
King Anubis adalah jelmaan iblis mesir yang ditakuti pada jamannya, sekarang ini sosok dari iblis itu berdiri dengan tubuh besarnya didepan tim raid Rado. Mereka yang semulanya ketakutan menjadi lebih berani dengan adanya dorongan dari Rado.
Para tanker mulai mengambil posisinya dibarisan terdepan dengan Yoga dan Bobby yang menjadi pondasi terkuat bagi jajaran tersebut. Perisai dengan berbeda ukuran dan bentuk mereka sejajarkan demi menyempurnakan pertahanan mereka, Rapat dan kokoh mungkin bisa dibilang untuk menggambarkan para tanker tersebut.
[Ini gila! apa bos di black dungeon akan lebih dari ini?] Yoga
[Tubuh ku gemetar merasakan force dari makhluk ini] Bobby
Dalam benak mereka berdua, sosok bos ini adalah yang terburuk sepanjang karir mereka. Force yang kental dengan kegelapan bisa mereka rasakan sehebat ini. Bila dilihat dengan mata batin, Force berwarna hitam itu seperti menguap deras dari tubuh bos tersebut.
Pedang Khopes besar yang berada dipunggungnya itu besarnya bisa melebihi manusia dengan bentuk yang melengkung di sebagian bilahnya dengan bilah tajam disatu sisinya. King Anubis segera mengambil pedang itu dari punggungnya dan memposisikan lengannya kebelakang untuk melakukan ayunan serangan.
Mereka semua segera bersiap dengan datangnya serangan bos tersebut, para tanker mulai memberikan tekanan ekstra pada kaki mereka untuk mengurangi hentakan yang akan datang, para close range selain tanker mulai mengambil kuda-kuda beladiri mereka dan para mage serta ranger juga mulai mempersiapkan serangan terbaik mereka, hanya Rado saja yang masih terlihat belum bersiap-siap sambil menyilangkan kedua lengannya dengan tatapan mata yang begitu tegas menyorot kearah King Anubis.
"Eh? apa dia lambat?" Kata seorang tanker yang mengintip dari balik perisainya.
Ayunan tangan bos itu seperti menghampiri mereka dengan lambat namun Yoga yang sedang menganalisa serangan itu mulai terkejut dan berteriak pada jajaran tanker, "Bersiaplah!!!! Serangan ini bisa menghempaskan kalian kapan saja!"
Mendengar hal itu para tanker malah menjadi gemetaran, [Sial.. karena tubuhnya yang besar tentu saja kalau terlihat lambat.. tapi... apa bisa kita..]
Dalam lamunan Yoga, ayunan pedang bos itu mulai sampai kearah mereka dengan kumpulan angin yang terbelah akibat tebas dari pedang tersebut. Sebelum sampai perisai mereka, waktu seperti terhenti didetik-detik hantaman tersebut. Visual dari mata Yoga seperti melihat pedang itu perlahan menyentuh perisai mereka, sebuah retakanpun perlahan terjadi pada perisai milik Yoga sesaat pedang itu menyentuh pertahanan kokoh miliknya.
"Ukkhhhh!!!"
Dorongan dari serangan itu membuat para tanker dipaksa mundur beberapa langkah kebelakang dan dalam masih mempertahankan posisi kuda-kuda mereka, lantai pada ruangan itu mulai membekas seperti seretan dari kaki para tanker yang berusaha menahan serangan tersebut.
Pada akhirnya mereka bisa menghentikan serangan tersebut setelah terseret beberapa langkah kebelakang, tubuh mereka pun berhenti bergerak dengan usaha yang besar untuk membuat dorongan itu berhenti. Wajah dari para tanker seperti mendorong sebuah truk dengan tangan kosong, kesempatan ini tentu tidak dibuang sia-sia oleh para Damage Dealer, mereka segera mengeluarkan serangan terbaik mereka untuk menghabisi bos tersebut. Lucy Pun yang juga ikut menyerang mengeluarkan serangan terbaiknya, tetapi tebasannya seperti terpental kembali karena kekerasan tanduk dari bos tersebut.
[Uh.. tanduknya keras sekali] Dalam benak Lucy sambil mengambil langkah mundur.
Ledakan, tebasan dan tembakan dari ketiga kelas itu membuat bos tersebut ditutupi oleh asap hitam, Mereka berharap kalau serangan kombinasi itu bisa merobohkan bos tersebut.
"Apakah berhasil?!" Kata Peter sambil melepas bidikannya.
"Tidak.. itu belum cukup" Kata Rado yang masih berdiri ditengah mereka.
Kepulan asap hitam itu perlahan mulai menghilang dan siluet dari bos tersebut mulai terlihat. Ia masih berdiri kokoh sambil memegangi pedang besarnya, King Anubis sama sekali tidak mendapat luka sedikitpun.
"Tidak mungkin!" Bobby berkata dengan nada yang sedikit bergetar melihat bos yang masih terlihat kokoh, ia mulai roboh dengan dengkul kaki kanannya yang menyentuh tanah. Perisainya pun mengalami kerusakan seperti sayatan horizontal dengan diameter yang cukup besar karena tebasan pertama dari bos tersebut.
