The Archon

The Archon
Jawaban



Didalam lobby hotel tempat para pemburu berkumpul. Saat ini kondisi yang sedang terjadi didalamnya cukup menegangkan karena pertanyaan dari Yoga pada Rado. Semua pemburu yang baru saja bernafas lega dan tertawa lepas seketika terdiam terpaku kepada mereka. Mye yang mengetahui bahwa Yoga sudah kembali pun juga mengurungkan niatnya untuk segera menemuinya karena perkara ini.


"A-ada apa dengan Wen Li, wakpten?" Tanya Lucy yang penasaran dengan itu.


"Jawab, mengapa kau membiarkan dia untuk mengambil alih tim saat raid disini?!" Yoga dengan nada sedikit meninggi.


"Apa?! Jadi Wen Li sebenarnya sudah berada disini sebelum kita?" Bobby terkejut mendengarnya.


Rado masih terdiam menatap Yoga yang terlihat kesal karena kematian Wen Li yang sia-sia.


"Kalau saja kita tidak pergi ke Italia, mungkin dia masih hidup sampai sekarang karena kita lah yang akan dikirim Gozie kesini" Yoga terlihat sedih dengan kematian Wen Li.


"Kau bisa saja menolak misi yang diberikan ke Wen Li dengan membicarakannya baik-baik dengan Gozie!" Sambung Yoga.


"Tapi mengapa... mengapa kau diam saja dan menyembunyikan fakta itu pada ku?! Kau sudah tau kan kalau Wen Li yang dikirim untuk misi ini?" Yoga menatap Rado dengan perbaduan sedih dan kesal.


"Kapten! Apa itu benar?! Kau sebenarnya sudah mengetahui kalau Wen Li akan dikirim menjadi perwakilan Genosha?!" Tanya Bobby memastikan.


"Jawab Rado!" Yoga semakin meninggi.


Sekian lama ia berdiam diri, akhirnya Rado membuka suara. "Ya, aku mengetahuinya.. dan aku menyetujui atas pemberangkatan Wen Li untuk menutup black dungeon di Amerika" Rado dengan tenang menjawab pertanyaan Yoga.


Mendengar itu mereka yang mengenal Wen Li terkejut dan bagi mereka yang tidak mengetahui apa-apa mengenai masalah internal itu hanya bisa merasa simpati yang mendalam karena kesedihan yang sedang dialami.


"Kau! Mengapa kau menyetujuinya? Emang kau ini siapa?! Kau kan tau kalau Wen Li itu masih setengah matang! Mengapa kau membiarkannya mati begitu saja!" Yoga mulai kehilangan kontrol.


"Yoga! Apa kau sadar sedang berbicara dengan siapa?!" Rado sedikit terbawa emosi.


"Wen Li yang mengajukan dirinya sebagai relawan karena ia tidak ingin tertinggal oleh mu!" Yoga terkejut akan mendengar fakta yang akan terungkap.


"Apa kau tau bagaimana perasaannya selama ini?!" Rado sedikit marah namun tetap dengan beribawa.


"He-hei apa maksud mu dengan dia tidak ingin tertinggal?" Yoga bingung dengan perkataan Rado.


"Bukankah dia... dia..."


Yoga pun mengalami kilas balik semasa ia bersama dengan Wen Li saat berada di negara Genosha.


"Yoga.. Suatu saat aku ingin sekali bersandingan dengan mu dan kapten Rado.. Tetapi kemampuan ku masih belum cukup baik untuk mengikuti kalian.. jadi tunggulah aku" Wen Li tersenyum lebar saat berbicara dengan Yoga kala itu.


Yoga akhirnya mengetahui apa maksud dari yang Rado katakan, ia pun juga mengerti mengapa Wen Li mengajukan diri sebagai pemburu yang akan ikut serta dalam misi black dungeon itu.


"Kenapa aku tidak menyadarinya selama ini?" Yoga mulai merasa bersalah.


"Karena kau selalu menganggapnya sebagai adik dan selalu melindunginya, ia jadi merasa semakin jauh dengan kita... Selama ini, setiap malam ia selalu berlatih sendirian untuk meningkatkan kekuatannya untuk bisa berjalan sejajar dengan mu dan aku.. Tetapi tetap saja, saat ia ingin membuktikannya.. kau selalu tidak memberikan kesempatan untuk menunjukan apa yang sudah ia capai, dan pada akhirnya, ia mengajukan diri untuk ini sebagai bukti kalau dia sudah berkembang" Rado memberitahu kepada Yoga apa yang selama ini ia lihat setiap malam dimarkas pemburu.


"Jadi.. ini semua salah ku?" Tangan Yoga bergetar mendengar perkataan Rado.


