
"Whoa ... ini keren sekali!! Rasanya ini seperti mimpi saja. Aku kira aku sudah tak memiliki kesempatan lagi untuk melihat desa Grindelwald di Swiss." ucap Ellios masih menatap cakrawala indah yang terbentang di hadapannya saat ini.
"Andai saja ayah masih ada ..." gumam Ellios mulai mengingat sosok ayahnya yang semasa muda sang ayah pernah bekerja di desa Grindelweld sebelum menikahi Suzuna. "Terima kasih ya, Lovely ... karena sudah membuatku melihat semua ini." imbuh Ellios dengan tulus.
"Sama-sama, Tuan. Apa tuan tidak ingin berjalan-jalan di sekitar sini?" tanya Lovely yang masih berdiri tepat di samping Ellios.
"Tidak, Lovely. Lebih baik kita segera pulang saja. Ibu pasti akan sangat khawatir saat melihatku sudah tidak ada di dalam kamar sepagi ini. Kasihan ibuku jika terlalu khawatir." ucap Ellios memutuskan untuk segera kembali ke Jepang.
"Ha?? Pergi ke Swiss hanya melihat desa Grindelweld dari jendela sebuah rumah saja? Apa tuan Ellios sedang bercanda?" tanya Lovely cukup kebingungan akan keputusan yang diambil oleh Ellios.
"Hhm. Mau bagaimana lagi. Ibuku merasa jika aku adalah satu-satunya hal yang paling berharga di dalam hiduonya. Pasti ibu akan khawatir jika aku tiba-tiba saja menghilang." Ellios menyauti dengan datar dan mulai berbalik menatap seisi kamar di dalam rumah bergaya Eropa itu.
"Lagipula malam ini Alisha akan datang untuk makan malam di rumah. Tidak mungkin aku tidak menemui Alisha. Atau ibu akan semakin curiga padaku." ucap Ellios lagi.
Namun tiba-tiba saja Lovely malah tertawa renyah karena menurutnya Ellios cukup lucu karena telah berpikir seperti itu. Yeap, jika dengan nalar dan logika, Jepang-Swiss memang cukup jauh, sangat jauh malahan!
Namun tidak untuk seorang boneka pemandu sistem Lovely. Baginya tak ada yang mustahil di dalam dunia saat ini. Jika Lovely saja bisa memberikan sebuah kecepatan cahaya untuk Ellios, maka membawa Ellios untuk pergi ke Swiss hanyalah dalam kedipan mata saja.
CLING ...
"Tuan Ellios tenang saja! Ibu tuan Ellios tidak akan khawatir dan mencari-cari tuan kok. Semua akan baik-baik saja." ucap Lovely mulai membuka telapak tangan kanannya dan sedikit memainkannya berputar hingga jemarinya mulai menggenggam dengan jari telunjuk terbuka ke atas.
Sebuah cahanya putih kebiruan diiringi dengan atmosfer yang terlihat begitu kuat dan kentara terlihat pada jemari Lovely. Entah apa yang senenarnya sedang dilakukan oleh boneka pemandu sistem Lovely.
"Huft ... bagaimana kamu bisa seyakin itu, Lovely? Padahal baru pulang dan terlambat sedikit saja ibu selalu ngomel panjang lebar." celutuk Ellios dengan wajah ditekuk.
"Percaya deh padaku, Tuan! Bahkan tuan Ellios masih bisa kok nanti malam bertemu dengan Alisha untuk makan malam bersama." ucap Lovely meyakinkan Ellios.
"Apa kau yakin itu, Lovely?" tanya Ellios mulai beralih menatap Lovely.
"Hhm. Tentu saja aku sangat yakin, Tuan. Apakah selama ini ada hadiah dari sistem yang sudah pernah aku berikan ada yang membuat tuan merasa tidak yakin dan tidak percaya? Kekuatan, kecepatan, tubuh atletis, dan beberapa kemampuan yang tuan miliki, semuanya nyata bisa tuan rasakan bukan? Apakah ada yang masih membuat tuan Ellios kurang mempercayainya?" Lovely memberikan pertanyaan retoris yang tentu saja jawabannya sudah pasti dimenangkan olehnya.
"Kau benar sekali, Lovely! Seharusnya semua hal itu sangat mudah untukmu bukan. Hhm ... baiklah!! Aku mandi dulu dan segera kita bisa berjalan-jalan melihat sekitar!!"ucap Elliossangat bersemangat.
...⚜⚜⚜...
Ellios dan Lovely mulai berjalan-jalan melihat desa Grindelweld yang begitu menyerupai negeri dongeng itu. Begitu memanjakan mata dan udaranya juga terasa sangat segar.
