
"Maaf, permisi ..." ucap Ellios mulai menyela perbincangan mereka.
Mahasiswa dan mahasiswi yang sudah berpenampilan begitu nyentrik itu kini mulai beralih menatap Ellios dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Kalau boleh tau apakah kalian sedang ada masalah?" tanya Ellios to the point dan tentunya dengan nada bicara yang ramah seperti biasanya.
"Kamu Ellios bukan? Anak IT ? " tanya salah satu mahasiswi yang berpenampilan begitu trendy dan nyetrik.
"Ya. Benar sekali. Aku adalah Ellios." jawab Ellios dengan ramah menatap mahasiswi itu.
"Begini ..." ucap mahasiswi itu tiba-tiba saja terpotong karena seseorang tiba-tiba saja mendatangi mereka.
"Bagaimana ini? Kita sudah cukup lama mengulur waktu, namun Ken belum juga datang. Duhhh ..." seorang mahasiwa yang memiliki gaya begitu fashionable kini mulai menggaruk-garuk kepalanya dan memperlihatkan ekspresinya yang begitu kebingungan.
"Ahh. Bagaimana dong? Lagian kenapa sih Ken berangkat terlalu mepet seperti ini. Akhirnya malah macet kan. Aduh ..." seorang mahasiswi menyauti dengan ekspresi yang tak kalah kebingungan.
"Gila! Ken adalah main vocal, kita tak bisa menggantikannya dengan siapapun saat ini." celutuk mahasiswi lainnya lagi.
"Sekalipun jika menggantikannya dengan orang lain, kita tetap tak bisa menggunakan cara lip sync, karena mereka semua akan sangat mengetahui jika itu adalah kebohongan!" seorang mahasiswa yang terlihat paling tenang kini mulai menyauti.
Oh, jadi masalah yang sedang terjadi adalah ini ya? Mereka sedang membutuhkan seorang main vocal untuk penampilan di atas panggung kali ini. Hhm ... arghh ... selalu saja Lovely memberikan misi aneh seperti ini. Aku kan tidak bisa menyanyi!
Batin Ellios mulai memijit keningnya sendiri karena kali ini Ellios juga merasa kebingungan.
Lovely mengatakan jika aku pasti bisa menyelesaikan misi kali ini. Tapi aku yang tidak bisa menyanyi ini mana mungkin bisa menggantikan Ken untuk tampil di atas panggung. Selain tak bisa menyanyi, pasti aku juga akan demam panggung. Haiishh ...
Batin Ellios kembali dan kini berbalik hendak meninggalkan mereka karena tak tau lagi harus berbuat apa. Namun baru saja melangkahkan kakinya 2 langkah, kini Ellios menghentikannya kembali karena mulai teringat oleh sesuatu.
Tunggu dulu, Ellios! Bukankah kamu memiliki hadiah misteri berupa kemampuan menyanyi? Hhm ... meskipun aku belum pernah menggunakannya sebelumnya, seharusnya kali ini bisa digunakan dengan baik bukan? Baiklah, mari kita coba dan lihat!
Batin Ellios mulai berbalik kembali dan melenggang kembali mendekati mereka semua.
Di tengah-tengah rasa pusing dan bingung yang sedang dirasakan oleh para mahasiswa dan mahasiswa fakultas seni itu, kini Ellios mulai mengutarakan niatnya dengan hati-hati.
"Jika boleh, aku akan menggantikan Ken saat ini." ucap Ellios yang sudah memantapkan hatinya berulang kali hingga akhirnya kalimat itu terucapkan juga.
Para mahasiswa dan mahasiswa itu kini mulai terdiam dan beralih menatap Ellios dengan kening yang berkerut. Beberapa dari mereka yang sudah pernah mendengar rumor tentang Ellios rasanya masih saja tidak percaya jika Ellios bisa menyanyi.
Seorang introvert tingkat dewa seperti Ellios yang biasanya hanya mengenal buku saja, kini sedang menawarkan dirinya untuk menjadi seorang main vocal dan akan tampil di atas panggung?
"Apa kamu yakin, Ellios? Apa kamu bisa menyanyi?" tanya seorang mahasiswi seni yang sedikit mengetahui tentang Ellios.
