The Archon

The Archon
Badai dalam Menara Dungeon



1 bulan kemudian.


"Bagaimana dengan hari ini? apa kau mendapat white dungeon?" Tanya seorang pemburu kepada teman yang sedang melihat akun miliknya.


Ibu jarinya terus menerus menggeser keatas mencari white dungeon yang masih menyala terang, namun dari atas sampai bawah, status pada white gate pada hari itu sudah bertulis Sold Semua. "Apa-apaan ini?! sudah sebulan ini white dungeon setiap harinya selalu terjual semua" Kesal seorang pemburu.


____________________________


-Di menara Dungeon-


"Bisakah kau mencarikan kami white dungeon pada hari ini?" Kata seorang pemburu dan timnya yang baru saja tiba meja gate keeper.


"Tunggu sebentar" Gate Keeper itu segera melihat kearah layar pencaharian. Namun setelah lama ia mencari, ia segera menoleh kearah pemburu itu dengan senyum ketidakenakannya.


"Maaf untuk saat ini white dungeon sudah terjual semua" Kata Gate Keeper dengan murah senyumnya.


"Apa?! Lagi????"


Didalam white dungeon lantai 2, Rado sedang memimpin timnya menghabisi monster beruang kutup dengan cepat. Kali ini medan salju itu berada ditengah hutan yang tertutup salju, tim yang berada dibawah kepemimpinan Rado terlihat seperti orang yang berbeda, itu karena mereka mendapat lonjakan kekuatan yang signifikan.


"Kapten! biarkan bos kali ini kami yang menanganinya" Kata seseorang yang memakai bandana membawa pedang besar.


"Apa kalian yakin?" Rado tersenyum kearahnya.


"Kapten! sudah seminggu ini kami mengikuti jejak mu dengan cara selalu menempatkan diri kami pada keadaan hidup dan mati. Hal itu sudah terbukti membuat kami jauh lebih kuat, jadi jangan meremehkan kami lagi" Choksi berkata dengan percaya dirinya sambil tersenyum.


"Bos..! itu benar apa yang dikatakan oleh bro Choksi, kami sudah tidak seperti dulu lagi! Memang baru tim 1 dan 2 saja yang hampir bisa menyelesaikan dungeon secepat dirimu, tetapi tim 3,4 dan 5 tidak akan kalah, kali ini bos diam saja dan duduk santai dibelakang, biar kami tunjukan sudah sejauh apa kekuatan tim 3" Bosman juga dengan percaya dirinya berkata demikian.


"Baiklah kalau begitu" Rado menutup matanya dengan senyuman.


_______________________________________


-Dalam ruangan guild The Ultimate-


Ruangan itu sangat rapih dengan tema kebaratan, setiap ruangan guild memiliki tema yang berbeda tergantung mereka mendesain ruangan yang sudah menjadi milik mereka itu. Dalam ruangan itu, Kan sedang duduk dibalik meja kerjanya dan seorang anggota guild menghampirinya.


"Tuan Kan, kita kehabisan guild White dungeon lagi, bagaimana ini?" Kata anggota guild dengan wajah cemasnya menghadap Kan Basungkak, "Dalam situs pemburu, nama pembeli tidak dicantumkan dan saat kami bertanya kepada gate keeper, mereka berkata kalau itu rahasia"


"Sudah sebulan ini kita hampir tidak mendapatkan white dungeon, siapa dalang dibalik semua ini?" Kan sudah mulai kesal, "Dan apa maksud mu dengan rahasia?!" Kan mulai curiga dengan fenomena kali ini.


"E... saya tidak tau secara pasti kapten.. tetapi akhir-akhir ini ada rumor mengatakan kalau terdapat sebuah tim bisa menyapu bersih white dungeon dengan begitu cepat, jangan-jangan ada kaitannya dengan terjualnya semua white dungeon bulan ini?" Tanya anggota yang sednag berdiri menghadap Kan.


"Hmm Aku tidak tau, tapi..."


Kan segera keluar dari ruangan guildnya dan menuju Lobby. Pada lobby tersebut secara tidak sengaja ia bertemu dengan ketua guild teratas yang lain.


"Muka mu sepertinya sedang tidak senang" Kata Kenny yang masih akrab dengan rokoknya.


"Perkara kehabisan White Dungeon?" Watz bertanya seperti mengetahui apa yang sedang terjadi, karena bukan The Ultimate saja yang kesulitan, tetapi semua guild besar dan party kelas kakap juga kesulitan mendapatkan white dungeon akhir-akhir ini.


