
Ellios mulai melompat dan menceburkan dirinya di dalam Danau Oeschinen itu begitu saja. Dan tentunya tindakan dari Ellios cukup mengejutkan semua pengunjung Danau Oeschinen hari ini. Karena dianggap nekat dan sembrono.
Bersamaan dengan itu Ellios juga mendengarkan suara dengan Lovely, "Kecepatan super diaktifkan, Tuan."
Ellios mulai menyelam dengan cepat dan segera berusaha untuk mencari gadis itu. Meskipun kecepatan super cepatnya pergerakannya tidak secepat saat di darae, namun kali ini cukup membantu Ellios saat berada di dalam air.
Ellios semakin menyelam ke dasar hingga kedalaman mencapai kira-kira 20 meter. Mungkin karena keterbatasan O² dan jarak pandang pada saat penyelam, semuanya menjadi sedikit gelap untuk Ellios.
Ditambah lagi karena Ellios menyelam terlalu dalam maka cahaya matahari akan sulit menembus ke dalam danau ini.
Sial!! Aku harus segera menemukan gadis itu. Rata-rata orang bisa biasa hanya bisa menahan napas selama 30-90 detik. Namun karena aku yang sudah terbiasa melakukan pelatihan nafas sebelumnya, maka aku bisa bertahan 5 menit saja. Lebih dari itu aku tak bisa menjamin dirku sendiri akan selamar. Ughhh ... cepat temukan dia, Ellios!!
Batin Ellios mulai menyelam dan mengedarkan pandangannya kembali berharap akan segera menemukan gadis itu. Hingga akhirnya kini Ellios yang beruntung mulai menemukan gadis itu yang sudah tak sadarkan diri di dalam air yang gelap dan dalam.
Ahh ... syukurlah aku sudah menemukan gadis itu! Sekarang cepat bawa dia ke permukaan, Ellios!! Kamu sudah menahan nafas hampir 4 menit. Akan sangat berbahaya untuk dirimu!!
Batin Ellios yang mulai berenang ke arah gadis itu dan segera meraihnya untuk membawanya ke permukaan air lagi.
Seharusnya gadis ini masih tertolong. Seseorang yang tenggelam dalam suhu air yang dingin, ada kemungkinan akan terjadi hipotermia. Kondisi tersebut disebabkan oleh suhu tubuh yang berkurang di bawah 35 derajat celsius. Pada situasi itu kemungkinan seseorang untuk selamat dari tenggelam justru bisa meningkat. Alasannya sangat simple! Karena di dalam suhu yang dingin metabolisme tubuh akan melambat sehingga kecepatan kematian sel akibat kekurangan oksigen juga berkurang. Seharusnya seperti itu menurut pemahamanku!
Batin Ellios yang masih berusaha untuk berenang mencapai permukaan air laut.
Arghh ... sedikit lagi!! Aku harus tetap kuat!! Ayo lebih cepat lagi, Ellios!!
Batin Ellios mendongak menatap ke arah atas yang sudah mulai terang karena cahaya mentari mulai terlihat.
Setelah beberapa saat akhirnya Ellios dan gadis itu sudah terlihat di permukaan air. Dan disaat itulah para pengunjung berusaha untuk menolong mereka berdua, karena hingga sampai saat ini tim penyelamat juga belum datang.
Ellios dan beberapa orang mulai membaringkan tubuh gadis yang sudah tak sadarkan diri itu secara terlentang. Karena Ellios mencurigai adanya cedera leher atau kepala pada gadis itu, maka Ellios tidak mengangkat kepala gadis itu, tetapi hanya sedikit membuka rahang gadis itu saja.
Ellios segera memeriksa nadi pada leher gadis itu dengan jari telunjuk dan jari tengahnya. Lalu Ellios juga memeriksa pernafasan dari gadis itu dengan mendekatkan telinganya ke mulut dan hidung dari gadis itu untuk merasakan adanya hembusan udara atau tidak. Namun gadis itu sudah tidak bernafas sama sekali.
