
Ditengah pusat perbelanjaan pada distrik menengah, orang - orang berkumpul membicarakan sebuah isu yang beredar di kalangan masyarakat terkait penutupan seluruh industri beberapa hari belakangan ini. Wajah merea terlihat sangat marah saat mendengar rumor tersebut karena suatu hal yang tidak terduga.
"Turunkan Rado brengs*k itu!" Teriak salah seorang pria didepan warga yang sedang mengikutinya berjalan mengelilingi kota distrik menengah.
Warga yang marah mulai bersatu karena mendapat sebuah rumor yang mengatakan kalau industri yang telah tutup dikarenakan perintah dari Rado itu sendiri. Isu itu telah disebarkan oleh anak buah Barley yang menyamar menjadi warga biasa dan menyerbakan sebuah isu miring mengenai masalah yang sedang melanda ini.
Terlihat para warga sedang melakukan pembicaraan kecil menanggapi rumor tersebut.
"Kau tau? Ternyata yang menyebabkan tutupnya para industri, karena tuan Rado meminta pajak serta upeti yang sangat besar dan membuat pelaku usaha tidak sanggup membayarnya.." Kata seorang pria yang sedang bergosip.
"Aku tidak menyangka kalau ia orang sekeji itu.." Kata seorang wanita yang mendengar itu.
"Katanya juga para warga yang lain, ingin menurunkannya dari kursi pemimpin.." Kata pria yang bergosip.
"Apa kau gila?! Dia itu pemilik kekuatan leluhur, apa mungkin dia akan menurut begitu saja?" Khawatir pria yang lain.
"Tenang saja... Mereka juga mengatakan kalau pemegang kekuatan leluhur yang asli ada dipihak kita, jadi ayo kita menunju gedung pusat.." Ajak pria yang bergosip.
Disisi lain pada jalan sempit, petugas keamanan kota yang menyamar terlihat tersenyum karena isu miring yang mereka sebarkan berhasil. Kemarahan dari distrik menengah persoalan harga pangan yang mahal, dan kemarahan dari warga distrik bawah mengenai pekerjaan yang hilang membuat mereka bersatu menuju ke gedung utama.
Iring - iringan mereka mulai mendekati gedung utama yang terdapat di distrik menengah. Mereka bergabung bersama warga yang sudah melakukan aksi unjuk rasa terlebih dahulu.
"Apa?!" Hawl terkejut melihat gerombolan masa yang sangat banyak datang mendekat.
"Kenapa sebanyak itu?" Tanya Kirisaki.
Para warga yang lebih dulu melakukan unjuk rasa didepan gedung dan sedang tertahan oleh para kapten dan para bawahannya, segera menoleh kebelakang dan mengangkat tangan mereka karena masa yang satu tujuan dengan mereka hadir.
"Woaahh!!!!" Teriak mereka menyambut kedatangan warga yang lain.
Mereka pun bersatu menjadi kelompok masa yang marah akan isu yang beredar di antara mereka. Mereka mulai menimpukan kembali buah - buahan busuk ke gedung pusat tanda protes mereka. Kata - kata menohok yang mengarah pada desakan untuk Rado agar segera turun pun mereka teriakan dari luar gedung.
Para kapten dan prajurit lainnya hanya diperintahkan oleh Rado untuk mencegah mereka agar tidak masuk dan tidak boleh sedikit pun melukai mereka.
"Tolong tenang lah!" Kata Julie mencoba untuk menenangkan para warga yang marah.
"Diam kau nona! Apa kau tidak keberatan dengan semua ini?!" Kata seorang pria yang marah.
"Keberatan? Keberatan soal apa?" Tanya Julie yang heran dengan ucapannya.
"Dia itu adalah lintah darat!" Kata pria tadi.
"Apa?!" Julie terkejut.
Didalam ruangan Rado saat ini yang diiringi dengan suara para warga yang sedang melakukan unjuk rasa, suara mereka yang keras sampai masuk kedalam ruangan dan membuat suasana didalam sana semakin keruh bagi pihak Rado. Seluruh pendamping sedang terkejut dengan keputusan Rado yang menyerah begitu saja kepada Greg. Mereka tidak menyangka kalau permintaan dari orang yang tidak ada kaitannya dengan militer lagi bisa membuat keputusan yang mendesak sebesar ini.
"Rado! Apa kau yakin?!" Tanya Yoga terkejut.
Rado pun berdiri dari kursinya dan mendekat kearah Greg.
