The Archon

The Archon
Zowie



Cerita yang mengejutkan Rado terekam dengan jelas dikepalanya saat ini. Ada dua hal yang membuatnya terkejut mengenai cerita mengenai Zowie yang terlontarkan dari mulut pria tersebut, yaitu mengenai Zowie yang bisa membuat obat layaknya potion di dunia sebelumnya dan cerita tersebut sudah berawal dari dua tahun yang lalu.


"Apa?! Dua tahun yang lalu?! Bukankan kita baru saja datang kedunia ini kurang lebih satu minggu?" Apa ini termasuk skema yang dibuat oleh para dewa? Ini masih menjadi sebuah misteri! Apakah skema yang dibuat oleh dewa ini bisa berkembang dengan sendirinya? Tapi ini membuat ku bingung! Dua tahun?! Dua tahun katanya!" Rado berpikir keras dalam benaknya dan tertawa karena sistem dunia ini.


"Tuan? Mengapa anda tersenyum?" Tanya pria tersebut dan juga membuat satu keluarga itu terheran dengan Rado yang tersenyum beserta menunjukan wajah yang begitu tertarik.


"Tidak.. hanya saja aku merasa kalau aku telah mencari orang yang tepat.." Jawab Rado memberikan jawaban yang berbeda dengan apa yang ia pikirkan.


"Ya kau benar! Ka Zowie adalah orang yang hebat! Luka bekas jatuh ku saat aku bermain hilang seketika hanya dengan meminum ramuan dari ka Zowie... dan juga rasa sakitnya juga hilang.." Kata Rakry dengan antusias bercerita.


"Hmm? Warna apa ramuan itu?" Tanya Rado kepada Rakry.


"Kalau ku ingat - ingat... Berwarna merah!" Ya berwarna merah!" Jawab Rakry sambil tersenyum lebar.


"Merah?! Hei apa orang itu dapat membuat potion merah juga didunia ini? Tapi bagaimana bahan - bahannya? Si Zowie itu...." Senyum Rado memikirkan kehebatan dirinya.


"Akan tetapi Zowie berpesan kepada kami untuk tidak memberitahukan mengenai penemuannya kepada siapapun, kami mengerti dengan apa yang dia katakan.. karena mungkin jika penemuannya tersebar luas.. ia tidak akan bisa hidup bebas seperti biasanya..." Kata sang ayah.


"Itu memang seperti Zowie.. Dia hanya ingin sendirian dan tidak ingin terikat dengan siapa - siapa.." Senyum Rado dalam benaknya.


Beberapa saat kemudian, Rado baru tersadar mengenai suatu hal.


"Maaf sebelumnya, Apa dia pernah bertanya akan suatu hal yang aneh?" Rado berubah menjadi serius dan menodongkan pertanyaan.


"Hmmm selama ia tinggal bersama kami, hal yang aneh pada dirinya sangat lah banyak. Seperti ia menanyakan tahun berapa, teknologi yang kami gunakan dan juga bahan obat - obatan lainnya.." Jawab sang ayah.


Rado sekali lagi terkejut mendengar pernyataan tersebut karena ada kemungkinan kalau Zowie tidak dimanipulasi ataupun dihapus ingatannya oleh dewa.


"Tapi bagaimana bisa ia terhindar dari bencana itu?! Aku akan mengetahuinya kalau aku sudah bertemu dengannya untuk membalikan ingatan beberapa teman yang lain... Mengingat Devian dan Rudy menunjukan sebuah indikasi beberapa ingatan mengenai dunia sebelumnya.. mungkin ada sebuah pemicunya untuk membalikan seratus persen ingatan seperti Zowie..." Dalam benak Rado berspekulasi.


"Lalu dimana ia sekarang?!" Tanya Rado.


Mendengar pertanyaan itu membuat keluarga itu begitu pundung, akan tetapi karena yang bertanya adalah Archon di ras mereka, sang ayah tidak mempunyai pilihan lain selain memberitahunya.


"Aku tidak tau dimana ia sekarang... Ia adalah orang yang selalu berpetualang, tetapi biasanya kurun waktu sebulan dua bulan ia akan kembali ke kami, tetapi sudah beberapa terakhir ini ia tidak kembali..." Tunduk sang ayah.


