem hanya akan benar-benar memilih tuan yang tepat dengan maksud membantu sang tuannya yang memiliki kehidupan yang terpuruk atau lain sebagainya. ]
Jawab Lovely seadanya.
Jadi menurutmu sebenarnya Oichi juga bukanlah seorang gadis yang sempurna seperti yang terlihat oleh semua orang? Dan dia juga memiliki sisi lain yang sedang ditutupinya? Apakah seperti itu, Lovely?
Tanya Ellios dalam hati.
Jawab Lovely kembali.
Belum sempat Ellios bertanya lebih kembali kepada Lovely, tiba-tiba saja sudah dibuyarkan oleh Oichi.
"Ellios ... mengapa kamu hanya diam saja? Duduklah! Aku akan menyiapkan air hangat dan juga beberapa obat untukmu." ucap Oichi membuyarkan Ellios yang masih berbincang dengan Lovely meski hanya di dalam hati.
"Oh ... i-iya. Baiklah ..." ucap Ellios terbata lalu segera berbalik dan duduk kembali di sebuah sofa.
Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya Oichi sudah kembali lagi dengan membawa sebuah baskom berukuran sedang yang berisi dengan air hangat. Tak lupa dia juga membawakan sebuah handuk kecil.
Oichi mulai meletakkan baskom itu di atas meja lalu duduk di dekat Ellios.
"Sekarang lepaskan pakaianmu. Aku akan membersihkan dan mengobati luka itu ..." ucap Oichi mulai mencelupkan handuk kecil itu ke dalam baskom berisi air hangat itu lalu memerasnya.
Meskipun sebenarnya Ellios cukup merasa malu dan kikuk karena tak pernah sebelumnya dia bertelanjang dada di depan gadis manapun, namun kini mau tak mau Ellios mulai menanggalkan sweater yang sedang dikenakannya saat ini.
Oichi mulai menyeka dan membersihkan darah pada punggung Ellios dengan begitu pelan dan hati-hati. Setelah beberapa saat Oichi mulai merasa ada sesuatu yang aneh dan tidak biasa.
Karena bekas luka itu tak terlihat pada punggung Ellios! Bahkan punggung Ellios terlihat begitu mulus tanpa ada bekas tusukan maupun goresan sedikitpun.
Yang tersisa sejak Oichi menyentuhnya hanyalah bercak darah saja. Dan tentu saja semua itu begitu membuat Oichi kebingungan luar biasa.
Bagaimana itu bisa terjadi? Darah dan tusukan itu semua adalah nyata. Bahkan sweater yang dikenakan oleh Ellios saat itu bagian punggung juga koyak karena pisau lipat dari berandalan itu. Lalu mengapa tak ada luka sama sekali pada menggunggnya? Sebenarnya apa yang sedang terjadi saat ini?
Batin Oichi kebingungan sendiri dan masih mencari-cari luka itu dengan mengusap-usap sekitar bekas darah dengan jemari lentiknya yang indah. Dan tentu saja hal itu sedikit membuat Ellios merasa kurang nyaman dan sedikit geli.
"Ellios ... sebenarnya siapa kamu? Mengapa tak ada bekas luka pada punggungmu?" tanya Oichi tiba-tiba.
Huft ... mungkin ini sudah waktunya Oichi mengetahui jika aku juga memiliki sebuah sistem. Semoga saja dia tidak mempersulitku setelah ini. Dan semoga saja dia memahami semuanya.
Batin Ellios mulai mengambil nafas panjang lalu mengeluarkannya perlahan. Kini Ellios juga mulai memutar tubuhnya dan menghadap Oichi.
"Nona Oichi. Sebelumnya aku ingin bertanya sesuatu kepada nona. Bolehkah aku, Nona?" tanya Ellios masih dengan nada yang begitu rendah, ramah dan sopan seperti cara bicara Ellios di setiap harinya.
"Katakan saja, Ellios ..." ucap Oichi masih menatap lekat Ellios dengan penuh dengan kecurigaan.
"Begini, Nona ... aku ingin bertanya sesuatu. Apakah nona Oichi memiliki sebuah sistem yang tertanam di dalam tubuh nona? Sistem yang bisa merubah sepenuhnya kehidupan nona Oichi?" tanya Ellios dengan sangat hati-hati