
Ellios mulai kembali mendatangi tempat dimana dia meninggalkan Alisha. Dan rupanya Ellios sudah tak melihat sosok Alisha lagi. Bahkan konser musik itu pun sekarang juga sudah berakhir dan hanya menyisakan sedikit pengunjung saja.
Dengan perasaan yang sedikit cemas, Ellios mulai mencari sosok Alisha di sekitar tempat itu. Ellios mulai menebarkan pandangannya berharap akan segera menemukan sosok Alisha.
Karena tak juga bisa menemukan Alisha, akhirnya Ellios segera menggunakan ponselnya untuk menghubungi Alisha. Namun panggilan itu tak terhubung sama sekali, karena ponsel Alisha malah tidak aktif.
Dan tentu saja hal itu semakin membuat Ellios merasa khawatir luar biasa. Ellios mulai menyisiri kembali setiap tempat di sekitar sini, namun Ellios belum menemukan Alisha juga.
"Kemana kamu, Alisha? Apakah kamu sudah pulang?" gumam Ellios seakan tak perbah lelah untuk mencari Alisha.
Bahkan Ellios juga merasa takut untuk menghubungi kedua orang tua Alisha untuk menanyakan apakah Alisha sudah pulang atau belum.
Hingga akhirnya Ellios memutuskan untuk mulai mencari Alisha di luar taman kota ini. Namun tiba-tiba saja Ellios berniat untuk menggunakan salah satu kekuatan yang dia miliki kembali.
"Lovely! Aktifkan kemampuan mata tembus pandangku lagi!!" titah Ellios karena tak ada pilihan lagi.
[ Apa tuan yakin ingin menggunakannya lagi? Tuan baru saja menggunakannya beberapa saat yang lalu, dan mungkin akan sedikit berpengaruh pada tuan Ellios saat ini. ]
Sahut Lovely mengingatkan Ellios.
"Tak ada pilihan lain. Lagipula akuasih hanya menggunakannya sekali hari ini. Seharusnya tubuhku masih bisa untuk menghadapinya bukan?"
[ Benar sekali, Tuan. Baiklah. Kemampuan mata tembus pandang akan segera diaktifkan.]
DING ...
[ Kemampuan mata tembus pandang telah berhasil diaktifkan. ]
Sahut Lovely disertai dengan sebuah suara notifikasi pengaktifan dari sistem.
Baiklah, fokus cari Alisha dan segera non aktifkan kembali kekuatan mata tembus mata ini. Setidaknya semakin singkat aku memakainya, energiku tak akan terlalu terkuras.
Batin Ellios mulai memejamkan sepasang matanya selama beberapa saat, lalu mulai membukanya kembali. Dan disaat itulah Ellios mulai menebarkan pandangannya kembali menyisiri sekelilingnya dengan radius pandang yang cukup jauh.
"Alisha ... dimana kamu?" gumam Ellios masih menyisiri kembali sekitarnya.
Hingga akhirnya Ellios mulai melihat sosok Alisha yang sedang bersama seorang pemuda yang tak lain adalah senior Kimy. Dan kali ini mereka berniat untuk memasuki sebuah taxi yang sudah mereka hadang.
Karena masih merasa Alisha adalah tanggung jawab Ellios, karena Alisha datang bersama dengan Ellios, Ellios memutuskan untuk segera menghampiri mereka berdua.
SWUHHH ...
Ellios mulai berlari dengan sangat kecang dan menghampiri mereka berdua
"Alisha!!" pekik Ellios yang tiba-tiba sudah berada di dekat mereka berdua setelah sebuah angin yang cukup kencang hadir di antara Alisha dan senior Kimy, seperti seseorang yang memiliki ilmu menghilang saja.
Ellios meraih tangan Alisha karena saat itu Alisha sudah hampir memasuki taxi itu. Alisha yang menyadari kehadiran Ellios, tentu saja merasa sangat terkejut.
"Alisha maaf jika aku sedikit lama, tapi aku tadi sempat mengalami sebuah masalah. Sehingga agak lama kembali. Dan saat aku berusaha untuk menghubungimu, ponselmu sudah tidak aktif. Maaf ..." ucap Ellios berusaha untuk menjelaskannya kepada Alisha, berharap Alisha tak akan marah kepada dirinya.
"Oh iya, ponselku mati karena terjatuh. Dan sekarang malah tak bisa hidup sama sekali" sahut Alisha.
