To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Kerjasama Dengan Oichi



Belum sempat Oichi menjawab ucapan dari Ken, tiba-tiba saja sudah ada seseorang yang menyekap mulutnya dari arah belakang dan mulai menariknya menuju ke sebuah tempat yang lebih gelap dan tak terlihat.


Oichi berusaha untuk melepaskan dirinya dari sang penyekap itu, namun tentu saja kekuatannya tak akan sebanding dengan sang pria penyekap.


Pria penyekap itu segera memutar tubuh Oichi dan mengunci tubuh Oichi di dinding, dan kini membuat mereka saling berhadapan. Setelah memperlihatkan wajahnya, kini pria itu mulai melepas bungkamannya untuk Oichi


"Ellios ..." gumam Oichi lirih dengan sepasang matanya yang sedikit membulat sempurna menatap pemuda yang sedang berdiri di hadapannya rupanya adalah Ellios.


Namun dengan cepat, Ellios segera memberikan isyarat untuk Oichi agar tetap tenang dengan menempelkan jari telunjuknya pada bibir Oichi. Tak beberapa saat, mulai terlihat seorang pria pemandu lainnya melenggang melewati mereka semua.


Nanum Oichi malah dengan cepat melepaskan dirinya dan segera mendatangi pria pemandu itu dengan sengaja. Ellios yang melihat aksi super nekat dari Oichi sebenarnya cukup terkejut, namun rupanya Oichi berencana untuk melakukan sesuatu.


PUUKK ...


Oichi mulai menepuk bahu lebar pria pemanduitu dan seketika membuah sang pria pemandu itu berbalik menatap Oichi. Disaat pandangan mereka berdua saling bertatapan, hanya dalam beberapa detik saja ekspresi pria pemandu itu segera berubah menjadi seperti orang yang sedang linglung dan kosong.


"Dengarkan aku baik-baik! Aku memerintahkan padamu untuk memberikan semua kunci dari semua kamar-kamar itu! Berikan padaku sekarang juga kunci itu!" ucap Oichi begitu prlan namun sangat penuh dengan penekanan.


Oichi juga sudah menengadahkan tangan kanannya untuk menerima kunci itu. Akhirnya pria pemandu itu mulai merogoh sesuatu dari kantong celananya dan memberinya segerombolan kunci untuk Oichi.


"Sekarang masuklah ke dalam salah satu kamar dan tetap berdiam diru disana!!" titah Oichi kembali dengan sangat tegas.


Pria pemandu itu hanya mengangguk pelan masih dengan pandangan yang begitu kosong lalu mulai memasuki salah satu kamar kosong begitu saja.


Ellios yang melihat semua ini tentu saja merasa begitu takjub akan kekuatan dari sistem yang dimiliki oleh Oichi.


"Wah .. keren sekali ... seperti sebuah sihir saja." gumam Ellios masih menatap takjub Oichi


"Ayo, Ellios!! Kita harus bergegas untuk mengeluarkan mereka semua dari tempat ini!!" ucap Oichi terburu.


"Tunggu, Oichi!" sergah Ellios menahan tangan Oichi.


"Ada apa, Ell?"


"Sebaiknya kita berpisah. Tempat ini sudah dipasang dengan sebuah alat peledak. Aku akan mencari dan menonaktifkan peledak itu dulu. Sementara kamu, bebaskan mereka semua dan segera keluar dari tempat ini! Aku akan segera menyusul kalian." ucap Ellios mengatur sebuah rencana.


"Tapi, Ellios ... apakah tidak lebih baik jika kita mencari alat peledak itu bersama-sama? Aku juga khawatir jika harus menjnggalkan kamu sendirian." ucap Oichi kurang setuju dengan rencana dari Ellios.


"Oichi, apa kamu melupakan sesuatu? Aku memiliki kekuatan sistem? Aku akan menggunakan mata tembus pandangku untuk mencari alat peledak itu. Dan aku akan segera menemukan alat peledak itu. Tenang saja ... yang terpenting kalian semua harus segera bisa keluar dari tempat ini! Jika sudah berhasil keluar dari tempat ini, secepatnya hubungi kepolisian! Apa kamu mengerti, Oichi?" ucap Ellios kembali menatap lurus-lurus Oichi.


