
Beberapa hari kemudian di gedung pusat PPMD Berlin, Jerman. Ruang rapat yang sudah dihadiri oleh petinggi dan donatur organisasi tersebut, wajah orang tua yang diselimuti rasa takut dan cemas akan bencana yang sedang melanda keberlangsungan umat manusia. Tiga black dungeon muncul secara bersamaan meneror dunia, diadakan rapat mendadak ini bertujuan untuk melindungi keberlangsungan hidup dengan keegoisan para petinggi dan orang yang memiliki kekuatan dalam perkumpulan tersebut.
"Biarkan aku dan keluarga ku di lindungi oleh pemburu rank 5 besar dunia agar aman dari bencana ini" Kata pria berkulit hitam dengan kacamata bulat frame less.
"Tuan Rio! kau tidak bisa meminta seperti itu! keluarga ku lah yang seharusnya dilindungi oleh pemburu rank sebesar itu!" Kata orang berkulit putih berambut kuning kelimis.
Para pemilik kedudukan di PPMD berkat harta mereka, sekarang ini saling berdebat meminta suatu hal mengenai pengamanan soal mereka. Sebuah sifat ego yang mengesampingkan keselamatan nyawa orang lain muncul dengan menggebu-gebu demi menyelamatkan diri sendiri. Petinggi di PPMD tidak bisa menolak permintaan mereka dan memberikan solusi sebagai penengah keributan saat itu, para petinggi memutuskan untuk memposisikan rank 5 besar dunia untuk melindungi rombongan para donatur PPMD nanti.
Rapat dadakan itu pun diselesaikan dengan wajah yang kurang puas dari para donatur karena mereka akan disatukan pada satu rumah sampai black dungeon berhasil diselesaikan. Mereka saling menggerutu karena tidak sudi satu rumah dengan saingan mereka, diketahui para donatur di PPMD merupakan orang yang saling bersitegang sejak dulu mengenai bisnis. Kali ini mereka saling membakar uang demi mendapat perhatian lebih dan sebuah prioritas dari PPMD tersebut.
"Baiklah, sebagai pengganti pemburu rank 5 besar kita akan menghubungi setiap negara dan mengirimkan pemburu terbaik mereka untuk menyelesaikan Black dungeon di tiga negara berbeda" Kata Baldrik Vorham.
Setelah rapat itu selesai, PPMD memutuskan untuk menyiarkan pemberitaan tentang black dungeon yang telah muncul. Black dungeon pertama muncul di Brazil, yang kedua muncul di negara bagian timur dan yang terakhir muncul di Amerika Serikat. Berita ini disiarkan keseluruh dunia dan telah ditonton oleh seluru umat manusia, mimpi kelam yang pernah menghantui mereka kembali hadir dengan kekuatan yang lebih besar.
Kilas balik mengenai hancurnya negara Korea Selatan akibat dungeon tersebut terngiang kembali, saat itu Black dungeon mengalami breakdown dan mengahancurkan negara yang baru bersatu itu. Banyak pemburu yang mati saat pembersihan dungeon tersebut dan mereka berharap kalau itu tidak terjadi lagi. Tetapi pikiran mereka saat ini direndam oleh rasa takut akan bencana tersebut. Bila saja ketiga dungeon tersebut mengalami breakdown, maka ada kemungkinan, monster dengan kekuatan force yang kuat akan menginvasi negara terdekat setelah mereka sudah melululantahkan negara pertama yang mereka masuki.
"Kan apa yang haru kita lakukan?" Tanya Kenny saat sedang berkumpul dengan para pemberontak pembebasan Indonesia.
Mata Kan bergetar melihat black dungeon yang sedang disorot kamera, keraguan akan oprasi yang sudah disusun matang runtuh seketika. Sebagai ketua dalam operasi tersebut, ia dihadapi oleh suatu pilihan sulit.
