
Tiba-tiba saja di tengah-tengah jam kuliah kelas Analisis sistem, Lovely mulai memberikan sebuah misi yang membuat Ellios merasa terkejut dan super kesal.
Yeap, semua ucapan Lovely sukses membuat Ellios terkejut bukan main, hingga akhirnya Ellios malah menjawab ucapan Lovely begitu saja dengan cukup keras sehingga semua mata mulai tertuju padanya.
"Apa kau gila, Lovely?! Tidak mungkin aku melakukannya!!" ucap Ellios tanpa sadar dengan suara yang sedikit keras.
"Ellios ... apa yang kamu katakan? Apa kamu sedang tertidur dan bermipi tadi?" bisik Jullian yang duduk tepat di bangku samping Ellios.
Ellios mulai menatap Jullian dengan raut wajah yang sangat sulit untuk digambarkan. Antara rasa terkejut, bingung, dan malah terlihat seperti orang linglung.
"Apa yang kamu ucapkan, Ellios?! Kamu mengatakan jika saya gila??" ucap profesor Leo menatap Ellios dengan tatapan mata yang dingin, tajam, dan sangat menusuk. Karena notabenenya profesor Leo memang terkenal sangat killer!
"Uhm ... ti-tidak, Profesor. Bukan seperti itu ... maksud saya adalah ..." ucap Ellios merasa sangat kebingungan.
"Saya tidak mau tau! Keluar dari jam kuliah saya sekarang juga!! Punguti daun yang gugur di halaman kampus hingga sampai bersih! Setelah itu kamu baru boleh kembali!" tandas profesor Leo yang terlihat sangat marah.
"Ba-baik, Profesor." jawab Ellios dengam patuh karena tak memiliki pilihan lain selain menurutinya.
Ellios mulai mengemasi buku-bukunya ke dalam ranselnya lalu menggendongnya. Perlahan pemuda yang cukup jangkung itu berdiri dengan tegap lalu membungkukkan badannya sebelum meninggalkan kelas ini.
"Semenjak semakin populer malah semakin tidak memiliki sopan santun ya! Saya sungguh merasa sangat kecewa! Padahal dulu Ellios tidak pernah berkata kasar. Namun kali ini malah mengakan jika profesornya gila. Sangat tidak beretika dan tidak mencerminkan seorang mahasiswa genius yang memiliki sopan santun!!"
Samar-samar masih terdengar oleh Ellios omelan dari profesor Leo. Namun Ellios terus melangkahkan kakinya untuk meninggalkan kelas dan mulai berjalan menyusuri sebuah koridor. Langkah demi langkahnya kini membawanya hingga di depan sebuah halaman utama kampus.
Ellios menghembuskan nafas kasarnya ke udara dan sepasang netranya masih menatap halaman di hadapannya yang cukup luas itu. Begitu banyak daun ginko dan daun maple yang berjatuhan di halaman itu.
"Banyak sekali daun di halaman ini. Tidak adakah sesuatu yang bisa aku lakukan dengan kekuatan sistem, Lovely?" gumam Ellios pelan sekali.
[ Tidak ada, Tuan Ellios. Kalaupun ada, tuan Ellios hanya bisa menggunakan kekuatan super cepat saja. Namun tuan Ellios harus tetap melakukannya seorang diri juga. Karena kecepatan super hanya akan mempersingkat waktu saja. ]
Jawab Lovely.
"Baiklah. Kalau begitu aktifkan saja kecepatan suler cepat milikku, Lovely! Setidaknya aku bisa menyelesaikan hukuman ini lebih cepat jika dibanding dengan membersihkannya dengan cara biasa." ucap Ellios mulai menurunkan ranselnya di atas sebuah bangku.
[ Baik, Tuan Ellios. Kekuatan super cepat akan segera diaktifkan. Silakan tunggu sebentar, Tuan ...]
DING ...
[ Kekuatan super cepat sudah berhasil diaktifkan, Tuan. ]
Ucap Lovely kembali.
"Hhm. Baiklah. Mari segera lakukan, Ellios!! Segera selesaikan hukuman ini dan segera lakukan misi konyol dari Lovely!" ucap Ellios menyemangati dirinya sendiri dan sudah mulai mengambil sebuah wadah khusus yang akan Ellios gunakan untuk mengumpulkan daun-daun yang sudah menguning dan memerah itu.
SWUUSSHH ...
SWOSSHH ..