Ellios mengangguk pelan dan tersenyum tipis menatap gadis itu, meskipun sebenarnya masih ada keraguan di dalam hatinya. Karena Ellios sama sekali belum pernah melakukan uji coba akan kemampuan menyanyinya.
Takamasa Ishihara-sama? Rocker sekaligus gitaris legendaris itu? Oh tidak! Lagu-lagunya sangat bersemangat dan sulit untuk aku ikuti. Lirik-liriknya terlalu cepat karena sebagian lagunya adalah nge-rapp.
Batin Ellios mulai menciut kembali setelah mendengarkan kriteria lagu-lagu yang akan dinyanyikannya.
"Ellios? Aku sedang bertanya kepadamu." ucap gadis itu kembali dan sukses membuyarkan angan dari Ellios.
"Ah ... oh ... i-iya. Aku bisa kok." jawab Ellios pasrah dan berharap kali ini hadiah misteri yang sudah dia dapatkan setelah melakukan misi di tempat karaoke saat itu, kali ini akan berfungsi dengan baik.
"Baiklah! Jay! Rias dan ganti pakaian Ellios!" titah seorang mahasiswa yang terlihat paling kalem dan tenang itu.
Dan sepertinya mahasiswa itu adalah ketua pelaksana acara kali ini. Dan dia juga perwakilan mahasiswa fakultas seni.
Seorang mahasiswa yang dipanggil Jay, yang sedikit bertingkah seperti seorang gadis itu kini mulai menggiring Ellios menuju ke sebuah ruangan kecil yang berada tak jauh dari panggung.
Kini Jay mulai merias wajah Ellios dan memberikan sentuhan ajaibnya hanya dalam waktu beberapa menit saja. Namun ketika brush-brush itu mulai menyapu wajah Ellios, Ellios dibuatnya bersin seketika.
"Hatchuuuu ..."
"Ahh ... maaf deh. Hehe ..." celutuk Jay yang berbicara mentel seperti seorang gadis ( padahal dia pemuda tulen ).
Dan sebenarnya hal itu membuat Ellios merasa sedikit kurang nyaman. Terlebih saat ada orang lain yang menyentuh wajah dan tubuhnya. Meskipun dia adalah seorang pria sekalipun.
"Ell! Ganti pakaianmu dengan ini." lagi-lagi Jay berkata dengan mentel dan mulai memberikan setelan pakaian berwarna hitam lengkap dengan segala aksesorisnya dan juga jaketnya "Apa perlu aku bantu untuk memakainya?" imbuh Jay karena melihat Ellios yang hanya terdiam menatap pakaian itu.
"Ah ... tidak! Aku akan memakainya sendiri!" ucap Ellios dengan cepat lalu segera pergi ke ruangan ganti.
Satu persatu pakaian sederhana yang selalu menemani hari-harinya itu kini mulai ditanggalkannya begitu saja. Sebuah T-shirt berwarna hitam dengan beberapa tulisan dan kombinasi warna putih mulai dikenakan oleh Ellios.
Sebuah jaket warna sweet black dengan beberapa tulisan dengan kombinasi warna putih juga sudah membalut tubuh Ellios setelah T-shirt itu. Penampilannya disempurnakan dengan celana jeans warna gelap dan senada.
Beberapa aksesoris seperti kalung, wristband juga sudah dikenakannya saat ini dan menambah penampilan Ellios kali ini terlihat begitu bersinar dan sangat cool.
Benar-benar tak terlihat jika sosok pemuda yang saat ini sedang mengenakan pakaian serba hitam itu adalah seorang kutu buku yang sangat teladan. Sangat berbeda drastis!
"Wow!! Samgat tampan dan mempesona!!" komentar Jay begitu takjub saat melihat sosok Ellios yang sudah berpenampilan sangat keren itu.
Mendengar pujian dari Jay, seketika membuat Ellios meringis lebar dan mengusap tengkuknya karena merasa malu luar biasa.
"Tapi, Jay ... ini apa ya? Mengapa cincin ini ukurannya sangat kecil? Bahkan cincin ini tak muat pada jari kelingkingku." ucap Ellios kebingungan dan mulai memperlihatkan sebuah aksesoris kecil berwarna hitam mengkilap yang bentuknya hampir menyerupai sebuah cincin.