The Archon

The Archon
Keluarga Gavriel



Beberapa hari kemudian di Roma, Italia. Dalam mansion yang dulunya adalah milik keluarga Alavonte, sekarang ini sudah menjadi milik Rado, para masyarakat negara Italia berbondong-bondong mengunjungi mansion tersebut untuk memberikan rasa terimakasihnya kepada Rado karena sudah menumbangkan keluarga Alavonte. Namun karena keadaan dunia saat ini sedang kacau akibat black dungeon, pemerintah Italia melarang masyarakatnya untuk mempublikasikan kejadian ini kepada dunia agar tidak menimbulkan gejolak yang lebih parah dari ini.


Tetapi upaya pemerintah untuk menutupi itu sia-sia, saat ini mereka menerima laporan kalau para petinggi PPMD sudah datang di Italia dan berniat untuk bertemu presiden. Baldrik dan ke 4 petinggi yang lain hadir bersama untuk membicarakan mengenai negara yang telah ditumbangkan.


Didalam gedung pemerintahan Italia, mereka dipertemukan diruang kerja presiden. Presiden Raffa Marino menyerahkan kursinya kepada Baldrik karena kasta dirinya dengan Baldrik sangat berbeda. Italia saat ini menempati posisi 12 dalam PPMD dan itu berada diluar sepuluh besar negara yang bisa memberikan kontribusi hukum dalam dunia pemburu.


"Tuan Baldrik, Tuan Kojima, Tuan Carlton, Tuan Richard, Tuan Diwei.. Selamat datang di negara Italia, Maaf negara ku saat ini sedang-"


Baldrik mengangkat tangannya untuk menghentikan President Raffa melanjutkan bicaranya.


"Kami sudah mengetahuinya, kau tau bukan? Jika pondasi kekuatan sebuah negara yang tergabung dalam PPMD runtuh apa yang akan terjadi?" Tanya Baldrik kepada Raffa.


"Ya... aku tau..tapi ku mohon jangan lakukan itu" Raffa menunduk takut namun segera menatap kembali kearah mereka.


"Diam! PPMD akan mengambil alih negara ini serta aset didalamnya.. dan juga sebaiknya kau harus mencari pemburu untuk menjadi ikon negara ini bila Toni tidak kembali" Kata Baldrik saat ingin beranjak pergi.


"Kalau kau mengambil aset negara ini, bagaimana dengan nasib para pengusaha dan yang lainnya?"


"Mereka akan tetap mempunyai apa yang menjadi miliknya, tetapi dengan syarata 70% pendapatan mereka akan masuk ke PPMD" Baldrik tersenyum puas.


"Itu- Itu sangat" Raffa pun merasa terpukul mendengar kalau kediktatoran yang terjadi di negaranya masih akan berlanjut.


Namun tiba-tiba pintu ruangan itu dibuka paksa oleh seseorang yang tidak diundang.


"Hoo.... sepertinya ada pertemuan penting disini.." Kata Rado tersenyum datang didampingi oleh Lucy Cs dan beberapa orang dari keluarga Morctis.


"K-kau?" Presiden Raffa terkejut.


"Sangat tidak sopan bagi kepala negara tidak mendatangi orang yang telah melepaskan dirinya dari rantai keluarga diktator" Rado menoleh dengan senyuman kepada Raffa.


"Maaf kan aku" Raffa menunduk kepada Rado.


"Ha.. kau ini memang seperti yang dirumorkan, kau ini hanya presiden boneka bagi keluarga itu" Kata Kojima merendahkan.


Saat itu Presiden Raffa sangat malu akan penghinaan itu, dia menutup matanya karena ketidakmampuannya dalam mengurus negara. Baginya saat ini perkataan dari Kojima tidaklah salah. Tetapi bagi seorang pria direndahkan seperti itu di depan orang penting snagatlah menyakitkan.


"Maaf mulai hari ini akulah presiden di negara ini.." Sontak Rado mengatakan itu dengan spontan dan membuat para petinggi itu sangat terkejut.


"Apa?! Apa yang kau katakan!" Kata Baldrik meninggi.


