To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Misi Sehari Di Kedai Ayam Krispi



Ellios terlihat menyibukkan dirinya di kedai ayam krispi milik sang ibu, untuk menggantikan Suzuna yang masih dalam masa pemulihan. Hari ini dia membantu beberapa pekerjaan dari karyawan Suzuna.


Sebenarnya sudah ada 2 karyawan sebelumnya, namun Suzuna juga sudah menambah 3 karyawan lagi dan sudah memiliki tugas masing-masing.


Karena semenjak saat Oichi melakukan performance di tempat ini, kedai ayam krispi ini memang menjadi lebih ramai dan dikenal oleh anak-anak muda di sekitar.


[ Misi akan segera dimulai, Tuan. Berlaku bijak dan berbaik hatilah sebagai seorang owner dari kedai ayam krispi ini, Tuan. Misi sehari ini harus benar-benar tuan jaga. Misi berakhir saat kedai ayam krispi ini sudah tutup.]


Tiba-tiba saja mulai terdengar suara Lovely yang menjelaskan akan misi Ellios kali ini belum sempat Ellios menjawab Lovely, tiba-tiba saja seorang gadis lengkap dengan seragam kerjanya mulai menghampiri Ellios.


"Kak Ellios, ada seorang pelanggan yang tidak memiliki cukup uang, namun dia ingin membeli ayam krispi disini. Bagaimana itu, Kak?" tanya seorang gadis yang bekerja sebagai seorang waitress di kedai ayam ini.


Dia adalah Airi, seorang mahasiswi baru yang melakukan kerja part time di kedai ayam Suzuna.


"Ya sudah. Biar aku saja yang meladeninya. Kamu antarkan saja dulu beberapa pesanan para pelanggan ini, Airi." ucap Ellios seadanya


"Oke, Kak!" sahut Airi mulai meraih sebuah nampan yang sudah berisi dengan beberapa pesanan dari pelanggan.


Ellios mulai melenggang untuk mendatangi seorang pelanggan yang kini masih berada di pintu masuk kedai ayam krispi ini. Dia adalah seorang kakek-kakek dan terlihat begitu ragu untuk memasiki kedai ayam krispi ini.


"Maaf permisi. Ada yang bisa aku bantu, Kakek?" tanya Ellios dengan ramah.


"Begini nak. Aku ingin sekali membelikan ayam untuk cucuku yang sedang berulang tahun hari ini karena dia begitu menginginkannya. Namun aku hanya punya uang 100 yen saja ( kira-kira 12 ribu rupiah ). Apakah aku bisa mendapatkan sedikit saja dengan uang yang aku miliki, Nak? Sepotong kecil saja tidak masalah, asal cucuku senang dan bisa memakannya." ucap sang kakek yang sukses membuat Ellios merasa simpati dan tak tega.


Sesederhana kehidupan Ellios, rupanya di luar sana masih ada orang yang memiliki kehidupan jauh di bawah Ellios. Hati kecilnya bergetar dan sesak melihat sang kakek. Namun tiba-tiba sudut-sudut bibirnya mulai ditariknya hingga menyembulkan sebuah senyuman tipis nan hangat.


"Baiklah. Kakek duduk saja dulu di dalam. Aku akan ambilkan ayam untuk kakek." ucap Ellios dengan ramah.


"Wah ... baiklah, Nak. Aku akan menunggu di bangku luar saja. Terima kasih banyak sebelumnya." dang kakek menyauti dengan tulus dan begitu bahagia.


"Sama-sama, Kakek." sahut Ellios lalu mulai kembali lagi ke dapur untuk membungkuskan beberapa ayam krispi untuk sang kakek.


Bahkan Ellios membungkuskan cukup banyak ayam ktispi, agar sang kakek dan cucunya bisa lebih puas menikmatinya. Setelah beberapa saat, Ellios mulai kembali lagi untuk mengjampiri sang kakek.


"Ini untuk kakek dan juga untuk cucu kakek. Simpan saja uang kakek untuk dipergunakan untuk yang lainnya, Kakek. Semoga di hari ulang tahun cucu kakek, dia bisa berbahagia dan mendapatkan usia yang berkah." ucap Ellios dengan tulus sambil memberikan sebuah bingkisan berukuran sedang dengan aroma yang begitu gurih.


