To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Misi Sehari Dengan Pakaian Manis ?



Sinar mentari yang menyilaukan kembali menyinari dan menembus kaca bening di kamar Ellios yang gordennya sedikit terbuka. Kilauan cahaya itu membuat Ellios sedikit mengkerutkan keningngnya meskipun sepasang matanya masih terpejam.


Ellios malah semakin memeluk erat gulingnya yang sangat hangat dan empuk. Dan jemarinya juga merasakan telah memegang sesuatu yang cukup empuk. Karena sedikit merasa aneh akhirnya Ellios mulai meraba-raba dan sedikit merem*snya.


Sesuatu yang begitu empuk, kenyal, dan memiliki tekstur fleksibel seperti sebuah squishy. Yeap, seperti sebuah mainan yang bisa kembali pada bentuk semula sekalipun sudah direm*s-rem*s, karena memiliki tekstur yang lembut dan kenyal.


Apa ini? Perasaan aku tidak memiliki mainan squishy. Apa Lovely baru saja membeli untuk dirinya sendiri? Atau jangan-jangan ini adalah ...


Batin Ellios yang seketika mulai memuka sepasang matanya cukup lebar untuk memastikan sesuatu.


"Arghhh!!!" teriak Ellios begitu histeris dan seketika memundurkan badannya hingga Ellios malah terjatuh dari tempat tidurnya.


BRUGH ...


"Arghh ... punggungku ..." rintih Ellios mulai memegangi punggungnya.


Dan rupanya di pagi buta ini Ellios sudah dikejutkan saat melihat Lovely sudah tidur di sampingnya. Bahkan Ellios memeluk Lovely layaknya memeluk sebuah guling. Dan jemarinya tak sengaja menyentuh dada Lovely dan malah merem*s-rem*snya begitu saja.


Dan tentu saja semua itu membuat Ellios merasa begitu terkejut bukan main hingga berteriak sangat kencang. Dan mungkin saja Suzuna akan segera hadir kembali dalan beberapa waktu ini.


"Hoammm ... ada apa, Tuan Ellios? Mengapa pagi-pagi sudah sangat berisik? Aku bahkan baru saja tertidur 1 jam yang lalu. Hoam ..." ucap Lovely yang kini sudah terduduk di atas pembaringan dan menguap panjang.


"Lovely!! Mengapa kamu tidur bersama denganku? Padahal kamu tadi malam mengatakan jika kamu tidak akan tidur." protes Ellios yang masih terduduk di atas lantai.


"Hhm. Rencananya memang seperti itu, Tuan. Namun tiba-tiba aku merasa sangat mengantuk. Jadi aku memutuskan untuk tidur saja. Hoamm ..." jawab Lovely majmenguap lagi.


Belum sempat Ellios berkicau untuk mengeluarkan kekesalannya kepada boneka pemandunya, tiba-tiba saja mulai terdengar ritme teratur yang berasal dari arah pintu.


Tok ... tok ... tok ...


"Ellios!! Kali ini ada apa lagi? Mengapa kamu berteriak sekeras itu lagi?" teriak Suzuna dari luar kamar Ellios.


"Ak-aku terkejut karena ada kecoak yang terbang dan tiba-tiba saja hinggap pada wajahku, Ibu." kilah Ellios berteriak tanpa membuka pintu kamarnya.


Tak ada jawaban lagi dari Suzuna. Namun terdengar Suzuna yang sedikit menggerutu karena melihat sikap dari putranya yang menurutnya sangat berlebihan, hingga akhirnya suara omelan dan derap langkahnya mulai terdengar semakin menjauh kembali.


"Huftt ... syukurlah ibu mempercayainya." gumam Ellios mulai bernafas lega dna segera bangkit. "Aku akan mandi dulu!" imbuhnya mulai melenggang untuk ke kamar mandi.


Sementara itu di dalam kamar mandi ...


Ellios terlihat masih berpikir keras di bawah gemericik air shower hangat itu. Keningnya berkerut seakan ada sesuatu yang memang sedang mengganggu pikirannya saat itu.


Air-air hangat itu jatuh membasahi rambut hitam kecoklatan Ellios hingga sampai ujung rambut Ellios dan berakhir jatuh membasahi dan melekat pada tubuh Ellios yang kini sudah menjadi sangat atletis dan lebih kekar.


