The Archon

The Archon
Dimulainya Misi Penyelamatan



Saat ini didepan black dungeon yang terdapat ditengah perkotaan pada salah satu negara di timur tengah, telah tiba tiga orang yang disebut sebagai pemburu top sepuluh dunia, mereka adalah Aamber yang menduduki posisi 8, Lucero posisi 9 dan Joon Sung diposisi 10. Dibelakang mereka sudah berdiri beberapa pemburu yang sudah dipilih secara ketat untuk menaklukan dungeon tersebut.


Tidak seperti tim raid sebelumnya yang menggunakan jumlah sebagai strategi untuk menaklukan dungeon tersebut. Kali ini mereka lebih memilih pemburu-pemburu yang berkompeten untuk meningkatkan persentase kemenangan, mereka terdiri dari pemburu rank Saxon dengan jumlah roh melebihi 4 jt roh. Dimana dengan roh yang yang mencapai jumlah tersebut, sudah dipastikan mereka adalah orang-orang yang berpengalaman dalam dungeon.


"Yuhuuuuuuu..... Sekian lama aku menahan diri untuk tidak ikut serta dalam raid kali ini karena kuhler melarang kita untuk turun, akhirnya... akhirnya... aku...." Lucero mengangkat kedua tangannya dengan gembira sambil tersenyum lebar.


"Lucero!!! Bagaimana pakaian ku?! Keren bukan?!"Kata Joon Sung sambil berpose aneh memamerkan pakaian aquamannya.


"Itu keren sekali sobat! pakaian mu ketat dan mesum.." Lucero memberikan jempol kanannya sambil mengedipkan satu matanya tanpa beban.


"Ahhhh.... terimakasih Lucero hahahahha"


Mereka berdua layaknya anak kecil yang diajak kedunia bermain, riang gembira tanpa beban. Disamping itu Aamber yang lebih memilih tidak banyak tingkah hanya bisa menatap mereka dari kejauhan.


[Hah... kenapa aku harus bersama orang-orang aneh ini... aku ingin pulang dan segera membaca manga..] Lesu Aamber mengeluhkan misi ini dalam hati.


"Aamber!!!! kenapa kau lesu begitu?! Semangat lah..!!! keluarkan api semangat mu.. uwoooo!!!" Kata Lucero semangat sambil melakukan push up disana.


Para anggota mereka hanya cuma bisa melihat kelakuan aneh para kapten dengan tatapan ilfeel, tetapi jika menyangkut soal kekuatan, mereka tidak bisa dianggap remeh. Bagi pemburu yang memasuki top sepuluh dan mengantarkan negara mereka menduduki kursi bertahkta itu sudah bisa disebut sebagai monster. Kekuatan force yang melimpah itu tidak bisa dikejar lagi oleh pemburu biasa.


"Sebaiknya kita haru segera masuk sebelum dungeon ini menjadi breakdown" Aamber dengan pelan memberi usulan.


Lucero segera berhenti push up dan segera berdiri, "Ah.... kenapa tidak bilang daritadi.." Dia tersenyum dengan keringat membasahi tubuhnya.


"Hei..hei kalian harus lihat aku... aku adalah ikan" Kata Joon Sung masih dengan pose anehnya.


Mereka akhirnya memutuskan untuk memulai raid tersebut, langkah demi langkah mulai mereka pijakan ke aspal yang mengarah kedungeon tersebut. Tubuh mereka pun perlahan mulai tertelan oleh portal berwarna hitam tersebut dan mulai memasuki dunia diseberang sana diikuti oleh anggota mereka. Setelah mereka masuk kedalam, ekspresi yang bisa mereka perlihatkan adalah terkejut. Terkejut akan mayat yang berserakan didepan portal tersebut.


"I-ini?!" Kata salah satu anggota yang terlihat pucat melihat para mayat yang beberapa dari mereka tidak utuh.


"Kapten Lucero! Portal ini tidak membiarkan kita kembali!" Kata salah satu anggota yang mencoba untuk keluar.


Lucero yang menoleh kearah portal tersebut, segera memegang dagunya dan perilaku bodohnya berubah menjadi serius, "Sekarang aku mengerti mengapa mereka tidak memberikan informasi, Joon!" Teriak Lucero kepada Joon.


Joon pun mengerti maksud dari Lucero dan segera melempar trisulanya kearah depan, Trisula itu pun melesat jauh dengan force berwarna biru laut. Trisula itu pun menancap diaspal dan mulai bergetar, tak lama kemudia trisula itu mengeluarkan aura seperti detektor yang menyisir hampir sepertiga kota yang terbakar itu.


"Bagaimana?" Tanya Lucero sambil menoleh kearah Joon yang sedang menutup matanya.


"Aura ku mendeteksi didepan sana ada mayat yang berserakan, dan..."


"Dan apa?" Tanya Aamber penasaran dengan kalimat yang terpotong itu.


"Gawat!" Joon segera meletakan tangannya kedepan seperti ingin meraih sesuatu, dan secara tiba-tiba trisulanya terbang kembali kearahnya. "Kita harus cepat, ada beberapa pemburu yang sedang dikejar oleh para monster"


Mendengar demikian mereka segera berlari kedalam untuk menyelamatkan pemburu tersebut, dilain sisi pemburu yang dimaksud oleh Joon saat ini sedang mencoba untuk melarikan diri dengan kondisi yang babak belur. Ia adalah seorang ranger yang sudah tidak memiliki senjata apapun. Ia terus berlari melewati gang-gang yang menurutnya bisa dilewati.