Gadis ini sudah terlalu lama terjebak di dalam air, dan juga sudah cukup banyak air yang memasuki tubuhnya. Jika sampai air itu masuk ke dalam paru-parunya itu akan sangat berbahaya.
Batin Ellios lalu mulai menekankan tangannya ke dada bagian bawah gadis itu sekitar dua inci. Ellios melakukannya dan menekannya dengan cukup hati-hati dan tentu saja sudah memperkirakannya dengan sangat matang, agar tidak sampai menekan tulang rusuk gadis itu. Karena Ellios cukup memahami penyelamatan seperti ini sebelumnya.
"Give artificial respiration to the gIrl, Young man! (Berikan gadis itu nafas buatan, Wahai pemuda!)" seorang wanita paruh baya tiba-tiba saja memberikan sarannya untuk Ellios.
"Right! Give him mouth-to-mouth! If we don't do it soon, this girl will literally lose her life. (Benar! Berikan nafas buatan untuknya! Jika tidak segera dilakukan gadis ini akan benar-benar kehilangan nyawanya.)" timpal pengunjung wanita lainnya lagi.
Apa? Nafas buatan? Haruskah aku yang melakukannya?
Batin Ellios kebingungan, namun tiba-tiba saja Ellios menangkap sosok Lovely yang tersenyum lebar menatapnya dari dekat sebuah pohon dan mengangguk-anggukkan kepalanya menandakan menyetujui saran dari para pengunjung itu.
Tidak mungkin!! Masa ciuman pertamaku terenggut begitu saja dengan gadis asing yang sudah hampir menemui sang dewa kenatian ini. Bagaimana ini? Tidak adakah yang bisa menggantikan aku untuk melakukan semua ini?
Batin Ellios dengan raut wajahnya yang terlihat begitu kebingungan dan mengusap tengkuknya.
[ Misi ini akan dianggap berhasil jika tuan Ellios sendiri yang menyelamatkan gadis ini. Jika nafas buatan dilakukan oleh orang lain, maka misi akan dianggap gagal. Dan tuan akan mendapatkan pinalty dari sistem. ]
Tiba-tiba saja mulai terdengar suara Lovely sang boneka sistem pemandunya dalam versi robot gadis. Dan ucapan dari Lovely seketika membuat Ellios mau tak mau harus tetap melakukan semua itu!
Hingga akhirnya Ellios memutuskan untuk memberikan napas buatan untuk gadis bule cantik itu. Ellios mulai menepis rasa gugup dan canggung yang membuat pergerakannya menjadi lambat. Dan kali ini Ellios hanya fokus dan memikirkan misinya saja agar tetap dijalankan dengan baik.
Kini Ellios mulai sedikit memiringkan kepala ke belakang dan mengangkat dagunya. Setelah itu, Ellios mulai menjepit hidung gadis itu hingga tertutup.
Perlahan Ellios mulai mengambil napas normal, lalu mulai menautkan mulutnya pada mulut gadis itu untuk membuat segel kedap udara. Kini Ellios mulai memberikan napas buatan itu beberapa saat, namun rupanya gadis itu masih belum juga bernapas.
Tidak menyerah! Ellios terus mengulangi tindakannya lagi dengan menautkan mulut keduanya kembali, hingga akhirnya kali ini dada gadis itu sedikit terangkat. Ellios segera menghentikkan tindakannya dan kembali menekan bagian bawah dada gadis bule itu kembali.
Hingga akhirnya gadis bule itu mulai memuntahkan cukup banyak air yang sudah masuk ke dalam tubuhnya. Setelah beberapa saat akhirnya gadis itu mulai terbatuk-batuk lalu perlahan membuka matanya.
Arghh ... syukurlah ... gadis ini selamat.
Batin Ellios merasa cukup lega dan tak sadar memegangi bibirnya sendiri karena masih merasa aneh ketika ciuman pertamanya dilakukan bersama seorang gadis yang sama sekali tidak dikenalinya.
Bukan!! Ini bukan ciuman!!
Batin Ellios menolak pemikirannya sendiri.