To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Mengantar Jiu



Setelah berperang dengan dirinya sendiri melalui ucapan batinnya, kini Ellios mulai memberanikan dirinya untuk menawarkan dirinya kepada Jiu untuk mengantar Jiu pulang.


"Jiu, ini sudah cukup larut. Bagaimana jika aku segera mengantarmu pulang? Namun karena saat ini motorku salah satu bannya sedang bocor, maka aku akan mengantar kamu dengan sepeda kayuhku. Uhm ... anggap saja saja sambil menikmati angin malam. Hehe ..." imbuh Ellios mulai beralih menatap Jiu dan sedikit meringis karena malu.


Mendengarkan ucapan dari Ellios, seketika Jullian tersedak ketika sedang menikmati ayam krispi itu. Segelas air mineral mulai diraihnya dengan cepat dan Jullian mulai meneguknya.


"Mengantarku pulang dengan sepeda kayuh?" ucap Jiu yang mengkerutkan sepasang alis indahnya saling berdekatan. "Apa kamu serius, Ellios?"


Dan tentu saja menurut Jiu ajakan dari Ellios adalah cukup unik. Padahal jika ingin mengantar pulang bisa menggunakan taxi atau busway jika memang motor Ellios saat ini sedang bermasalah.


Ellios mulai mengangguk pelan dan masih meringis menatap Jiu.


"Mengapa dengan sepeda kayuh, Ell? Jika ban motormu memang sedang bocor, maka pakai saja motorku. Tidak masalah kok. Aku saja yang memakai sepeda kayuh milikmu." ucap Jullian yang sebenarnya berniat untuk membantu Ellios.


Namun bukannya malah membantu, tapi hal itu malah semakin mempersulit Ellios untuk menjalankan misinya.


"Terima kasih, Jullian. Tapi aku tidak mau merepotkanmu." ucap Ellios dengan cepat karena tak mau misinya kali ini gagal begitu saja. "Jiu. Kamu mau kan aku antar dengan sepeda kayuh? Aku akan usahakan bisa segera tiba di rumahmu kok." imbuh Ellios mulai beralih menatap Jiu.


Meskipun sebenarnya Jiu masih saja bingung dan tidak mengerti dengan apa yang sedang dipikirkan oleh Ellios saat ini, namun akhirnya Jiu menganggukkan kepalanya pelan.


"Baiklah. Aku mau. Ayo!" ucapnya yang semakin membuat Jullian syok bukan main hingga Jullian melongo menatap Jiu.


Sang dewi kampus menerima diantarkan oleh pria kolot seperti Ellios dengan sepeda kayuh? Sungguh ini adalah sebuah keajaiban yang sangat langka! Ellios benar-benar hebat!


Batin Jullian yang masih saja melongo melihat mereka berdua. Sementara Ellios yang sudah mendengarkan jawaban dari Jiu mulai bersemangat dan segera bangkit dari tempat duduknya.


"Ayo, Jiu!!" seru Ellios sangat bersemangat dan mulai beranjak dari tempatnya.


Jiu mulai mengekori Ellios begitu saja. Sedangkan Jullian masih saja tercengang menatap kepergian mereka berdua dan sedikit menggeleng-gelengkan kepalanya karena masih saja tak memahami Jiu dan Ellios.


...⚜⚜⚜...


Angin malam berhembus cukup kencang menerpa pepohonan dan sekitarnya. Kelap -kelip lampu dari beberapa gedung pencakar langit dan lampu penerangan menghiasi sepanjang jalan yang kini sedang dilalui oleh Ellios dan Jiu yang masih menaiki sepeda kayuh itu.


Namun tiba-tiba saja Ellios mulai menghentikannya dan melepaskan pakaian dingin miliknya. Kali ini Ellios berinisiatif untuk memberikan pakaian hangatnya untuk Jiu.


Yah ... meskipun saat ini Jiu sudah mengenakan pakaian hangat, namun tetap saja Ellios juga masih begitu mengkhawatirkan Jiu. Karena biar bagaimanapun Jiu adalah seperti seorang putri di dalam keluarga besarnya.


Dan mengajak Jiu menaiki sepeda kayuh di malam yang dingin serta berangin seperti ini, dan berjarak cukup jauh ini tentu saja bisa membuat Jiu sakit. Dan Ellios pastinya tidak menginginkan hal itu terjadi.