"Aku sangat yakin.." Rado tersenyum.
Greg yang melihat kearah Rado pun tersenyum senang.
"Hooo tetapi wajah mu seperti tidak menunjukan sebuah penyesalan..." Ujar Greg.
"Karena aku bersyukur, sudah tidak perlu mengurus kehidupan dari masyarakat yang tidak tau cara berterima kasih ini.." Kata Rado dengan tenang.
"Kau menyebut seluruh ras manusia sebagai makhluk yang tidak tau berterimakasih?" Senyum Greg sangat puas.
"Ya... Kurang lebih seperti itu.. Termasuk diri mu.." Kata Rado menatap kearah mata Greg.
"Kau mencoba melindungi diri mu dari masalah ini dengan membawa seluruh prestasi mu dalam mengalahkan ras - ras yang ada demi mendapat sebuah ampunan dari masyarakat? Hahaha jangan bercanda! Seluruh masyarakat disini hanya terlihat bangga pada mu, tetapi dibelakang mu mereka mencaci maki nama mu! Dan itu sudah bisa kau dengar dengan diluar sana, dimana mereka meminta mu untuk turun!" Kata Greg mengintimidasi.
Rado hanya tersenyum sambil menatap wajah puasya. Seluruh pengikutnya pun tersenyum puas juga saat Rado sedang di rendahkan, disisi lain raut wajah Albert, Jaquile dan Yoga mulai menunjukan rasa tidak senang akan perkataan itu.
"Baiklah.. Kalau begitu, terimakasih sudah memberitahu ku topeng masyarakat selama ini.. Aku menjadi tau mana saja yang benar - benar harus di lindungi..." Senyum Rado dengan mata tertutup rambutnya.
"Kau tidak perlu repot - repot melindungi mereka lagi... Aku bisa menggantikan mu bila aku memiliki kekuatan itu, kau hanya seorang yang beruntung karena mendapatkan kekuatan yang semestinya tidak ada pada diri mu! Jadi cepat berikan aku kekuatan mu dan enyahlah dari sini" Greg tersenyum.
"Rado jangan lakukan itu! Kau bisa hempaskan dia kapan pun juga!" Kata Jaquile.
Rado pun menoleh kearahnya.
"Apa guna seorang pemimpin bila di benci oleh rakyatnya? Aku sudah berakhir.." Kata Rado tersenyum kosong.
"Tapi... Kita... Cih" Jaquile merasa kesal.
"Hahahaha kau benar - benar pemimpin yang lembek.. Kekuatan itu benar - benar tidak pantas ada pada mu! Cepat berikan kekuatan itu kepada tuan Greg!" Kata Nimus mendesak.
Rado menatap kearah Nimus dan menggertaknya dengan sebuah aura force yang kuat hingga membuat hawa yang mengintimidasi keluar dari gedung dan membungkam seluruh kerusuhan kota. Seketika seluruh warga yang berada di ibukota terdiam dan merinding. Julie dan para kapten yang lainnya pun segera menoleh kearah jendela dimana ruangan Rado berada.
"Apa yang sedang terjadi?" Tanya Julie dengan raut wajah ketakutan.
"Hoi... Aura seram apa ini?!" Tanya salah satu pria yang ketakutan.
Greg dan para komplotannya pun tertegun dan merasa merinding seketika saat merasakan kekuatan Rado. Greg yang semulanya merasa panik dan takut memaksakan diri untuk tersenyum untuk meredam moral yang hampir jatuh.
"Sungguh kekuatan yang menakutkan.. Ha - ha- ha - ha" Tawanya yang tidak sempurna mencoba untuk tetap tenang.
Rado terus tersenyum melihat kearah wajah - wajah yang sempat takut dengan kekuatan yang dimiliki olehnya.
"Ce - cepat! Serahkan diri mu! Kau sudah tidak diterima disini!" kata Nimus dengan suara yang bergetar.
Rado tidak menggubrisnya. Karena merasa tidak bisa lagi menahan emosinya, Jaquile pun segera melesat kearah Greg dan menyiapkan tinjunya untuk menghantam Greg. Greg yang secara tidak sadar akan ada sebuah serangan menoleh dengan wajah yang ketakutan. Saat tinju Jaquile ingin mendarat tepat di pipi Greg, Rado dengan cepat menangkap pukulan Jaquile dengan tangan kanan.
Jaquile yang terkejut hanya menatap Rado dengan wajah bingung, tangan Rado mencengkram pukulan Jaquile dengan erat dan membuat Jaquile sedikit merasakan sakit.
