The Archon

The Archon
Bos pertama di Negara Genosha



Dalam red dungeon medan hutan, terdapat 40 orang pemburu Saxon yang sedang kesulitan menghadapi bos dungeon tersebut.


Ini adalah kondisi yang baru bagi mereka bertiga, dimana dungeon tersebut diisi oleh orang sebanyak ini. Bagi mereka yang sudah berpengalaman, 10 sampai 15 orang rank Saxon saja sudah cukup untuk menyelesaikan dungeon tersebut.


Meskipun jumlah mereka banyak, namun mereka masih kesulitan melawan bos tersebut. Bos kali ini adalah Red Fang dimana ia terkenal dengan kecepatan dan kekuatannya dalam bertempur. Perawakannya seperti macan purba dengan taring berwarna hitam dengan bulu yang didominasi warna merah kehitaman.


Yoga dan Melly yang merasa bertanggung jawab atas semua ini, segera mengambil alih komando terhadap mereka.


"Cepat bagi menjadi 4 bagian dan kelilingi dia!" Teriak Yoga sambil memegangi perisainya.


Saat mereka sedang kesulitan melawan bos tersebut, Rado hanya duduk diatas batu sambil menontoni mereka yang sedang berjuang keras di area bos Red Fang.


"Hei apa kau tidak ingin membantu kami?!" Teriak Melly tanpa menoleh kepada Rado.


"Uakkkhhhhhh" Teriakan beberapa orang karena serangan dari Red Fang.


"Aku sedang malas bertarung" Rado tersenyum dibalik maskernya dan memangku dagu sambil menikmati kesulitan mereka.


"Tuan setidaknya anda berkontribusi..!" Kata Yoga yang sedang melakukan Taunt untuk menarik perhatian Bos tersebut.


Rado tetap tersenyum dan duduk dibibir hutan tanpa melakukan apa-apa. Yoga dan Melly pada akhirnya berusaha keras untuk menyerang sambil melindungin para Sealed Saxon tersebut, beberapa dari mereka sudah ada yang terluka dan tidak bisa melanjutkan pertempuran.


Yoga yang bertugas untuk melindungi orang-orang ini terlihat kesulitan karena harus lari kesana kemari. sedangkan Melly serta beberapa orang lainnya melakukan serangan dan berharap bos itu segera mati.


Trang~~ Suara kuku dari Red Fang memukul mundur Yoga dan terlihat Ketahanan perisai Yoga mulai berkurang karena adanya bentuk cakaran akibat serangan bos tadi.


"Ini buruk... force ku berkurang deras karena terus menggunakan taunt, bagaimana dengan mu?" Kata Yoga yang baru saja mundur dari garis depan.


"Force ku sepertinya juga hampir habis!" Setelah mengatakan itu, Melly geram sambil menoleh ke arah Rado.


Yoga segera mengambil sebuah potion merah, biru dan potion adrenalin. Hal ini ia lakukan untuk memulihkan luka dan force dirinya meskipun sedikit.


Potion tingkat menengah sudah mereka gunakan karena pertarungan yang cukup lama ini dan tersisa potion tingkat rendah.


Potion adrenalin ia keluarkan itu menandakan sebagai serangan terakhirnya, ia akan melemparkan sebuah dadu untuk menentukan nasib dari party raid ini.


"Apa kau yakin? menggunakan potion adrenalin disaat party tidak bisa melakukan backup?" Tanya Melly dengan wajah yang sesikit cemas.


"Kalau aku tidak bisa menahannya, cepatlah lari" Kata Yoga dengan senyuman ragu.


"Aku tidak ingin berduan saja dengan pria pengecut itu, lagipula kenapa negara ini tidak seperti negara kita yang bisa memanggil bantuan?!" Melly bergumam atas kondisi mereka sekarang.


"Hahaha jangan mengeluh, setiap negara memiliki kebijakan pemburu yang berbeda" Setelah mantap dengan pilihanya, Yoga segera membuka penutup potion yang berwarna orange itu dan meminumnya.


Beberapa saat ia meminum potion tersebut, tubuhnya sedikit memerah dan mengeluarkan uap tipis.


"Hoo... sepertinya dia akan melakukannya" Rado tersenyum melihat Yoga dari belakang.


Saat itu juga mereka semua mengambil langkah mundur dan menunggu perintah dari mereka berdua.


"Semuanya ambil posisi, tunggu Yoga memberi aba-aba" Kata Melly memerintah.


Rado saat ini hanya memperhatikan mereka saja, ia melakukan ini bertujuan untuk melihat kemampuan dari dua orang yang di berikan oleh Vasco.


[Hei-hei cepat kalahkan bos itu.. kalau tidak, ia akan memasuki mode rage dan kalian akan tambah kesulitan] Dalam benak, Rado berbicara.


Yoga berteriak untuk meningkatkan emosinya, ia segera melesat dengan dorongan perisai yang langsung mengarah kedepan bos tersebut.


Sebuah dentuman keras terjadi yang membuat debu disekitarnya menyebar. Perisai Yoga tertahan oleh salah satu tangan Red Fang, tangannya bergetar karena menahan kekuatan itu dan ia segera mengalirkan force ke pedang miliknya.


"Berdarah lah sialan!" Ia berteriak sambil menusukan pedang tersebut dari atas perisainya dengan tangan kanan.


Namun, serangan itu hanya berhasil menyayat pipinya karena red fang berhasil menghindari serangan tersebut.


