To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Pelukan Alisha



Preman yang tadi melakukan tendangan putar, kini mulai berlari kembali ke arah Ellios dengam membawa sebuah senjata tajam dan sudah mengayunkannya ke udara bersiap untuk menghunus tubuh Ellios.


Alisha yang melihat semua itu seketika menjadi begitu ketakutan dan sangat mengkhawatirkan Ellios.


"Ellios ..." teriak Alisha histeris.


Namun karena mendengar teriakan dari Alisha, malah membuat Ellios tak bisa bergerak dengam cepat secara tepat waktu. Hingga akhirnya pria itu kini sudah mecapai Ellios sebelum Ellios menghindarinya dengan kecepatan supernya.


Namun Ellios masih sempat untuk menahan serangan dari berandalan itu sebelum pisau itu berhasil menghunus tubuhnya.


Ellios mulai mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mendorong serangan dari berandalan itu lalu mulai menghempaskan tubuh preman itu hingga menabrak sebuah tong sampah.


Namun tiba-tiba saja sebuah mobil terlihat melaju dengan kencang dan mengarah Ellios. Rupanya sang pengemudi adalah salah satu dari ketiga berandalan itu, dan kini dia sengaja ingin menabrak Ellios.


Sinar yang begitu menyilaukan dari lampu depan mobil itu membuat Ellios sedikit silau hingga mulai menutupi pandangannya dengan lengan kirinya.


CKITTT ...


BRAKK ...


PRANG ...


"Ellios!!" teriak Alisha begitu histeris dan seketika terduduk karena merasa begitu lemas, seakan tubuhnya tak memiliki tenaga sama sekali saat ini.


Mobil itu sudah menabrak sebuah pertokoan dan menyebabkan bagian depan toko itu mengalami kerusakan parah. Hingga akhirnya sang pemilik toko akhirnya mulai keluar dan membawa beberapa keamanan lalu segera membawa ketiga berandalan itu ke kantor polisi.


Sementara Alisha masih saja terduduk di atas jalanan dan sudah menangis karena membayangkan Ellios yang sudah tak berdaya karena tertabrak oleh mobil itu.


Belum sempat Alisha beranjak untuk segera mendekati dan melihat keadaan Ellios saat ini, tiba-tiba saja Alisha sudah dikejutkan oleh suara seorang pemuda yang sangat tidak asing untuknya.


"Alisha ... mengapa kamu menangis?" kini mulai terdengar suara seorang pemuda yang berada tepat di belakang Alisha.


Alisha mulai menghentikan langkah kakinya kembali dan mulai berbalik untuk melihat sang pemilik suara. Terlihat Ellios yang sudah berdiri dengan tegap di hadapannya.


Dan semua itu tentu saja membuat Alisha begitu kebingungan, hingga Alisha mulai menoleh ke arah mobil yang sudah berusaha untuk menabrak Ellios beberapa saat yang lalu. Lalu Alisha mulai menatap bingung Ellios kembali.


"Ka-kamu baik-baik saja, Ellios?" ucap Alisha begitu kebingungan namun juga merasa sangat lega karena mengetahui jika Ellios baik-baik saja.


"Hhm. Seperti yang sedang kamu lihat. Aku baik-baik saja kok." ucap Ellios dengan senyum tipis menatap Alisha.


Karena merasa malu, dengan cepat Alisha segera mengusap air mata hangatnya yang sudah membasahi pipinya karena mengkhawatirkan Ellios.


"Syukurlah jika memang kamu baik-baik saja." ucap Alisha mulai mengalihkan pandangannya karena merasa malu dan canggung.


Tentu saja Alisha merasa sangat malu karena Ellios telah melihat dan memergoki dirinya yang sangat mengkhawatirkan Ellios, bahkan hingga Alisha menagisi Ellios saking khawatirnya.


Rupanya Alisha begitu mengkhawatirkan aku. Mengapa mengetahui semua ini, aku merasa begitu senang? Apakah aku benar-benar masih menyukai dan mengharapkan Alisha? Uhm ... kalau boleh jujur sebennya aku juga masih sering merindukannya. Walaupun hanya sekedar untuk pergi ke perpustakaan bersama saja ... andai saja ...


Batin Ellios, namun semua angannya itu seketika dibuyarkan oleh suara peringatan dari sang boneka pemandu Lovely.


