To Be An Immortal Human By System

To Be An Immortal Human By System
Melawan Louise !!!



Setelah membantu Jiu, akhirnya Ellios memutuskan untuk segera kembali ke kelas selanjutnya yang menjadi kelas terakhirnya hari ini.


Namun rupanya profesornya berhalangan hadir saat ini, hingga akhirnya seorang asisten profesor menggantikan kelas hari ini. Dan rupanya asisten itu adalah Kimy, pemuda yang pernah Ellios lihat bersama dengan Alisha.


Sebenarnya hal ini cukup mengganggu Ellios, kerena pemuda bernama Kimy itu lebih sering memberikan perhatian lebih untuk Alisha jika dibandingkan untuk para mahasiswa ataupun mahasiswi lainnya.


Rasa kesal dan ketidaknyamanan Ellios sepertinya diketahui oleh Jullian yang memang selalu duduk di dekat Ellios.


"Ellios, sepertinya dia memang menyukai Alisha. Kamu sering melihat senior itu bersama dengan Alisha bukan?" ucap Jullian setengah berbisik.


Ellios tidak menjawab ucapan dari Jullian, namun hanya sesekali melihat Kimy yang memang sering mendatangi meja Alisha.


...⚜⚜⚜...


Saat jam kuliah berakhir, rupanya Ellios segera menghampiri Alisha untuk mengajaknya pulang bersama.


"Alisha ..." ucap Ellios disaat mereka melenggang bersama melewati sebuah koridor kampus.


"Ya, Ellios ..." sahut Alisha diiringi sebuah senyuman manisnya yang memperlihatkan sepasang lesung pipinya yang dalam.


"Kau mau kemana setelah ini? Biarkan aku mengantarmu."


"Tidak ada. Aku hanya ingin segera pulang saja, karena ibu memintaku untuk segera pulang hari ini." jawab Alisha seadanya.


"Ada apa? Apa kalian akan menghadiri sebuah acara? Atau apakah ada sebuah acara di rumah?" tanya Ellios ingin tau.


"Hanya untuk membantu memasak saja kok. Kebetulan hari ini akan ada saudara sepupuku dan kedua orang tuanya yang akan menginap di rumah." jawab Alisha lagi.


"Oh begitu ya. Ya sudah, kalau begitu biar aku antarkan pulang. Yuk!" ajak Ellios mulai meraih tangan Alisha dan mengajaknya untuk ke halaman parkiran.


Ellios mulai mengantarkan Alisha dengan menggunakan motornya dan mengendarainya dengan kecepatan standar. Tak membutuhkan waktu yang lama, kini Ellios sudah menghentikan laju motornya di depan sebuah rumah bercat putih yang cukup besar dan juga mewah. Karena sebenarnya Alisha adalah seorang gadis yang memiliki kekayaan di atas rata-rata.


"Baiklah. Kalau begitu aku akan pulang dulu ya ... tolong sampaikan salamku untuk bibi ya, Alisha. Kapan-kapan aku akan mengunjunginya lagi." ucap Ellios tanpa ragu dan tak lagi takut akan ancaman dari Louis.


Mendengar ucapan dari Ellios membuat Alisha tersenyum lebar dengan wajah yang begitu berbinar. Lalu gadis itu mulai mengangguk pelan.


"Baiklah. Aku akan sampaikan untuk ibuku. Kamu berhati-hatilah di jalan. Jangan lupa untuk menghubungiku ketika sudah sampai di rumah." ucap Alisha dengan manis.


"Hhm. Baiklah ... sekarang masuklah ..." ucap Ellios dengan senyum tipis dan sengaja menyuruh Alisha untuk segera masuk dulu, karena Ellios merasa jika saat ini dirinya sedang diawasi oleh seseorang.


Nanum tanpa banyak bertanya, Alisha hanya tersenyum dan mengangguk saja lalu mulai memasuki rumahnya.


Setelah beberapa saat, seorang pemuda bertubuh kekar dan besar bak seorang atlit American football mulai melenggang dan mendatangi Ellios seperti perkiraannya sebelumnya.


Dan pemuda itu adalah Louis. Louis masih menatap Ellios tajam dan menyeringai menakutkan sambil melangkah semakin mendekati Ellios.


