
GREPP ...
Oichi mulai menarik lengan Ellios dan mengajaknya naik ke atas panggung begitu saja dan langsung menyodorkan sebuah microphone untuk Ellios.
Sementara Ken dan beberapa personil lainnya juga mulai bersiap dengan at musik masing-masing. Seperti biasa, kali ini Ken akan memainkan gitar.
"Ken sudah mengatakan padaku jika kamu sangat keren saat bernyanyi. Lagipula kamu juga mempunyai kemampuan dari sistem bukan? Hehe ... aku sudah mengetahui semua lo ..." bisik Oichi pelan sekali.
Nah loh, ucapan dari Oichi sudah menjadi sebuah skak mat untuk Ellios. Jadi mau tak mau dia harua tetap melakukan penampilan ini bersama dengan Oichi.
"Lovely, tolong aktifkan kemampuan bernyanyiku ..." titah Ellios begitu lirih.
Namun Oichi yang berdiri tepat di sampingnya tersenyum tipis dan menyikut lengan Ellios, "Kamu curang, Ellios ..." ucap Oichi malah menggoda Ellios dan membungkam mulutnya dengan tangan kirinya karena menahan tawa.
Ellios yang kepergok hanya meringis dan mengusap tengkuknya saja.
[ Baik, Tuan Ellios. Kemampuan menyanyi akan segera diaktifkan. ]
DING ...
Permainan dari alat musik mulai terdengar dan saling bersahutan satu sama lain menghasilkan melodi yang begitu indah.
Kali ini Oichi akan menyanyikan salah satu lagunya sendiri yang sebenarnya harus dinyanyikan bersama dengan seorang penyanyi pria.
"Some people want it all. But I don’t want nothing at all. If it ain’t you, Baby. If I ain’t got you, Baby. Some people want diamond rings. Some people just want everything. But everything means nothing to me, if I ain’t got you, yeah~~" suara Oichi yang begitu lembut dan sangat memukau seakan telah menyihir para pengunjung kedai ayam krispi ini.
Mereka begitu menikmati suara emas Oichi bahkan sampai melupakan aktifitas memakannya. Para pengunjung pria yang pada awalnya datang bersama kekasihnya, kini seakan melupakan sang gadis yang saat ini duduk di hadapannya dan malah memandangi Oichi dari kejauhan.
PLAAKK ...
"Ada apa? Mengapa kamu malah menamparku, Sayang?" protes pria itu.
"Dasar mata keranjang! Jelas-jelas ada aku di hadapanmu! Tapi kamu malah memandangi Oichi seakan tak ada gadis lain selain dia!" gerutu sang gadis.
Peperangan kecil antara pasangan muda itu masih saja terus terjadi, dan tidak akan mungkin kita tulis sampai mereka berbaikan kembali bukan? Hehe ...
“And, yes ... you'll be the only one. Cause no one can deny. This love I have inside. And I'll give it all to you. My love, my love, my love. You are my endless love.” Oichi kembali melantukan lirik demi lirik kembali dengan begitu indah dan membuat hampir dari mereka semua yang berada di dalam kedai ini ikut bernyanyi bersama.
"You make my heart feel like it's summer. When the rain is pouring down, you make my whole world feel so right when it's wrong. That's how I know you are the one. Please don't go away from me like the spring that leaves me. Stay with me always and forever." kali ini Ellios mulai melantunkan lirik lagu bagiannya dengan suara merdunya yang begitu lembut dan jernih.
"So, i say a little prayer. And hope my dreams will take me there. Where the skies are blue. To see you once again, my love. Overseas, from coast to coast. To find a place I love the most. Where the fields are green.To see you once again, My love"
Sebuah lirik penutup dinyanyikan oleh Oichi untuk mengakhiri performance itu. Sorakan riuh dari para pengunjung kedai terdengar saling bersahutan. Beberapa dari mereka juga ingin segera mendekati Oichi hanya untuk mengambil beberapa foto.
