
Kembali kedalam black dungeon yang berada di timur tengah, dimana para pemburu Indonesia, Jepang dan beberapa negara tetangga turut ikut andil dalam misi penutupan dungeon disalah satu negara bagian. Keadaan mereka saat ini sangat memperihatinkan, dimana sekarang ini mereka hanya bisa bersembunyi dari para dragonoid tersebut. Perbedaan kekuatan yang terpaut sangat jauh membuat mereka kocar-kacir saat menghadapi monster yang menakutkan itu.
Ketika Kirisaki mengumumkan strategi untuk menunggu sampai dungeon terjadi breakdown, wajah mereka penuh dengan harapan. Namun, saat ini hanya keputusasaan lagi yang mereka hadapi. Pada awal strategi berjalan mulus, dimana mereka bisa meloloskan diri dari para dragonoid dan naga putih yang berada awal dungeon. Tetapi mereka
tidak menyangka, kalau didalam kota yang luas itu juga terdapat para dragonoid yang sudah menunggu mereka.
Dengan ketidaksiapan para pemburu mengenai jumlah dragonoid yang sudah menunggu mereka dikota tersebut, membuat mereka lari luntang-lantung dan mengakibatkan mereka terpecah menjadi grup-grup kecil. Pemburu Indonesia dan Jepang masih dalam satu grup karena pada saat penyergapan tersebut, mereka saling mendukung hingga bisa meloloskan diri lebih masuk kedalam kota.
Sekarang ini gabungan pemburu Indonesia dan Jepang memilih basement pada gedung berlantai 30 sebagai tempat persembunyian sementara mereka. Suhu yang panas didalam dungeon tersebut mengharuskan mereka untuk menanggalkan pakaian dan hanya menyisakan pakaian dalam saja.
“Hei lihat itu..” Bisik seorang pria melihat kearah Julie dan wanita lain yang hanya mengenakan pakaian.
“Aku tidak menyangka, sebelum mati aku bisa melihat keindahan ini” Bisik seorang pria pemburu satunya dengan wajah memerah.
Karena dilihat dengan cara yang tidak sopan membuat Julie dan beberapa wanita lain segera menutupi tubuh mereka dengan lengan.
“Hei! Apa yang kalian lihat?!” Bentak Karen berdiri dan memasang badannya untuk membela para wanita.
“A-ahh.. tidak kami hanya-“ Dengan canggung pria itu ingin menjelaskan.
“Jika kalian tidak berpaling, aku akan mencongkel mata sekarang!” Bentak tambahan dari Din yang saat ini mengenakan perban untuk menutupi bagian atasnya.
“Ba-baik!!! Maafkan kami!!” Mereka berdua segera berputar 180 derajat dari para wanita,
Disamping itu, ada sebuah ancaman fatal yang tidak diprediksikan oleh mereka saat pertama kali masuk kedalam dungeon, yaitu mengenai perbekalan. Perbekalan yang mereka bawa dari luar mulai menipis karena sudah beberapa hari ini para pemburu terjebak didalam basement tersebut.
Jalan satu-satunya adalah dengan harapan kalau diluar sana banyak para pemburu yang tewas terbunuh dan meninggalkan perbekalan mereka untuk yang masih bertahan hidup. Harapan kejam itu mulai menguasai mereka karena memang itulah jalan satu-satu untuk bertahan sampai terjadinya breakdown atau menunggu orang yang
kuat masuk kedalam, lalu menyelamatkan mereka secepat mungkin.
“Air ku mulai habis…” Kata Kenny setelah meneguk air didalam botol besi.
“Persediaan makan juga sudah mulai menipis” Kata Kirisaki menambahkan daftar yang harus mereka cari.
“Baiklah, biar aku dan tim ku yang mencari kali ini” Kimberly menawarkan diri untuk keluar.
Mereka sudah melakukan hal ini secara estaped tiap harinya demi menyambung hidup. Patroli darat yang dilakukan oleh Dragonoid dan patroli udara yang dikuasai oleh Naga Putih membuat mereka tidak bisa bergerak secara komplotan besar, karena itulah pencarian makanan ini hanya bisa dilakukan oleh grup kecil.
