The Archon

The Archon
Akankah Kematian didepan Mata?



Kota yang terbakar dengan langit merah karena api yang memenuhi medan tersebut, para pemburu yang baru saja memasuki black dungeon segera dikejutkan dengan hadirnya para dragonoid yang ada didalam dungeon tersebut. Dragonoid adalah naga yang berwujud manusia dengan keunikan sayap yang berada dibawah ketiak mereka. Tangan dengan cakar yang tajam membuat efek sangar terhadap mereka, Namun, yang menjadi perhatian oleh para pemburu adalah naga putih yang berukuran besar dibelakang mereka, ketika ia membentangkan sayapnya, sayap itu seperti mampu menutupi sebuah gedung 100 lantai dengan mudah.


"Mereka datang!" Kata Kirisaki yang memasang badannya didepan para pemburu.


Para pemburu yang awalnya ingin melarikan diri, mulai mengurungkan niatnya karena akses keluar dari dungeon tersebut seperti tertutup. Mereka perlahan mempersiapkan diri dengan penuh ketakutan, serbuan para dragonoid semakin dekat. Mereka berlari serempak untuk menabrak pertahanan para pemburu yang sudah mulai terbentuk.


Para Tanker andalan dari berbagai negara mulai memblokade barisan depan demi menahan amukan arus dari para Dragonoid.


"Tanker!!!!!!" Teriakan Kirisaki memberi aba-aba saat bentrokan akan terjadi.


Waktu seakan berhenti sejenak dengan peluh para pemburu mulai membasahi tubuh mereka. Senjata yang mereka kenakan seakan bisa jatuh kapan saja karena getaran pada lengan mereka. Hawa panas yang mengurangi oksigen dalam dungeon tersebut juga membuat sulitnya bernapas yang mana membuat mereka tidak mungkin untuk bertarung secara maksimal.


"Groaa!!!"


Kerumunan Dragonoid yang menyerang mulai menyempitkan jarak mereka setiap detiknya, jarak diantara mereka mulai dekat dan dekat.


"Ha-ha!!!!" Teriakan ketakutan dari salah satu tanker yang mengisi barisan depan dan ia memilih untuk meninggalkan posisinya untuk berlari kebelakang.


"Tidak! Kembali!" teriak Kirisaki kepada tanker yang kabur tersebut.


Karena tidak digubris oleh tanker tersebut, Kirisaki segera beralih kembali kepada dragonoid yang semakin dekat,"Isi lubang yang ditinggalkan pengecut itu.. Cepat!"


Barisan kiri tanker menggeser ke tengah untuk menutup kekosongan tersebut. Namun itu terlambat, sebelum mereka merapatkan barisan dengan sempurna, tubrukan dari para Dragonoid sudah sampai terlebih dahulu.


"Uakhhhhhhh!!!!!!!!"


Para Tanker tidak bisa membendung tubrukan tersebut karena para dragonoid tersebut mengincar celah yang ditinggalkan tersebut, mereka terus menerobos barisan depan dan menghiraukan para tanker.


[Eh? mereka mengabaikan para tanker?] Dalam benak Kan yang saat itu berada dibarisan kanan. Beberapa detik ia berfikir dan ia pun mulai menyadari akan satu hal, "Tidak!!!!! Para tanker, cepat lindungi para damage dealer!!!!!!"


Teriakan dari Kan menyadarkan para tanker yang melamun karena tidak digrubris oleh mereka, Para tanker mulai berlari menuju para damage dealer yang saat ini sedang menjadi target serang para dragonoid.


"Serang!!! Serang!!!!!" Kata Rudy karena bantuan dari tanker tidak akan sempat.


Kenny, Watz, Julie dan yang lain segera mengeluarkan senjata mereka yang memiliki serangan jarak jauh. Para close range juga mengeluarkan senjata mereka dan melesat menghampiri komplotan dragonoid yang menghampiri mereka.


Sebuah peluru dan sihir mulai mereka lontarkan kearah pasukan dragonoid, Laju dari serangan tersebut melewati atas para petarung jarak dekat dan segera mengenai para Dragonoid.


Boom~


Ledakan yang berasal dari sihir dan senjata api kelas berat meledakan laju para Dragonoid, namun hanya segelintir saja yang berhasil ditumbangkan.


"Apa?!!!!! Serangan kombinasi hanya membunuh sedikit dari mereka?" Wajah kejut Rudy setelah melihat para Dragonoid masih berlari kearah mereka.


Bentrokan dari Dragonoid dan para petarung jarak dekat pun tidak bisa dielakan, saat mereka salin bertemu sebuah aduan senjata pun mulai terjadi, tidak sedikit dari para pemburu yang segera terbunuh dengan satu kali serangan para dragonoid. Karen berlari dengan lincah membawa belatinya dan mencoba untuk menikam salah satu dragonoid tersebut.


Trang~~~ "Apa?!" Ia terkejut karena belatinya tidak mampu menembus sisik dari dragonoid tersebut.


Ia pun segera menghindar karena dragonoid yang gagal ia tumbangkan menyerang balik dengan cakar yang tajam, "Siapa pun berikan aku pedang!"