"Kita harus menyelidiki orang yang telah memonopoli white dungeon, kalau begini terus anggota kita yang masih berkembang bisa sulit untuk mengaksesnya" Kan dengan wajah seriusnya mengajak yang lain untuk menyelidiki fenomena ini.


________________________________


Kembali kedalam dungeon, Rado yang sedang berlari menuju ruangan bos tersenyum karena suatu hal, [Mungkin saat ini para pemburu yang lain sedang kesal karena tidak mendapatkan white dungeon]


Kilas balik beberapa minggu yang lalu, dalam gedung pemerintahan lantai atas.


"Steven bilang kau ingin bertemu dengan ku?" Rado bertanya kepada sosok tertinggi dalam pemerintahan.


"Ya.. aku ingin bertemu dengan mu" Vasco berputar kearah Rado dengan kursinya yang empuk itu.


Rado mengeritkan dahinya karena megetahui siapa sosok Vasco.


"Dengan wajah yang seperti itu, kau sepertinya sudah mengetahui siapa diriku" Vasco tersenyum.


"Yah.. kau selalu dibicarakan oleh orang itu" Rado dengan nada kesal berbicara dan sedikit mengintimidasi dengan forcenya.


"Hahaha sepertinya Kevin memiliki adik yang kurang sopan, tapi.. itulah mengapa aku tidak bosan dengan keluarga mu" Vasco juga sedikit mengeluarkan forcenya dan bentrokan forcepun terjadi, namun tentu saja Rado tidak mengeluarkan semua aura forcenya.


Force itu bergesek lumayan hebat. Namun semakin lama, force miliki Vasco mulai tertelan oleh force Rado.


[Orang ini memiliki force yang lumayan juga, apa pemerintah bisa mengendalikannya?] Vasco menyembunyikan kecemasan dalam benaknya.


Karena merasa sudah cukup bermain-mainnya Vasco segera menurunkan aura forcenya, demikian juga Rado.


"Aku sudah membaca data informasi mengenai dirimu, dulu kau hanyalah seorang yang tidak berdaya.. tetapi sekarang ini kau terlihat seperti orang yang berbeda, apa kau telah melewati suatu yang berkesan, seperti sebuah anugerah tambahan?" Vasco bertanya perlahan, namun tepat.


"Berjuang dalam hidup dan mati, itu saja" Dengan santai Rado menjawab.


Vasco tersenyum mendengar jawaban tersebut, ia merasa seperti ada sebuah kejanggalan. Tapi ia menerimanya begitu saja, karena setiap orang pasti ada hal yang tidak ingin ia utarakan.


"Hmmm menarik! Lalu mengapa kau tidak menaikan Rank mu?" Vasco mulai memangku dagunya dengan punggung telapak tangan diatas meja seperti biasa.


"Rank itu hanya sebuah kiasan belaka" Dengan santai Rado menjawabnya kembali.


Mendengar hal itu Vasco mulai tertarik dengan Rado, namun.....


"Apa kau ingin membantu kami menyelesaikan sesuatu?" Vasco menawarkan misi.


"He... apa pemerintah sudah tidak memiliki muka? Memberikan misi kepada pemburu rank Eranel? jangan bercanda.. itu tidak mungkin! Lagi pula aku tidak ingin menjadi anjing pemerintah" Rado dengan senyumannya menolak kasar.


"Meskipun ini menyangkut kematian kaka mu?" Vasco tersenyum dengan kata yang menjadi senjata pamungkasnya untuk menarik Rado.


Mendengar itu Rado segera melesat menarik kerah jas Vasco dan untuk pertama kalinya Rado menunjukan sebuah emosi dengan meluapkan forcenya yang sudah berkembang lebih kuat. Tekanan force itu sontak membuat semua pemburu didaerah sekitar menjadi terkejut dan waspada ketika merasakan aura force yang kuat entah darimana datangnya. Tidak hanya pemburu kelas teri saja, tetapi pemburu dengan kekuatan hebat seperti para ketua guild teratas juga merasakan keberadaan force yang hebat itu.


"Force ini?" Dalam benak Julie yang saat itu berada didalam ruangan guild.


Ruangan Vasco menjadi acak-acakan dengan kertas yang berhamburan dimana-mana.


"Katakan! siapa yang membunuhnya?!!" Dengan mata yang penuh amarah ia dengan kasar memerintah Vasco untuk mengatakan.


Steven yang melihat itu ingin segera melerai mereka, tetapi dengan sigap Vasco mengangkat tangannya kearah Steven untuk tidak ikut campur.


"Hooo.... Sepertinya kau ingin menghancurkan orang yang telah membunuh kakak angkat mu itu.." Vasco dengan senyuman khasnya sedikit menggoda Rado,


"Cepat Katakan!!!" Rado mulai mendesak.


