The Archon

The Archon
Rencana Invasi



"A-apa maksud anda berbicara seperti itu tuan?! Dia ini orang yang ditakdirkan! Dia yang akan menuntun kita kesebuah kemenangan!" Kata Hawl dengan keheranan.


"Aku tidak bisa memberikan masa depan ras manusia kepada orang asing! Jadi cepat serahkan kekuatan itu kepada ku!" Kata Albert sedikit memaksa.


"Hoo.. jadi menurut mu kami ini orang asing?!" Rado tetap tersenyum disaat - saat seperti ini.


Para prajurit pun segera mengepung mereka dari berbagai sisi, Yoga dan Jaquile pun juga masih memperhatikan pergerakan mereka tanpa senjata apapun karena ketentuan yang telah diberlakukan oleh gedung pusat.


"Cih tombak ku berada dibawah.. aku tidak menyangka kalau akan ada penyergapan seperti ini.." Kesal Jaquile.


"Kami tidak akan membunuh mu kalau kau memberikan kekuatan demicles kepada ku secara sukarela.." Kata Albert.


"Memberikan kekuatan ini kepada mu? Bagaimana mungkin.." Rado tersenyum.


"Jadi kau ingin menggunakan cara kekerasan?! Baiklah kalau kau yang meminta!"


Albert segera bersiap mengeluarkan force angin miliknya, ia adalah seorang mage yang terlah menjadi pemimpin ras manusia dalam bertempuran beberapa tahun ini, ia terkenal diseluruh ras atas pencapaiannya dalam pertempuran - pertempuran yang sudah ia lalui.


Setelah konsentrasi force yang berada ditangannya sudah terkumpul, ia melemparkan force berelemen angin berbentuk sabit itu kearah Rado, namun tanpa melakukan apa - apa Rado dapat menetralisir force yang dilontarkan oleh Albert.


"Apa?!" Albert terkejut dengan serangannya yang tidak mempan terhadap Rado.


"Apa ini kekuatan dari Demicles?!" Sambungnya terkejut.


"Mungkin..." Rado tersenyum sambil berjalan kearahnya.


Albert mulai terlihat cemas dan mulai menyerang Rado kembali dengan berbagai elemen yang ia kuasai, namun itu tetap saja tidak mempan terhadap Rado, karena ketahanan elemen yang sudah dicapai olehnya dikehidupan sebelumnya itu membuat dirinya kebal terhadap serangan force elemen yang memiliki kekuatan dibawah rata - rata.


Para penjaga tidak tinggal diam saja, mereka yang sejak tadi hanya diam memperhatikan juga mulai ikut menyerang kearah mereka bertiga dengan sejata yang ia miliki, namun dengan sigap Jaquilda dan Yoga segera menghentikan mereka.


"Jangan mencoba untuk melakukan yang tidak penting... Kalau kalian masih bersihkeras untuk melakukannya kami tidak akan tinggal diam.." Ancam Yoga meskipun tanpa menggunakan senjata.


Para penjaga menjadi diam setelah diancam tersebut hanya dengan melihat kedua orang tersebut. Sementara itu Albert tetap mencoba untuk menyerang Rado. Tetapi tetap saja, sesaat sebelum Force itu benar - benar menyentuh tubuh Rado, force itu benar - benar terpecah menjadi partikel - partikel kecil karena aura force yang kasat mata melindungi Rado.


"Apa ini kekuatan tuan Albert? Ini tidak seperti biasanya.. apa mungkin dia.." Pikir Hawl terheran melihat pertempuran tersebut.


Serangan demi serangan Albert lancarkan yang mana membuat beberapa ledakan didalam ruangan itu, para warga yang semulanya sedang merayakan kemenangan ras manusia, berubah menjadi sebuah kepanikan setelah mendengar ledakan dari gedung pusat dimana pemimpin mereka berada. Pasukan yang baru saja tiba di ibukota itu segera berlari menghampiri gedung pusat dengan tergesa - gesa. Disisi lain kota, Rudy dan beberapa pemburu Indonesia lainnya juga merasa terusik saat berada didalam sebuah bar akibat suara ledakan itu. Mereka segera keluar dan melihat secara langsung ledakan itu terjadi.


Tanpa berpikir lagi, mereka juga ikut bergegas berlari kearah gedung pusat.


"Apa yang terjadi?! Disaat seperti ini apa ada yang memberontak?!" Tanya Rudy dalam benaknya.