Kini Alisha-lah yang mulai bingung harus memutuskan untuk pulang bersama dengan siapa? Alisha tentu saja ingin pulang bersama dengan Ellios, namun tentu saja Alisha juga merasa segan dengan senior Kimy yang tak sengaja bertemu beberapa saat yang lalu dan sudah menawarkan diri untuk mengantarnya pulang.
"Uhm ... bagaimana kalau kita pulang bersama-sama?" ucap Alisha akhirnya mulai menatap Ellios dan senior Kimy secara bergantian.
"Hhm?" Ellios mulai bertatapan dengan senior Kimy dengan Alis yang sedikit diangkatnya naik. "Aku tidak masalah sih."
"Baiklah. Ayo kita pulang bersama saja! Sudah mulai larut, dan udara juga sudah mulai dingin." jawab senior Kimy dengan tenang.
"Hhm. Baiklah! Ayo!" Alisha tersemyum lebar, membuat lesung pipinya yang cukup dalam mulai terlihat menghiasi wajah ayunya.
Gadis yang memiliki cantik natural itu kini mulai memasuki kursi penumpang dan segera diikuti oleh Ellios. Sedangkan senior Kimy akhirnya duduk di sebelah kursi kemudi.
Selama beberapa saat, tak ada perbincangan yang terjadi diantara mereka, karena semuanya seketika menjadi merasa canggung. Namun akhirnya Alisha berusaha untuk membuka obrolan di tengah suara taxi yang menderu itu.
"Ellios, kamu mengatakan jika kamu mendapatkan masalah tadi? Kalau boleh tau masalah apa itu? Dan mengapa kamu pergi begitu lama?" tanya Alisha yang tentunya juga ingin tau apa yang baru saja dialami oleh Ellios.
"Aku mengejar pencopet itu dan berhasil merebut dompet itu. Namun gadis pemilik dompet itu malah mengira jika aku yang telah mengambil dompetnya. Karena rupanya pencopet itu juga sudah mebgambil uang di dalam dompet itu. Jadi dia membawaku ke kantor polisi terdekat untuk melakukan introgasi." ucap Ellios mencetitakan.
"Oh ya? Lalu bagaimana akhirnya kamu bisa membuktikan jika kamu tidak bersalah, Ellios?" tanya Alisha yang sebenarnya cukup merasa syok setelah mendengarkan cerita dari Ellios.
"Aku meretas rekaman CCTV di dalam warung internet itu, Alisha. Aku membuktikan jika memang aku tidak bersalah. Jadi mereka melepaskan aku ..." jawab Ellios seadany.
"Syukurlah. Tapi bagaimana kamu bisa mendapatkan dompet itu kembali dari pencopet itu, Ellios? Kamu tidak dihajar dia kan? Kamu tidak terluka kan?" kini Alisha mulai terlihat sangat mengkhawatirkan Ellios, terlebih jika Alisha mengingat jika saat ini Ellios masih sakit parah.
Senior Kimy yang sebenarnya menyukai Alisha, kini merasa sangat canggung berada diantara mereka berdua. Hingga akhirnya pemuda yang memang pada dasarnya sedikit pendiam itu hanya memilih untuk diam saja.
"Aku baik-baik saja kok, Alisha. Dan malah pencopet itu memberikan dompet itu kepadaku dengan sukarela. Meskipun aku tak menyadari jika rupanya dia sudah mengambil semua uang cash di dalamnya." ucap Ellios sedikit berbohong agar Alisha tak terlalu mengkhawatirkannya.
"Lain kali kamu jangan pernah melakukan hal berbahaya seperti ini lagi ya! Serahkan saja kepada pihak yang berwajib. Karena itu sangat berbahaya, Ellios." ucap Alisha lagi memohon.
"Hehe ... iya, Alisha ..." sahut Ellios mengusap tengkuknya karena merasa ragu untuk membuat janji itu.
Ellios tak bisa membayangkan bagaimana jika seandainya Alisha tau jika Ellios pernah terjun ke dalam danau Oeschinen saat di Swiis, dan Ellios juga pernah terjun dari jembatan Bay Bridge untuk menyelamatkan Chiesa saat itu.
Semoga saja Alisha tak pernah mengetahui semua itu, atau semua akan sangat aneh ...
Batin Ellios sedikit melirik Alisha.
Setelah mengantarkan Alisha pulang. Kini tinggallah Ellios bersama senior Kimy. Lagi-lagi mereka saling canggung dan hanya berdiam tak saling berbicara. Kalaupun tak sengaja bertemu pandang, maka mereka hanya akan saling melempar senyum dan mengangguk saja.
...⚜⚜⚜...