The Archon

The Archon
Manusia Vs Demigod Part 2



Didaratan yang luas sedang terjadi benturan dari kedua orang yang memiliki otoritas tertinggi dalam pasukan. Tombak yang telah Aslav lontarkan dapat Yoga tahan dengan baik dan membuat tusukan dari tombak tersebut hanya menggores perisai Yoga. Berkat penerimaan serangan yang telah Yoga lakukan dengan baik, membuat dirinya tidak perlu bersusah payah untuk mengadu kekuatan dengan serangan pertama Aslav. Yoga hanya mengarahkan perisai kearah samping luar disaat ujung tombak milik Aslav menyentuhkan perisai miliknya yang mana membuat titik berat pada tusukan tersebut teralihkan kesamping.


Aslav yang seranganya dipatahkan dengan mudah, begitu tertarik dengan respon pertahanan yang dilakukan oleh Yoga.


"Hee... boleh juga.." Kata Aslav setelah ia berbalik kembali kepada Yoga.


"Hanya segitu?" Tantang Yoga tersenyum dibalik perisainya.


"Aku baru kali ini menemui prajurit ras manusia bisa mengimbangi tusukan tombak ku.." Senyum Aslav berdiri dengan sombong.


"Tapi.. Coba ini!" Sambung Aslav dan segera melancarkan kembali serangan.


Pertarungan sengit pun terjadi, kedua kubu hanya bisa menyaksikan pertempuran satu lawan satu tersebut dari kedua sisi yang berbeda. Mereka begitu terkejut dengan pertarungan yang sangat intense tersebut. Kekuatan serangan yang telah dilancarkan oleh Aslav selalu dapat Yoga terima dengan baik. Kekuatan mereka berdua sudah berada jauh diatas rata - rata prajurit biasa, setiap kali Aslav membenturkan tombaknya kearah perisai Yoga, sebuah kecamukan force dari mereka terdua terlihat terberai karena benturan kekuatan tersebut.


"Ini sangat hebat! Apa ini kekuatan dari seorang pendamping?!" Dalam benak Albert terkejut melihat pertarungan tersebut.


"Kalau Yoga bisa bertarung sampai seperti itu, apa aku juga bisa?" Sambung Albert dalam hatinya.


Ia pun melihat kedua tangannya karena ingin mencoba kekuatan yang telah ia dapat dari kejadian sebelumnya. Setelah beberapa saat ia menatap kedua tangannya, ia pun beralih menatap kearah kubu demigod yang masih belum melakukan apa - apa. Albert yang pensaran dengan kekuatannya pun mengangkat kedua tangannya keatas dan mengeluarkan skill forcenya. Sebuah rapalan sihir kecil yang muncul diatas dirinya pun kian melebar, force berwarna merah menyerupai api perlahan menunjukan eksistensinya. .


"Heya!" Teriaknya sambil mendorong rapalan force tersebut keatas.


Sebuah peluru api yang cukup besar keluar dari rapalan tersebut dan menjulang tinggi keatas lalu menukik kearah kubu demigod. Para demigod yang saat itu begitu terkejut dengan datangnya sebuah serangan tiba - tiba dengan konsentrasi force tinggi tidak bisa berbuat banyak. Mereka hanya bisa terkejut dan terdiam kaku menatap force api yang seperti meteor jatuh itu datang menghampiri mereka.


Sebuah ledakan hebat pun terjadi dikubu demigod, serangan itu mampu membunuh beberapa prajurit demigod yang tidak sempat menghindari datangnya serangan tersebut dan juga serangan itu mampu membuat tanah yang menjadi pendaratan serangan tersebut berubah menjadi sebuah lubang dengan api yang masih menyala. Sorakan dari ras manusia yang menyaksikan pasukan dari demigod terbunuh dengan satu serangan Albert menyerukan medan pertempuran tersebut.


Aslav yang saat itu sedang bertarung sengit dengan Yoga pun memilih menjaga terlebih dahulu untuk menyaksikan dampak dari serangan tersebut.


"Fiu~~~~" Aslav bersiul melihat tempat serangan itu jatuh.


