
Diruangan kepresidenan negara Genosha Rado terlihat datang bersama Goro menghadap Gozie yang sedang duduk menunggu kedatangannya. Rado masuk kedalam ruangan tersebut tanpa membawa senjata apapun, sedangkan Yoga dan Melly menunggunya diluar gedung karena tidak diperbolehkan masuk oleh penjaga. Setelah penungguan yang cukup lama atas kedatangan Rado, Gozie segera memerintahkan Goro untuk keluar dari ruangan agar ia bisa berbicara empat mata dengan Rado.
"Tapi tuan..!" Goro berniat untuk menolak karena kekhawatirannya kepada Gozie.
"Kami hanya ingin berbincang-bincang saja"
Goro akhirnya menyetujui permintaan tuannya itu, Goro menatap kearah Rado sebelum ia keluar dari ruangan tersebut. Rado hanya menutup matanya dan tersenyum akan tatapan yang tidak bersahabat dari Goro, lalu setelah Goro keluar dan menutup pintu, pembicaraan pun dimulai.
"Rado Morctis, aku sepertinya mengenali nama belakang itu.. apa kau datang untuk membalaskan dendam orang itu?" Gozie memulai pembicaraan langsung pada pembahasan utama.
"Hm.. sepertinya kau sudah mengetahui motif aku datang ke negara ini" Rado menatap Gozie dengan senyumannya.
"Hahahaha coba saja bunuh aku sekarang!" Gozie menantang dibalik meja kerjanya.
"Baiklah kalau kau meminta!"
Rado segera melesat dari tempat ia berdiri, lalu bertengker diatas meja dan memposisikan tangan yang terbalut forcenya itu untuk memukul telak wajah Gozie.
"Hmm kalau dari dekat mata mu mirip dengan Silva.." Gozie dalam posisi yang sedang terancam itu masih bisa tersenyum dan mengatakan hal itu.
Laju pukulan Rado seketika berhenti setelah mendengar nama itu, matanya bergetar karena terkejut karena Gozie mengetahui nama ayahnya.
"K-Kau..! bagaimana kau mengetahui nama ayah ku?" Rado dengan wajah terkejutnya dibalik masker hitam.
Gozie perlahan membuka masker Rado dan melihat wajah utuhnya.
"Kau benar-benar mirip dengan kaka ku, wahai keponakan ku"
Rado terkejut mematung dalam posisi yang sama sambil menatap wajah Gozie yang sedang mendongak tersenyum melihat dirinya.
________________________________________________________
Di Indonesia, Guild yang diciptakan oleh Rudy baru saja terbentuk beberapa hari yang lalu. Nama Guild itu adalah White Lotus dengan bunga teratai berwarna putih sebagai ikon mereka. Guild baru itu cepat terkenal di Indonesia karena beberapa wajah dari anggota White Lotus dikenali saat kejadian Rado yang menaklukan para kapten beberapa waktu lalu.
Sekarang ini mereka tumbuh dengan kuat dan beberapa dari mereka sudah mencapai rank Saxon, Rudy dan Levi yang baru saja memulai debutnya pun segera mencapai rank Begio bersamaan. Nama Rudy dan Levi naik ketika ia mengetuai guild White Lotus, karena dianggap memiliki hubungan yang spesial dengan pria bermasker.
Saat ini Guild White Lotus memiliki anggota sebesar 120 anggota dan dinobatkan sebagai guild dengan pertumbuhan yang sangat cepat, namun dalam skala kekuatan mereka masih diurutan keenam dibawah The Jokers dan Guild Flower itu karena di Guild The Jokers dihuni oleh pemburu lisensi; Don Tri Wicaksono, Sedangkan di Guild Flower terdapat Viola Afani dan Merry Putri.
Sedangkan kabar dari ketiga Guild teratas, mereka saat ini menjadi lebih gencar untuk melakukan dungeon demi membalikan martabat mereka sebagai pemegang kekuatan teratas selain pemerintahan.
"Karen... bagaimana dengan dungeon mu?!" Kan yang baru saja keluar dari Red Dungeon.
"Ini mulai sulit, bagaimana cara orang-orang itu menyelesaikan white dungeon terus menerus dalam satu hari?!" Karen yang mulai terlihat lelah setelah menyelesaikan white dungeon yang kedua.