"Ternyata seperti itu ya teksturnya. Baru kali ini aku memegang benda seperti itu. Rasanya sedikit aneh dan gemetaran jika aku mengingatnya lagi." gumam Ellios masih terbayang-bayang akan sesuatu. "Hiyy ... agrhh ... Ellios!! Jangan berpikiran mesum terus kamu!!" imbuhnya menepuk keningnya beberapa kali karena merasa sangat frustasi.


"Tuan Ellios!! Cepatlah sedikit! Aku juga harus segera mandi, Tuan!!" teriak Lovely dari luar yang seketika membuyarkan angan dari Ellios.


"Tunggu sebentar lagi!!" balas Ellios setengah berteriak dan masih sibuk menggosok tubuhnya dengan shower berbusa yang memiliki harum yang begitu menyegarkan dan sangat lembut.


"Ihh ... jangan lama-lama, Tuan!! Atau bagaimana jika kita mandi bersama saja agar cepat selesai. Aku masuk ya ..." sahut Lovely dengan asal.


Mendengar ucapan dari Lovely seketika membuat Ellios membelalakkan sepasang matanya dan mulai menatap waspada ke arah pintu.


"Jangan masuk, Lovely!! Tunggu 5 menit!! Ya ... tunggu 5 menit aku akan segera keluar!!" jawab Ellios dengan cepat dan segera menyelesaikan ritual mandinya.


Lovely hanya tertawa renyah dan sebenarnya Lovely hanya sedang menggoda Elios saja. Dan cara itu digunakan Lovely agar Ellios mulai mempercepat ritual mandinya.


Setelah 5 menit kemudian akhirnya Ellios benar-benar sudah keluar dari dalam kamar mandi dengan sangat terburu. Sementara Lovely yang yang melihat gelagat dari Ellios hanya tertawa renyah dan mulai melenggang dan mendekati Ellios hingga kini mereka berdua sudah berdiri saling berhadapan.


"Hari ini akan ada misi sehari, Tuan Ellios. Misi kali ini adalah ... tuan harus mengenakan sebuah T-shirt atau blazer manis berwarna sweet pink. Dan tidak boleh meng-cover-nya dengan warna lain. Hehe ... batas pelaksanaan misi kali ini adalah sampai tuan kembali lagi ke dalam rumah. Selamat merias dan bersiap. Aku akan segera mandi. Hehe ..." ucap Lovely lalu mulai melenggang begitu saja meninggalkan Ellios yang masih melongo menatap kepergian Lovely.


"Dasar boneka ... jadi ini maksud ucapannya kemarin ya. Dan dia benar-benar sengaja melakukan semua ini. Sebenarnya boneka itu mau membantuku untuk merubah takdir hidupku yang berumur pendek atau dia ingin merubahku menjadi seorang mahasiswa yang mencolok serta menjadi pusat perhatian sih? Huft ..." Ellios mendengus kesal dan mulai mencari pakaian di dalam lemari pakaiannya.


Setelah beberapa saat mencari, akhirnya Ellios mulai menemukan sebuah kemeja lama yang berwarna pink lembut. Dan warna seperti itu hanyalah ada satu pakaian saja yang dimiliki oleh Ellios, dan itu adalah sebuah kemeja itu saja. Dan sebenarnya kemeja itu adalah pemberian dari Alisha saat Ellios ulang tahun 2 tahun yang lalu.


"Untung saja aku masih memiliki pakaian warna feminim seperti ini. Akan sangat lucu bukan jika aku pergi ke kampus dengan memakai T-shirt dusty pink kemarin yang masih belum aku cuci sama sekali." gumam Ellios mulai mengenakan kemeja yang memiliki warna begitu manis itu.


Tak lupa Ellios juga mengenakan sebuah kaos oblong berwarna putih sebelum mengenakan kemeja itu. Setelah selesai mengancingkan seluruh kancingnya, kini Ellios mulai merapikan rambutnya.


Setelah bercermin dan memeriksa kekurangannya, kini Ellios mulai merapikan kerah kemejanya dan menatap dirinya melalui pantulan cermin di hadapannya. Terlihat seorang pemuda yang sebenarnya tergolong cukup manis dan imut.