[ Waktu yang tersisa adalah 15 menit 19 detik lagi, Tuan. Ingat, tuan masih memiliki misi yang belum terselesaikan. Sebuah pelukan dari Alisha. ]


Ughh ... waktu sudah semakin berkurang. Dan aku masih belum mendapatkan sebuah pelukan dari Alisha. Apakah aku harus mengaktifkan kemampuan memikat para gadis saja ya? Atau boleh tidak jika aku saja yang memeluk Alisha?


Batin Ellios kebingungan.


[ Tidak boleh!! Harus Alisha yang berinisiatif untuk memeluk tuan. ]


Ucap Lovely tiba-tiba, seakan Lovely bisa membaca pikiran Ellios ( padahal Lovely memang dan bisa membaca pikiran Ellios, karena mereka memang sudah menjadi satu sebenarnya. Ingat, ada sebuah chip penggabungan sistem di dalam tubuh Ellios!)


Batin Ellios mulai memikirkan sebuah cara kembali untuk segera menyelesaikan misi kali ini.


Oh iya!! Aku punya ide. Sambil menyelam minum air. Hehe ... aku tidak perlu mengaktifkan kemampuan memikat para gadis. Tapi aku akan mengaktifkan yang lainnya saja. Hehe ...


Batin Ellios mulai tersenyum misterius membayangkan sesuatu.


Aktifkan kecepatan superku sekarang juga, Lovely!


Kini Ellios mulai memberikan titah di dalam hati untuk Lovely.


[ Baik, Tuan. Mengaktikan kecepatan super dimulai ... kecepatan super sudah aktif. ] sahut Lovely disertai bunyi pengaktifan.


DING ...


Okay. Thanks, Lovely-chan!! Selanjutnya ajak Alisha menaiki sepeda kayuh! Ayo lakukan semua dengam baik, Ellios!!


Batin Ellios kembali.


"Alisha. Tunggu sebentar disini!" ucap Elios lalu mulai berbalik dan meninggalkan Alisha begitu saja sebelum Alisha sempat mengatakan sesuatu.


Namun hanya dalam waktu tak ada 1 menit berlalu, Ellios sudah kembali lagi dengan menaiki sepeda kayuhnya.


CKITT ...


Ellios melakukan pengereman dan segera berhenti di dekat Alisha.


"Alisha. Ayo kita segera ke rumahku! Naiklah!" ajak Ellios dengan senyum tipis.


Sebenarnya Alisha cukup terkejut sat melihat Ellios yang rupanya datang menjemputnya dengan menggunakan sepeda kayuh saja. Terkesan agak lucu dan unik.


Karena tidak biasa seorang pemuda menjemput seorang gadis dalam jarak tempuh yang agak jauh dengan hanya menggunakan sepeda kayuh saja bukan?


Selain udara sore yang begitu dingin, perjalanan dengan menggunakan sepeda kayuh tentu saja akan memakan waktu yang agak lama. Itu jika dipikir secara logika dan nalar.


Meskipun terlihat cukup ragu-ragu, namun akhirnya Alisha mulai naik dan duduk pada kursi bonceng belakang sepeda kayuh ini.


"Oh iya. Pakai ini, Alisha. Udara sudah menjadi semakin dingin!" ucap Ellios yang rupanya sudah menyipakan sebuah baju hangat lagi untuk Alisha.


"Tapi aku sudah memakai baju hangatku sendiri, Ell." ucap Alisha.


"Tidak apa-apa kok. Pakai saja!."


Alisha hanya menurut dan segera mengenakan pakaian hangat itu.


"Berpegangan yang kuat ya ..." ucap Ellios sedikit menoleh ke belakang dan mulai bersiap untuk mengayuh sepeda kayuhnya.


Pada awalnya Alisha terlihat begitu ragu dan hanya berpegangan dengan sisa-sisa bangku boncengan yang saat ini didudukinya.


Namun setelah beberapa saat, saat Ellios sudah mengayuhnya dengan sangat cepat, akhirnya Alisha mulai melingkarkan tangannya untuk memeluk dan berpegangan pada tubuh Ellios.


WUSHH ...


SWOSH ...


Yess!! Akhirnya Alisha memelukku juga!! Hehe ...


Batin Ellios tersenyum lega saat di perjalanan menuju ke rumahnya.