Red Fang secara mendadak ingin menggigit kepala Yoga dengan taring tajamnya, Sontak itu membuat Yoga tidak bisa bereaksi dengan jarak sedekat itu. Wajahnya seperti melihat hantu, pucat dan melotot karena kematian didepannya.


Duar duar..


Melly nembakan pistolnya kearah wajah bos tersebut namun tidak mempan karena kekerasan bulunya. Tembakannya tadi membuat perhatian Red Fang tertuju kepada Melly dan mulai melepaskan Yoga.


"Melly awas!!!" Teriak Yoga sambil mengalihkan perhatiannya kebelakang. [Sial efek dari adrenalin sudah mulai terjadi, kenapa? kenapa kami harus masuk kedalam red dungeon dengan konsentrasi seperti ini, terlebih lagi tim raid ini benar-benar sampah], Gumam Yoga kesal karena tidak berhadil mengubah keadaan meskipun sudah menggunakan adrenalin.


Red Fang itu melompat kearah mereka yang berada dibelakang Yoga dengan wajah yang menakutkan dan Melly hanya bisa menatap kearah bos yang sedang marah itu kearahnya.


Duakk...


Satu pukulan dari tangan kanan Rado mampu membuat Red Fang itu mental kelain sisi melewati kepala Yoga.


Sontak pukulan itu membuat yang lain terkejut, karena bos yang sejak tadi memojokan mereka diterbangkan begitu saja dengan satu pukulan.


"Sepertinya kalian sudah menyampai batas" Kata Rado berdiri didepan Melly.


Karena ketegangan tadi, Melly hanya bisa terduduk lemas dengan kaki yang bergetar.


"Yoga beristirahatlah.. efek adrenalin itu sudah membebankan mu kan?"


Rado berjalan sambil mengeluarkan kedua Ninjatonya melewati Yoga.


"Tuan..." Yoga berputar melihat ke Rado.


"Berhentilah memanggil ku dengan sebutan tuan"


"Berhati-hatilah!!" Teriak Melly memperingati Rado.


Rado melirik sebentar kearahnya dan tersenyum sebelum ia mengalahkan Red Fang.


Bos dungeon itu segera bangun dari tidurnya setelah dihajar oleh Rado. Ia tambah geram dan mulai mengeluarkan forcenya yang merah pekat.


[Apa?! ia baru mengeluarkan forcenya?! berarti sejak tadi bos itu belum mengeluarkan kemampuan sepenuhnya..] Sontak Melly dalam hati.


Red Fang semakin mengeluarkan aura forcenya yang membuat tanah disekitarnya tertekan hingga retak.


Rado masih berjalan perlahan sambil memegang kedua pedangnya.


Red Fang itu sudah terbalut oleh emosi dan segera menyerang Rado dengan kecepatannya.


Geraknya tidak bisa diprediksi oleh orang lain. Sakin cepatnya, red fang hanya meninggalkan bayangan untuk dilihat oleh mata telanjang.


Dengan kecepatannya itu membuat ia dalam sekejap berada didepan Rado dan mulai melakukan serangan.


Trang~~~ Tetapi Rado dengan mudahnya menangkis serangan itu dengan kedua pedang yang disilangkan dan segera menendangnya.


Sekali lagi, Red Fang itu berhasil diterbangkan oleh Rado sampai menabrak sebuah batu besar. Tubuhnya mulai bergetar dan ada beberapa luka terlihat.


"Sekarang giliran ku" Kata Rado tersenyum.


Rado mengambil langkah cepat dan semakin cepat menuju kearah bos tersebut. Ninjato nya ia bentangkan kearah bawah belakang dan tubuhnya sedikit condong kedepan, hal ini ia lakukan agar resistansi angin yang didapat juga berkurang dan dapat meningkatkan kecepatan saat berlari. 


Red Fang itu terkejut melihat kecepatan dari seorang manusia. Kali ini Rado ingin mengeluarkan hampir seluruh kekuatanya demi sebuah tujuan.


Hal itu juga memicu lambang pedang demicles miliknya muncul secara samar dan perlahan menjadi solid.


Lambang itu selalu mengikuti gerak kemana Rado pergi dan selalu tepat berada diatas kepalanya.


Jarak diantara mereka menyempit dengan cepat dan membuat pupil mata Red Fang melebar. Dalam refleksi matanya Rado seperti berhenti sejenak sesaat berada didepannya.


"Sonic Blade" Rado berbisik menyebutkan skillnya.


Rado menghilang dari mata Red Fang dan para pemburu yang lainnya begitu saja.


Kecepatan yang diperlihatkan Rado saat menggunakan kemampuan ini terbilang tidak masuk akal.


Setelah mereka semua mencari keberadaan Rado, tiba-tiba tubuh bos tersebut mengeluarkan banyak darah dari sekujur tubuhnya, luka yang melintang itu diketahui berkat tebasan ninjato milik Rado yang tidak terlihat.


Red Fang itu segera rubuh sebelum mengetahui apa yang terjadi, sontak itu juga membuat para pemburu lain tidak bisa menutup mulut mereka karena keterkejutan atas kekuatan absolut dari seorang Rado.


Rado mulai terlihat kembali setelah tubuh bos yang menghalangi dirinya roboh, jadi selama ini ia menyerang sambil melintasi Red Fang secepat kilat.


"A-apaan dia?! dia bisa mengalahkan bos red dungeon sendirian?" Yoga yang terkejut melihat kekuatan Rado.


Rado menoleh dengan sekujur tubuh yang penuh darah.


"Hei, kenapa kalian terdiam?"


Rado berkata dengan senyuman dibalik maskernya dibarengi dengan suara sistem.