Rado bersifat acuh tak acuh dengan kesedihan yang melanda Yoga saat ini karena ia tidak ingin melihat seorang yang ia anggap sebagai tangan kanannya menunjukan kelemahan. Rado segera pergi dari sana dan menuju lorong kamar, tetapi sebelum itu ia berhenti sejenak dan menyampaikan sesuatu kepada mereka semua.


"Oiya..Lagi pula sekarang ini Gozie sudah mati... sekarang ini akulah yang menjadi pemilik dari negara Genosha..."


"Eh?!"


Sontak perkataan dari Rado membuat seisi lobby tersebut terkejut bertanya-tanya, mengenai hal tersebut. Hanya para pemburu yang tetap tinggal di negara Genosha saja yang mengetahui atas kematian Gozie saat ini, para warga pun juga belum mengetahui kematiannya karena Rado memerintahkan Goro untuk tetap merahasiakan ini sebelum waktunya tiba.


Saat ini keberadaan Rado sangat berpengaruh besar pada dunia saat ini, sedangkan status PPMD saat ini sedang krusial karena pengaruhnya sebentar lagi akan tergeser oleh kehadiran aliansi yang dibentuk oleh Rado. Masyarakat dunia sekarang ini sangat menyangjung Rado dan aliansi berkat kontribusi mereka yang mampu menutup black dungeon.


_____________________


Masyakat juga tidak lupa dengan para pemburu yang tergabung dalam PPMD atas kerjakeras mereka, akan tetapi dimedia sosial mulai ada forum yang membahas mengenai kekuatan dari dua kubu yang memiliki pengaruh tersebut. Salah satu yang mereka bahas mengenai kematian Kuhler yang telah menghancurkan keseimbangan dari dua kubu tersebut.


"Kuhler mati? Ini pertanda kalau Aliansi akan mengambil alih dalam masalah perburuan hahaha" Kata salah satu akun.


"Ini sangat menarik, aku mendukung aliansi setelah mengetahui sifat menjijik dari PPMD yang selama ini tidak aku ketahui" Balas akun yang lain.


"Apakah aliansi akan memusnahkan sisa-sisa PPMD?"


"Aku harap ia melakukannya tetapi jika dia masih memiliki hati, mungkin tidak"


___________________


Sementara itu, dimana dunia saat ini sedang tertuju kepada Rado dan membuat status Aura kepemimpinannya naik dengan drastis, Rado yang sedang duduk dipinggir kasur sebuah kamar hotel segera memeriksa status Archonnya karena belum sempat ia buka.


Status Transfer 92%


-Point Skill-


Point Skill Close Range 100/100 point


Point Skill Ranger 30/30 point


Aura kepemimpinan 90%


Ketahanan Fisik 100%


-Ketahanan Elemen-


Air 75%


Api 100%


Tanah 100%


Angin 79%


[Status transfer mencapai dan melewati 80%, Sang Archon mendapat sebuah anugerah tambahan berupa 40% Serangan dan Pertahanan. Poin Skill Close Range mencapai maksimal, sang Archon mendapat skill Deciding Fight, skill ini adalah tingkat lanjut dari mode awakening. Skill ini akan meningkatkan 100% attack power dalam 1 menit]


"100%?! Hahahahaha" Rado tertawa saat membaca skill terakhirnya itu.


Ia tersenyum lalu segera murung, ia mengingat apa yang dikatakan oleh Yoga tadi mengenai Wen Li. Entah mengapa hatinya ada sedikit rasa menyesal karena menyetujui Wen Li untuk mengambil peran tersebut.


"Bila saja aku menghentikannya saat Goro menelpon ku.." Wajahnya yang murung dengan hati sedih.


Disaat yang bersamaan suara ketukan pintu kamarnya membuyarkan kesedihannya itu, ia segera mencoba untuk terlihat tegar seperti tidak ada apa-apa.


"Masuk lah.." Rado mempersilahkan masuk.


Pintu pun terbuka dan Julie pun masuk.


"Apa aku mengganggu mu?" Tanya Julie.


"Tidak.." Rado mencoba untuk tersenyum.


 Julie pun mendekat kearah Rado yang sedang terduduk dikasur tersebut.


"Apa aku terlihat menyedihkan?" Dengan spon Rado bertanya.


Julie tersenyum menatap Rado yang sedang menutupi kesedihannya, disaat-saat seperti inilah kepekaan seorang perempuan sangat penting,


"Apa kau merasa sakit?"


"Sepertinya aku tidak bisa menyembunyikannya" Rado tersenyum lalu menunduk.


