
Kota api yang tidak pernah padam dan langit malam yang selalu ditemani warna merah. Suhu yang panas dengan debu api yang berterbangan. Raungan dari seekor naga yang menggema sampai keseluruh kota membuat para pemburu yang mendengar lari luntang-lantung. Tetapi tidak bagi mereka yang masuk kedalam demi misi mulia, yaitu menyelamatkan pemburu yang terjebak dan menutup black duengeon.
Saat ini pemburu yang diketuai oleh Aamber, Lucero dan Joon sedang menahan amukan dari naga putih yang sangat kuat tersebut dengan susah payah, terlihat beberapa pemburu mulai berguguran dimedan pertempuran tersebut. Aamber dan Joon pun segenap kekuatan yang mereka miliki terus berusaha untuk mencari celah agar menumbangkan naga tersebut, meskipun tubuh mereka sudah mulai babak belur.
"Aamber! Aku akan memberikan mu waktu untuk melukai matanya cepat!" Kata Joon dengan noda darah yang sudah berada dipelipisnya.
"Baiklah!" Aamber segera melesat dengan rapiernya menuju naga tersebut.
"Para mage, keluarkan sihir air dan siram ke gedung yang terbakar cepat!" Perintah Joon dengan keras.
Para mage pun mulai merapalkan mantra, sebuah tanda berwarna biru mulai hadir didepan senjata mage mereka. Setelah tanda tersebut mulai terfokus pada satu titik, sebuah serangan air mulai keluar dan membasahi gedung-gedung yang terbakar dan menyebabkan api tersebut menguap mengakibatkan asap tebal yang menutupi pandangan semua orang disana.
Aamber yang terlatih dalam ruangan gelap tidak terpengaruh oleh asap tersebut, bola mata yang berwarna orange itu bersinar layaknya mata kucing yang terbias oleh cahaya saat malam, ia bersiap-siap dengan memegeang erat pedang andalannya itu.
"Hei Kau!" Teriak Aamber pada salah satu pemburu kelas close range tank yang sedang kebingungan karena asap"
"Eh?! Kapten Aamber?!"
"Cepat berikan aku pijakan untuk melompat!"
Pemburu itu pun dengan sigap segera berlutut dan memposisikan perisainya keatas untuk dorongan lompatan Aamber. Aamber pun segera melompat dan mendarat diperisai yang cukup besar itu, lalu ia segera menekukkan kakinya demi memberi dorongan tambahan saat melompat.
"Heyaaaa" Pemburu yang membantu Aamber untuk melompat segera memberikan dorongan kepada perisainya keatas agar kaptennya itu mampu melompat tinggi dan mencapai naga tersebut.
Aamber pun melesat keatas dengan cepat kearah mata naga tersebut. Kepulan uap itu pun ia lewati dengan cepat, naga yang tidak mengetahui arah serangan masih kebingungan atas keterbatasan pandangannya karena uap tersebut, terkejut akan kehadiran Aamber yang tiba-tiba muncul dari dalam asap kedekat matanya. Mata naga itu pun memantulkan bayangan Aamber yang sudah siap untuk melukai matanya dengan sebuah skill yang ia miliki.
Dengan senjatanya yang sudah diperkuat oleh force miliknya, Aamber pun melancarkan serangannya kearah salah satu mata naga tersebut, tusukan beruntun pun Aamber arahkan pada mata naga yang bisa dibilang adalah bagian yang tidak seperti tubuh lainnya yang keras. Mata naga itu terluka akibat serangan dari Aamber dan mengeluarkan darah berwarna kehijauan tidak seperti dragonoid yang memilik darah berwarna merah.
Ia meronta kesakitan akibat luka dimata, namun disaat Aamber turun dari keberhasilannya itu, ekor dari sang naga berkecamuk kearah Aamber. Aamber yang tidak memiliki waktu dan posisi yang tidak menguntungkan hanya bisa mencoba untuk bertahan sebisa mungkin menangkis serangan ekor itu dengan pedang yang ia balut dengan force yang amat tebal.
"Erghhhh!!!!" Erangan dari Aamber saat ekor itu mulai menghantamnya dengan keras.