"Apa yang harus ku pilih? kenapa dungeon itu harus muncul dikala kami sudah siap melakukan perubahan besar?"
Semua orang menunggu keputusan dari Kan yang tinggal mengucapkan satu kata untuk menjalankan operasi besar.
"Kan lebih baik kita membatalkan operasi ini, kalaupun operasi ini sukses nanti, mungkin kita akan menerima cemohan dari masyarakat karena bertindak di waktu yang kurang tepat dimana dunia saat ini sedang mengalami krisis"
Mendengar suntikan solusi dari Rudy, Kan yang sedang berpikir keras merasa lega karena ada pendukung untuk memilih salah satu jalan.
"Baiklah, kita akan menunda operasi ini sampai black dungeon berhasil diselesaikan" Kata Kan mengambil keputusan.
Di Gedung pemerintahan Indonesia, Nara yang sudah memakai pakaian rapih menghadap Vasco. Dalam ruangan itu Melly dan Steven juga berdiri mendampingi Nara untuk suatu hal.
"Ku dengar kau berteman akrab dengan Rado?" Tanya Vasco kepada Nara.
"Ya, aku berteman baik dengannya" Nara dengan tegas menjawab.
"Kau sudah tau bukan? kalau Rado mengkhianati negaranya?" Vasco dengan wajah serius menatap Nara.
"Ya aku mengetahuinya, tapi mungkin ada maksud dibalik itu!"
"Hahahaha, kau tahu? aku ini dikenal orang yang sangat beribawa, Namun... Ketika ada seorang yang mengkhianati negara, maka aku harus membunuhnya... yahh mungkin itu sangat sulit jika aku satu lawan satu dengannya, jadi.... bagaimana kalau kita menjebaknya dengan sebuah umpan yang tidak bisa dia abaikan?"
Nara yang sedang mencerna maksud dari perkataan Vasco, mulai tersadar arti dari ucapannya tadi dibarengi dengan Steven yang mendekat dan menangkapnya dari belakang.
"Hei!!! apa yang kau lakukan?! aku ini anak-" Ia segera disekap oleh Steven dan pingsan begitu saja karena Steven mengalirkan aura forcenya kepada Nara.
Di negara Genosha Rado dan Yoga bersiap diri ingin pergi kesuatu tempat, mereka berkemas membawa barang seperlunya saja. Saat mereka ingin keluar meninggalkan gedung pusat, Goro menghadang berdiri ditengah pintu. Mata Rado bertatapan dengannya, Yoga yang mengetahui kekuatan dari Goro hanya bisa diam berharap tidak ada keributan sebelum mereka pergi.
"Mau kemana kalian?" Tanya Goro sebelum Rado dan Yoga mendekat.
"Pergi.." Dengan santai Rado menjawab pertanyan Goro yang menghadang mereka.
Namun ada kejadian yang tidak disangka-sangka, Goro menyingkir dari tengah pintu dan membiarkan Rado dan Yoga lewat begitu saja. Yoga pun merasa bingung dengan apa yang terjadi dengan semua ini saat melewati Goro. Padahal selama ini ia menganggap kalau Goro adalah musuh yang sewaktu-waktu akan menghentikan mereka. Saat sudah beberapa langkah Rado membelakangi Goro. Rado pun tersenyum menutup mata, demikian juga dengan Goro. Ia tersenyum sambil membenarkan posisi kacamata hitamnya dan segera melangkah masuk kedalam.
kala itu mereka berdua menuju bandara utama negara Genosha, semua petugas memberikan hormat kepada Rado saat ia melewati area mereka. Dalam garasi pesawat jet pribadi, Rado disambut oleh beberapa orang yang juga sudah berpakaian lengkap.
"Apa kalian yakin mengikuti langkah ku?" Tanya Rado kepada gerombolan orang itu.
"Kami siap demi kejayaan keluar Morctis!" Seorang pria berbadan ramping yang membawa dua buah belati menanggapi pertanyaan Rado.