[ Mission succesed. Selamat, Tuan Ellios. Tuan mendapatkan reward ganda. ]
Hhm. Aku akan memeriksanya ketika di rumah saja nanti.
Jawab Ellios di dalam hati.
Setelah Oichi menyanyikan sebuah lagu lagi, kini Oichi segera berpamitan kepada mereka semua karena masih ada beberapa pekerjaan yang harus dia selesaikan hari ini.
...⚜⚜⚜...
"Hufftt ... akhirnya tutup juga kedai ayam krispi ini. Akhirnya aku bisa bernafas ..." celutuk Date sambil menyandarkan kepalanya di atas meja yang sudah bersih, kinclong, dan harum.
"Huft ... padahal kamu yang paling lama datang! Memang dari tadi kamu tidak bernafas ya!" celutuk Jullian sewot karena seharian ini Date-lah yang paling terlambat datang dan membantu.
"Ahaha ... aku bernafas sih dari tadi. Hanya saja kali ini aku bisa bernafas dengan lebih tenang dan lega. Hehe ..." sahut Date mulai duduk kembali dan meneguk minuman soda dinginnya.
"Sepertinya aku tidak sanggup lagi untuk menyetir mobil. Bolehkah aku menginap di rumahmu saja, Ellios?" tanya Kakei yang sudah terlihat begitu kelelahan.
"Aku juga. Rasanya aku sudah mengantuk sekali. Aku tidak sanggup lagi menyetir mobil. Hoam ..." sahut Ken menguap lebar dam merentangkan kedua tangannya.
"Kalau begitu aku juga akan menginap deh!!" timpal Jullian tak mau kalah.
"Wah ... baiklah jika kalian mau menginap. Tapi rumahku sangat jauh dari pemikiran kalian. Rumahku sangat kecil, pengap dan sederhana. Apa tidak masalah untuk kalian?" ucap Ellios khawatir jika teman-temannya akan merasa kurang nyaman.
"Tidak peduli seberapa mewah, seberapa lengkap furniture mewah yang berada di dalam rumah itu. Yang terpenting adalah rumah itu bisa melindungi dari panas dan dingin. Serta ada kehangatan di dalamnya, maka siapapun pasti akan merasa betah untuk tetap berada di dalamnya." jawab Kakei tiba-tiba.
"Wow. Ucapanmu sungguh keren sekali, Kakei!!" ucap Ken mulai melek kembali, karena pertama kalinya Ken melihat Kakei yang selalu terlihat dingin kini malah berbicara dengan begitu hangat dan sangat berbobot.
"Huft ... kalian para pria mau menginap. Lalu aku bagaimana?" gerutu Jiu menatap para pemuda itu dengan wajah cemberut.
"Jiu, aku bisa mengantarmu! Ayo aku antar!!" ucap Date kembali bersemangat, karena sejak awal mengenal, sepertinya Date memang begitu tertarik dengan Jiu.
"Huft!! Ya sudah!! Ayo!! Semua ... aku pulang dulu!" ucap Jiu mulai bangkit dari bangkunya dan menggendong slingbag putihnya.
"Oh iya. Hati-hati, Jiu. Dan terima kasih sudah membantu kedai ibuku hari ini." ucap Ellios dengam tulus dan ikut berdiri.
"Hhm. Okay! Terima kasih juga sudah mentraktirku. Aku kenyang sekali malam ini. Tapi awas saja jika berat badanku naik, kamu harus bertanggung jawab ya, Ell!!" ucap Jiu menggoda Ellios.
"Eh? Tanggung jawab? Bagaimana caranya aku mengambil lemak dari tubuhmu?" jawab Ellios konyol dan malah semakin membuat Jiu tertawa kecil dan mulai melambaikan tangannya.
"Aku pulang. Bye ..."
...⚜⚜⚜...