To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Like A Little Family



Cibiran-cibiran yang dilontarkan oleh beberapa orang yang melalui mereka sebenarnya tak terlalu Ellios pikirkan. Karena hal seperti itu bukanlah pertama kalinya Ellios dapatkan. Bahkan selama ini Ellios sering mendapatkannya entah saat dia berada di kampus atau di tempat lainnya.


Namun, bagaimana dengan Alisha? Tentu saja cibiran-cibiran asal tanpa mengetahui kebenaran dari orang-orang itu, tentu saja membuat Alisha merasa kurang nyaman dan sedikit murung.


Namun rupanya Ellios malah melakukan sesuatu yang jauh dari bayangan Alisha sebelumnya. Tiba-tiba saja Ellios malah melingkarkan tangan kanannya pada bahu Alisha, sementara tangan kirinya masih menggendong sang gadis kecil.


"Istriku sayang, bagaimana kalau kita makan sesuatu yang enak dan lezat dulu? Kamu mau makan apa, Istriku sayang?" tanya Ellios dengan sengaja mengeraskan suaranya agar kedua wanita paruh baya itu mendengarnya.


Sedangkan Alisha yang mendengarkan ucapan dari Ellios yang menurutnya sangat konyol dan aneh itu, mulai tersenyum kikuk dan mulai berbisik kepada Ellios.


"Apa yang sedang kamu lakukan, Ell? Mereka pasti akan mengira jika kita adalah benar-benar suami istri yang menikah di usia yang sangat muda." celutuk Alisha setengah berbisik dan mendekat ke arah Ellios.


"Hehe ... biarkan saja! Jangan kamu pedulikan mereka, Alisha! Anggap saja hanya sebuah kicauan burung." jawab Ellios dengan entengnya.


Mendengar ucapan Ellios, Aisha terlihat mulai mengulum senyum karena sedikit lucu.


"Kakak. Aku mau balon itu!" gadis kecil itu mulai menunjuk sebuah balon lucu dengan desain balon sebuah kartun lucu di dalamnya dan dirangkap dengan sebuah balon bening di sisi luarnya.


"Baiklah! Ayo kita beli bersama!" sahut Ellios yang kali ini mulai menggandeng Alisha dan segera mendatangi sang penjual balon itu.


Setelah membeli balon itu, mereka makan bersama terlebih dulu sebelum melanjutkan pencarian mama dari sang gadis kecil itu. Karena tiba-tiba gadis kecil itu merengek dan mengatakan jika dia sudah lapar.


"Oh iya, siapa namamu, Dek?" tanya Ellios yang bahkan belum mengetahui nama gadis kecil itu.


"Namaku Yukinko, Kak." jawab gadis kecil itu dengan mulut yang penuh dengan makanan.


"Yukinko? Gadis salju?" tanya Alisha sambil meminum milk tea hangat miliknya.


"Hhm ..." gadis kecil itu mengangguk dan menatap Alisha dengan sepasang matanya yang besar seperti boneka. Lucu sekali! "Mamaku mengatakan jika kulitku begitu putih dan lembut seperti salju saat aku dilahirkan. Makanya mama memberikan nama itu padaku, Kak."


"Wah ... begitu ya." sahut Alisha.


"Hhm. Iya, Kak!"


[ Misi harus segera diselesaikan, Tuan. Karena anak ini dan mamanya akan segera berangkat ke bandara untuk sebuah penerbangan dengan tujuan Shanghai. Jika misi tidak segera diselesaikan, maka semua akan menjadi berantakan, Tuan. ]


Suara Lovely kini tiba-tiba saja mulai di dengarkan oleh Ellios. Membuat Ellios mulai mencari sebuah akal untuk bisa segera menemukan mama dari gadis itu.


"Uhm, Yukinko ... apakah kamu menyimpan foto mamamu? Dan bisakah kakak melihat foto itu sebentar?" tanya Ellios bermaksud untuk menggunakan salah satu kekuatan sistemnya untuk menemukan mama dari gadis kecil itu.


"Hhm. Aku punya, Kak!!" sahut gadis kecil itu lalu mulai melepaskan kalung yang sedang dia pakai saat ini.