Karena merasa bosan, Rado melakukan lesatan pendek dan segera memukul perut Albert dengan keras. Albert terpental hingga keluar gedung dan mengakibatkannya terjun bebas dari gedung tertinggi itu. Dari kejauahan, para prajurit yang sedang berlari kearahnya dapat melihat Albert sedang terjun bebas tanpa alasan yang belum mereka ketahui. Mereka semakin cemas dan semakin bergegas berlari kearah gedung tersebut.


Albert yang terjun bebas seperti terlihat kesulitan. Dalam keadaan sedang terjun bebas, ia mengkakulasi waktu saat ia akan tiba ditanah.Namun sebelum itu terjad, ia menyempatkan diri untuk mengeluarkan force berelemen angin dan memberikan dorongan kebawah agar memberikan hentakan pada tubuhnya agar tidak mati saat terjatuh. Disaat ia baru saja mendarat dengan susah payah, ternyata Rado segera menyusulnya terjun bebas. Rado tanpa hambatan saat mendarat membuat tanah yang menjadi pijakannya menjadi hancur.


Albert begitu terperangah melihat aksi terjun bebas tersebut dan melihat kearah atas dimana ia baru saja terjun.


"Hoi.. itu tinggi sekali bukan.. Kau bisa mendarat dari ketinggian itu tanpa terluka sedikit pun?" Dalam benak Albert saat beralih melihat Rado yang tersenyum dihadapannya.


"Sepertinya berkat kekuatan itu kau menjadi seorang monster... seperti yang dibicarakan oleh para leluhur kami.. orang yang memiliki kekuatan itu akan menjadi seorang monster!" Senyum Albert kepada Rado.


"Mangka dari itu kau ingin memiliki kekuatan ini?" Tanya Rado tersenyum.


Disaat mereka sedang berhadap - hadapan, para prajurit yang cemas akan pertempuran itu pada akhirnya tiba. Mereka begitu terkejut saat melihat kondisi Albert sudah sangat lusuh.


"Tuan Albert! Apa yang terjadi?!" Tanya Rudy saat baru sampai disana.


Rado yang melihat Rudy dan beberapa orang lainnya begitu terkejut dan juga lega karena dapat melihat mereka lagi.


"Kalian.." Rasa senang dibalik keterkejutannya itu.


"Kau! Brengs*k! Apa yang aku lakukan?! Apa kau utusan dari salah satu ras?" Geram Rudy keapada Rado.


"Tuan Rado!" Panggil Nagatomo saat melihat Rado.


"Kau mengenalnya?!" Tanya Rudy segera.


"Y-ya.. kami mengenalnya.. dia adalah orang yang ditakdirkan oleh para leluhur.. dia sang archon.." Jawab Nagatomo


Sontak membuat mereka semua yang belum mengetahui Rado terkejut dibuatnya.


"Jadi dia sang Archon?!" Rudy yang tertergun melihat Rado.


Disaat bersamaan Yoga dan Jaquile pun tiba.


"Rado.. apa kau tidak apa - apa?" Tanya Yoga.


"Sepertinya tidak" Senyum Rado menoleh kearahnya.


"Tapi kau gila juga.. Gedung itu sangat tinggi.. apa kaki mu tidak patah?" Heran Jaquile.


Mereka yang melihat mereka bertiga berbicara layaknya sedang tidak terjadi apa - apa begitu bingung dengan apa yang sedang terjadi saat ini.


"Lalu mengapa tuan Albert bertarung dengannya?" Tanya Rudy.


"Aku mencoba untuk mengambil demicles dari dirinya... Apa kalian rela kekuatan para leluhur dimiliki orang dari luar?!" Kata Albert.


"Hei.. Jaga ucapan mu! Tapi setidaknya kami adalah ras manusia!" Kata Jaquile menyangkal.


Kata yang terucap oleh Jaquile membuat Albert terusik, "Tapi yang harusnya mendapatkan kekuatan itu adalah diri ku!"


Perbincangan itu membuat keadaan semakin membingungkan, entah apa yang sednag dipikirkan oleh Albert sampai ia menginginkan kekuatan itu.


"Cepat serahkan!"


Saat Albert ingin berjalan menghampiri Rado ia bertekuk lutut dan memegangi perut bagian kirinya, ia memuntahkan sebuah darah dari mulutnya seketika.


"Tuan Albert!" Sontak para prajurit yang berada disana.


Hawl yang saat itu juga baru tiba dari atas gedung segera terkejut.


"Jadi dia terluka sejak tadi?" Tanya Radi menoleh kearah Hawl.


"Yah... ia terkena serangan telak dari Juliver saat bertarung di danau Meumere dan mengakibatkan luka yang fatal.. karena luka itulah kekuatan forcenya begitu tidak stabil.." Jelas Hawl.