Saat ia berteriak dibelakang, Viola Afani melesat melewati karena sambil membawa sabit besarnya. Ia mengayunkan sabitnya dari arah kanan untuk menyerang para dragonoid. Para Dragonoid itu mampu terkena kerusakan, namun itu tidak cukup untuk membunuh mereka. Viola pun juga ikut terkejut, jika saja kalau yang terkena serangan sabitnya itu adalah monster yang biasa ia lawan, maka kemungkinan tubuh monster itu akan segera terbelah, tapi tidak dengan dragonoid.


[Sisik mereka keras!] Dalam benak Viola dengan wajah datarnya.


Ia tidak menunggu serangan balik dari para dragonoid yang masih berdiri, ia segera melesat kearah mereka dan mengeluarkan bela dirinya yang menggunakan sabitnya itu. Sabit itu berputar-putar kekiri dan kekanan sambil melakukan serangan kepada dragonoid yang telah terkena serangan pertama. Serangan dari bilah sabit yang tajam itu Viola kerahkan berkali-kali demi memotong tubuh dragonoid yang keras tersebut.


Salah satu Dragonoid berlari kearahnya dan menyiapkan cakarnya untuk menyerang Viola dari belakang. Viola dengan reflek menoleh kebelakang, namun ia tidak sempat untuk menghindar, [Tidak! aku akan kena!]


"Heyaaaaaaaaaaaa!!!!!!!"


Gai berlari mencondongkan perisainya kedepan menggunakan tangan kanannya dan menubruk Dragonoid hingga terpental.


"Kau tidak apa-apa?!" Tanya Gai kepada Viola.


"A-ku tidak apa-apa" Dengan nada pelan dan lugu Viola berkata.


"Gai! ayo cepat kita cari Geraldo dan yang lain!" Kata Choksi yang menghampirinya.


Tanpa berlama-lama mereka berdua segera berlari kearah belakang tempat para pemburu dengan senjata jarak jauh berada.


"Ahh... terima-" Sebelum Viola menyelesaikan perkataannya kepada Gai, Gai sudah pergi.


Dilain sisi, Kirisaki dan beberapa tanker segera mundur ketempat para mage dan Ranger, [Sial!!! formasi menjadi berantakan karena satu orang pengecut! Kalau saja tadi tidak ada yang memberitahu maksud dragonoid itu menerobos masuk, pasti akan lebih parah!] Wajahnya terlihat kesal karena kekacauan ini.


Ia terus berlari kebelakang, [Aku harus apa?!] Ia terus berpikir mengenai langkah selanjutnya, ia pun menoleh dan melihat Kan yang berlari tidak jauh darinya. [Eh dia kan yang berteriak tadi! dan... dia adalah perwakilan dari Indonesia kan?!] dalam benaknya saat melihat Kan.


"Hei kau!" Teriakan dari Kirisaki kepada Kan membuat Kan menoleh kearahnya. "Kau! Pimpin sebagian tanker untuk menjauhkan para Dragonoid yang berada dikanan dari para damage dealer!"


Kan sempat terdiam, "Baik! aku akan menjauhkan mereka!" Dengan nada tegas ia menerima tanggung jawab itu.


"Kalian!! bagi menjadi dua bagian dan kita akan menyerang mereka dari dua arah! Dorong para Dragonoid agar menjauh dari para Damage Dealer!" Teriak Kirisaki kepada semua para tanker yang sedang berlari bersamanya.


"Baik!"


Mereka segera terpecah menjadi dua bagian dan mulai berlari untuk mengepung para dragonoid yang sedang bertarung dengan para close range.


"Mulai!" Kirisaki memberi aba-aba agar segera melakukan tekanan kepada para Dragonoid.


Namun, sebuah api biru yang menyembur dari belakang membuat rombongan tanker Kirisaki yang berada dibagian kiri terbakar hebat. Beberapa Tanker yang termakan oleh api biru tersebut berteriak histeris kesakitan, Kirisaki dan beberapa tanker yang selamat dari api tersebut, terdiam menatap para tanker yang sedang terbakar tersebut dan perlahan meleleh didepan mata mereka.


Keterkejutan serentak terpampang diwajah mereka, [A-apa?! mereka langsung meleleh?!] Dalam benak Kirisaki saat melihat kejadian tersebut.


Groaaaaaa~~


Raungan dari Naga putih besar yang sejak tadi tidak ikut bergerak mulai menggema disana, dan dari mulutnya terlihat kobaran api biru sisa semburan api pertama tadi.


"Kapten Kirisaki!!! kapten!!"


Panggilan dari para tanker tidak bisa mengalihkan pandangan Kirisaki dari naga tersebut, saat ini Kirisaki sangat terkejut oleh serangan yang hampir melelehkan dirinya tadi.


[Apa ini kekuatan dari monster yang berada di Black Dungeon?!] Kirisaki bertanya kepada dirinya mengenai kekuatan tersebut.


Disaat bersamaan Kan yang memimpin tanker dibagian satunya tetap melanjutkan misi yang ia terima dengan ekspresi cemas karena melihat semburan itu juga.


"Kakak apa kau lihat itu?!" kata Geraldo kepada Rudy yang berada disampingnya.


"Yah.. aku melihatnya... ada kemungkinan kalau kita akan mati disini" Kata Rudy menanggapi api biru tersebut dengan senyuman dan keringat diwajahnya.