"Lalu kemana terakhir ia pergi?" Tanya sekali lagi dari Rado.


"Desa Fuso.." Jawab pelan sang ayah.


"Apa?! Fuso kata mu?" Rado terkejut.


"Ya.. Waktu kabar desa Fuso diserang oleh ras demigod kami juga merasa khawatir dengan dirinya... Setiap kami bertanya kepada prajurit yang berada di pintu gerbang, kami malah diusir oleh mereka.." Kata sang ayah.


Rado saat itu juga tidak mengetahui apakah Zowie menjadi salah satu korban disana atau tidak, itu karena dirinya segera kembali ke ibukota tanpa melihat keadaan di desa tersebut. Rasa khawatir saat ini mulai menyelimuti Rado, ia takut kalau Zowie saat itu berada disana dan menjadi salah satu korban tewas. Rado segera berdiri dari duduknya dengan wajah kesal.


"Tuan?!" Sontak kata sang ayah terkejut dengan sikap Rado.


Keluarga tersebut menjadi gelisah melihat tingkah laku Rado yang begitu kesal secara tiba - tiba.


"Kau! Siapa nama mu?!" Tanya Rado kepada sang ayah.


"Aku Jefry tuan..." Dengan gemetar ia menjawab.


"Jefry! Ikut aku sekarang.. Kita akan ke desa Fuso sekarang.." Ajak Rado kepada Jefry.


Rado dan Jefry segera bergegas keluar ibukota dan menuju ke portal untuk melakukan teleportas ke desa Fuso. Penjaga gerbang ibukota dibuat bingung oleh kehadiran Rado yang secara tiba - tiba berada disana dan menanyakan tujuannya.


"Tu-tuan Rado! Anda mau kemana?" Tanya prajurit yang sedang berjaga kepada Rado.


Namun Rado mengacuhkan mereka, Rado saat ini penuhi rasa panik mengenai status Zowie yang tidak diketahui sekarang ini. Ia berjalan dengan cepat diikuti Jefry dengan pakaian lusuhnya.


"Tu-tuan.." Panggil prajurit tersebut sekali lagi namun tidak dijawab oleh Rado.


Karena merasa diacuhkan oleh Rado, prajurit itu segera berlari ke ruang pos dan mengabarkan markas pusat mengenai Rado yang keluar dari Ibukota.


"Markas pusat! Markas pusat! Masuklah!" Panik prajurit tersebut.


"Disini masuk pusat.. ada apa?" Tanya petugas disana.


"Tuan Rado! Tuan Rado keluar dari Ibukota!" Lapor prajurit itu.


Markas pusat diruang kontrol menjadi heboh dengan Rado yang tiba - tiba keluar tanpa bilang sesuatu terlebih dahulu. Disisi lain, Jaquile, Albert dan Julie yang semulanya bersama Rado segera dihubungi oleh markas pusat mengenai tindakan Rado.


"Apa?! Mau kemana dia?!" Tanya Jaquile panik.


"Bagaimana bisa?! Dimana dia sekarang? Apa dia sudah membuka portal?!" Tanya Albert.


Sedangkan Julie setelah mendapat laporan itu segera berlari tanpa mengatakan apapun kepada prajurit yang sedang mengawalnya di jalan.


"Nona Julie?!" Heran prajurit tersebut.


Julie, Jaquile dan Albert saat ini sedang berlari menuju portal yang berada diluar ibukota secara bersama. Mereka juga diikuti oleh rombongan pengawal yang sama - sama tidak mengetahui lebih jelas kasus yang menyebabkan kapten dan jenderal perang itu berlari tergesa - gesa. Mereka bertiga pada kakhirnya bertemu secara bersamaan didepan pintu keluar gerbang ibukota.


"Kalian?!" Heran Albert.


"Kau kesini pasti karena menerima laporan itu bukan?!" Tanya Jaquile panik.


"Ya aku menerimanya dari markas pusat! Kemana tuan Rado?!" Tanya panik Albert.


"Tu-Tuan Rado beberapa saat lalu baru saja melewati kami..." Gemetar prajurit tersebut.


