
Sungguh pagi ini Ellios sudah dibuat sedikit frustasi oleh Lovely! Karena hal seperti ini adalah pertama kalinya dialami oleh Ellios dalam seumur hidup pemuda yang memiliki hobi membaca buku itu.
"Astaga, Lovely! Mengapa kamu selalu bertingkah seperti ini?" ucap Ellios begitu memelas. "Kamu memang adalah boneka sistem pemanduku. Namun wujudmu kali ini adalah seorang gadis. Dan aku ini adalah seorang pemuda yang sangat normal. Jadi aku mohon padamu jangan melakukan hal seperti ini lagi, Lovely. Aku bisa mimisan nanti ..." imbuh Ellios yang masih menutupi wajahnya dengan jemari kirinya.
"Hehe ... aku lupa jika tuan Ellios adalah seorang pemuda. Maaf deh ..." jawab Lovely dengan kekehannya.
"Apa? Jelas-jelas aku adalah seorang pemuda!" jawab Ellios sedikit tak terima.
"Hehe ... maaf deh ..." ucap Lovely kembali.
"Ya sudah, aku akan mandi dulu." ucap Ellios memutuskan untuk segera mandi saja, karena jam kuliahnya akan segera dimulai 1 jam lagi.
...⚜⚜⚜...
Ellios melenggang melewati jalan utama kampus elite ini. Penampilannya seperti biasanya, selalu rapi. Hari ini Ellios mengenakan sebuah kemeja berwarna biru lembut dan membalutnya dengan sebuah blazer berwarna hitam.
Penampilan rapinya disempurnakan dengan sebuah celana jeas berwarna terang. Ellios terlihat rapi dan sedikit lebih tampan dan mempesona. Terlebih sekarang tubuhnya tak sekurus dulu lagi. Yeap, sekarang tubuhnya lebih berisi dan atletis, sangat proporsional dan pas dengan tinggi yang Ellios miliki.
Beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang berpapasan dengan Ellios terus saja melihat Ellios dan saling berbisik. Terlebih lagi saat ini seorang gadis cantik selalu saja mengekori Ellios dan menempel dengan Ellios.
Siapa lagi gadis itu kalau bukan Lovely? Si gadis cantik yang merupakan jelmaan dari boneka sistem pemandu Ellios saat ini.
Ellios terus saja melenggang dengan langkahnya yang lebar dan pandangannya hanya fokus pada depan saja. Rasanya tatapan-tatapan dingin dari mereka seperti itu sudah seperti makanan Ellios sebelumnya di setiap harinya.
Namun akhir-akhir ini bukan hanya tatapan dingin saja yang Ellios dapatkan dari mereka, tetapi kali ini mereka juga memberikan perhatian dan tatapan kekaguman terhadap Ellios yang sema semakin hari semakin menjadi lebih keren dan mempesona.
"Wah, lihatlah ... sekarang Ellios benar-benar seperti bintang kampus saja! Selain otaknya genius dia juga semakin bersinar saja dari hari ke hari." bisik seorang mahasiswi yang dilalui oleh Ellios.
"Ya, bintang dan pangeran kampus kita saja bisa-bisa akan terkalahkan oleh Ellios." celutuk mahasiswi lainnya lagi.
"Mana bisa?! Nacht akan tetap menjadi pangeran kampus menurutku! Nacht sangat tampan dan memiliki gen bule. Sudah pasti dialah yang akan memenangkan penghargaan pangeran tahun ini juga!" timpal seorang gadis dengan pandangannya yang kurang menyukai saat menatap Ellios yang baru saja melewatinya begitu saja.
"Cckk ... bilang saja karena kemarin kamu sempat menyapa Ellios namun kamu malah dicueki olehnya! Haha ..." timpal mahasiswi lainnya lagi.
"Apa? Jadi kamu meremehkan kemampuanku? Aku ini cantik! Tak akan ada yang bisa menolakku?!" celutuk gadis yang memiliki rambut panjang berwarna hitam pekat itu.
"Hhm ... lihatlah akhir-akhir ini saja Ellios sangat dekat dengan Jiu sang dewi kampus. Dia juga bergaul dengan Kakei sang kapten basket yang sangat populer! Belum lagi Ellios juga sangat dekat dengan Ken anak seni dan main vocal di Blue Gazzete yang sangat populer! Bahkan Ellios berkolaborasi bersama Ken di sebuah kafe. Ellios sekarang sudah pasti akan sulit untuk didekati."
