To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Sup Yang Tumpah



Pagi-pagi sekali Ellios terlihat sudah begitu rapi dan harum. Kali ini pemuda yang memiliki hobi membaca buku tanpa mengenal waktu ini mengenakan sebuah kemeja berwarna biru navy yang dia padankan dengan sebuah sebuah blazer berwarna hitam dan celana jeans warna gelap.


"Lovely, tolong bacakan statusku saat ini!" titah Ellios yang kali ini sedang merapikan rambutnya.


"Status berpacaran dengan Alisha." jawab Lovely dengan asal yang kali ini sudah duduk di sebuah sofa dalam wujud seorang gadis cantik.


"Haisshh!! Sejak kapan kamu merubah wujudmu?!!" kali ini Ellios segera berlari dan memastikan jika kamarnya sedang terkunci. "Lagipula sejak kapan status sistemku menjadi seperti itu?!" imbuh Ellios merasa kesal.


Sementara Lovely yang sedang duduk dan memeperhatikan kuku dengan nail art indahnya malah tersenyum lebar, seakan puas sudah menggoda tuannya.


"Baiklah. Aku akan segera membakannya untukmu, Tuan Ellios." jawab Lovely akhirnya sambil menudingkan jari telunjuk kanannya ke depan.


Hingga akhirnya setelah beberapa saat mulai muncul beberapa berkas cahaya putih kebiruan yang mulai membentuk sebuah layar hologram kebiruan di hadapan Ellios.


____To Be An Immortal Human By System____


Nama : Ellios Yoshikawa


Usia : 20 Tahun


Sisa Umur : 6 tahun, 5 bulan, 14 hari, 7 jam, 26 menit, 2 detik


Ketampanan : 98


Kepintaran : 100


Ketangkasan : 64


Kecepatan : 88


Kekuatan : 69


Ketahanan : 84


Kharisma : 99


Kemampuan Spesial: Otak yang jenius


Poin sistem : 15


Poin kemampuan : 17


Hadiah menyelesaikan misi 33 : 45 hari , 1 jam, 11 menit 16 detik perpanjangan usia


Hadiah misteri :


- kemampuan untuk memikat gadis ( non aktif )


- kemampuan berlari super ( non aktif )


- kemampuan bela diri, Level 8 ( non aktif )


- kemampuan menyanyi ( non aktif )


- badan kekar dan six pax ( sudah didapatkan )


- keahlian bermain basket ( non aktif )


- keahlian melompat tinggi dan jarak jauh ( non aktif )


-keahlian memulihkan tubuh yang terluka dalam waktu 1 menit hingga 5 menit ( luka apapun dan waktu penyembuhan tergantung luka yang sedang dialami )


- kemampuan super menyelam dan bertahan di dalam air tak terbatas / bernafas di dalam air ( non aktif )


- kemampuan memiliki mata tembus pandang ( non aktif )


- kemampuan memainkan segala alat musik ( non aktif )


- kemampuan menyembuhkan orang lain yang sedang sakit luar maupun dalam ( non aktif )


Misi : 34 ( belum dibuka )


Sistem pemandu : Lovely


...___________________________________________...


"Well done!! Aku sudah selesai membacakan status tuan Ellios dengan detail dan lengkap." ucap Lovely kembali fokus menatap nail art indahnya yang begitu penuh warna.


"Jadi hanya itu saja hadiah untukku Lovely?! Cih ... hanya karena aku tidak melakukan ciuman itu, kamu memotong reward untukku ya?" protes Ellios yang kini mulai meraih ransel kesayangannya dan menggendongnya dengan bahu kirinya saja.


"Aku tidak memotongnya. Bukankah sudah aku katakan kepada tuan Ellios? Jika tuan bisa melakukan misi dan ditambah dengan ciuman, maka tuan baru akan mendapatkan hadiah spesial. Namun karena tuan hanya bisa menyatakan cinta dan mengajak berkencan Alisha saja, maka hadiah menyesuaikan dong ..." jawab Lovely dengan entengnya dan tersenyum lebar melirik Ellios.


"Kamu sengaja ingin mempermainkan hidupku ya, Lovely? Kini aku malah memiliki seorang kekasih lagi gara-gara kamu."


"Aku tidak sedang mempermainkan tuan Ellios kok. Aku hanya sedang membantu kehidupan Ellios agar menjadi lebih baik lagi. Oh iya, misi hari ini sudah menanti tuan di Japan Telexistense. Datanglah kesana usai jam kuliah hari ini berakhir. Misi kali ini akan lebih ekstrim dan namun tuan pasti akan sangat menyukainya." ucap Lovely mulai bangkit dari duduknya dan mulai melalui Ellios begitu saja untuk menuju jendela kamar Ellios.