"Kenapa kau tidak menghentikannya!" Bentak Jaquile.


"A-aku.." Takut prajurit tersebut.


Karena tidak membuahkan hasil bila terus berbicara disana, mereka bertiga beserta beberapa prajurit lainnya segera berlari menuju portal ibukota. Ditengah - tengah mereka menuju portal tersebut, Albert menerima panggilan masuk lagi dari markas pusat. Ia segera menekan alat transmisi yang berada ditelinganya.


"Apa kau sudah tau kemana tuan Rado pergi?" Tanya panik Albert.


"Ya! Tuan Rado menuju desa Fuso!" Jawab petugas yang mengawasi tujuan portal.


"Desa Fuso?!" Heran Albert.


"Desa Fuso?!" Jaquile dan Julie pun juga heran dengan tujuan Rado.


Dari kejauah portal yang semulanya tidak aktif, mulai aktif dan mengumpulkan energi holy essence untuk melakukan teleportasi.


"Dasar Rado, hanya karena diberikan sebuah remot untuk melakukan teleportasi, ia bsia seenaknya pergi begitu saja tanpa mengetahui kita!" Geram Jaquile.


Setelah Jaquile bergumam, akhirnya mereka bertiga segera menerobos portal dan berpindah kedesa Fuso sekejap. Disisi lain Yoga yang masih diruang perawatan juga menerima kabar tersebut.


"Cih.. Kenapa ia bertindak seenakanya selagi aku tidak ada disampingnya?!" Kesal Yoga sambil mematikan transmisi yang begitu kecil.


Jaquile, Julie dan Albert pun sampai ke desa Fuso sekali lagi dan portal yang berada dibelakang mereka menutup setelah semua prajurit melewatinya. Desa itu masih dalam perbaikan, terlihat beberapa prajurit dan warga sedang melakukan penataan ulang. Mereka bertiga segera bergegas masuk kedalam desa tersebut dan mencari Rado.


"Apa kau melihat tuan Rado?!" Tanya Jaquile kepada salah satu prajurit yang sednag bekerja.


"Tuan Rado? Aku tadi melihatnya masuk kedalam balai desa bersama seorang pria lusuh.." Jawabnya.


"Pria lusuh?" Heran Jaquile dan ia segera menuju balai desa.


Disaat mereka bertiga sampai di balai desa, mereka melihat Rado dan Jefry sedang berdiri disebuah papan yang menginfokan orang yang telah mati akibat insiden penyerangan ras demigod.


"Rado!" Panggil Jaquile yang segera menghampirinya.


Rado tidak menoleh sedikit pun dan terus mencari nama Zowie didalam papan nama yang tidak terurut sesuai abjad tersebut.


"Tuan Rado.. Anda sedang apa disini? Mengapa anda tidak mengabari kami kalau anda ingin berpergian?" Albert terlihat khawatir.


"Aku hanya berjalan - jalan sebentar.. mengapa kalian begitu panik dan juga sampai seramai ini?" Rado baru melirik dan melihat kondisi yang sudah gaduh itu.


"Kami hanya...." Albert mengurungkan niatnya untuk menjawab dan beralih kepada Julie.


"Julie! Bagaimana bisa kau tidak mengawasi tuan Rado! Bukankah kau yang diminta oleh tuan Rado untuk menemaninya?!" Albert begitu kesal.


Julie yang merasa bersalah terlihat menunduk karena dibentak olh Albert.


"Ma-maafkan aku karena lalai mengawasi tuan Rado.." Julie dengan bersalah meminta maaf.


"Albert! Jangan salah kan Julie! Dia tidak ada kaitannya dengan kepergian ku ini.. Lagi pula akulah yang memisahkan diri sebelumnya... Kalau kau ingin marah.. Marah lah padaku!" Tanpa menatap Albert Rado berkata.


"Tidak! Maafkan aku tuan Rado kalau aku sudah bersifat lancang.." Albert segera meminta maaf. '


"Jadi mengapa anda kesini? Dan siapa orang lusuh ini?" Sambung Albert setelah meminta maaf lalu menatap sinis kepada Jefry.