"Sepertinya dia salah satu pendamping.." Toleh Aslav kearah Albert yang perlahan mulai menunjukan lambang demiclesnya.


Para ras manusia yang baru pertama kali melihat lambang itu begitu terkejut dan terkesima dengan keindahan lambang demicles yang berwarna ungu tersebut.


"Inikah kekuatan yang melegenda itu?" Tanya Rudy saat melihat kekuatan sekaligus lambang utuh demicles tersebut.


Albert begitu terkejut dengan kekuatan force yang meningkat bergitu pesat, ia merasa kalau tubuhnya dipenuhi oleh force yang sangat banyak, tubuh yang sakit pun sudah tidak lagi merasakan sakit saat mengeluarkan force yang cukup banyak.


"Ini hebat.. Kekuatan yang diberikan oleh tuan Rado benar - benar hebat.." Ia terdiam senang sambil melihat kembali kearah kedua tangannya.


"Hee... ternyata benar dugaan ku.. dia seorang pendamping" Senyumnya saat melihat Albert.


"Lihat kemana kau!"


Spontan Yoga menusukan pedangnya tepat keara wajah Aslav, namun Aslav dengan cepatnya menghindari serangan itu dengan melompat kebelakang.


"Hoi... Kau tidak sopan ternyata" Senyum Aslav melihat kearah Yoga yang sedang bersungguh - sungguh.


"Itu salah mu karena tidak fokus.." Yoga tersenyum kearahnya.


"Apa dia pendamping Archon mu?" Tanya Aslav kepada Yoga mengenai Albert.


"Ya.. kau benar.." Senyum Yoga sambil sedikit merendahkan kuda - kudanya karena ingin menyerang Aslav.


Yoga pun melesat terlebih dahulu kali ini untuk menyerang Aslav dengan pedangnya. Benturan dan adu kekuatan pun terjadi, mereka berdua saat ini saling bersinggungan satu sama lain. Pedang yang Yoga lancarkan berhasil ditahan dengan baik oleh Aslav beserta tombaknya.


"Hahahaha serangannya cukup hebat bisa sampai meratakan prajurit ku!" Tawa Aslav.


"Apa kau kesal karena beberapa dari prajurit mu terbunuh?" Tanya Yoga tersenyum terengah.


"Kesal?! Jangan bercanda!" Kata Aslav sambil mencoba untuk menendang Yoga namun Yoga dengan sigap dapat menahannya dengan perisai.


Mereka pun terlepas dari sebuah ajang ketahanan fisik, Aslav yang melompat kebelakang setelah menendang perisai Yoga berdiri tegap sambil memegang erat tombaknya.


"Apa kau juga seorang pendamping?" Tanya Aslav kepada Yoga.


"Kau tidak perlu tau!" Jawab Yoga sambil melancarkan seranganya kembali.


Mereka pun kembali bertarung dengan sengit, kali ini Yoga yang melancarkan serangan meskipun serangan yang ia lancarkan tidak secepat Aslav.


"Hoi kau ini seorang tank... serangan mu ini terasa seperti seorang pemula.." Ejek Aslav.


Yoga tidak mendengarkan perkataannya dan terus mencoba melakukan serangan tanpa henti. Semakin lama Aslav merasa kalau dirinya terpukul mundur kebelakang akibat tekanan dari Yoga dan itu membuat Aslav merasa mulai muak. Ia mulai menaikan konsentrasi force dalam tubuhnya dan mengudarakan lambang demicles berwarna keemasan dengan logo tombak. Kekuatannya seperti meningkat berpuluh kali lipat, dan kekuatan itu ia tunjukan dengan serangan sedikit hentakan saja, namun mampu membuat Yoga terdorong kebelakang.


"Oiya? Apa itu terlalu kuat untuk mu?" Tanya Aslav mengejek.


Yoga yang terdorong kebelakang akibat serangan Aslav tersebut mulai merasa ada sesuatu yang janggal dengan diri Aslav.


"Kekuatannya meningkat.. Aku tidak tau kalau dia seorang pendamping juga!" Kata Yoga dalam benaknya dengan wajah waspada.