“Kalau begitu aku juga akan mencari perbekalan dengan tim yang berbeda” Cetus Kan menawarkan diri juga.
“Baiklah, kalian berdua hati-hati dengan patroli darat dan udara” Kirisaki mengingatkan.
Setelah itu mereka segera keluar dari basement dengan hati-hati, Kimberly memilih kearah timur dan Kan memilih untuk mencari dibagian barat. Langit pada kota ini selalu berwarna merah karena api yang membakar beberapa gedung sekitar tidak pernah padam. Abu api pun sesekali terlihat bertebangan yang mana jika terkena kulit bisa menyebabkan luka bakar. Kimbely yang membawa palunya, terlihat berjalan didepan para pemburu dengan sangat hati-hati sambil melihat kearah sekitar demi mendeteksi para dragonoid yang berpatroli. Namun, selang beberapa langkah diarea tersebut, Kimberly berhenti.
“Berhenti!” Dengan nada tegas namun pelan ia meletekan jari telunjuknya didepan bibir sambil mendengarkan sesautu.
Suara langkah kaki yang sudah tidak asing lagi baginya membuat Kimberly segera mengambil langkah untuk bersembunyi didalam gedung terdekat, para pemburu pun segera mengikuti langkahnya dan merapatkan diri pada tembok dalam gedung sambil menunggu apa yang datang.
“Kapten..” Kata seorang pemburu wanita cemas.
“Diamlah…” Kata Kimberly sambil melihat kearah luar.
Tidak lama mereka bersembunyi, suara langkah kaki yang awalnya hanya didengar oleh Kimberly perlahan mulai terdengar oleh yang lain. Langkah kaki itu terdengar seperti langkah tapal kuda namun lebih nyaring karena kuku yang tajam menyentuh aspal setiap hentakannya.
“Itu mereka..” Seorang pemburu pria mengkonfirmasi.
Keringat Kimberly milai menetes dari pipi turun kedagu dan berakhir jatuh ketanah, langkah kaki itu semakin dekat dari arah pertigaan tidak jauh dari tempat mereka bersembunyi. Para Dragonoid pun mulai muncul dan menoleh kearah sekitar demi mencari para pemburu yang lolos di area tersebut.
[Eh itu?!] Kimberly dalam benaknya melihat kearah kuku mereka yang terdapat darah yang masih baru, itu menandakan kalau para dragonoid itu baru saja membunuh seseorang.
Tanpa diduga salah satu dragonoid yang sedang berpatroli berjalan kearah mereka, sontak pemburu wanita yang berada didekat Kimberly mulai bergetar dan menutup mulutnya agar bisa mengendalikan diri. Setiap langkah kakinya yang mendekat membuat para pemburu ketakutan, wajah yang ketakutan itu sudah tidak bisa mereka sembunyikan lagi.
Dalam hati mereka, mereka berdoa agar hari ini bukanlah hidup mereka yang terakhir. Dragonoid itu berjalan kesetiap sudut gedung dan gang, namun pada saat ia ingin memeriksa gedung tempat para pemburu bersembunyi, raungan naga putih dari arah berlawan terdengar yang membuat mereka untuk menarik diri dari area tersebut, termasuk dragonoid yang hamper menemukan mereka.
Setelah langkah kaki dragonoid itu sudah tidak terdengar lagi, Kimberly segera mengintip dari balik tembok untuk memastikan kalau sekarang sudah aman.
“Baiklah… sudah aman, ayo kita kembali melakukan penyisiran” Kimberly dengan lega memerintah kembali. “Ayo kita kearah kiri, tempat mereka datang.. sepertinya ada mayat disana”
Mereka segera mengikuti Kimberly untuk pergi kearah kiri, dan tebakan Kimberly pun tepat. Tidak jauh dari sana terdapat beberapa pemburu yang tewas akibat ditemukan oleh mereka.
“Ayo kita selesaikan ini dengan cepat dan kembali ketempat persembunyian” Perintah Kimberly
Kimberly dan para pemburu yang lain segera mendatangi mayat yang tergeltak dijalan tersebut, mereka mulai merogoh isi tas yang mereka kenakan.