Jefry yang mengetahui siapa Albert ini segera menundukan wajahnya karena ia takut, Rado yang melirik kearahnya begitu mengerti setelah ia mendengar cerita mengenai bobroknya pemerintahan pada saat Albert menjabat.


"Mulai sekarang dia adalah pelayan pribadi ku.." Kata Rado spontan.


Perkataan itu membuat Jefry begitu terkejut dan menatap Rado dengan wajah berseri.


"Tu-tuan.." Panggilnya tidak percaya.


"Kalau begitu maafkan kelancangan saya sekali lagi tuan Rado..." Albert meminta maaf kepada Rado sekali lagi.


"Aku kesini karena mendapat informasi mengenai Zowie dari dia" Jawab Rado pada pertanyaan beruntun yang dilontarkan oleh Albert.


"Apa?! Lalu bagaimana?!" Tanya Jaquile.


Disisi lain Julie merasakan sakit kepala yang amat menyakitkan saat Rado menyangkut nama Zowie saat itu. Ia seperti mengingat sebuah kejadian yang begitu samar terlintas dikepalanya. Namun rasa sakit itu hanya bersifat sementar dan hilang begitu saja.


"Apa itu?! Aku seperti mendapat sebuah ingatan mengenai Zowie dan..." Ia menatap ke punggung Rado yang saat ini berada didepannya.


"Aku sudah memeriksa papan informasi warga yang tewas.. sepertinya dia bukanlah salah satu dari mereka.. dapat dipastikan kalau Zowie sudah pergi sebelum penyerangan itu dimulai.. akan tetapi kemana dia pergi sekarang?" Tanya Rado kepada mereka semua.


"Ini sulit untuk menemukan seseorang karena kita tidak mengetahui siapa saja yang melewati portal publik, juga ada kemungkinan kalau dia melekukan perjalanan jauh  tanpa menggunakan portal.." Albert mencoba untuk berasumsi.


"Kau benar.. Kita harus bertanya kepada mereka yang masih hidup di desa ini.." Kata Rado mengambil keputusan.


Beberapa saat kemudian, seorang pria dibawa masuk oleh beberapa prajurit untuk menghadap Rado.


"Tuan.." Hormatnya kepada Rado.


"Langsung saja.. Apa kau mengetahui orang bernama Zowie?" Tanya Rado.


"Zowie? Ya aku mengenalnya.." Kata pria tersebut.


"Dimana dia sekarang?" Sambung Rado.


"Ia sudah meninggalkan desa ini sebulan yang lalu dan kami tidak tau kemana ia pergi... ia sungguh berjasa di desa ini karena mengobati kami yang sakit.." Kata pria tersebut.


"Baiklah.. Terimakasih sudah mau berbagi informasi.." Kata Rado.


"Baik tuan.." Pria tersebut pergi.


Rado kembali dibuat bingung dengan kemana Zowie berada. Sementara itu di wilayah elf dimana sedang terjadi pertempuran hebat bersama ras Orc hampir menunjukan hasil perang tersebut. Para Dark Elf yang semulanya bertahan berhasil dipukul mundur oleh pasukan Orc yang diketuai oleh Laguun. Kekuatan yang dimiliki Laguun tidak ada yang bisa menandinginya di wilayah tersebut.


Pasukan Elf pun terpaksa harus mundur kedalam hutan tidak jauh dari wilayah tersebut.


"Berapa yang gugur?" Tanya dark elf perempuan kepada dark elf pria.


"Kurang lebih ratusan.." Lapornya.


"Sial! Itu sangat banyak" Kesal dark elf perempuan itu.


Saat mereka sedang menyusuri hutan untuk melarikan diri, mereka dikejutkan oleh seorang ras manusia yang sedang memetik tumbuh - tumbuhan disana.


"Eh? Manusia?! Sedang apa dia di wilayah elf?" Tanya dark elf perempuan dalam benaknya.


Para elf pun berhenti dan mengelilingi pria tersebut.


"Kau sedang apa kau disini?!" Tanya dark elf perempuan tersebut diiringi dengan siaga para elf yang lain.


Ternyata identitas pria itu adalah Zowie.


"A-ahhh aku hanya sedang mengumpulkan tanaman obat..."


Dengan panik ia menjawab pertanyaan Dark Elf tersebut.