To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Teman Yang Bersinar



"Itu adalah salahku yang terlalu bersemangat untuk menjelaskannya kepadamu, Kakei. Karena selama ini tak ada satu orangpun yang menanyakan hal seperti itu padaku. Dan aku sangat senang saat kamu bertanya kepadaku. Karena selama ini aku selalu mengira jika orang akan menganggapku aneh karena aku hanya selalu berkutat dengan buku, laptop dan selalu sibuk dengan hal bodoh ini." ucap Ellios merendah dan sebenarnya itu adalah jujur.


"Itu bukanlah hal bodoh, Ellios! Justru semua adalah itu hal yang sangat luar biasa sekali! Dan justru hal-hal seperti itu tak akan bisa dilakukan oleh orang biasa dan memiliki IQ dibawah rata-rata. Misalnya saja aku ..." sahut Kakei merendah.


"Oh!! Bukan begitu maksudku, Kakei! Hobiku ini mungkin akan dipandang orang begitu membosankan. Lagipula kamu juga tidak bodoh kok. Kamu genius di bidang lain, seperti saat berada di lapangan basket. Kamu selalu memiliki strategi yang keren untuk meraih setiap kemenangan, Kakei. Kamu adalah seorang kapten yang sangat keren!! Karena semua orang memiliki keahlian dan keunikan di bidangnya masing-masing. Dan seperti Ken yang merupakan genius dalam menyanyi dan bermusik. Atau Jullian yang selalu sempurna saat di dalam hal kinematik dan dinamik." ucap Ellios berusaha untuk memperbaiki keadaan karena takut menyinggung Kakei.


"Hhm. Kau benar, Ellios. Setiap orang memiliki keahlian dan keunikan di bidangnya masing-masing. Tetaplah semangat untuk meraih mimpimu! Kau pasti berhasil dan bisa meraihnya!!" ucap Kakei.


Perbincangan mereka berdua hanya berlanjut sebentar saja, karena Ellios segera mematikan kembali laptopnya dan mulai beristirahat bersama dengan teman-temannya.


Aku baru pertama kali memiliki sahabat sebanyak ini di dalam hidupku. Dan mereka sangat baik dan selalu care kepadaku. Ternyata tidak semua anak populer sangat sombong, angkuh dan menyebalkan ya. Semua yang aku bayangkan dan semua yang aku pikirkan tentang anak-anak populer rupanya adalah salah besar. Bahkan mereka malah sangat baik dan suka menolongku. Aku beruntung sekali mengenal mereka.


Batin Ellios tersenyum samar dan mulai memejamkan sepasang matanya. Tak butuh waktu lama, kini Ellios sudah tertidur begitu saja karena sudah begitu mengantuk dan lelah.


...⚜⚜⚜...


"Ohayoo!!" pagi-pagi sekali rupanya Ken sudah berada di ruang makan dan membantu Suzuna untuk menyiapkan sarapan pagi.


Sementara Kakei, Elliios dan Jullian baru saja selesai mandi, bersiap dan segera turun. Sebenarnya mereka mengira jika Ken sudah pulang pagi-pagi sekali dari rumah Ellios. Namun ternyata Ken malah ikut membantu Suzuna di dapur.


"Rupanya kamu masih disini ya, Ken? Aku kira kamu sudah pulang. Hoamm ..." sahut Jullian masih menguap panjang karena merasa mengantuk.


"Hhm. Aku hanya ingin membantu bibi Suzuna saja kok." jawab Ken yang kali ini membawakan beberapa piring dan sumpit lalu meletakkannya di atas meja makan.


"Benar. Pagi-pagi sekali Ken yang tampan dan keren ini sudah datang untuk membantu bibi di dapur. Terima kasih ya, Ken." ucap Suzuna dengan senyum lebar.


"Sama-sama, Bibi." jawab Ken mulai menarik salah satu kursi kayu dan mulai menduduki salah satu kursi kayu itu.


"Kakei, Jullian. Bibi juga mengucapkan terima kasih banyak karena sudah membantu kedai bibi kemarin. Dan tolong sampaikan juga terima kasih untuk nak Jiu yang sangat cantik dan baik hati itu." ucap Suzuna yang kini juga mulai duduk di salah satu kursi kayu itu.