"Aku mengatakan kalau aku adalah presiden Italia sekarang"  Rado memperjelas perkataannya.


"Hm! jangan aneh-aneh, mana bisa seseorang menjadi presiden karena keputusan sepihak! jangan karena kau telah melepaskan negara ini, kau bisa seenaknya memproklamirkan diri!" Kata Diwei juga ikut meninggi.


"Aku tidak mengusungkan diri untuk menjadi presiden, tapi..." Rado segera mengambl remote tv dan menyalakannya.


Berita channel lokal menyorot kesemua kota yang berada di Italia disini, mereka semua mendukung untuk menjadikan Rado sebagai pemimpin dinegara mereka. Hal itu dipicu karena Rado berhasil menjatuhkan keluarga Alavonte dan adanya sedikit bumbu dorongan patriotik dari keluarga Morctis yang disebar oleh Rado untuk menceritakan apa yang sedang terjadi.


"Lihatlah... aku tidak bisa berpaling dari ini.... bagaimana bisa aku menolak bila antusias masyarakat menginginkan ku menjadi presiden di negara ini?" Rado tersenyum melihat para petinggi itu dan wajah mereka terlihat kesal dengan apa yang telah terjadi.


"Kalau begitu sesuai dengan apa yang tertulis di buku PPMD, negara ini akan tetap diambil alih karena kehilangan pondasi mereka, karena kau telah membunuh banyak pemburu disini..!" Kata Baldrik tetap pada pendiriannya.


"Heii... apa yang kau maksud dengan membunuh banyak pemburu? aku hanya membunuh pemburu keluarga Alavonte, sedangkan pemburu diluar keluarga itu sangatlah banyak.. dan tentu saja keluarga ku, Morctis juga bergabung dengan negara ini..." Rado tersenyum menyeringai.


"Apa kau bilang?! Morctis?! Jangan bercanda.. keluarga itu telah punah, bukankah hanya kau saja yang tersisa?" Senyum Baldrik kepada Rado.


Sementara itu beberapa suara langkah kaki terdengar dilorong luar ruangan itu dan perlahan mereka menampakan diri.


"Apa yang kau maksud punah?!" Kata seorang pria dengan rambut hitam membawa sebuah tombak keemasan.


Para keluarga Morctis sudah berkumpul dari berbagai belahan dunia dan saat ini mereka bersatu dibawah naungan Rado.


"Yoo Baldrik.. bagaimana kabar Kuhler?" Senyum Jaquile kearahnya.


"Bagaimana bisa?!"


"Ya... aku tidak boleh mati sebelum membunuh orang yang mencelakakan keluarga Morctis, selama ini aku bersembunyi dan bergerilya dinegara Gozie keparat itu... dan selama ini aku sudah mengetahuinya, ternyata kau berkonspirasi dengan keluarga alavonte untuk membunuh ku dan keluarga ku karena takut Kuhler mendapat saingan bukan?" Senyum Jaquile.


Mendengar itu Baldrik terhentak akan fakta yang memang sebenarnya terjadi, "Brengsek... Negara ini tetap akan menjadi milik PPMD, dan untuk keluarga kalian akan dicap sebagai pemberontak!" Kata Baldrik dengan kesalnya.


"Hei.. apa maksud mu dengan milik PPMD? Aku juga ingin berbicara, kalau mulai detik ini Italia akan mengundurkan diri dari PPMD.."


Rado membuat sebuah keputusan yang sangat fenomenal. Dimana saat negara lain ingin masuk kedalam PPMD, dia malah memutuskan hubungan yang sangat diimpikan semua negara.


"Hahahahahaha.... kau pemuda yang menarik, kalau kau memutuskan seperti itu, brati kau sudah siap untuk menjadi musuh seluruh dunia..." Kata Richard terkagum dengan keputusan Rado.


"Hmm.. aku sudah mengetahuinya, jadi datanglah kapanpun semau kalian.." Rado menantang.


Melihat Rado yang tidak gentar dengan ancaman halus dari Richard membuat semua petinggi sangat kesal dengan pernyataannya itu.