Tubuh Aamber terdorong kebelakang diatas karena cambukan ekor naga putih yang kuat, tangan kanan Aamber mulai bergetar menandakan kalau batasnya untuk menahan serangan itu sudah diambang batas, namun dengan tekad yang kuat Aamber memaksakan diri dan mengeluarkan aura force yang lebih besar pada tubuhnya. Ia berteriak sekuat mungkin dengan gibasan rambut panjangnya yang terurai dilangit akibat aura force yang menutupi tubuhnya.
Namun, tubuh Aamber bertolak belakang dengan tekadnya yang masih ingin menahan serangan itu, pergelangan tangan milik Aamber yang sudah tidak tahan akan beban serangan yang berat mulai retak. Aamber pun menunjukan ekspresi dari kesakitan yang sementara tersebut. Tangan kanannya mulai kesemutan akibat cedera yang ia terima, Aamber pun menyerah akan serangan itu dan membuatnya terlempar hingga beberapa meter kebelakang.
Joon dan pemburu yang lain terkejut saat melihat Aamber terlempar sangat keras keluar dari uap yang mereka buat, pandangan mereka begitu cepat mengikuti kemana Aamber terlempar akibat serangan ekor sang naga.
"Aamber!!!!!!" Teriak Joon terlihat cemas dengan setetes keringat yang berada dipelipisnya.
Aamber pun terpelanting saat jatuh keaspal yang juga membuatnya terseret hingga menabrak sebuah gedung diujung pertigaan. Ia terduduk tidak sadarkan diri dengan kondisi yang mengenaskan, rambut indah orange yang kusut itu menutupi wajah cantik Aamber serta tangan kanan yang sudah patah, memaksa Aamber tidak bisa melanjutkan pertarungan.
Joon segera menoleh kembali kearah uap yang sebentar lagi akan menghilang, naga yang semula tertutup oleh uap mulai menunjukan fisiknya. Ia sedang meronta-ronta sambil mencoba untuk memegangi matanya yang terluka akibat serangan Aamber. Joon terlihat kesulitan menghadapi naga itu, dengan gugurnya Aamber dan ketidaktahuannya akan keberadaan Lucero yang terlempar jauh saat mencoba untuk menahan cambukan ekor yang baru saja diperlihat oleh naga tadi.
[Ini gawat! kalau aku sendiri aku bisa mati] Gumam Joon, [Tidak! aku tidak boleh pesimis, aku seorang pemburu top 10 tidak boleh gentar! Aku akan mencoba untuk menahannya sampai Lucero datang] Semangat Joon menaikan mentalnya sendiri.
Sifat anehnya sekarang ini seperti menghilang begitu saja. Disaat genting seperti ini, jiwa kaptennya baru mulai terlihat. Joon Sung adalah seorang penggemar komik super hero, baginya menjadi pemburu sama saja menjadi super hero yang ia gemari.
"Super Hero tidak akan mundur dalam keadaan apapun, tunggu saja... aku akan menjadikan mu sup naga" Ia bergumam sambil tersenyum, sedangkan dibelakang Joon Sung para pemburu terlihat sangat ketakutan sampai tangan mereka bergetar.
Joon pun segera menancapkan trisulanya keaspal dengan keras yang membuat permukaan aspal tersebut menjadi retakan besar yang mengangkat, retakan yang dicptakan oleh Joon membuat naga tersebut kehilangan keseimbangan dan jatuh kebelakang menghantam gedung dibelakangnya.
"Eh?! Apa kau merasa kalau tuan Joon itu kuat?" Salah satu anggota terkejut melihat aksinya itu.
"Yah... menurut rumor, tuan Joon seharusnya berada diperingkat 5... tetapi dia menolaknya dan memilih menjadi peringkat 10" Kata anggota yang lain menjawab.
"Kalian! Apa yang kalian tunggu?! Serangan dia!" Joon memberikan perintah kepada anggota yang lain.
