The Archon

The Archon
Pertemuan 4 kekuatan



Sekilas sebelum Rado datang pada pertemuannya dengan Dogol, ia dan Rhea yang baru saja sampai di Lorien segera menemui Zowie dan Kan yang tidak ikut dalam penyerbuan tersebut.


"Zowie?!" Kata Rado menyapa.


"Rado?!" Zowie terkejut saat Rado mengunjungi tempat ia bekerja.


"Senang kau bisa selamat... Ku dengar kau berhadapan dengan ras demigod..." Kata Zowie khawatir.


"Yah.. Aku menerima beberapa luka yang cukup fatal.." Jawab Rado.


Ditengah perbincangan mereka berdua, Zowie teralihkan dengan kehadiran sosok wanita cantik disebalah Rado.


"Siapa dia?" Tanya Zowie merasa tertarik.


Rhea yang ditatap nakal oleh Zowie terlihat tidak nyaman dan sedikit mundur.


"Dia adalah seorang demigod.." Jawab Rado.


"Apa?! Demigod?!" Zowie terkejut.


"Demigod?!" Kan Juga ikut terkejut lalu melakukan aksi waspada.


"Tenanglah.. Dia berada di pihak kita... Aku tidak punya banyak waktu.. Zowie, bagaimana dengan penelitian mu...?" Tanya Rado.


"Hehehee ini.." Zowie segera mengambil sebuah ramuan berwarna merah di mejanya lalu melemparkan kepada Rado.


"Aku hanya bisa menciptakan dua botol saja.. Satu lagi sudah dibawa oleh nona... Bahan - bahannya tidak begitu cukup... dan aku harus mencarinya lagi.." Kata Zowie.


"Dimana kau mencari bahan - bahan tersebut..?" Tanya Rado.


"Hutan kabut..." Senyum Zowie.


Mendnegar pernyataan dari Zowie membuat Rado dan Rhea terkejut.


"Jangan pergi kesana untuk sekarang ini..." Himbau Rado kepada Zowie.


"Eh.. memangnya kenapa?!" Heran Zowie.


Disaat itulah Rado menceritakan kronologi mengapa ia tidak memperbolehkan Zowie untuk pergi kesana untuk sekarang ini. Zowie yang mendengar itu begitu ketakutan dan mengurungkan niatnya untuk mencari bahan - bahan untuk menciptakan obat tersebut.


"Aku akan segera menyusul mereka ke medan pertempuran.." Kata Rado sambil melangkah pergi.


"Tuan! Izinkan aku ikut!" Kata Kan meminta.


"Tidak... Kau tetaplah disini bersama Zowie.. Atau kau bisa ke Moria untuk membantu Devian mengontrol para warga.." Kata Rado menoleh.


"Memang apa yang sedang terjadi?" Tanya Kan.


Rado pun terlihat ragu untuk mengatakan kondisi De Hoorn sekarang pada mereka.


"De Hoorn... Telah hancur.." Kata Rado.


"Apa?!" Zowie dan Kan pun terkejut mendengarnya.


"Lebih detailnya kalian tanyakan pada Devian... AKu harus cepat.." Kata Rado lalu berlari dan Rhea mengikuti.


Ia pun menggunakan portal yang dimiliki oleh ras elf untuk menuju medan pertempuran, tidak perlu menunggu waktu yang lama Rado pun segera berteleportasi ke area pos dimana tebing putih berada. Saat itu hari sudah malam. Ras elf yang sedang berjaga dibuat terkejut dengan kehadiran Rado disana.


"Tuan Rado?!" Kata prajurit elf terkejut saat melihatnya.


"Anda masih hidup?!" Tanya tentara satunya lagi.


"Yah.. aku masih hidup.. dimana mereka?" Tanya Rado sambil berjalan.


"Ah.. Mereka sepertinya sudah memulai pertempuran.. Kami bisa merasakan force milik nona Slyvrin dari sini.." Lapor prajurit tersebut.


"Baiklah... Aku akan bergegas kesana.." Kata Rado dengan tergesa - gesa.


Namun saat ia ingin keluar dari pos tersebut, kegaduhan pun terjadi dimana Greg dan pengikutnya datang dan terjadilah scene dimana ia bertemu dengan Laguun. Laguun saat itu diperintah untuk mengambil kepala dari Greg.


"Mengapa kau ada disini?!" Tanya Greg kepada Laguun.


Laguun tidak menjawabnya dan terus berjalan kearah Greg dan para pengikutnya. Para tentara elf pun juga merasa waspada dengan sosok Laguun tersebut. Disaat bersamaan, Laguun segera mengudarakan demicles miliknya untuk menakuti para tentara.


"Tuan Greg! Dia adalah seorang pendamping! Cepat kalahkan dia! Kau pasti bisa!" Kata Nimus memojokan Greg yang sedang terluka.


Seluruh pasukannya seperti mendesak dirinya untuk mengalahkan Laguun, akan tetapi Greg sudah memiliki firasat kalau dirinya tidak bisa mengalahkan Laguun meskipun dengan kekuatan miliknya. Dengan wajah yang suram Greg memilih untuk melarikan diri seperti layaknya seorang pengecut menerobos para pengikutnya. Melihat pemimpin mereka melarikan diri, Nimus dan Barley serta prajurit keamanan kota pun juga ikut lari menerobos pos yang berisikan portal.