Ucap mahasiswi lainnya lagi yang rupanya sangat up to date akan berita dan gosip di lingkungan kampus.
"Hhm. Benar sekali! Dan lihatlah sekarang. Dia sedang bersama dengan seorang gadis yang sangat cantik seperti boneka barbie!" imbuh seorang gadis yang sedang melihat Lovely yang sedang menarik-narik blazer Ellios dan mengajaknya untuk berjalan semakin cepat.
"Siapa gadis cantik itu? Aku belum pernah melihat dia sebelumnya. Apa dia juga seorang mahasiswi di kampus ini?" celutuk gadis lainnya lagi.
"Baiklah, Chiesa! Kami akan mengakui kehebatanmu menakhlukkan para pemuda tampan jika kamu berhasil!" sahut mahasiswi lainnya dengan tawa kecil.
Sementara gadis berambut hitam panjang yang bernama Chiesa itu masih saja menatap tajam Ellios hingga Ellios dan Lovely mulai menghilang dari pelupuk matanya.
...⚜⚜⚜...
"Lovely, aku mohon padamu ... tunggu aku di luar kelas. Sebentar lagi profesor akan segera datang." pinta Ellios yang sebenarnya merasa cukup risih karena hari ini dirinya merasa semakin menjadi pusat perhatian dari beberapa mahasiswa dan mahasiswi.
"Baiklah. Aku akan berjalan-jalan sebentar di sekitar. Jika terjadi sesuatu cukup panggil saja namaku, maka aku akan segera datang." jawab Lovely asal.
"Yang ada kamu yang akan mendapat masalah karena nyasar." celutuk Ellios mulai mengeluarkan sebuah buku ber-cover biru di atas mejanya.
"Hehe ... aku hanya sedang bercanda kok, Tuan. Lagipula apa yang sedang terjadi pada tuan Ellios, maka aku akan mengetahui semuanya. Karena tubuh tuan Ellios sudah tergabung dengan sistem. Baiklah aku pergi sebentar." ucap Lovely mulai melenggang dengan riang meninggalkan aula kelas ini.
Jullian yang rupanya baru memasuki kelas dan berpapasan dengan Lovely sedikit keheranan menatap Lovely. Lovely malah dengan sengaja memberikan senyum lebarnya untuk Jullian dan mengedipkan salah satu matanya.
Tentu saja Jullian yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari seorang gadis merasa terkejut bukan main dan segera berlari mendatangi Ellios yang saat ini menyibukkan dirinya dengan membaca sebuah bukum
PLUKKK ...
Jullian yang baru saja duduk di bangku samping Ellios mulai menepuk bahu lebar Ellios.
"Ellios!! Siapa gadis itu? Aku lihat dia tadi berbincang denganmu disini. Dan dia juga menggodaku!" ucap Jullian begitu heboh sendiri.
Sedangkan Ellios tak terlalu menanggapinya dan masih saja membaca buku sejarahnya kembali.
"Ellios!! Cihh ... aku sedang bertanya padamu?!" kali ini Jullian mendengus kesal karena merasa tak dihiraukan oleh Ellios.
"Dia hanya temanku kok. Dan dia memang selalu saja menyebalkan seperti itu. Jangan kamu pikirkan sikapnya yang sedikit aneh." jawab Ellios tanpa menatap Jullian.
"Dia tidak aneh! Dia sangat cantik dan manis, Ellios! Apa kamu buta?!" sahut Jullian tak sependapat dengan Ellios.
"Kamu yang buta, Jullian!" timpal Ellios. "Dia hanya sebuah bon ..."
"Bon apa?" potong Jullian karena tiba-tiba saja Ellios tidak menyelesaikan ucapannya dengan sempurna.
"Bon-neka barbie! Dia mirip sekali dengan boneka barbie! Dan aku benci boneka barbie!" jawab Ellios berkilah seadanya.
"Cih!! Matamu sudah rusak! Gadis secantik itu malah tidak suka!" timpal Jullian tak terima. "Ya sudah kalau begitu kenalin ke aku dong ... hehe ..." imbuhnya mulai membujuk Ellios.