“Kapten, disini aku menemukan seorang porter!” Kata seorang pemburu pria memanggil Kimberly.
“Apa?! Porter?! Cepat periksa ranselnya” Kimberly segera berlari menuju anggotanya yang memanggil.
Pemburu itu segera melepaskan ransel dari tubuh porter yang telah tewas itu dan memeriksa isi dari ransel yang besar tersebut. Isi ransel itu seperti harta karun bagi mereka, didalamnya terdapat banyak makanan instan, minuman, potion merah dan biru serta beberapa potion adrenalin yang bisa berguna disaat-saat genting.
“Bagus.. ini lebih dari cukup! Ayo kita kembali!” Perintah Kimberly.
Saat diperjalanan kembali mereka melakukan hal yang sama, mereka sesekali bersembunyi didalam gedung demi menghindari naga putih yang mulai terbang di atas mereka. Dengan kesulitan yang ada, akhirnya Kimberly berhasil sampai tempat mereka bersembunyi, bertepatan dengan Kan yang juga baru saja sampai.
“Ah… kita datang secara bersamaan” Senyum Kimberly.
“Kau juga..” Kata Kimberly sambil melihat rasenl yang dibawa oleh Kan.
Sesampainya mereka disana, para pemburu yang menunggu didalam basement segera menyambut mereka dengan bahagia.
“Bagaimana?! Apa kalian menemukan makanan?” Tanya Kirisaki.
Kimberly dan Kan segera menaru bawaan mereka ditengah para pemburu.
“Wah.. sepertinya banyak” Sorak para pemburu melihat bawaan mereka.
Rudy segera mendekat dan memeriksa isi ransel milik Kan,” Eh?! Ini daging?!” Rudy terkejut melihat daging bakar di ransel milik Kan.
“Daging?! Serius?!” Para pemburu yang lain terlihat senang mendengar kata daging keluar dari mulut Rudy.
“Yang ini makanan Instan!” Teriak Kirisaki.
Sorakan kesenangan dari para pemburu terdengar sekali lagi, Kirisaki, Levi dan Rudy segera membagikan makanan dan minuman yang terdapat didalam kedua ransel besar itu secara adil.
Tanpa menunggu lama mereka segera berkelompok sambil memakan makanan yang baru saja tiba itu dengan riang gembira, tawa akan terpenuhinya rasa lapar dah dahaga mereka perlihatkan dengan senang. Para ketua guild beserta orang pentingnya juga membuat sebuah grup makan yang tidak jauh dari para anggotannya.
“Bagaimana kalian menemukan ini?” Kirisaki bertanya.
“Aku menemukannya tidak jauh dari persembunyian kita.. tetapi para Dragonoid hamper saja menemukan kami” Kata Kimberly sambil menghentikan makannya.
“Ah… kami disini juga mendengar langkah kaki mereka dan juga naga putih, kami khawatir dengan kalian disini” Kata Julie tersenyum.
Kan masih tetap saja makan dengan tenang seperti memikirkan sesuatu, Levi pun menatap kearahnya karena mencurigai sesuatu karena tingkah laku Kan yang aneh. Levi menatap kearah mie instan yang saat ini sedang ia santap bersamaan daging yang dibawa oleh Kan. Tetapi saat Levi ingin menanyakannya, Kan membuka mulutnya.
“Hei.. ada yang harus kalian ketahui..” Kan sambil menatap kebawah, dan pembukaannya membuat semua menghentikan makan mereka dan berfokus pada Kan.
“Daging itu… Daging manusia” Dengan pelan Kan membongkar identitas daging tersebut.
Geraldo yang saat itu sedang makan bersama mereka, segera menjatuhkan garpunya tanpa sadar. Mereka semua terkejut, setelah mengetahui daging apa yang saat ini mereka santap. Levi segera melihat kearah anggota tim yang mencari perbekalan bersama Kan, dan mereka terlihat ragu dan tidak berselera untuk memakan daging tersebut.
“K-kau gila! Apa maksud mu dengan daging manu-“ Sebelum Watz melanjutkan bicaranya, Kenny segera menghentikannya.