"Misi di Japan Telexistense? Baiklah, aku akan datang kesana selepas kuliah! Awas saja jika kamu menyuruhku untuk kembali menyatakan cinta dengan gadis lain, Lovely!" ancam Ellios mulai melenggang beberapa langkah untuk meninggalkan kamarnya.


Lovely tertawa renyah dan mulai menghilang hanya dalam beberapa detik saja seperti serpihan debu namun begitu bercahaya.


Ellios mulai turun, dan rupanya dibawah sudah ada Alisha yang sedang membantu ibunya untuk menyiapkan sarapan dan memindahkan di meja makan.


Ellios dan Alisha terlihat seperti sepasang kekasih yang masih terlihat begitu malu ketika tak sengaja pandangan mereka saling bertemu. Dan dengan sesegera mungkin mereka mulai mengalihkan pandangan masing-masing.


"Selamat pagi, Ibu!" sapa Ellios yang mulai menarik salah satu kursi kayu itu dan segera mendudukinya.


"Selamat pagi, Putraku yang paling tampan!!" Suzuna menyauti dengan senyum lebar dan wajahnya semakin terlihat berseri.


Ellios yang medengarkan pujian dari sang ibu yang menurutnya terlalu berlebihan, hanya tersenyum tipis dan tak mau memperpanjangnya lagi. Kini dia mulai meraih sup hangat masakan sang ibu.


"Rasanya jadi seperti sudah memiliki menantu saja. Andai saja kalian sudah bisa menikah ..." ucap Suzuna berandai-andai.


Ellios yang sedang menikmati supnya seketika tersedak saat mendengar sang ibu mengucapkan hal yang menurutnya cukup konyol itu. Karena usianya saat ini masih 20 tahun. Bahkan Ellios belum menyelesaikan kuliah S1 nya.


Bagaimana sang ibu bisa membayangkan sejauh itu? Lagipula Ellios masih harus meraih mimpi-mimpinya untuk membahagiakan sang ibu.


"Uhukk ... uhukkk ... uhukkk ..." Ellios masih terbatuk-batuk dan memegangi dadanya.


"Ellios, minumlah ..."


Alisha mulai terlihat begitu khawatir dan segera memberikan air mineral untuk Ellios. Dan semua ini tentu saja membuat Alisha kembali teringat jika saat ini Ellios sedang sedang sakit parah. Tubuh Ellios yang lemah, tentu harus selalu dijaga sebaik mungkin. Seperti itulah yang ada di benak Alisha.


Namun sangat berbeda dengan apa yang sedang terlihat dan apa yang dibayangkan oleh Suzuna. Wanita paruh baya itu malah tersenyum lebar melihat semua itu.


"Aduh, manis sekali. Kalian berdua malah mengingatkanku saat bersama ayahmu dulu, Ell." ucap Suzuna tersenyum menatap Ellios dan Alisha bergantian.


Sedangkan yang ditatap malah salah tingkah. Dan tak sengaja Alisha yang masih berdiri di samping Ellios malah menyenggol kembali sup hangat itu, sehingga malah menumpahi pakaian Ellios.


BYUURR ...


"Ahh, Ellios! Maafkan aku ... aku tidak sengaja ... aku akan membersihakannya!" ucap Alisha mulai mengambil sapu tangannya dan mengusap beberapa kali pakaian Ellios sisi samping bawah.


Ellios membiarkannya saja dan hanya terdiam membeku ketika Alisha melakukan semua itu dengan begitu tulus. Pandangannya seakan malah tersihir begitu saja dan terus saja menatap Alisha yang memiliki paras ayu yang sangat alami itu. Bahkan Ellios sudah melupakan sesuatu, jika saat ini sedang ada ibunya di meja makan ini!


Suzuna malah semakin terlihat bersemangat melihat semua ini. Hingga akhirnya saat Ellios mulai menyadarinya kini Ellios segera mengambil tindakan cepat.


"Uhm, Alisha ... aku akan ganti baju saja. Tidak usah dibersihkan lagi. Karena aroma supnya juga masih akan tertinggal jika pakaian ini tidak dicuci." ucap Ellios yang malah membuat dirinya dan Alisha merasa kikuk.


Namun Ellios dengan ramah segera mundur lalu bangkit dari duduknya dan bergegas untuk kembali ke kamarnya lagi untuk berganti pakaian.


Benar juga! Mengapa seketika aku menjadi terlihat begitu bodoh? Seharusnya Ellios memang berganti pakaian saja ... ughh ... malu sekali rasanya. Apalagi bibi Suzuna melihat semua ini.


Batin Alisha dengan wajahnya yang sudah mulai memerah seperti tomat.


...⚜⚜⚜...