
Para berandalan yang sedang mengepung Ellios itu sudah bersiap dengan memasang kuda-kuda. Sedangkan Ellios masih terlihat begitu santai, namun tetap waspada dan pandangannya selalu saja mengekori setiap pergerakan mereka.
Salah satu dari berandalan itu kini mulai mengayunkan kaki kanannya ke udara dari atas le bawah dan berniat menyerang bagian kepala Ellios. Namun Ellios berhasil menahannya dengan menyilangkan kedua tangannya di atas kepalanya.
Namun rupanya salah satu dari mereka mulai menyerang Ellios dari sisi belakang. Ellios segera menghentakkan dan mendorong kuat kaki preman di hadapannya dan membuatnya terjatuh ke belakang.
Lalu dengan cepat Ellios segera melayangkan siku kanannya untuk menyambut sang preman yang sedang berusaha untuk menyerangnya dari sisi belakan itu.
BUAKKK ...
"Aarrgghhh ..." preman itu terpental kembali ke belakang dan terjatuh seketika.
Sisa dari ketiga preman lainnya, bahkan berhasil dilumpuhkan oleh Ellios hanya dalam beberapa detik saja. Padahal Ellios hanya sedikit menghindari serangan mereka dengan kecepatan supernya lalu sedikit membalasnya.
Sang bos kini sudah menaiki sebuah meja, lalu mulai melompat tinggi ke arah Ellios. Namun disaat preman itu sudah mendarat di atas lantai, sosok Ellios sudah menghilang begitu saja dari hadapannya.
"Lo?? Dimana dia?" gumam pentolan preman itu kebingungan.
Dengan cepat Ellios segera melompat tinggi dan berhasil mendarat dengan posisi jongkok di atas punggung pria itu.
BUUGGHHH ...
"Ughh ..." rintih pria itu karena Ellios mulai menarik paksa penutup wajah pria itu.
Dan betapa terkejutnya Ellios ketika melihat pria itu rupanya adalah Louise, kakak dari Alisha.
"Kak Louis?" gumam Ellios tak percaya, jika Louis akan nekat untuk melakukan hal seperti ini untuk berusaha melukai dirinya. "Mengapa kak Louis melakukan semua ini padaku?"
"Karena kamu sudah menghancurkan hidupku!! Kamu bahkan sudah berhasil membuat Alisha membenciku!! Kamu bocah yang sangat menyebalkan dan sangat membuatku merasa muak, Bocah sampah!!" geram Louis dengan suara menggelegar dan segera berusaha untuk segera bangun kembali.
Tubuh Ellios sedikit terjatuh terduduk di atas lantai karena masih belum siap dan masih merasa cukup tekejut. Dengan cepat Louis segera melompat dan menimpa tubuh Ellios.
Louise menarik kerah baju Ellios dan segera menghantamkan tinjunya mengenai wajah Ellios dengan sekuat tenaganya.
"Gara-gara kamu Jiu meninggalkan aku!!" timpal Louis kembali mengayunkan tinjunya lagi.
BUAKKK ...
"Gara-gara kamu aku harus mengundurkan diri dari kampus Todai!!"
BUAKKK ...
Ucap Louise kembali mengayunkan tinjunya kembali dan mengenai wajah Ellios.
"Dan sekarang!! Gara-gara kamu Alisha sekarang sangat membenciku dan lebih memilih orang asing sepertimu dibanding kakaknya sendiri!!" teriak Louis berusaha untuk kembali melayangkan tinjunya.
Namun kali ini Ellios menangkap tinju itu dengan tangan kirinya dan menatap tajam Louis.
"Ciihh ... jangan berani mengguruiku!! Aku peringatkan kepadamu!! Jauhi Alisha!! Sampai kapanpun aku tak akan pernah merestui kalian berdua!! Jika sampai aku melihatmu masih besama dengannya, jangan kaget jika aku akan melakukan sesuatu yang sangat di luar dugaanmu!! Camkan itu baik-baik!!" ancam Louis masih melotot menatap Ellios.
"Kali ini aku akan melepaskanmu!! Tapi selanjutnya aku tak akan melepaskanmu lagi jika kamu tidak mematuhi perintahku!! Aku bukan hanya akan melukaimu saja!! Tapi ibu tersayangmu atau teman-temanmu ... mungkin akan menjadi targetku selanjutnya!!"