"Aku merasa kesal dengan diri ku sendiri... Apa aku pantas dipanggil sebagai kapten atau pun pemimpin bagi mereka? Rado tertunduk untuk menutupi kesedihannya dari Julie.


"Kau pantas.." Julie menjawab singkat dengan senyum.


"Tapi aku tidak bisa melindungi mereka semua..." Rado sempat menyesalkan kematian para pemburu dari Genosha.


"Itu tidak benar! Kau sudah menyelamatkan kami.." Julie mencoba untuk menyangkal.


"Tapi aku..." Rado semakin jatuh dalam kesedihan.


"Aku tidak menyangka, kalau orang yang terlihat kuat dan memiliki tekad seperti dirinya mempunyai sisi lain juga, ini sungguh lucu"


Julie tersenyum dan segera membenamkan kepala Rado dalam pelukannya. Ia mengusap-ngusap rambutnya demi menenangkan dirinya yang sedang jatuh. Hari itu Rado merasa kalau dirinya terlarut dalam pelukan Julie yang membuatnya nyaman.


"Semua akan baik-baik saja... itu bukanlah kesalahan mu" Julie mengusap terus rambut Rado sambil memeluknya.


Rado mulai terlihat tenang didalam pelukannya dan berangsur lebih baik, pelukan Julie membuat dirinya merasa mendapat sebuah obat yang segera menyembuhkan luka dihatinya.


"Apa kau merasa baikan?" Tanya Julie.


Rado hanya mengangguk dan berkata, "Tolong tetap lah seperti ini untuk beberapa saat"


"Baiklah" Julie tersenyum sambil mengusap rambutnya.


_______________________________________________


-Gedung PPMD cabang Inggris-


"Tuan bagaimana ini?! Banyak investor yang mencabut saham mereka!" Kata seorang petugas yang terlihat panik melapor kepada Richard pada saat rapat.


"Mana sopan santun mu?!" Richard terlihat geram dengan petugas yang asal masuk dalam ruangan tersebut.


"Maafkan aku!" Petugas itu terlihat ketakutan.


"Keluarlah! Kami sedang Rapat!" Usir Richard kepada petugas tersebut.


"Baik!" Petugas itu segera keluar dan menutup pintu kembali.


"Sial! Karena pemuda itu!!!! Anak ku!!! Bisa-bisanya dia membunuhnya!" Baldrik sangat kesal.


"Kita harus segera membunuhnya sebelum semakin terlambat, cepat panggil petinggi PPMD yang lain dari negara top 10 kita harus mengambil tindakan." Diwei mengusulkan rencana yang tergesa-gesa.


"Tuan... ada laporan bahwa, beberapa petinggi dari negara top 10 mengundurkan diri dari PPMD" Kata petugas yang sedang berdiri didalam ruangan itu.


"Apa kau bilang?! Siapa yang berani berkhianat disaat seperti ini?!" Diwei menggebrak meja karena emosi.


"Sekarang ini Korea, Rusia, India dan France sudah mengajukan untuk mengundurkan diri dari PPMD" Petugas itu melapor.


"Dasar pengecut! Mereka akan kena sanksinya nanti!" Baldrik semakin marah dengan keadaan ini.


"Sepertinya aku juga akan keluar dari PPMD" Carlton yang sejak tadi diam mengejutkan semua.


"Carlton apa maksud mu hah?!" Diwei menoleh kearahnya dengan nada meninggi.


"Aku keluar karena sebagai hutang budi ku kepada pemuda itu yang telah menyelamatkan negara Amerika. Jalan kita sudah berbeda!" Carlton membalasnya dengan apa yang ia pikirkan untuk membalas budi.


"Aku juga akan ikut dengan Carlton.. alasan ku juga sama, karena ia telah menyelamatkan para pemburu ku pada saat di timur tengah dan juga.. Nagatomo menelpon untuk tidak macam-macam dengan pemuda itu" Kojima yag terlihat duduk sambil menutup mata terlihat beribawa.


"Kalian!!!!! beraninya berbicara seperti itu kepada ku?! Apa kalian tidak mengerti posisi kalian?! Baldrik sedikit mengancam.


"Bladrik! Era PPMD sudah habis, ini bukan saatnya memperdebatkan hal yang tidak perlu! Lagi pula Jepang akan menjadi negara netral" Kojima menjawab ancaman tersebut.


"Amerika akan ikut dengan Aliansi" Carlton dengan spontan mengambil sebuah keputusan.


"Keparat Carlton!"


Diwei mulai terbakar emosi dan tiba-tiba sebuah ledakan terjadi pada ruangan tersebut.


_____________


NOTE : Mungkin Chapter selanjutnya akan jadi chapter spesial Wen Li dalam pembawaannya menggunakan POV 1