Aura force yang berada disekitar Aslav berubah total setelah munculnya lambang demicles diatas kepalanya. Tekanan yang disebabkan oleh auranya mulai membuat para ras manusia mulai begitu gugup. Albert yang juga merasakan kekuatan itu merasa terintimidasi, padahal ia juga memiliki kekuatan yang sama.


Karena merasa terancam dengan Aslav yang mengeluarkan kekuatan sejatinya, Yoga pun juga ikut mengudarakan demiclesnya. Kedua demicles berbeda warna itu pun saling berhadapan dan menghiasi langit diarea tersebut. Cahaya terang dari kedua lambang tersebut saling memakan satu sama lain, para wajah yang sedang terkejut pun juga ikut tertelan oleh sinar cahaya dari kedua lambang yang cukup besar itu.


Disisi lain lambang demicles yang diperlihatkan oleh Albert terlebih dahulu perlahan meredup karena cahaya demicles milik Albert kalah terang oleh cahaya dari dua lambang yang baru saja muncul itu.


"A- Cahaya dari lambang ku tertelan oleh lambang mereka berdua!" Albert terkejut.


Ia merasa tersaingi dan timbul rasa pesimis karena hal itu, tetapi itu hanya bersifat sementara. Ia mencoba untuk membangun moral kepercayaannya agar tidak menjadi sebuah benalu dalam dirinya.


"Yoga! Izinkan aku membantu mu!" Teriak Albert.


"Tidak! Ini pertarungan ku dengan dirinya!" Ego Yoga menolak bantuan.


Mendengar itu membuat Albert terdiam dan merasa kesal dengan keadaan dia tidak bisa melakukan apapun dalam pertempuran ini. Ia sangat ingin melawan Aslav untuk mengukur kekuatan barunya, karena ia menghormati keputusan Yoga, ia pun beralih menoleh kearah pasukan demigod yang tersisa dan ingin melampiaskan kekesalannya kepada mereka.


"Kalian ikuti aku untuk membersihkan demigod yang lain!" Perintah Albert mengambil komando penuh para prajurit.


Para prajurit yang lain pun mulai berlari kearah prajurit demigod yang terseisa mengikuti jejak Albert. Mereka semua melewati kedua orang yang sedang menatap satu sama lain dengan intensitas force tinggi. Albert yang saat itu memimpin mereka melewati dua orang yang bisa dibilang monster tersebut, menyempatkan diri untuk melirik kearah mereka berdua. Terlihat wajah Yoga yang penuh dengan keserius menatap tajam kearah Aslav yang tak luput dari senyumnya.


Setelah rombongan Albert melewati mereka berdua, barulah mereka kembali beradu kekuatan. Kali ini kekuatan pada pertarungan sengit, naik satu tingkat dari sebelumnya. Force yang bercerai berai akibat benturan itu mengakibatkan sebuah getaran pada area sekitar. Tingkat kekuatan demicles mereka berada di level yang sama dengan ukuran tidak jauh berbeda. Pada awal pertarungan mereka terlihat seimbang dengan Yoga yang masih dapat menahan serangan Aslav dengan mudah, namun seeiringnya waktu pertarungan sengit itu mulai terlihat perbedaannya.


Yoga mulai kewalahan mengimbangi kekuatan Aslav, ia merasa kalau setiap serangan tombak yang dilancarkan oleh Aslav mulai terasa berat. Gerakan Yoga mulai melambat dengan nafas yang mulai tidak stabil, dilain sisi Aslav masih terlihat fit dengan senyuman lebarnya. Beberapa serangan terus - terusan Aslav lontarkan dengan tempo yang tidak berkurang sedikit pun. Setelah beberapa kalia Aslav menyerang, ia melihat sebuah celah yang terbuka akibat kelalaian yang telah dibuat oleh Yoga karena mulai merasa lelah.


"Kena kau!" Teriak senang dari Aslav.


Setelah Aslav mampu mendobrak pertahan perisai dari Yoga, Aslav dengan cepat mengayunkan tombaknya dari kanan kearah kiri. Yoga yang saat itu belum siap akibat hentakan tersebut, terpukul dibagian perut samping oleh serangan Aslav. Ia terpental akibat serangan itu hingga terpelanting ditanah.


"Apa kau sudah mencapai batas mu?" Tanya Aslav mendekat.