Setelah mengucapkan kata-kata itu, Louis menghempaskan kasar tubuh Ellios dan segera meninggalkannya begitu saja.
BRRUGGHH ...
Ellios terdiam dan tak bisa berbuat apa-apa.saat ini. Karena saat ini Ellios mulai mengkhawatirkan ibu maupun teman-temannya. Sebuah pilihan yang cukup sulit. Karena Ellios juga begitu berat untuk meninggalkan Alisha.
[ Misi gagal dilakukan. Tuan Ellios akan mendapatkan pinalti berupa pengurangan beberapa poin kemampuan dan sisa usia. ]
Ucapan dari Lovely sama sekali tak dihiraukan oleh Ellios. Semua itu sangat tak dipikirkannya saat ini. Karena di dalam hidupnya, sesuatu yang paling berharga adalah ibunya!! Tak ada yang lainnya lagi!!
Setelah cukup lama, kini dengan hati yang begitu kalut, kini Ellios mulai bangkit dari duduknya dan segera meraih ranselnya yang tergeletak tak jauh dari dirinya berada. Kakinya mulai dilangkahkannya untuk meninggalkan gudang ini.
Sebuah jalanan yang sudah cukup sepi dilaluinya begitu saja masih dengan suasana hati yang begitu kalut dan masih bimbang. Angin malam berhembus dengan begitu dingin dan menusuk hingga sampai ke tulang.
Beberapa kali ponselnya berdering, namun Ellios sama sekali tak ingin melihat nama si pemanggil ataupun mengangkatnya. Seakan tak pernah merasa lelah, pemanggil itu terus saja melakuka panggilannya lagi.
Karena merasa cukup penasaran, akhirnya Ellios mulai meraih benda pipih itu dan melihat nama si pemanggil. Ellios menghembuskan nafas kasarnya ke udara dan mulai menghentikkan langkah kakinya saar melihat nama si pemanggil yang menunjukkan nama Alisha.
Setelah beberapa saat, akhirnya Ellios mulai memutuskan untuk mematikan ponselnya dan segera menyimpannya kembali. Tak beberapa lama ada sebuah taxi berwarna kuning lembut mulai melintas tak jauh dari Ellios. Dengan cepat Ellios segera menghadangnya.
"Tolong antarkan aku ke perumahan Azabu, Pak!" perintah Ellios kepada sopir taxi itu setelah Ellios masuk ke dalamnya.
"Baik, Tuan." sahut sopir taxi itu mulai mrnjalankan kembali taxinya.
...⚜⚜⚜...
Bonus part saat Alisha sedang menonton live concer perayaan ulang tahun Diamond Entertaiment di rumahnya bersama dengan ibunya.
Wajah ayu Alisha terlihat begitu berbinar disaat melihat kekasih hatinya sedang menyanyikan sebuah lagu yang begitu menyentuh itu. Seakan-akan lagu itu sedang dinyanyikan Ellios untuknya.
Karena lirik dari itu lagu itu begitu manis, dan seakan mewakili perasaan Ellios untuk Alisha. Bahkan bukan hanya Alisha saja yang terlana akan performance Ellios yang begitu luar biasa!!
Namun, ibu Alisha yang sedang menyaksikan acara live concer itu bersama dengan Alisha juga begitu terpana akan sosok Ellios yang seketika menjadi sangat berubah dan tidak seperti biasanya! Ellios menjadi lebih tampan dan bersinar saat di atas panggung. Bahkan ibu Alisha masih saja merasa ragu dan tak percaya jika pemuda itu adalah benar-benar Ellios!
"Benarkah pemuda itu adalah Ellios, Alisha?" tanya ibu Alisha masih sangat ragu.
"Hhm. Iya, Ibu ..." jawab Alisha dengan wajahnya yang begitu berbinar dan masih menatap lekat layar TV LED di hadapannya itu.
"Wah ... ibu sungguh tidak menyangka jika Ellios bisa menyanyi! Suaranya juga lumayan. Dan penampilannya juga sangat keren seperti seorang idol pada umumnya! Wah calon menantuku rupanya bukan hanya genius saja. Namun ternyata sangat tampan dan mempesona ..." ucap ibu Alisha begitu antusias.
Ucapan dari sang ibu tentu saja membuat Alisha seketika merasa malu, namun mereka berdua masih terus menonton acara itu, meskipun saat ini sudah berganti dengan idol lainnya yang sedang melakukan sebuah performance.