Yoga melihat kearah Bobby dan para tanker lain, mereka terlihat seperi orang yang tidak memiliki tulang kaki dan tulang tangan kiri setelah menerima serangan tersebut. Serangan yang selama ini mereka terima seperti tidak ada apa-apanya dibandingkan dari serangan King Anubis, otot-otot mereka seperti mengalami disfungsi: Lemas, kaku, dan sulit untuk digerakan,
Yoga sebagai tanker yang masih bisa berdiri terlihat pucat karena melihat para tanker lain sudah sulit berdiri, kakinya bergetar dan tangan kirinya mengalami kesemutan. Bos tersebut pun kembali berjalan menghampir mereka untuk melakukan serangan keduanya.
Para mage dan ranger mencoba menyerangnya dari jarak jauh untuk memperlambat dirinya. Namun tetap saja, serangan mereka seperti seekor lalat yang menabrak tubuh manusia, tidak mempan.
"Bagaimana ini?! para tanker sudah tidak bisa berdiri.. Kapten!" Teriak Lucy dan para damage dealer menoleh kearah Rado yang masih belum melakukan apa-apa.
"Masih belum.." Kata Rado sambil menatap kesatu orang yang masih berdiri didepannya, dia adalah Yoga tanker terkuat di tim itu.
Rado tidak menggubris perkataan timnya dan terus fokus melihat kearah Yoga, Yoga yang menoleh kearah Rado, menatapnya dengan tatapan yakin akan suatu hal. Ia segera mengambil potion adrenalin dan meminumnya. Aura forcenya meningkat akibat dorongan dari potion adrenalin.
Bos tersebut segera berlari kearahnya dan mulai mengayunkan pedang besar itu sekali lagi, Force yang mulai menguap dari tubuh Yoga membuat ia seperti orang kesetanan, ia berteriak sekencang mungkin untuk menaikan gairah bertarungnya. Para pemburu yang lain meneriaki namanya karena hanya tinggal Yoga sendiri lah yang menjadi pertahanan terakhir dari tim raid ini.
Yoga segara memposisikan perisainya kearah depan untuk menerima serangan tersebut, ia tau kalau serangan ini bisa saja membunuhnya tetapi ia percaya akan perkataan Rado sebelum mereka terbang ke Australia.
[Yoga... aku merasakan sesuatu dari dirimu.. pernahkah kau merasa kalau force mu terkadang menguap keluar?] Kata Rado waktu diruangannya.
[Aku terkadang merasa seperti itu saat merasa terancam]
[Kalau begitu, bertarung lah sampai kau ingin mati.. mungkin sesuatu akan terjadi]
Mengingat perkataan Rado waktu itu membuat Yoga ingin mencoba untuk bertarung sampai titik darah penghabisan. Dibelakangnya, Rado terus menatap Yoga yang sedang berdiri gagah menghadapi bos tersebut.
[Kalau firasat ku benar, ia memiliki potensi yang besar.. Pada saat melawan Red Fang dan latih tanding dengan ku minggu kemarin.. aku melihat ada sesuatu dalam dirinya]
Serangan bos itu mulai menghantam perisai milik Yoga, Ia pun terseret kebelakang sambil menahan serangan itu sendirian. Ia berteriak dibarengi dengan Force yang menguap deras, Aksi heroiknya itu membuat para pemburu tercengan melihatnya. Tekanan yang diberikan oleh King Anubis membuat Yoga mulai mengeluarkan darah hidungnya karena ia telah mengerahkan kemampuan tubuhnya ketitik maksimal.
Rado yang melihat Yoga dari belakang mulai terkejut saat melihat sebuah lambang demicles kecil diatas kepala Yoga berkelip sesaat.
Tinggg~~~~
{Anda telah menemukan menteri pendamping}
Suara sistem itu mengejutkan Rado, "Apa pendamping?"
Yoga masih terus berusaha untuk menghentikan serangan bos tersebut dengan sekuat tenaga, Ia mengerahkah semua kekuatannya demi melingdungi mereka yang lain dan pada akhirnya, serangan itu berhasil ia hentikan dengan wajah yang penuh keringat dan darah yang keluar dari hidung serta mulutnya. Ia tersenyum puas dengan uap yang keluar dari mulutnya akibat panas dari tubuh Yoga. Nafasnya tersenggal-senggal tanda ia sudah mencapai batas, tetapi Bos yang terlihat kesal itu menarik mundur tangan kirinya untuk memukul Yoga yang sudah tidak berdaya lagi.
Sekali lagi para pemburu meneriaki namanya dibarengi dengan laju pukulan bos yang mengarah kepada Yoga. Matanya tertutup akan ajal yang sudah berada didepan matanya, ia seperti sudah pasrah akan hal itu dan tersenyum tanpa penyesalan.
"Yoga!!!" Teriak teman-teman yang lain.
Namun, ia mengingat Rado dan ambisinya..Yoga segera membuka matanya dan berteriak kearah bos tersebut.
"Mana mungkin aku menyerah!!! Datanglah sialan!"
Sebelum kepalan tangan besar itu tepat mengenai kepalanya, Rado segera bergerak cepat dan menahan pukulan itu dengan satu tangannya.
"Kapten!" Sontak timnya terkejut akan kehadiran Rado yang mulai bergerak.
Rado pun menoleh kebelakang menatap Yoga yang wajahnya seperti ingin menangis, "Beristirahatlah, biar ku urus sisanya"
Yoga pun tersenyum dan pingsan ditempat.
Setelah melihat Yoga sudah tenang, Rado pun beralih kembali menatap bos tersebut. "Yo.. makhluk jelek... hari ini kau akan menjadi anjing cincang!"
Rado tersenyum dengan force yang mulai menguap perlahan dari tubuhnya.