Meskipun sebenarnya masih cukup berat untuk menyetujui rencana dari Ellios, namun akhirnya Oichi mengangguk pelan.


"Hhm. Tenang saja. Keberadaan dari dari sistem adalah untuk membantu dan memperbaiki nasib buruk seseorang. Dia akan selalu melindungi kita dan memberikan kekuatannya untuk kita!! Kamu juga berhati-hatilah, Oichi!" ucap Ellios kembali.


"Hhm. Baiklah!" jawab Oichi mulai mantap.


Kini mereka berdua mulai berpisah dan menjalankan tugasnya masing-masing dengan begitu hati-hati.


"Lovely, altifkan kemampuan mata tembus pandangku! Aku harus segera menemukan alat peledak itu sebelum semuanya terlambat!" gumam Ellios pelan memberikan titahnya untuk Lovely dan masih terus melenggang menyusuri sebuah lorong gelap.


[ Baik, Tuan. Kemampuan mata tembus pandang akan segera diaktifkan. Silakan menunggu dan persiapkan diri tuan Ellios ... ]


DING ...


[ Kemampuan mata tembus pandang sudah berhasil diaktifkan, Tuan. ]


Terdengar suara Lovely kembali, dan disaat itulah Ellios mulai berkonsentrasi penuh untuk sesegera mungkin mencari dan menemukan alat peledak itu, sebelum tubuhnya benar-benar akan kehilangan tenaganya kembali.


"Ugh ... tempat ini gelap sekali. Dimana mereka menyimpan alat peledak itu?" gumam Ellios masih berusaha untuk menebarkan pandangannya di sekitarnya berharap Ellios akan segera menemukan monster peledak itu.


Hingga akhirnya kini Ellios mulai menemukan sesuatu yang sejak dari tadi sudah dia carinya. Dengan langkah yang sedikit dia percepat, kini Ellios mulai mendatangi sebuah ruangan dan segera mencari alat itu.


Ellios duduk bersimpuh dan mulai mencari sesuatu di bawah kolong sebuah pembaringan tua di dalam ruangan itu. Dan rupanya alat peledak itu memang benar-benar ada di kolong itu.


Sebuah benda berukuran sedang dan memiliki beberapa kabel warna-warni mulai Ellios raih dan Ellios keluarkan dengan begitu hati-hati dari kolong itu. Senyuman penuh kepuasan dan kelegaan mulai menghiasi wajah Ellios saat ini.


"Mereka menggunakan tipe peledak high explosive rupanya." gumam Ellios pelan dan masih mengamati alat peledak itu. "Kekuatan ledak tipe ini adalah cukup tinggi dan ledakannya akan spontan. Dengan dipicu oleh detonator seperti TNT, RDX atau yang lainnya lagi. Aku harus cepat menonaktifkan fungsi dari peledak ini sebelum semuanya terlambat!" gumam Ellios lagi lalu mulai mengambil sebuah pisau lipat yang kebetulan tergeletak di atas meja di dalam kamar itu.


"Aku hanya perlu memotong aliran listrik dari pemicu ke detonator. Dengan begitu mereka tak akan bisa meledakkannya meskipun menekan remot kontrol itu berkali-kali. Nah ... beres!! Syukurlah ... huft ..." ucap Ellios mulai bernafas dengan lega.


Setelah menyelesaikan tugasnya dengan cukup baik, kini Ellios berusaha untuk segera meninggalkan tempat itu.


Sementara itu ...


Oichi sudah berhasil mengeluarkan Ken dan idol-idol lain dari tempat penyekapan. Namun Ken bersikeras tidak mau untuk meninggalkan tempat itu dan malah ingin mencari Ellios.


"Aku tidak akan meninggalkan Ellios seorang diri! Aku harus mencari dan menyusulnya!!" ucap Ken yang tentunya merasa sangat khawatir.


Tentu saja Ken merasa sangat khawatir. Karena Ken mengetahui jika saat ini Ellios menderita sakit parah berupa kanker darah stadium akhir, namun Ken tak pernah mengetahui jika Ellios memiliki sebuah sistem dan beberapa kekuatan.


Meninggalkan Ellios seorang diri di tempat itu dalam pandangan Ken pastinya adalah tidak benar! Sehingga pemuda yang selalu berpenampilan super keren, stylish dan fashionable itu nekat untuk mencari Ellios.