"Sudah ku bilang tenang lah.." Rado menatap Jaquile dengan senyum.
"K - Kau.." Jaquile terkejut dan ia tiba - tiba menjadi tenang.
Rado pun terus menatap kearah Jaquile yang tiba - tiba diam dan kembali pada posisinya. Greg yang dibuat takut kembali diselang waktu yang dekat, mencoba untuk tenang.
"Hahahaha... Beraninya kau melakukan hal itu kepada pemimpin selanjutnya.. Kau akan menerima ganjarannya nanti!" Ancam Greg setelah lolos dari maut.
Jaquile kembali ke posisinya dalam keadaan tertunduk dan Yoga menatapnya dengan heran.
"Jadi kapan kau ingin melakukannya?" Tanya Rado tersenyum kepada Greg.
Greg yang mendengar pertanyaan itu tersenyum lebar karena akan mendapatkan kekuatan leluhur yang selama ini ia tunggu - tunggu. Beberapa saat kemudian, pintu gedung pusat pun terbuka. Seluruh warga yang melakukan aksi unjuk rasa dibuat bungkam saat melihat momen yang di nanti - nanti. Para kapten dan para bawahannya pun ikut terkejut saat melihat Rado yang sudah dalam keadaan terbogol kedepan.
"Tuan Rado?!" Mereka semua terkejut.
Greg dan para pengikutnya pun berjalan didepan Rado dengan wajah yang amat sombong karena berhasil menangkap Rado. Para warga yang saat itu ricuh, kembali bersuara dan bersorak gembira atas penangkapan Rado.
"Hidup tuan Greg!" Kata seorang prajurit keamanan yang sedang menyamar ditengah kerumunan masa.
Mendengar nama dari seorang yag berhasil menurunkan Rado dari kursinya, membuat para warga yang lain menyoraki keberhasilan Greg. Para kapten dibuat diam dalam kebingungan dengan apa yang sedang terjadi saat ini. Rado ditempatkan didepan para warga yang sedang meneriaki nama Greg, ia terlihat menunduk layaknya orang menyesal.
Rado mulai ditimpuki oleh buah - buah busuk yang mana mengotori pakaiannya. Albert dan Yoga terlihat kesal dan ingin sekali membantunya, akan tetapi Kayle menghadang mereka. Julie dan para kapten yang lain hanya bisa menatap proses dimana Rado sedang direndahkan. Karena sudah terlihat sangat ricuh, Nimus pun mengambil posisi didepan Rado untuk menghentikan lemparan buah tersebut.
"Berhenti.. Sudah cukup!" Kata Nimus dan para warga pun mulai berhenti melemparkan buah - buahan itu.
"Saat ini, kami telah berhasil menundukan orang biada ini...." Kata Nimus.
"Ia adalah manusia rakus yang memeras para pelaku usaha untuk kekayaannya sendiri!" Tunjuk Nimus kepada Rado yang tertunduk.
"Yaa!! Dasar tidak tau diri!" Teriak para warga.
"Apa kau bilang?!" Kesal Albert mendengar fitnah dari Nimus.
Yoga pun tanpa berkata sedikit pun, mencoba untuk melakukan tindakan, namun sekali lagi ia dihadang oleh Kayle yang menggelengkan kepalanya. Para kapten pun terkejut mendengar kasus yang diberitakan baru saja oleh Nimus tadi.
"Karena sudah meresahkan para pelaku usaha seperti tuan Ray dan yang lain, tuan Greg yang dulunya adalah seorang wakil pemimpin di ras ini, memutuskan untuk melakukan penangkapan kepada orang brengs*k ini..!" Kata Nimus mempromosikan kebohongan dengan semangat.
Para warga pun bersorak setelah mendengar hal itu.
"Jadi ini lah saatnya untuk menghukum bedebah ini atas perbuatannya!" Imbuh Nimus memicu sorakan kembali.
Setelah Nimus selesai melakukan pembukaan, Greg pun maju kedepan membawa sebuah pedang ditangannya.
"Kita tidak butuh pemimpin seperti dirinya yang mementing diri sendiri! Ras manusia membutuhkan orang yang bisa merangkul seluruh manusia dengan keadilan! Jadi kami memutuskan untuk mengeksekusinya untuk memindahkan kekuatan leluhur kepada diri ku sesuai yang tertara dalam sejarah!" Kata Greg mengangkat pedangnya.