Joon Sung dan pemburu yang lain melesat kearah naga yang saat ini sedang terbaring akibat jatuh. Semua kemampuan yang terbaik mereka keluarkan semua untuk melukai tubuhnya yang keras itu. Serangan beruntun serta akrobat tombak yang Joon perlihatkan bertubi-tubi menyerang dititik yang sama sampai membuat keretakan pada sisik keras naga putih tersebut.
Joon terus meningkatkan kecepatan serangannya sampai naga itu meraung kesakitan, semakin cepat dan semakin cepat ia ayunkan tombaknya ketubuh naga itu. Keretakan sisik pun semakin besar dan akhirnya ia berhasil menembus sisik keras itu dan melikai naga putih. Darah kehijauan kembali keluar dari tubuhnya, kali ini naga tersebut mendapat luka yang cukup serius.
Naga itu mencoba untuk bangun dan menyerang membabi buta dengan kedua tangannya untuk mengusir para pemburu yang seperti lalat dari tubuhnya.
"Awas! Mundur!" Teriak Joon dengan sigap yang ditangkap cepat oleh para pemburu.
Mereka memilih mundur dan menjaga jarak dari naga tersebut. Setelah Joon berhasil mendarat dengan sempurna, ia seperti tidak diberikan nafas sementara oleh naga itu, Joon kembali terkejut saat melihat kearah mulut naga yang mulai bersinar terang dengan kobaran api.
"Tidak mungkin?!....." Joon yang terkejut melihat naga itu ingin mengeluarkan serangan yang belum diperlihatkan kearah mereka.
"Kapten Joon! Menghindarlah!!!! Itu adalah api yang mampu menghanguskan manusia sampai menjadi debu!!!" Teriak pemburu yang tim raid 2 selamatkan dari atas gedung sebelumnya.
Joon yang mendengar teriakan itu segera menoleh kembali kearah naga yang sudah siap akan semburannya. . Setelah mulut naga itu penuh dengan api yang sangat panas, ia segera menyemburkannya kearah Joon dan para pemburu. Semburan itu sangat cepat dan mengerikan, Joon berhasil menghindarinya dengan cepat. Namun tidak dengan anggotanya, mereka segera terbakar dan berteriak kesakitan. Hanya butuh beberapa detik saja untuk api itu membuat tubuh manusia menjadi abu.
Joon yang sedang terbaring karena lompatan mendadaknya itu, terlihat gentar akan api yang baru saja didemburkan. Didepan bola matanya, ia melihat secara langsung proses anggotanya menjadi abu akibat terkena serangan tersebut. Matanya bergetar dan giginya mulai bergidik akan dahsyatnya semburan itu.
"Apa Kuhler, Jason dan Nagatomo berhasil mengalahkan monster seperti ini saat menjadi pahlawan korea?!" Tanyanya dalam hati.
Naga itu pun segera menyiapkan semburan kedua dan mengarahkannya kepada Joon seorang, Joon hanya bisa terdiam pasrah karena force yang ia miliki tinggal sedikit akibat beberapa seragan terkahirnya. Ia hanya bisa terbaring sambil melihat kearah naga yang sudah siap menyembur.
"Jika aku mati disini, aku tidak akan menyesal karena aku akan menjadi pahlawan yang mencoba untuk menutup black dungeon" Pikirnya ketika sudah terima keadaan.
Semburan yang cepat itu pun naga lepaskan, Joon hanya bisa menutup matanya sambil menunggu kepala api itu mulai mengenainya. Namun, ajalnya belum memanggil. Lucero, Kan, Kirisaki, Choksi, Gai, Bon dan para tanker yang lain melompat bersama dan membentuk perisai seperti tempurung kura-kura demi melindungi Joon dari semburan api tersebut.
Semburan api itu sangat sulit mereka tahan sampai-sampai membuat perisai bagian depan mereka mulai meleleh. Julie dan Rudy dengan inisiatifnya menembakan anak panahnya tepat kearah mata naga yang terluka dan membuatnya tersentak hingga mengubah jalur semburan itu keatas.
"Hehehe Joon aku kembali" Senyum Lucero dibalik tempurun perisai kearah Joon.
"Lucero!" Teriak bahagia memanggil dar Joon.