"Baik, Bibi. Nanti kami akan menyampaikannya kepada Jiu." sahut Kakei mulai duduk bersama dan diikuti oleh Jullian dan Ellios.


"Saa!! Itadakimasu!! " seru Jullian sangat bersemangat dan mulai mengambil salah satu makanan di hadapannya yang begitu harum dan menggiurkan saliva.


Mereka mulai menikmati makanan itu dan diiringi dengan beberapa obrolan ringan yang sesekali membuat mereka tertawa bersama. Keakraban mereka terlihat begitu hangat. Bahkan terlihat seperti sebuah keluarga saja.


"Jika seperti ini bibi merasa seperti memiliki banyak anak laki-laki saja. Karena biasanya bibi hanya makan berdua saja dengan Ellios." ucap Suzuna dengan tawa kecil, dan wajah yang sudah dipenuhi dengan guratan halus itu terlihat begitu berbinar.


Setelah beberapa saat akhirnya mereka mulai berangkat ke kampus bersama. Ellios dan Kakei menaiki mobil Buggati Divo berwarna biru electric milik Kakei. Sementara Jullian dan Ken menaiki sebuah Lamborgino Veneno berwarna merah menyala milik Ken.


Ini adalah pertama kalinya Ellios dan Jullian bisa menaiki mobil mewah yang begitu wow itu! Ada rasa bahagia tersendiri disaat mereka bisa merasakan sebuah perjalanan dengan mobil-mobil mewah itu. Bahkan selama ini bermimpipun tak pernah untuk Ellioa dan Jullian.


Kebersamaan mereka saat tiba bersama di kampus Todai cukup menjadi pusat perhatian dari beberapa mahasiswa dan mahasiswi, terlebih Ellios. Karena berita tentangnya dan Oichi sudah semakin tersebar luas dan membuatnya semakin dikenal banyak orang.


"Oh! Ini tidak benar. Mata-mata itu sungguh menantap tajam ..." gumam Ellios yang hanya sekelebat saja menangkap sorot mata itu.


Bukan hanya banyak yang menyukai saja, namun tentunya akan banyak yang semakin membenci Ellios, terutama para pemuda yang merasa iri kepadanya, karena Ellios bisa berkolaborasi dengan penyanyi hebat seperti Oichi.


Bahkan kini Ellios juga begitu dekat dengan Kakei, sang kapten basket di kampus Todai. Padahal selama ini Kakei dikenal dingin dan sulit untuk menerima orang lain untuk menjadi temannya. Alias sangat sulit untuk dekat dengan Kakei, apalagi untuk menjadi temannya.


Ditambah lagi, Ellios juga dekat sekali dengan Ken sang bintang musik di kampusnya yang tentunya sangat keren dan populer! Apa tidak bertambah kesal para mahasiswa yang telah merasa kalah saing dari Ellios itu?


...⚜⚜⚜...


[ Misi kali ini akan segera dimulai, Tuan. Misi kali ini adalah berkencan dengan seorang gadis. Nyatakan cinta kepada seorang gadis dan ikuti kata hati tuan, lalu ajak dia berkencan. Tuan Ellios akan mendapatkan hadiah berlipat jika berhasil melakukan semua itu serta ... melakukan sebuah ciuman. ]


Di tengah-tengah jam kuliah kelas Analisis sistem, tiba-tiba saja Lovely mengatakan semua itu. Dan tentu saja semua ucapan Lovely sukses membuat Ellios terkejut bukan main, hingga akhirnya Ellios malah menjawab ucapan Lovely begitu saja dengan cukup keras sehingga semua mata mulai tertuju padanya.


"Apa kau gila, Lovely?! Tidak mungkin aku melakukan semua itu!!" ucap Ellios tanpa sadar dengan suara yang sedikit keras.


"Apa yang kamu ucapkan, Ellios?! Kamu mengatakan jika saya gila??" ucap profesor Leo menatap Ellios dengan tatapan mata yang dingin, tajam, dan sangat menusuk.