"Aku tidak ingin mati... aku tidak ingin mati" Gumamnya ketakutan.


Dibelakangnya terdapat kumpulan para dragonoid yang mengejarnya sambil memperlihatkan kuku tajam mereka, pemburu itu sesekali melihat kearah belakang untuk memastikan jarak antara mereka.


"Siapapun tolong aku!!!!!!"


Teriaknya yang mulai kelelahan karena terus-terusan berlari, dan disaat pertigaan jalan kota. Aamber melompatinya dan segera mengeluarkan skill tusukan seperti Toni, namun dengan kerusakan yang berbeda. Serangan itu mampu melukai dragonoid yang terdepan hingga membuatnya terjatuh kebelakang. Para dragonoid pun berhenti karena halangan tersebut.


Tidak lama kemudian rombongan pemburu datang dari arah Aamber melompat dan segera memeriksa pemburu yang sedang dikejar tadi.


"Si-siapa kalian?!" Tanyanya dengan ketakutan.


"Hei-hei tenanglah kami disini untuk membantu kalian.." Kata Lucero berbicara kepadanya.


"Membantu? Hahahaha kalian tidak akan bisa... jalan satu-satunya adalah menunggu sampai terjadi breakdown dan memberitahu para top sepuluh mengenai ini" Dengan nada yang bergetar letih ia menatap Lucero.


"Kalau begitu.. kami datang tepat waktu" Lucero tersenyum lebar kearahnya.


"Ka-kalian?!" Terkejut pemburu itu.


"Ya.. kami adalah pemburu top 10 besar"


Mendengar itu, pemburu tersebut meneteskan air mata tanpa disadari, "Syukurlah, kami selamat"


"Hahahahhaa" Tawa Lucero senang karena tepat waktu.


"Aa.. hei bisakah kalian berhentilah berbicara dan bantu aku, kumohon" Dengan nada lembut Aamber meminta pertolongan.


"Kau benar.. kita bantu dulu Aamber, banyak sekali pertanyaan yang ingin kutahu dari mu" kata Lucero berdiri dan berjalan kearah Aamber, Joon Sung pun juga demikian.


Lucero pun berdiri memasang badan didepan mereka semua sambil memasang kuda-kuda seorang tank yang menempatkan perisainya didepan tubuh sebagai pertahanan.


"Majulah!!!!!" Provokasi dari Lucero kepada para dragonoid.


Para Dragonoid pun mulai menyerang kearah mereka dengan bersamaan, Lucero masih tersenyum sambil menunggu kedatangan mereka. Kakinya pun sedikit menekuk kebawah seperti ia akan melakukan sesuatu, disaat para dragonoid sudah berjarak kurang lebih beberapa meter lagi dengan Lucero. Lucero segera menabrak mereka dengan perisai berdurinya itu dan membuat pasukan dragonoid terdorong kebelakang dengan keras.


"Tidak mungkin!!! Saat itu para tank kami sangat sulit menghentikan pergerakan mereka.. tetapi dia.." Pemburu itu terkejut untuk kedua kalinya.


"Kalian! cepat serang mereka!" Perintah Lucero kepada yang lain.


Teriakan dari para anggota raid menutupi suara kobaran api diarea tersebut, pertarungan sengit pun mulai terjadi diantara monster dan manusia. Para pemburu berusaha keras untuk menumbangkan sebanyak mungkin lawan mereka. Aamber terus berusaha untuk menyerang mereka berkali-kali dengan rapiernya, cahaya pink yang keluar disetiap tusukannya sangat indah. Partikel-partikel kecil berwarna pink berjatuhan setiap pedangnya menusuk tubuh para dragonoid yang mulai terlihat berlubang akibat serangan beruntun itu.


"Mereka sedikit keras.."


Disamping itu Joon Sung terus memutar-mutar trisula dan menghantamkannya ketubuh dragonoid yang menyebabkan monster itu terpukul menabrak dinding, dan dimonster terakhir Joon mencoba untuk menusuknya dengan trisula yang ia pakai sampai menembus dragonoid tersebut.


"Yah... mereka tidak seperti monster yang biasa kita temui"


Sedangkan Lucero, terus menabrak ketengah komplotan itu hingga jarak mereka begitu dekat agar palu pendeknya itu mampu mengenai mereka. Ia sangat peka terhadap sekitarnya, ia berputar kesana kemari demi melindungi diri dari serangan belakang. Saat ia mulai lengah, Trisula milik Joon terbang mengenai 3 dragonoid yang berada dibelakang Lucero dan mengakibatkan monster itu terbawa sampai tertancap didinding gedung.


"Sobat Lucero, berhati-hatilah dengan bagian belakang mu.." Senyum Joon kepada Lucero dan ia segera menarik kembali trisulanya yang menancap.


"Hahaha.. terimakasih manusia ikan!" Lucero melambaikan tangannya.


Pertarungan sengit itu berlangsung hampir sejam dan dimenangi oleh para pemburu dengan beberapa anggota yang gugur dalam bentrokan pertama mereka.


"Hahh... meskipun mereka adalah pemburu yang berpengalama, tetapi mereka mati juga dipertarungan pertama" helaan nafas Lucero sambil melihat pemburu yang telah gugur.


"Baiklah.. kalau begitu ayo kita memasuki sesi tanya jawab!" Senyum Lucero kepada pemburu yang sudah lama berada didalam dungeon tersebut.