Begitu cepat Ellios melakukan semuanya dengan baik. Hanya dalam waktu 5 menit saja, kini halaman utama dari kampus Todai sudah begitu bersih.
Bahkan seorang petugas kebersihan yang baru saja datang dan berniat untuk membersihkannya kini malah dibuat melongo. Karena baru beberapa saat yang lalu, petugas kebersihan itu baru saja mengambil sapu dan alat kebersihanya. Namun saat dia sudah kembali lagi, rupanya semua sudah menjadi sangat bersih.
Ellios yang berpapasan dengan petugas kebersihan itu hanya tersenyum dan sedikit menundukkan kepalanya lalu melaluinya begitu saja.
Ellios mulai membeli sebotol minuman dingin dari sebuah vending machine untuk mengobati dahaganya.
"Ughh ... segarnya ..." Ellios mulai mengusap sudut bibirnya yang menjadi sedikit basah karena minuman dingin itu. "Saatnya kembali ke kelas!!" gumamnya lagi lalu segera kembali menuju kelas mata kuliah profesor Leo lagi yang berada di lantai 4.
Setelah beberapa saat ...
Profesor Leo terlihat begitu terkejut setelah Ellios kembali ke kelasnya lagi, karena menurutnya Ellios terlalu cepat melakukan hukuman yang sudah diberikan olehnya. Bahkan Ellios baru saja pergi meninggalkan kelas ini kira-kira 10 menit yang lalu.
"Ellios!! Apa yang kamu lakukan disini? Siapa yang mengijinkan kamu masuk kembali ke kelasku?!" ucap profesor Leo dipenuhi amarah karena sudah menganggap Ellios terlalu menyepelekannya.
"Bukankah kata profesor Leo aku boleh krmbali lagi setelah aku menyelesaikan hukumanku memungut daun yang berguguran di halaman utama?" ucap Ellios dengan wajah polosnya seperti biasanya.
"Benar!! Lakukan dengan baik dan benar, maka kamu baru boleh kembali!" tandas profesor Leo yang masih mengira jika Ellios belum menyelesaikan hukuman tersebut.
"Tapi, Profesor ... aku sudah menyelesaikan hukuman dari profesor." jawab Ellios masih dengan nada rendah.
"Apa? Apa kamu sedang bercanda, Ellios? Halaman seluas 3 hektar bisa kamu bersihkan hanya dalam waktu 10 menit? Jangan berusaha untuk mengelabuhi saya dan segera lakukan semua hukuman itu!!" tandas profesor Leo dengan wajah yang semakin memanas.
Namun belum sempat Ellios menjawab ucapan dari profesor Leo, kini salah satu mahasiswa mulai mengatakan sesuatu.
"Profesor Leo. Ellios benar. Dia tidak berbohong. Halaman depan sudah sangat bersih saat ini. Tak ada satupun daun maple atau daun ginko kering yang tersisa di halaman depan." ucap mahasiswa itu sambil menatap halaman depan kampus yang terlihat melalui kaca cendela bening di sisi samping mahasiswa itu.
"Apa??!" ucap profesor Leo dengan kening yang semakin berkerut dan masih tak percaya.
"Ya, Profesor. Aku sempat melihat Ellios melakukannya beberapa saat yang lalu. Dan kini semua sudah menjadi sangat bersih. Bahkan petugas kebersihan tak sempat untuk membersihkannya, karena Ellios sudah lebih dulu membersihkannya." kini seorang mahasiswi mulai ikut berbicara.
Karena merasa tak mengerti dan masih saja tak percaya, akhirnya profesor Leo mulai melenggang dengan langkah kakinya yang sangat tegas untuk melihat halaman depan itu melalui kaca jendela.
Dan betapa terkejutnya profesor Leo saat melihat bahwa halaman itu rupanya sudah benar-benar bersih dan tak ada satupun daun kering yang jatuh karena berguguran.
Bagaimana ini bisa terjadi? Halaman seluas itu bisa dibersihkan oleh Ellios hanya dalam waktu kurang dari 10 menit?? Atau ... sebenarnya apa yang sudah terjadi?
Batin profesor masih berusaha untuk menemukan jawaban dari semua ini, namun dia sama sekali tak menemukannya. Hingga akhirnya tak ada pilihan lain selain menginjinkan Ellios mengikuti kelasnya kembali.
"Ellios!! Masuk dan duduklah kembali!!" titahnya dingin dan mulai berjalan kembali menuju podium untuk melanjutkan kembali mata kuliahnya hari ini.
...⚜⚜⚜...