The Archon

The Archon
Rado Vs Rhea Part 1



Di Lorien dimana pasukan ras manusia yang dipimpin oleh Greg telah memasuki perkarangan dimana gedung utama di ibukota wilayah elf itu berada. Greg dan para pengikutnya di persilahkan masuk kedalam ruangan dimana tempat biasa Slyvrin duduk setiap harinya untuk mengatur seuruh rasnya. Tangan yang disilangkan dengan jari telunjuk yang tidak bisa berhenti memukul lekukan lengannya, Greg menunggu lama hingga membuatnya kesal.


"Kemana ratu kalian?! Ini sungguh tidak sopan membiarkan penguasa ras lain menunggu!" Kata Greg berteriak kepada Lefti dan Kuluk yang saat ini berdiri di kedua samping kursi Slyvrin.


"Manusia... Bisa kau bersabar? Nona Slyvrin membutuhkan waktu untuk mempersiapkan diri.." Ketus Kuluk.


"Sebut aku dengan panggilan tuan.. Atau mau ku musnahkan kau?" Geram Greg dengan perkataan Kuluk.


Seluruh pengikutnya juga terlihat geram dengan perkataan Kuluk yang terbilang kurang sopan, Namun karena Kuluk merasa waras di ruangan itu, ia memilih untuk membungkukan tubuhnya dan meminta maaf dengan wajah datar.


"Maafkan kelancangan saya, tuan.." Kata Kuluk sambil mengepalkan tangannya.


Lefti yang menyadari kebencian Kuluk terhadap Greg hanya melirik kearahnya, lalu beralih menatap Jaquile yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam.


Beberapa saat kemudian, pintu yang terdapat di bagian samping ruangan itu terbuka. Slyvrin yang di iringi oleh elf wanita, Hamdall dan juga Yoga hadir didalam ruangan tersebut. Semua mata terpanah saat melihat kecantikan dan keanggunan dari Slyvrin. Saat berjalan matanya tertutup sambil memegangi perutnya yang berisi anak dari seorang Rado. Langkahnya sangat menawan hingga membuat Greg dan para pengikutnya tidak dapat berkedip.


Slyvrin pun duduk di kursi tahtanya dan menghadap kearah Greg dengan wajah datar yang menutup kekesalannya karena suatu hal. Yoga yang memisahkan diri dari iring - iringan itu segera berjalan kearah Jaquile yang sedang berdiri di pojokan ruangan tersebut lalu Yoga membisikan sesuatu kepadanya.


"Apa?!" Jaquile terkejut dan segera menoleh kearah perut Slyvrin.


Slyvrin dengan wajah menawannya menyimpan rasa kesal kepada Rado. Saat Hamdall dan Yoga menghampirinya, ia segera diberikan alat komunikasi seperti prosedur yang diberitahukan oleh Rado kepada Yoga.


"Jadi pria itu masih hidup?!" Tanya Slyvrin terkejut.


Yoga dan Hamdall secara bersamaan hanya mengangguk. Dengan wajah berseri Slyvrin segera memakai alat tersebut dan Yoga pun membantunya untuk menghubungi Rado. Namun, tidak ada jawaban.


"Kenapa ia tidak menjawab?" Tanya Slyvrin khawatir.


"Mungkin dia sedang sibuk.." Jawab Yoga dengan nada yang kurang yakin.


"Memang apa yang sedang ia lakukan?!" Tanya Slyvrin dengan cara menodong.


"Dia....."


Yoga menjelaskan apa yang sedang dilakukan oleh Rado saat ini hingga membuat Slyvrin dan Hamdall yang mendengar itu terkejut bukan kepalang.


"Apa?! Apa pria itu bodoh?! Mau apa dia ke wilayah ras demigod?!" Tanya Slyvrin kepada Yoga.


"Dia berkata hanya sekedar menyapa.." Jawab Yoga.


"Dasar bodoh! Ayo kita bantu dia untu keluar dari sana..! Hamdall, segera persiapkan pasukan!" Kata Slyvrin khawatir terhadap Rado.


"Baik.." Hamdall menerima.


Disaat Slyvrin dan Hamdall ingin keluar dari ruangan pribadi Slyvrin, Yoga pun menghentikannya.


"Nona.. Tuan Rado mengatakan kalau jangan mengganggu dirinya.. Kita harus terus melakukan skenario yang diminta olehnya.." Kata Yoga mencoba menghentikan Slyvrin.


Slyvrin pun menoleh kearahnya dengan wajah sembab.


"Bagaimana bisa aku membiarkan calon ayah dari bayi ku ini berada dalam bahaya..!" Kata Slyvrin spontan.


"Apa?! Bayi?! Sejak kapan?! Kenapa aku tidak mengetahuinya?!" Untuk pertama kalinya Yoga mempertunjukan wajah terkejut yang aneh.