Seluruh warga pun terlihat bersorak setuju akan itu. Para kapten mulai terlihat cemas dengan keadaan tersebut. Mereka mulai berbalik arah untuk menolong Rado, demikian juga dengan Albert dan juga Yoga. Namun baru saja mereka melangkahkan kakinya, Rado mengangkat bicara.
"Kalian berhentilah! Jangan mengkhawatirkan ku... Percayalah.. ini bukanlah sebuah akhir, Jadi perhatikanlah eksekusi ini dengan baik.." Kata Rado yang tertunduk.
para kapten dan para pendamping pun terdiam saat mendengar perkataan Rado. Mereka membuang wajah mereka kearah samping dengan raut wajah yang menyesal.
"Diam kau dasar busuk!" Kata salah satu warga sambil melempar buah kearahnya, begitu juga dengan para warga yang lain.
Rado terus tersenyum dibawah bawah rambutnya, dalam keadaan riuh cemohan dari para warga. Greg berjalan kedepan Rado dengan pedang ditangannya. Rado terus tertunduk tertutup rambut sambil menunggu eksekusinya berlangsung. Greg yang tersenyum mulai mempersiapkan pedangnya dan mengarahkan ujung pedang itu kearah Rado.
Ditengah sorakan para warga yang senang melihat Rado akan dieksekusi, Greg tersenyum sambil membisikan sesuatu kepada Rado.
"Aku menang.." Katanya tersenyum sambil mendorong pedang itu tepat ke perut Rado.
Seluruh kapten dan pendamping terkejut saat melihat pedang itu menembus tubuh Rado. Para warga dan juga pengikut Greg terlihat senang akan eksekusi yang berjalan dengan lancar. Yoga yang terkejut seketika menoleh kearah Jaquile yang sejak tadi hanya terdiam dan ia pun terkejut saat melihatnya malah tersenyum tertunduk saat Rado sedang di eksekusi.
"Tuan Rado..." Albert terkejut.
Rado merubuhkan dirinya lebih dalam kepedang tersebut hingga menyentuh tubuh Greg. Beberapa saat kemudian, sebuah darah kental menetes kebawah tanah yang berasal dari tubuh Rado. Julie terlihat menutup mulutnya dengan wajah terkejut sekaligus sedih, ia tidak menyangka kalau Rado akan terbunuh dengan cara seperti itu. Watz yang melihat reaksi dari Julie, begitu kesal karena kecemburuannya memuncak.
Greg tersenyum melihat Rado yang sudah menutup mata dengan mulut penuh darah sedang berada didekatnya. Setelah merasa tidak ada lagi reaksi dari Rado, ia mencabut pedangnya dan Rado pun rubuh. Jaquile yang sejak tadi tidak memperlihatkan reaksi apapun segera menghampiri tubuh Rado dan mengangkatnya masuk kedalam gedung pusat kembali dan itu mengundang tanda tanya dari Albert dan juga Yoga.
Pedang yang dipenuhi darah Rado pun Greg jatuhkan. Ia mulai merasakan darahnya berdesir sangat hebat. Sebuah kekuatan force yang melimpah mulai ia rasakan mengalir di nadi - nadi dirinya. Greg pun mulai merentangkan tangannya dan wajahnya pun mendongak keatas langit dengan sangat gembira.
Para pengikutnya pun juga terkesima saat melihat force ungu mulai menyelimuti Greg.
"Aku terlahir kembali!!!" Teriak senang Greg saat mendapat kekuatan demicles.
Auranya pun keluar dengan hebat dan membuat seluruh warga begitu terkesima. Para kapten pun terkjut, sedangkan Yoga dan Albert pun segera masuk kedalam untuk melihat keadaan Rado. Saat ini para warga mulai meneriaki nama Greg yang terlahir sebagai pemimpin baru sekaligus penerus dari seorang leluhur.
"Selamat atas kekuatan anda.." kata Nimus memuji.
Disisi lain Yoga dan Albert pun segera mengejar Jaquile yang membawa Rado kembali ke ruangannya. Mereka berdua dengan rasa khawatir membuka pintu ruangannya dengan sangat keras.
"Jaquile!" Panggil Yoga dan mendapati Jaquile yang sedang membaringkan tubuh Rado yang penuh darah di sofa.
Jaquile hanya menoleh kearah mereka dengan wajah tanpa ekspresi.
"Dia..." Kata Jaquile kepada Albert dan Yoga.