Yoga yang mencoba untuk bangun memuntakan sebuah darah karena serangan fatal tersebut, tubuhnya bergetar karena sakit yang ia derita.


"Sial!" Gumam Yoga dengan lambang demicles yang meredup.


"Hahahaha sepertinya perbedaan kekuatan kita sudah terlihat.." Kata Aslav sambil menyiapkan serangan.


Aslav kembali melesat kearah Yoga yang sedang merangkak, ia segera menendang bagian perut Yoga yang terkena pukulan tombaknya tadi dan membuat Yoga kembali terpental lebih jauh lagi.


"Akhhh!!!" Yoga merasa kesakitan.


Perutnya serasa sakit, karena mengalami


"Kau tau... Ras kalian bukanlah tandingan ras kami yang terlahir langsung dari rahim para dewa... Kami ini superior! Sebuah keputusan bodoh kalau kau memilih satu lawan satu dengan ku... tetapi aku mengakui keberanian mu dan akan kubut kau mati tanpa merasakan sakit.." Kata Aslav sambil berjalan kearah Yoga.


Disaat Aslav sudah berada didekat Yoga, ia pun memposisikan ujung tombangnya kearah bawah untuk menusuk Yoga yang sedang mencoba untuk bangun kembali. Aslav meberikan sebuah jeda untuk melancarkan serangannya demi melihat lawannya itu merangkak lemah seperti seekor ulat.


"Hahahaha teruslah merangkak seperti itu!" Aslav begitu riang melihat Yoga merangkak menjauh dibawahnya.


Disaat beberapa saat ia telah puas melihat Yoga merangkak, ia pun akhirnya melancarkan serangan itu kearah Yoga. Yoga yang semulanya merangkak dengan sigap berbaik dan melindungi tubuhnya dengan perisai. Aslav sedikit terkejut karena serangan dari jarak sedekat itu masih mampu Yoga antisipasi dengan baik.


"Albert!" Teriak Yoga dari balik perisainya.


Sebuah dua serangan force api yang sama seperti sebelumnya, tiba - tiba datang menghampiri mereka berdua. Aslav yang saat masih terkejut hanya bisa menoleh menantap serangan itu datang kearahnya.


"Cih!" Wajahnya menunjukan sebuah kekesalan.


Serangan itu pun akhirnya meledakan area tersebut dengan dahsyat, Yoga yang saat itu berada diarea tersebut, selamat berkat perisai yang terbalut oleh force melindungi dirinya. Ledakan dahsyat itu membuat sebuah lubang cukup besar diarea tersebut, hanya dibagian tempat Yoga meringkuk saja lah yang tidak terkena dampak dari serangan tersebut.


"Yoga!" Teriak Albert menghampiri dirinya.


Yoga yang saat itu merasa sudah aman, membuka perisainya dan segera mencoba untuk berdiri dan turun kebawah lubang yang diciptakan oleh Albert.


"Kau tidak apa - apa?!" Tanya Albert.


"Sepertinya.." Senyum Yoga.


"Syukurlah.. tetapi sepertinya kita berhasil mengalahkannya..!" Seru Albert saat melihat tubuh Aslav tergeletak tidak jauh dari tempat mereka berdiri.


"Yah... aku bersyukur kau datang tepat waktu..." Kata Yoga lega.


Disaat mereka terlalu cepat merasa sudah meraih kemenangan, tiba - tiba tubuh Aslav kembali bersinar terang. Yoga dan Albert yang semulanya merasa lega kembali menegang. Cahaya yang menyinari tubuh terbakar Aslav memulihkan dirinya. Ia bangkit kembali setelah diduga mati oleh Yoga dan Albert. Tubuh yang mengelupas itu kembali pulih bersamaan dengan redupnya cahaya yang menyinari dirinya.


Setelah beberapa saat disinari cahaya keemasan itu, Aslav menghadap kedepan mereka berdua kembali.


"Hee.. itu cukup hebat, sampai - sampai aku harus menggunakan relife para dewa.." Senyum Aslav kepada mereka berdua.


"A-apa?! Relife?!"


Kejut mereka berdua saat melihat Aslav bangkit kembali.