“Watz! Tenanglah jangan keras-keras… jangan sampai yang lain tau, aku mengerti mengapa Kan melakukan ini…”
Kirisaki yang sejak tadi terkejut mulai menenangkan diri dan bertanya perlahan kepada Kan, “Apa ini daging rekan kita yang terbunuh diluar sana?”
Kan hanya mengangguk pelan mengisyaratkan apa yang ditanya oleh Kirisaki adalah benar. Sontak Julie segera mual dan memuntahkan dagingnya, dilain sisi Don masih tetap saja cuek menggigit daging tersebut.
“Hei.. daging ini tidak terlalu buruk” Kata Don dengan polos.
“Dasar adik bodoh! Lihat lah situasinya” Din segera memukul kepala Don
“Apa ini benar daging manusia?!” Viola terkejut dengan wajah yang masih tidak percaya.
Rudy yang sejak awal masih tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Kan, mulai menenangkan diri dan bertanya perlahan kepada Kan.
“Mengapa kau melakukan ini?”
Kan pun diam sejenak sebelum mengatakan apa yang ia pikirkan, disamping itu Karen hanya bisa menatap kaptennya itu dengan tatapan penuh pertanyaan.
“Aku tidak punya pilihan lain selain melakukan ini, tempat yang ku tuju sudah tidak meninggalkan perbekalan apapun selain tubuh para rekan kita yang mati, awalnya aku tidak ingin melakukan ini.. tetapi karena aku tidak ingin melihat anggota ku dan anggota yang lain mati kelaparan…. Jadi aku melakukannya” Kan bercerita dengan sangat hati-hati.
Mereka yang mendengar itu tetap fokus melihat kearah Kan dengan tatapan yang masih tidak bisa menerima ini semua. Rudy segera menoleh kearah anggota yang sedang makan dengan lahap, ia mengertikan keningnya karena merasa iba dengan mereka yang tidak mengetahui daging apa yang sekarang ini mereka santap.
Setelah itu Rudy segera beralih menatap mangkuk mienya, “Aku mengerti situasinya… Terimakasih Kan”
“Rudy apa maksud mu dengan terimakasih, apa kau masih ingin memakannya?!” Levi menyangkal perkataannya.
“Aku akan tetap memakannya sebagai rasa terimakasih ku kepada mereka yang telah gugur dan kalau kalian tidak ingin memakannya, jangan dipaksakan” Kata Rudy sambil memakan kembali daging itu secara perlahan.
Mereka yang berhenti makan sejenak juga mulai ikut makan kembali setelah beberapa saat memperhatikan Rudy, beberapa dari mereka terlihat makan daging itu secara terpaksa.
“Maaf kan aku” Sesal Kan ditengah-tengah satu gigitan daging mereka.
“Tidak perlu dibahas kembali.. makan lah” Kata Rudy.
___________________________________________
Keesokan harinya rombongan yang bertujuan untuk menutup dungeon tersebut telah tiba, tiga pemburu top dunia yang membawahi masing-masing 10 orang pemburu terpilih lainnya, mulai berjalan kearah dungeon tersebut.
Peringkat 8 : Aamber Adeline dari France, ia seorang perempuan yang anggun dengan rambut pajanga berwarna orange. Dia wanita yang sangat pendiam dan lugu, senjata yang ia gunakan adalah pedang rapier seperti Toni.
Peringkat 9 : Lucero Marquez dari Spanyol, ia seorang pria berbadan tegap dengan rambut panjang berkepang satu berwarna hitam, ia seorang tank pengguna perisai bulat dengan duri berukuran sedang didepannya serta palu thor sebagai senjatanya.
Peringkat 10 : Joon Sung Kook dari Korea, ia pria dengan senjata trisula sebagai senjata andalannya, dia memilih tombak tersebut karena menyukai tokoh ternama aquaman dan pakaiannya menyerupai dengan apa yang aquaman kenakan sampai - sampai ia mewarnai rambutnya berwarna biru muda agar terlihat seperti laut.
“Ayo kita mulai misi ini!” Kata Lucero yang berada didepan mereka berdua.