"Tujuan ku bukan hanya membalikan kejayaan keluarga Morctis, tetapi juga mengambil alih umat manusia"
Perkataan tegas serta sorotan mata dari Rado membuat bulu kuduk mereka berdiri, ada suatu yang membuat tubuh mereka bergetar hebat, yaitu sebuah ambisi kuat dari seorang pemimpin yang selama ini mereka tunggu.
"Kami akan mengikuti anda kemana saja.." Kata pria ramping itu.
"Aku akan membagi kalian menjadi 2 tim, tim satu akan diketuai Yoga dan kalian akan mencari orang yang bersedia ikut dengan kita di benua Amerika. Tim dua akan diketuai Kolo dan akan mencari pengikut di asia" Rado sambil menunjuk kearah pria ramping itu.
"Lalu bagaimana dengan anda?" tanya Kolo heran Rado tidak mengambil peran.
"Aku akan pergi ke benua eropa"
"Apa kau yakin tuan? Kau akan pergi kebenua besar itu sendirian?"
Rado pun menoleh kearah belakang, menatap kearah pintu garasi.
"Sepertinya tidak...Keluarlah kalian"
Saat itu juga, kaki ramping dan mulus keluar menunjukan dirinya. Ia tidak sendiri, ada beberapa orang bersamanya menguping pembicaraan Rado. Mereka adalah Lucy, Bobby dan Peter, mereka berbaris dengan wajah takut karena ketauan menguping.
"Sedang apa kalian?" Tanya Rado kepada mereka dibarengi dengan tatapan sinis dari tim barunya itu.
"Kapten Izinkan kami ikut!" Kata Bobby memberi tahu maksud kedatangan mereka.
"Maaf kami mengikuti mu dari tadi.. tapi kami berniat ikut dengan mu!" Kata Peter.
Kolo pun maju mengambil belatinya dan siap bertempur, "Kalian!! kalian pasti mata-mata Gozie keparat itu kan?!"
Melihat Kolo maju dengan tidak ada tanda-tanda pertemanan, mereka mundur selangkah dan bersiap bertempur.
"Kolo!" Rado memanggilnya dan ia pun berhetin lalu menoleh kearah Rado.
"Mereka anggota ku" Rado berjalan kearah mereka.
"Tapi tuan, siapa tau mereka-"
"Apa kau membantah ku?!" Rado pun berbalik kearah Kolo dan menatap tajam.
"Tidak! maafkan aku..." Kolo pun menunduk takut.
Saat itu mereka bertiga mulai lega karena mendapat penerimaan dari Rado. Rado yang menghampiri mereka, segera menjelaskan misi independen ini secara rinci. Mereka terkejut awalnya saat mendengar itu, karena ini merupakan misi yang sangat mustahil. Namun saat melihat Rado yang penuh dengan keyakinan mereka pun menyetujui untuk tidak mundur dari perkataan mereka.
Rado yang tersenyum berbalik arah menatap tim yang akan menjadi kunci terbentuk pasukan Rado.
"Sebelum memulai operasi ini, aku akan menyampaikan kepada kalian... kalau aku akan membentuk sebuah aliansi umat manusia untuk sebuah perang akhir, dan untuk mengawalinya, aku akan menamai tim yang menjadi cikal bakal sebuah aliansi besar dengan nama, The Titans!"
Seruan dari Rado membuat mereka merinding sekali lagi sebelum misi yang berat itu.
____________________________
Note : Sorry nih, boleh ga saya minta bantuan kalian buat ngisi kuesioner skripsi saya?, biar cepet kelar trus ga jadi beban menulis wkwkwkw
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScDUYLJbNH0DZI2rMlr2lpx81nL4FgyjfKA3gBH4F19m0rY9w/viewform?usp\=sf\_link
Copy Paste aja kalo ga bisa di klik, mohon bantuannya ya hehehe