"Tapi, Nak. Ini terlalu banyak. Dan pasti harganya sangat mahal." ucap sang kakek merasa segan untuk menerima pemberian dari Ellios.


"Tidak kok, Kakek. Tolong diterima ya, Kakek. Anggap saja ini adalah hadiah ulang tahun untuk cucu kakek dariku." ucap Ellios sedikit memaksa sambil memarik tangan sang kakek untuk menerima pemberian darinya.


"Terima kasih, Nak. Semoga Yang Kuasa membalas kebaikan hatimu dan kamu selalu dipertemukan dengan orang-orang yang baik." doa sang kakek dengan tulus karena merasa sangat berbahagia bisa bertemu dengan seorang pemuda yang begitu baik dan ramah.


"Terima kasih, Kakek."


"Bailah. Kalau begitu kakek akan segera pulang untuk memberikan ayam ini untuk cucu kakek. Sekali lagi kakek ucapkan terima kasih, Nak."


"Baik, Kakek."


Ellios menatap kepergian sang kakek selama beberapa saat, namun segera kembali lagi untuk membantu para karyawan kedai ayam krispi ini. Namun baru melangkah beberapa langkah saja, tiba-tiba ada suara seorang gadis dari sebuah keja mulai memanggilnya.


"Pelayan!!" panggil gadis itu.


Ellios yang berada tak jauh dari meja sang gadis akhirnya mulai menghampiri gadis itu. Dan rupanya dia adalah Hyorin, teman satu fakultas Ellios yang juga populer dikenal di kampusnya. Karena Hyorin adalah juga termasuk sang dewi kampus setelah Jiu.


Namun sikap Hyorin sedikit pendiam dan dingin. Tidak seperti Jiu yang ceria, periang dan ramah. Kalian tentu masih ingat Hyorin bukan? Gadis yang saat itu terkena boneka Lovely saat Ran dan Jo melempar Lovely begitu saja ke udara. Namun Hyorin malah menyalahkan dan memarah-marahi Ellios saat itu.


"Kamu ... kamu kerja disini?" tanya gadis berparas cantik dan dingin itu menatap Ellios dengan kening yang berkerut.


"Uhm ... iya, Hyorin. Aku membantu beberapa karyawan hari ini untuk menggantikan ibuku yang sedang sakit. Uhm ... ada yang bisa aku bantu?" ucap Ellios dengan ramah.


"Oh begitu ya. Jadi kamu adalah putra dari pemilik kedai ini?" tanya Hyorin malah berbalik bertanya.


"Benar, Hyorin." jawab Ellios seadanya.


"Pantas saja saat itu kamu bisa menyanyi bersama Oichi disini ya." celutuk Yona, teman Hyorin yang sedang duduk di seberangnya.


Ellios menanggapi ucapan Yona dengan senyuman ramahnya dan mulai menawarkan jasanya kembali.


"Ada yang bisa aku bantu, Hyorin? Yona?" tanya Ellios lagi dengan ramah.


"Oh, iya!! Tolong bawakan soda dingin dan air mineral untukku lagi!" perintah Hyorin.


"Baiklah. Tunggu sebentar ..." Ellios menyauti dengan ramah lalu mulai melenggang meninggalkan kedua gadis cantik itu untuk mengambilkan soda dingin dan air mineral untuk Hyorin.


Setelah beberapa saat Ellios sudah kembali lagi dengan membawa sebuah nampan berisi dengan beberapa pesanan tambahan dari Hyorin, namun tiba-tiba saja seseorang sengaja menjegal kaki Ellios dan membuat tubuh Ellios terhuyung karena kehilangan keseimbangannya.


Nampan berisi dengan soda dingin dan air mineral itu terlepas dan terhempas dari pegangannya dan melayang di udara begitu saja. Ellios yang sudah terjatuh di lantai sempat membeku menatap beberapa minuman yang akan terjatuh mengguyur tubuhnya itu.