"Di dalam liontin berbentuk hati itu ada foto mama dan papaku, Kak." ucap gadis kecil itu yang seakan sudah tak merasa sedih kembali karena berpisah dengan mama.


Entah mengapa bersama dengan Alisha dan Ellios membuatnya merasa nyaman. Sedangkan Ellios kini mulai membuka liontin berbentuk hati itu untuk melihat foto itu.


Setelah memperhatikannya baik-baik, Ellios mulai memberikan titahnya untuk Lovely dari dalam hati.


Lovely, aktifkan kemampuan mata tembus pandangku sekarang juga! Untuk mempersingkat waktu, sebaiknya aku menggunakan kemampuanku itu saja! Batin Ellios.


[ Baik, Tuan. Kemampuan mata tembus oandang akan segera diaktifkan. ]


DING ...


[ Kemampuan mata tembus pandang telah berhasil diaktifkan, Tuan. ]


Sahut Lovely dengan patuh dan disertai dengan sebuah bunyi notifikasi pengaktifan sistem kemampuan yang dimiliki oleh Ellios.


Ellios mulai memejamkan sepasang matanya, lalu setelah beberapa saat perlahan Ellios mulai membuka matanya kembali. Kekuatan mata tembus pandang ini memang begitu fantastis dan sangat luar biasa!!


Namun sayangnya kekuatan ini terlalu sempurna! Saat ini Ellios harus menebarkan pandangannya untuk mencari sosok mama dari gadis kecil itu, namun apapun yang berada di hadapan Ellios saat ini semua terlihat begitu transparan, bahkan semua orang terlihat hanya mengenakan pakaian dalamnya saja layaknya mereka sedang berada di pantai.


Sebenarnya pemandangan ini cukup mengganggu Ellios saat ini, namun Ellios berusaha untuk fokus dengan apa yang sedang dia cari saat ini, hingga akhirnya Ellios mulai menemukan mama dari gadis kecil ini yang saat ini berusaha sedang mencari putrinya di lokasi game centre.


Dan mungkin saja sang mama mengira jika sang putri tengah asyik bermain di dalam game centre itu saat ini. Ellios segera menutup kembali liontin kalung itu dan mengembalikannya untuk gadis kecil itu.


"Baiklah. Kalian sudah selesai makan bukan? Aku akan membayarnya sebentar. Dan kita akan segera mencari mamamu." ucap Ellios mulai menuju ke kasir untuk membayar semua makanan itu.


Setelah itu, Ellios segera kembali lagi menghampiri Alisha dan gadis kecil itu lalu segera mengajak mereka untuk menuju ke game centre yang letaknya tepat di lantai atas dari food street ini.


"Ellios, bukankah kita sedang mencari mama dari Yukinko? Mengapa kita tidak pergi ke pusat informasi saja dan malah pergi ke centre game ini?" tanya Alisha tak mengerti dengan rencana Ellios saat ini.


"Mungkin saja mama dari anak ini sedang berada di tempat ini, Alisha." jawab Ellios dengan asal.


"Hhm?? Mama dari anak ini ada di tempat ini? Seorang wanita dewasa pergi ke game centre seorang diri, apakah tidak akan terlihat aneh, Ellios?" tanya Alisha mengkerutkan keningnya mendongak ke samping menatap sisi samping wajah Ellios.


"Hehe ... tidak akan aneh jika dia datang dan memang memiliki sebuah alasan kok." jawab Ellios mulai menebarkan pandangannya kembali untuk mencari sosok wanita itu.


Kali ini Ellios sudah men-nonaktifkan kekuatan mata tembus pandangnya kembali dan hanya menggunakan penglihatan biasa saja. Karena telalu lama menggunakan kekuatan itu tentu saja akan sangat buruk untuk tubuh Ellios.


Ellios mulai memasuki arena yang dipenuhi dengan mesin mainan, kelap-kelip lampu warna-warni dan juga musik yang cukup memekakkan telinga itu. Jemarinya juga selalu menggandeng Alisha. Benar-benar terlihat seperti sebuah kecil yang begitu harmonis.