"Hoi.. Bilang kalau itu bohong.." Kata Yoga menoleh kepada Hamdall dengan wajah terkejut.


"Nona Slyvrin berkata yang sebenarnya.. Dalam tubuhnya sekarang terdapat anak dari pemimpin ras mu.." Kata Hamdall.


Yoga yang mendengar fakta tersebut, segera beralih menatap Slyvrin yang sedang memasang wajah khawatir dan ia pun menelan air liurnya.


"Ok.."


Bergeser kembali dimana saat Slyvrin sudah berada didepan Greg.


"Y - ya... Kau benar..." Kata Greg dengan wajah merah karena terpesona oleh kecantikan Slyvrin.


"Jadi... Apa rencana mu?" Tanya Slyvrin.


Greg pun berjalan mendekat kearahnya.


"Aku ingin meminta bantuan kepada kalian untuk memusnakan para ras orc yang sedang melakukan invasi..." Kata Greg tersenyum.


"Apa yang kami dapat bila kami membantu kalian...?" Tanya Slyvrin dengan wajah datar.


"Apakah ras yang sedang beraliansi memerlukan sebuah imbalan?" Tanya Greg mendekat.


"Aku melakukan perjanjian aliansi dengan ras manusia pada peminpin sebelumnya.. karena ia sudah tiada, ku anggap aliansi ini telah bubar.." Jawab Slyvrin dengan tegas.


Greg dengan tenangnya lebih mendekatkan dirinya kepada Slyvrin yang sedang terduduk diatas kursi tahtanya dan melakukan hal yang tidak sopan lainnya.


"Bagaimana kalau kita membuat aliansi baru dengan sebuah hubungan yang lebih spesial..?" Tanya Greg sambil memegang dagu Slyvrin dan tersenyum didepan wajahnya.


Slyvrin dengan wajah sedikit geram berkata..


"Singkirkan tangan kotor mu dari wajah ku!" Perintah Slyvrin.


Dengan sigap Hamdall segera meremas tangan Greg yang sedang memegang dagu Slyvrin.


"Lepaskan nona.." Kata Hamdall memperingati.


"Kau lagi.." Senyum Greg.


Greg pun segera melepaskan tangannya dari genggaman Hamdall dan segera mundur.


"Omong kosong! Bantu lah kami atau kami akan menghancurkan ras kalian..." Kata Greg menunjuk.


Mendengar itu seluruh pasukan elf pun menanggapi itu dengan sebuah kesigapan bertempur. Yoga yang merasa kalau skenario tidak berjalan dengan lancar segera mengangkat bicara.


"Nona... Maafkan aku kalau lancang memotong pembicaraan kalian.. Tetapi ini demi menghormati perjanjian dengan tuan Rado yang telah tiada.. Bisakah anda meminjamkan kekuatan untuk sekali ini saja?" Kata Yoga mencoba mencairkan suasan.


Seluruh petinggi yang berada disana, segera menoleh kearah Yoga. Slyvrin yang menatap kearah Yoga mulai tersadar dari emosinya. Ia pun mulai menurunkan ego dan memilih untuk menyetujui permintaan Greg untuk melakukan perjalanan bersama demi menghentikan invasi dari ras orc.


"Baiklah... Kali ini aku akan membawa ras ku untuk melakukan perjalan" Kata SLyvrin menyetujuinya.


Greg pun tertawa lepas mendengar persetujuan dari Slyvrin dan segera meninggalkan ruangan itu.


"Ku tunggu pasukan mu esok hari.. Aku tidak ingin membuang - buang waktu disini.." Katanya Sambil beranjak pergi.


Watz yang saat itu juga beranjak pergi, menyempatkan diri untuk berdiri didepan Yoga dan menatapnya.


"Jangan memotong pebicaraan tuan Greg tanpa sepengetahuan ku! Kau mengerti?!" Bentak Watz.


Yoga hanya menatapnya tanpa berkedip sedikit pun, Watz dengan kesal karena tidak menerima jawaban dari Yoga segera berlalu begitu saja.


Bergeser kembali dimana Rado yang saat ini sedang menghadapi ratusan para demigod di Olympus tempat


mereka tinggal. Rado saat ini sedang berhadap - hadapan dengan Rhea, salah satu pendamping yang miliki oleh Achilles.


"Kau tau? Aku tidak tega memukul seorang wanita.." Kata Rado tersenyum kepada Rhea.


"Diamlah dan lawan aku layaknya seorang prajurit!" Kata Rhea sambil mempersiapkan kapak miliknya.


Disamping itu alat komunikasi milik Rado yang sedang digenggam oleh Devian terlihat menyala pada lampu indikator kecil yang terdapat di alat tersebut.