Disamping itu, Albert yang sedang dibantu oleh Rudy dan Nagatomo mengangkat kepalanya dan menatap Rado.


"Tolong biarkan aku memiliki kekuatan itu untuk membalaskan dendam ras manusia... Andai saja aku memiliki kekuatan itu... aku pasti akan menyelamatkan Hera!" Dengan mata yang penuh ambisi ia menatap Rado.


Rado yang melihat wajah Albert seketika mengingat kejadian ia tidak bisa menyelamatkan Nara, ia mengerti akan perasaan bersalah yang menghantui dirinya sampai saat ini karena tidak sempat menyelamatkan Nara. Dahi Rado mengkerit bila mengingat kejadian itu.


"Tidak bisa! Aku tidak akan memberikan kekuatan ini.." Tolak Rado.


"Kalau begitu aku akan.." Albert mencoba bangkit namun ia terjatuh kembali dan terbatuk - batuk.


"Berhentilah mencoba melakukan hal yang sia - sia" Kata Yoga memperingatkan.


Rudy yang saat itu iba melihat Albert begitu kesakitan, mulai tergerak hatinya dan memasang badannya didepan Albert.


"Meskipun ini sangat tidak sopan terhadap pewaris takhta, tetapi aku mengenal tuan Albert sejak dulu.. Tolong berikan kekuatan itu.." Kata Rudy menatap serius kearah Rado.


"Rudy! Jangan berlaku bodoh!" Rado menyebut namanya secara tiba - tiba.


"Eh?! Bagaimana kau tau nama ku?" Heran Rudy dan tiba - tiba kepalanya sakit setelah Rado memanggil namanya.


Ia terhuyung pusing dibuatnya dan membuat mereka yang lain merasa was - was.


"Ru-rudy.. kau kenapa?" Tanya Kenny saat berada didekatnya.


"Aku tiba - tiba merasa pusing.." Kata Rudy sambil memegangi kepalanya.


"Apa jangan - jangan.." Kenny menoleh kearah Rado dan segera memohon ampun.


"Tuan.. tolong maafkan Rudy, ia tidak bermaksud untuk menentang mu.. dia.. dia.." Kenny yang sifatnya berubah didunia baru ini begitu aneh bagi Rado.


Mereka yang memiliki satu pikiran dengan Kenny bahwa penyebab sakit kepala yang diderita oleh Rudy adalah karena menentang Rado juga ikut memohon kepadanya, padahal yang menyebabkan sakit kepala itu adalah dimana ingatan Rudy yang sekilas mengingat kenangan sebelum ia ditransfer oleh para dewa. Disaat beberapa detik kesakitan itu, Rudy terlintas sepenggal ingatannya mengenai Rado namun sangat samar sampai ia tidak bisa mengingatnya kembali.


Albert yang sejak awalnya berambisi untuk mengambil kekuatan demicles menjadi mengurungkan niatnya setelah melihat yang lain memohon ampun kepada Rado. Wajahnya seperti menyimpan sebuah kekesalan karena tidak bisa mendapatkan apa yang ia mau. Namun tanpa diduga Rado datang mendekat kearahnya.


Albert yang saat itu sedang merasakan sakit menunjukan wajah yang masih penuh dengan ambisi, ia mendogak menatap Rado yang saat ini sedang berada didepannya.


"Apa kau akan membunuh ku?" Senyum dengan rasa sakit Albert tunjukan.


Tanpa berkata apa - apa Rado hanya menjulurkan tangannya kearah Albert. Sontak itu juga membuat mereka yang berada dibelakang Albert begitu terkejut, mereka menyangka kalau Rado akan membunuh Albert sekarang juga.


"Tu-" Hawl mencoba untuk menghentikan Rado namun ditahan oleh Yoga.


Bola mata Albert sekarang ini memantulkan telapak tangan Rado yang semakin mendekat, wajahnya berkeringat dan matanya bergetar. Disaat tetesan keringat jatuh dari pelipis hingga ke dagu lalu berujung tertetes ketanah, Rado memegang kepala Albert dan menyuntikan kekuatan demicles kepadanya. Tubuh Albert pun bersinar berwarna ungu seperti layaknya Yoga dan Jaquile saat dibangkitkan menjadi seorang pendamping.


"Apa yang kau lakukan?!" Tanya Nagatomo, Namun Rado menghiraukannya.