"Dan aku ingin mengumkan sesuatu, aku Rado.." Sebelum ia mengatakan nama lengkapnya, ia teringat dengan perkataan dari kakeknya untuk menyatukan dua keluarga yang bersiteru.


Ia pun tersenyum sebelum melanjutkan perkataannya, "Aku Rado Gavriel telah membentuk sebuah aliansi bernama The Titan, jika kalian ingin bergabung dengan ku, datang dan temui aku!"


Rado dengan tegas berbicara kearah CCTV diruangan itu dan sontak membuat para petinggi juga menoleh kearah CCTV tersebut.


"Jangan bilang kau!!!" Baldrik beralih kembali kearah Rado dengan wajah pucat.


"Ya.. CCTV itu sejak tadi sudah terhubung ke seluruh dunia dan mereka tau akan kebusukan kalian" Rado tersenyum lebar kearah mereka.


Selama ini Rado telah menyusun skema mengenai hal tersebut, ia memerintahkan untuk menyebarkan rumor kalau pemerintah melarang mereka untuk mempublikasikan kejadian ini tanpa sepengetahuan presiden yang saat ini sednag dijaga ketat oleh keluarga Morctis. Hal ini bertujuan agar mata-mata yang sudah diketahui Rado memakan umpan itu dan membuat para petinggi PPMD mengeluarkan sifat aslinya.


Setelah kejadian itu para petinggi PPMD pun segera beranjak pergi dari sana dengan tergesa-gesa dan marah, namun saat mereka melwati Rado, Baldrik pun berhenti disampingnya.


"Kau akan menyesalinya" Ancam dirinya kepada Rado.


Rado hanya tersenyum dan menutup mata untuk menanggapi hal tersebut. Setelah itu Yoga dan Kolo yang sejak tadi berada dibelakang kerumunan para keluarga Mortis maju kedepan dan menanyakan maksud dari dirinya menggunakan nama lamanya.


"Aku ingin menyatukan dua keluarga yang mengalir didarah ku" Kata Rado menoleh kebelakang.


"Apa maksud mu dengan menyatukan?! Jangan harap kita bisa bersama dengan keluarga keparat itu" Kata Yoga dan didukung oleh keluarga yang lain.


"Aku setuju dengan Yoga, apa maksud mu? Aku setuju mengikuti mu karena Kolo berbicara akan ada seseorang yang akan menaikan derajat keluarga kami" Kata Jaquile berbicara kepada Rado.


"Karena sekarang ini kepala keluarga Alavonte adalah diriku.."


Mendengar ucapan tersebut sontak mereka semua terkejut dengan pernyataan Rado.


"Apa maksud mu hah?!" Jaquile pun mulai terlihat emosi.


Rado pun hanya tersenyum dan menjelaskan apa yang terjadi yang menyebabkan ia harus mengambil jalan seperti ini, awalnya mereka seperti kurang setuju dengan apa yang Rado inginkan. Tetapi sekali lagi Yoga yang sumpah setia dengan Rado membantunya untuk yakinkan para keluarga Morctis yang lain. Saat itulah kedua keluarga berhasil mendatangani perdamaian dan bersatu menjadi satu keluarga bernama Gavriel.


"Kapten bagaimana dengan black dungeon yang saat ini terbuka di tiga negara?" Tanya Yoga.


"Kita akan membereskannya nanti, ada hal yang lebih penting dari itu... Katakan pada Jaquile untuk menemui ku di mansion nanti.."


"Apakah mungkin dia???"


"Yah.. dia adalah seorang pendamping"


Saat ini Rado masih belum mengetahui kondisi yang sedang dialami oleh para pemburu didalam black dungeon. Para pemburu di Timur tengah saat ini sedang mati-matian untuk melarikan diri dan menghindari pertarungan didalam dungeon, di Brazil semua pemburu sudah tewas sedangkan di Amerika Wen Li sudah tewas terbunuh dan saat ini mereka juga sedang merencanakan hal yang sama dengan pemburu di timur tengah.