"Jiu, pakailah ini! Udara malam sudah semakin dingin dan kencang." ucap Ellios mulai turun dari sepeda kayuhnya dan memakaikan pakaian hangat itu untuk Jiu.


"Lalu bagaimana denganmu? Terpaan angin yang paling kuat akan mengenai tubuhmu lebih dulu dibanding dengan aku. Pakailah, Ellios. Aku juga sudah memakai pakaian hangat milikku kok." tolak Jiu berusaha untuk melepaskankan kembali pakaian hangat Ellios.


"Jangan, Jiu! Pakai saja!" ucap Ellios dengan cepat dan menahan Jiu agar tidak melepaskan pakaian hangat itu kembali. "Kamu yang terpenting saat ini. Jika kamu sakit orang tuamu akan kebingungan. Berbeda denganku, aku sudah biasa sakit." imbuh Ellios lalu mulai menaiki sepeda kayuh itu lagi dan mulai melanjutkan perjalanannya yang masih cukup panjang.


Dengan sekuat tenaga Ellios menggerakkan kedua kakinya untuk mengayuh sepeda itu. Rasa dingin yang dirasakannya saat ini tak mengurangi sedikitpun semangatnya untuk segera sampai di kediaman Jiu yang menyisakan jarak kira-kira 10 kilo meter lagi.


"Lovely, bisakah aku memakai kecepatan super saat ini? Jika memang bisa tolong aktifkan ..." ucap Ellios begitu pelan sekali agar Jiu tak bisa mendengarnya


DING ...


[ Kecepatan super diaktifkan. ]


Suara Lovely mulai terdengar kembali dengan begitu jelas oleh Ellios, dan sedikit membuat Ellios merasa lega karena masih bisa menggunakan kekuatan supernya di malam yang sangat dingin ini.


SWOSSHH ...


WUSH ....


Ellios mulai mengayuh sepeda dengan begitu cepat bahkan hampir saja tak terlihat oleh oarng-orang di sekitarnya. Yang dirasakan oleh orang-orang di sekitarnya itu hanyakah seperti sebuah angin yang berhembus dengan cukup kencang dan melewati mereka begitu saja dan meninggalkan beberapa dedaunan yang beterbangan di udara setelahnya.


Jiu juga reflek mulai meraih tubuh Ellios untuk berpegangan sangat erat, karena tiba-tiba saja Ellios mulai mengayuhnya dengan sangat cepat dan diluar dari nalarnya.


Hingga ashirnya 5 menit kemudian Ellios mulai berhenti di depan sebuah rumah besar dan megah dengan bagunannya yang begitu kokoh. Bangunan 5 lantai yang sangat luas itu terlihat begitu elegan dengan beberala lampu kekuningan yang meneranginya.


Sebuah air mancur raksasa juga menghiasi halaman depan dari rumah bergaya Eropa modern itu. Di sekelilingnya ada beberapa tanaman hias dengan berbagai warna bunga yang begitu cantik.


Sebuah gerbang tinggi juga terbentang di hadapan Ellios dan masih tertutup dengan rapat, namun masih bisa menatap halaman rumah megah itu melalui celah besi-besi kokoh dari gerbang utama rumah itu.


Jiu masih saja memejamkan sepasang matanya dan masih memeluk tubuh Ellios dengan kuat dari belakang. Karena sesuatu yang terjadi beberapa saat yang lalu terkesan sangat menakutkan dan aneh untuknya.


"Jiu. Turunkah ... kita sudah sampai di rumahmu." ucap Ellios yang masih berada di atas sepeda kayuhnya.


Jiu mulai membuka sepasang matanya dan mulai melihat sebuah rumah megah yang sangat tidak asing baginya itu. Karena sudah 19 tahun Jiu menempatinya.


Dan sebenarnya Jiu masih tidak percaya karena menurutnya hal itu sangat tidak mungkin dan di luar nalar manusia! Bagaimana mungkin bisa mencapai jarak puluhan kilo meter hanya dengan waktu 5 menit saja dengan menggunakan sepeda kayuh? Sungguh itu sangat tidak masuk akal!