Mereka yang menyaksikan begitu terkejut dengan kebangkitan Albert, tubuhnya yang dimasuki kekuatan demicles perlahan mampu mengembalikan tubuhnya seperti sediakala. Albert yang terkejut pun tidak menyangka kalau Rado akan melakukan ini kepadanya, padahal ia tadi hampir membunuhnya. Saat ini Albert masih begitu tidak mempercayai dengan apa yang ia dapat, ia begitu heran dengan kondisi tubuh yang mulai fit kembali.


Ia menatap Rado yang tersenyum kearahnya, ia berdiri dengan wajah yang masih tidak mempercayai dengan apa yang ia dapat.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Albert heran.


"Aku hanya menjadikan mu seorang pendamping seperti mereka.." Rado tersenyum sambil melirik kearah Yoga dan Jaquile yang tersenyum.


"Eh?! Apakah ini bisa dilakukan? Setahu ku kekuatan demicles akan berpindah bila kita membunuh pewaris takhta dan menyerap kekuatan itu.." Dengan ketidaktahuannya Albert mencetuskan salah satu cara mendapatkan kekuatan tersebut.


"Hmm... Ini adalah salah satu kekuatan dari ku, aku bisa membagi kekuatan demicles kepada mereka yang terpilih dan layak... sekarang ini kau memiliki sebagian kekuatan ku dan menjadi seorang pendamping dipeperangan nanti.." Jelas Rado.


Mendengar itu Albert menunjukan sebuah kesedihan, matanya berkaca - kaca saat mengetahui kalau didalam tubuhnya ada kekuatan sang leluhur.


"Jadi aku bisa membalaskan dendam Hera?" Tanyanya dan Rado hanya mengangguk.


Mengetahui hal itu, Albert pun membuang jabatannya sebagai pemimpin dan bersumpah setia kepada Rado yang telah memberikan sebagian kekuatannya kepada Albert.


"Aku Alberto Higuinis akan bersumpah setia kepada mu, dan juga tolong bawa ras manusia pada kemenangan setiap pertempurannya.." Katanya sambil menundukan kepalanya.


Saat ini Ras manusia pun mulai terbentuk kembali dengan tunduknya sang pemimpin kepada Rado. Disisi lain, disebuah peradaban dengan nuansa perkumpulan para suku, ras Orc juga mulai dikendalikan oleh Dogol dan pendampingnya yang menantang duel satu lawan satu sang pemimpin.


"Siapa kau?!" Tanya Orc dengan kulit merah berambut panjang dan ada beberapa tanda putih di wajahnya.


"Aku Dogol Khan! Sang Raja Orc yang sebenarnya!" Ia berteriak sambil mengeluarkan Demicles dari tubuhnya.


"Sang Archon! Dia telah lahir!" Para Orc yang terkejut segera memukul - mukul dada mereka tanda menyambut sang penguasa.


Disebuah hutan lebat dengan kabut, Archon wanita elf sudah digiring masuk kedalam ruang tahta. ia mendapatkan pengakuan dengan cepat setelah menunjukan kekuatan demicles didepan peradaban elf.


"Nona Slyvrin.. silahkan.." Kata Elf pria mempersilahkan Slyvrin duduk disebuah takhta yang lama kosong.


Dibawah tanah tempat para Dwarf hidup dengan bangunan yang terbuat dari besi dan ditenagai oleh tenaga uap, salah satu pengrajin dwarf berlari menuju sebuah ruangan.


"Tuan Durin sang petualang sejati telah muncul!" Kata salah satu Dwarf yang masih mengenakan kacamata lasnya.


"Apa?! Sang petualang sejati?" Kata Dwarf yang menggunakan helm tanduk berdiri menggebrak mejanya.


"Yo... Aku Folk sang Petualang sejati!" Kata Archon Dwarf yang datang dengan heboh.


Keempat ras pun mulai menemukan archon mereka masing - masing dan mulai bersatu untuk melakukan sebuah pertempuran hebat dikemudian hari. Dilain tempat jauh dari wilayah ketiga ras yang lain, terlihat Achilles yang sedang duduk disebuah tahkta agung sedang memangku dagunya dengan satu tangannya. Dihadapannya sekarang, Demigod berambut emas dan perak sedang bertekuk lutut hormat dihadapannya.


"Juliver! Harnes! Perintahkan kepada pasukan kita untuk memulai melakukan invasi ke setiap wilayah ras - ras yang ada!" Perintah Achilles dengan senyuman.


"Baik!" Serentak mereka menjawab.


"Ini sudah waktunya untuk memanaskan keadaan.." Dalam benaknya Achilles memulai menggerakan pasukan Demigod