Ellios dan Lovely masih terlihat berjalan-jalan dengan langkahnya yang santai. Sesekali Ellios juga terlihat mengambil beberapa potret melalui kamera pada ponselnya. Namun hanya pemandangan alam saja yang difoto oleh Ellios, bukan self camera. Karena Ellios memang kurang suka untuk berfoto.
Ellios juga memutuskan untuk menaiki sebuah fasilitas yang sudah disediakan, yaitu sebuah gondola. Dengan gondola ini, kini Ellios dan Lovely mulai mendatangi Bachalpsee.
Setelah itu Ellios dan Lovely sedikit berjalan kaki dari halte gondola di First untuk melihat danau Alpine yang begitu menakjubkan. Sebenarnya jika ditempuh dengan jalan kaki wajar akan memakan waktu sekitar satu jam perjalanan.
Bachalpsee berada di ketinggian 2.265 meter. Perairan yang memantulkan cahaya dengan tepian berumput, dan latar belakang gunung membentuk pemandangan Alpine yang sesungguhnya. Dan tentunya sangat memukau dan luar biasa!!
Saat langit cerah, Schreckhorn yang perkasa, Wetterhorn, dan Finsteraarhorn akan terpantul dengan sempurna di air.
Ellios masih saja terkagum-kagum menyaksikan panorama di hadapannya saat ini. Udaranya begitu sejuk dan menyegarkan. Sesekali Elliosjuga mulai duduk dengan kaki bersilang, bahkan mulai berbaring di atas rerumputan hijau itu.
"Lovely, apa tidak ada misi saat aku sedang berada di desa Grindelweld?" tanya Ellios masih berbaring dan menggunakan kedua tangannya sebagai bantalannya.
"Misi hari ini ya ... hhm ... belum waktunya tiba, Tuan. Sebaiknya nikmati saja dulu keindahan ini." jawab Lovely yang masih berdiri menatap danau indah di hadapannya dengan kedua tangannya diangkat ke atas serta wajah cantiknya juga terlihat begitu berbinar.
"Hhm ... baiklah." sahut Ellios merasa sedikit lega.
Ellios masih terlihat begitu menikmati udara segar pegunungan, air yang begitu jernih di danau ini, serta panorama danau dengan dikelilingi pepohonan yang sangat luar biasa.
Namun tiba-tiba Ellios mulai duduk kembali dan mulai memikirkan sesuatu untuk memanfaatkan sesuatu, selagi dia masih berada di Swiss.
"Lovely! Aku ingin membeli oleh-oleh untuk ibu dan Jullian. Antar aku ke tempat itu ..." perintah Ellios mulai berdiri kembali.
"Baiklah. Ayo pergi berbelanja!!" jawab Lovely sangat bersemangat. "Pejamkan mata tuan Ellios dan jangan pernah membukanya sebelum aku menyuruh tuan untuk membuka mata!"
Tanpa banyak bertanya dan melakukan protes, Ellios langsung memejamkan sepasang matanya seperti yang sudah diperintahkan oleh Lovely.
Kini Ellios merasakan jika Lovely mulai menggenggam kedua jemarinya. Jemari Lovely terasa sedikit dingin, tapi itu wajar saja sih. Karena biasanya juga sering seperti itu.
Hanya dalam beberapa detik saja, Lovely mulai memberikan instruksi untuk tuannya membuka mata kembali, "Sudah. Tuan bisa membuka mata tuan kembali."
Ellios mulai membuka sepasang matanya. Dan kini mereka berdua sudah berada di pinggiran sebuah jalan yang dipenuhi dengan pepohonan indah di sepanjang jalan itu.
Di sepanjang jalan ini banyak sekali terlihat pertokoan, butik, kafe, restoran, hotel, dan tempat-tempat penjualan barang-barang branded.
"Bahnhofstrasse?" gumam Ellios takjub menatap pertokoan-pertokoan elit yang sudah berjejer di hadapannya itu.
"Benar sekali, Tuan Ellios!" jawab Lovely yang rupanya juga mengetahuinya.
Bahnhofstrasse merupakan salah satu jalan utama di pusat kota Zurich yang terkenal akan pusat perbelanjaan mahal dan istimewa di dunia.
Di kawasan ini, terlihat lebih banyak orang yang berlalu lalang. Entah sekadar jalan-jalan maupun membeli sesuatu yang mereka inginkan.
Sebenarnya pertokoan ini ditujukan untuk orang-orang kelas menengah hingga ke atas, sehingga banyak sekali barang mewah yang dijual di tempat ini. Dan hal ini yang membuat Ellios mulai ragu untuk memasuki salah satu dari pertokoan elite itu.