"Baiklah.. baiklah....Yang membunuh kakak mu itu adalah Gozie Alavonte, dia mafia dari Italia yang memiliki kekuatan seasia tenggara, apa kau berani melawannya? Kelompoknya merupakan kelompok yang tidak bisa diraih oleh mu seorang diri, ia juga memiliki kemampuan yang hebat"


Rado segera meredupkan forcenya dan melepaskan kerah Vasco setelah ia sudah mendapatkan nama pembunuh kakanya, "Berikan aku waktu sebulan dan aku akan mengejarnya" Rado segera berbalik arah dan berjalan menuju pintu keluar. Namun sebelum ia mencapai pintu tersebut, ia berbalik kembali kearah Vasco yang terduduk menatap dirinya, "Bisakah kau tetap menjaga kerahasian dari identitasku?" Rado berbalik untuk mengatakan hal tersebut.


"Itu mudah, ada lagi?" Vasco masih tersenyum ramah.


"Hmmm untuk sebulan kedepan bisakah kau menjual semua white dungeon kepada ku? tentu dengan nama yang tidak dicantumkan"


"Apa alasan mu meminta seperti itu?" Vasco penasaran dengan maksud permintaan Rado.


"Hanya tanggung jawab seorang kapten" Rado segera meninggalkan ruangan Vasco dengan sepotong kalimat dengan penuh arti.


"Baiklah kalau begitu" Vasco menyetujui semua permintaan Rado.


Setelah Rado keluar dari ruangannya, Vasco segera merobohkan punggunya ke kursi yang empuk seperti orang yang baru saja bekerja dengan keras.


"Steven.., apa kau pernah melihat ku merinding sebelumnya? Tanya Vasco tersenyum sambil melihat langit-langit ruangannya.


"Untuk orang sekuat anda, sepertinya itu tidak mungkin" Dengan nada yang hati-hati Steven berbicara.


"Ah.. kau benar, itu tidak mungkin. Tapi aku baru saja merinding untuk pertama kalinya" Ia tertawa karena kejadian yang menimpanya tadi.


_____________________________________________


-Kembali kedalam dungeon tim Rado-


"Kapten! Sepertinya ruangan bos sudah didepan mata" Kata anggotanya melihat tebing dengan sebuah goa di hujung hutan ini.


"Baiklah ayo kita selesaikan" Rado menyambut pertarungan dengan bos yang sudah menanti timnya.


Tidak memerlukan waktu yang lama bagi mereka untuk mengalahkan bos tersebut. Setelah mereka mengumpulkan semua item drop dari bos itu, mereka memutuskan untuk segera keluar dari dungeon tersebut dan tentu saja iring-iringan mereka menjadi pusat perhatian dan buah bibir bagi pemburu disana. Ada kesan kagum melihat ketangguhan dari tim Rado yang tiada henti melakukan raid dalam white dungeon dengan cepat.


Pada kalangan pemburu rank bawah mereka menjadi sebuah tim idola baru. Menurut rumor yang tersebar dikalangan para pemburu, Tim Rado merupakan kumpulan orang-orang lemah yang tergabung dalam satu party dan menjadi kuat bersama, hal itu menjadi sebuah motivasi bagi mereka untuk terus berkembang. Namun hanya satu yang masih menjadi misteri dalam party tersebut, yaitu kapten mereka yang masih belum diketahui siapa identitasnya.


Dalam diri mereka semua terdapat rasa yang kuat akan sosok Rado yang menutupi wajahnya dengan masker selama ini, anggota partynya pun tidak mengetahui sosok siapa sebenarnya dibalik masker itu dan itu membuat sosok Rado menjadi sebuah misteri sampai saat ini.


Masih mengenai sosok Rado, di media sosial sudah tersebar spekulasi mengenai sosok dirinya, ada yang mengatakan kalau dia adalah pemburu dengan rank Saxon yang telah lama pensiun, ada juga yang mengatakan kalau dia itu adalah orang luar negeri dan tidak sedikit yang mengatakan kalau dia adalah senjata pemerintah yang baru saja bebas dari kekangan mereka.


Karena informasi yang minim itu mereka tidak mengetahui secara pasti rank milik Rado, selama ini mereka menyangka kalau Rado memiliki Rank tinggi, padahal orang yang menjadi buah bibir akhir-akhir ini hanyalah seorang Rank Eranel.


Dalam keributan atas iringan party Rado, beberapa orang datang dan berhadap-hadapan dengan dirinya.


"Hei apa kau yang memonopoli dungeon akhir-akhir ini?" Kan dan kapten guilld yang lain menghentikan iring-iringan tim 3 Rado