"Hei kutu buku sampah!!" hardik Louis dengan suara besarnya yang biasanya selalu sukses untuk membuat nyali Ellios menciut. "Kau benar-benar sudah mengabaikan peringatanku rupanya ya. Bagus ... bagus!! Sepertinya kamu ingin melihat ibu tersayangmu atau teman-teman tersayangmu menderita ya. Hhmm ..."


"Jika sampai kakak berani menyentuh dan menyakiti mereka, maka aku tak akan segan-segan lagi kepada kak Louis! Aku akan membongkar semua kedok kakak di depan orang tua kakak dan melaporkannya kepada polisi! Atau aku sendiri yang akan membuat kakak jera!" ucap Ellios menandaskan dengan membuat suaranya terdengar lebih tegas.


"Dan asal kakak tau! Aku tak akan pernah meninggalkan Alisha lagi!!" imbuh Ellios menandaskan kembali.


[ Misi akan segera dimulai kembali, Tuan Ellios! Misi kali ini adalah tuan Ellios harus bisa membuat Louis jera dan tak mengganggu tuan lagi. Semoga misi kali ini tuan bisa menyelesaikannya dengan baik. ]


Tiba-tiba saja mulai terdengar ucapan Lovely dengan begitu jelas.


Kali ini aku harus berhasil!! Aku tidak boleh gagal dalam misi kali ini! Dan aku harus berhasil membuat kak Louis jera! Ayo, Ellios! Lakukan semuanya dengan benar kali ini!


Batin Ellios mengepalkan kedua tangannya.


"Ayo kita berduel, Kutu buku! The winner takes all. Bagaimana? Apa kamu setuju?" ucap Louis dengan sebuah seringai dan terlihat begitu meremehkan Ellios.


"Baiklah!! Ayo kita lakukan!! The winner takes all!! Aku harap kak Louis menepati ucapan kakak!" sahut Ellios menekankan.


"Cihh!! Tentu saja aku akan memegang ucapanku!! Karena aku adalah pria sejati yang akan selalu memegang setiap omonganku!! Dan sebaiknya kamu bersiaplah untuk kalah dariku, Kutu buku!!" ucap Louis dengan penuh percaya diri.


Kini mereka berdua mulai mengunjungi sebuah tempat, yaitu sebuah lapangan yang berada tak jauh dari rumah Louis. Dan mereka akan berduel untuk menentukan sebuah keputusan yang akan mereka ambil setelah menentukan sang pemenang.


Louis terlihat sudah bersiap dengan memasang kuda-kuda. Sementara Ellios masih hanya berdiri dengan tegap dan terlihat santai. Namum sepasang matanya selalu mengekori setiap pergerakan dari Louis.


Lovely, aktifkan kemampuan berlari super cepatku!


Batin Ellios mulai memberikan titahnya untuk sang sistem pemandunya.


[ Baik, Tuan. Kemampuan berlari super cepat akan segera diaktifkan. ]


DING ...


[ Kemampuan berlari super cepat telah berhasil diaktifkan, Tuan. ]


Ucap Lovely dengan bagitu patuh.


Baiklah! Fokus dan lakukan semuanya dengan baik, Ellios!! Jangan sampai kamu gagal lagi dalam misi kali ini!


Batin Ellios masih mengekori pergerakan dari Louis yang sekarang sudah berlari dengan begitu cepat ke arah Ellios dengan tangan kanannya yang terbuka dan berusaha untuk melakukan tackle super kuatnya.


WUSHH ...


Namun sosok Ellios tiba-tiba saja menghilang dari hadapan Louis. Sehingga tackle super kuat milik dari Louis hanya berakhir dengan sia-sia saja. Louis mulai terlihat kebingungan dan mencari sosok Ellios kembali.


"Sial!! Dimana kutu buku itu?! Pergi kemana dia?! Mengapa bisa menghilang dengan begitu cepat?!" gumam Louis kebingungan.


"Apa kakak sedang mencariku? Kakak salah menentukan arah serangan kakak. Karena aku ada disini." ucap Ellios dengan senyum tipis.


Dan kali ini Ellios sudah berada di belakang Louis. Dengan cepat Louis segera berbalik dan menatap Ellios dengan raut wajahnya yang terlihat begitu keheranan.


Bagaimana mungkin kutu buku sialan itu bisa berada disana? Aku sangat yakin aku sudah menyerang pada arah yang tepat!


Batin Louise kebingungan.