"Kali ini aku akan ikut dengan mu" Kan menawarkan diri setelah keluar dari Red Dungeon.
Mendengar hal itu, sebenarnya anggota guild The Ultimate ingin sekali mengeluh atas porsi dungeon yang akhir-akhir ini berlebihan, namun tidak ada yang berani mengatakannya kepada Kan.
"Kapten, bagaimana kalau kita istirahat terlebih dahulu.. anggota yang lain juga sudah terlihat kelelahan dan beberapa dari mereka masih belum bisa bertempur setelah dungeon maraton kemarin" Karen yang mencoba untuk mengubah pemikiran Kan.
"Tidak bisa! aku tidak ingin kalah dari orang itu!" Kan masih memegang keegoisannya.
Disisi lain, Watz dan Kenny yang melihat tingkah dari guild The Ultimate merasa kasian dengan anggotanya yang terlihat kelelahan.
"Sepertinya Kan masih tidak bisa menerima atas perlakuan orang itu" Kata Watz kepada Kenny.
Saat perseteruan internal guild itu terjadi, Guild White Lotus datang untuk melakukan dungeon dan secara kebetulan, kegiatan raid White Lotus berada di lantai yang sama dengan mereka.
Rudy yang berjalan didepan rombongan itu, sontak membuat perhatian semua orang tertuju kepada mereka.
"Lihat.. itu guild yang sedang naik daun" Bisik dari pemburu yang lain.
"Oiya..? ada apa ini ramai-ramai? apa ada pertemuan guild teratas dalam menara?" Sindir Rudy kearah Kan dan para kapten.
"Kau!!!!" Kan mulai geram.
"Kami mendengar berita tentang guild kalian yang mencoba untuk dungeon maraton seperti yang dilakukan orang itu, tetapi... sepertinya tidak berjalan dengan baik" Rudy tersenyum menatap Kan.
Kan yang masih geram seperti terpukul mendengar fakta yang memang terjadi.
"Diam kau.. Guild ku tidak lemah dan tidak akan kalah dengan partynya!" Kan yang awalnya dikenal sebagai orang yang beribawa, sekarang menjadi orang yang mudah tersulut emosi.
Karena risih akan tingkah Kan, Rudy mencoba untuk memberinya sebuah pukulan mental.
"Berhentilah menjadi kapten yang egois!! kau tidak lihat anggota mu?! Mereka sudah kelelahan dan butuh istirahat! Berhentilah untuk membuktikan hal yang sulit digapai..., kau bukan orang itu!"
Perkataan yang lantang dari Rudy membuat Kan menjadi lebih terpukul, Wajahnya seperti ditampar oleh kenyataan dan bahunya turun layaknya seorang yang sudah tidak mempunyai gairah.
Para pemburu disana melihat kearah Kan yang terdiam seribu bahasa setelah dibukakan matanya oleh Rudy dengan tatapan iba.
Karena sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, Rudy dan anggota White Lotus berjalan melewati mereka.
"Terimakasih sudah membukakan mata kapten kami.." Karen berbicara saat dilewati oleh Guild White Lotus.
Rudy tidak menggubrisnya sedikitpun dan tetap melangkah pada jalannya. Disamping itu, perasaan para anggota White Lotus menjadi terbawa akan suasana tersebut, seperti Geraldo dan kawan-kawan masih merasa kehilangan atas perginya Rado dari mereka.
__________________________________
Kembali ke negara Genosha, Rado yang telah selesai berbicara dengan Gozie keluar dari gedung itu dan bertemu dengan Yoga dan Melly.
"Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Melly mengejar Rado yang berjalan tanpa berhenti.
Rado tidak menjawabnya sama sekali dan terus berjalan.
"Apakah ada yang terjadi?" Yoga sekarang yang bertanya kepada Rado.
Namun, Rado tetap tidak menjawabnya.
"Hei Jawab! apa yang kau bicarakan!" Melly mulai meninggikan nadanya.
Rado segera berhenti dan berbalik menatap mereka berdua.
"Aku.. aku akan bekerjasama dengan Gozie mulai sekarang" Dengan wajah yang sedikit serius Rado memberitahu langkah yang ia lakukan selanjutnya.
"Apa?!"
Yoga dan Melly terkejut mendengar perkataan dari Rado.