Watz yang saat itu masih memiliki jiwa seorang prajurit tetap tinggal untuk menahan Laguun yang sedang berjalan kearah mereka, dibantu dengan prajurit keamanan pos milik ras elf ia pun mencoba untuk melawan Laguun.


"Serang dia!" Teriak Watz.


Greg dan para pengikutnya pun berlari tergesa - gesa menuju pos yang berada dipaling ujung perkemahan tersebut, disaat ia ingin memasuki pos yang besar itu, Greg dibuat terkejut dengan Rado yang keluar dari pintu pos tersebut.


"K - kau masih hidup?!" Tanya Greg merasa heran.


Rado dengan wajah datarnya pun menarik katana miliknya dari sarung dan segera melakukan pergerakan cepat menembus para pengecut tersebut. Rado segera melanjutkan langkahnya seperti tidak terjadi apa - apa sebelumnya. Disisi lain, Greg dengan mata yang bergetar serta mulut yang terbuka karena terkejut, sesaat kemudian kepalanya terjatuh bersamaan dengan para pengikutnya.


Rhea yang tidak menaruh rasa iba sedikit pun dengan pasukan Greg mendekat kearah Rado lalu menanyakan maksud dari tindakannya itu.


"Mengapa kau membunuh ras mu sendiri?" Tanya Rhea kepada Rado.


"Mereka hanya sekumpuan hama.." Jawab Rado dengan singkat.


Rado dan Rhea pun akhir datang ketempat dimana Laguun berada. Pemandangan disana sangat mengerikan dimana Laguun sudah membereskan mereka yang berada disana. Watz pun sudah ia kalah dengan kondisi tubuh yang terpotong - potong. Laguun yang terkejut karena melihat Rado segera memilih untuk melakukan lagkah mundur untuk menjaga jarak diantara mereka.


"Sudah lama kita tidak bertemu..." Senyum Rado.


"Tuan pasti suka kalau aku membawa kepala mu.." Kata Laguun.


"Aku tidak memiliki banyak waktu.. Ayo kita selesaikan.." Kata Rado yang segera melesat kearah Laguun.


Laguun pun berteriak sambil mengangkat kapak miliknya untuk menyerang Rado yang sedang datang kearahnya.


Kembali kepada Rado yang sedang bertarung melawan Dogol. Pertarungan itu sangat sengit dimana Katana milik Rado saling berbenturan dengan kedua kapak milik Dogol. Kali ini Rado menjaga jarak dengan Dogol karena senjata yang ia gunakan memiliki panjang yang tidak cocok untuk pertarungan cepat, namun memiliki dampak yang lebih besar dibandingkan kedua katana sebelumnya. Disisi lain Kapak Dogol yang memiliki panjang yang sedang sangat cocok untuk melakukan serangan cepat.


Dogol melesat kearah Rado dengan ayunan mengapit dengan kedua kapaknya. Rado yang saat ini unggul dalam jarak segera mengayunkan pedangnya kearah samping lalu menggagalkan serangan Dogol. Dogol yang terhentak kearah samping segera dikejutkan dengan Rado yang menebaskan tebasan berat kearahnya secara beruntun. Namun, karena panjang pedang yang ia miliki membuat kecepatan tebasan itu menurun membuat Dogol dapat menghindari seluruh serangan tersebut.


Dogol mengambil langkah mundur lalu melesat dengan cepat, ia sedikit mencondongkan tubuhnya demi meningkatkan akselerasi dari terjangannya. Rado begitu terkejut dengan kecepatan Dogol yang melakukan serangan balik cepat, karena posisi pedangnya yang masih berada dibawah, Rado hanya memutarkan tubuhnya untuk mengayunkan katana miliknya.


Benturan dua senjata itu pun kembali terjadi, kedua aura yang dahsyat pun membuat tekanan angin yang membuat mereka didekatnya dilibas oleh hembusan angin bercampur force tersebut. Rado dan Dogol mulai mengadu ketahanan kekuatan mereka, karena kecepatan berpikir Rado, ia melakukan putaran 360 derajat kembali pada tubuhnya agar katana yang sedang berbenturan agar menggesek dan terlepas dari kapak milik Dogol. Ini seperti sebuah perjudian dimana kapak milik Dogol akan memiliki kesempatan untuk terus maju kearahnya namun karena perputaran tubuh ini juga membuat katana Rado akan sampai pada bagian tubuh samping Dogol kembali.


Perputaran tubuh Rado lebih cepat seperkian detik dan bilah tajam katananya pun berhasil kembali tepat pada bagian tubuh Dogol yang sedang terbuka. Akan tetapi karena jarak yang dekat diantara mereka membuat bilah katana yang mengenai Dogol hanya pada bagian yang dekat dengan pegangan katana tersebut yang membuat sayata tidak begitu maksimal.


Katana itu terhenti namun menyiptakan sebuah luka yang tidak begitu dan juga mendorong tubuh Dogol kearah samping, sebelum tubuhnya terpental kearah samping, salah satu kapak Dogol berhasil menggores tubuh bagian samping depan Rado. Dogol pun terpental kearah samping namun ia masih dapat menyeimbangkan diri.


Mereka berdua hanya mendapatkan luka kecil dalam serangan kedua tersebut. Seluruh prajurit dari ketiga ras itu hanya bisa terdiam menyaksikan pertempuran level atas tersebut, mata mereka tidak bisa berkedip karena kehebatan dari mereka berdua.


"Kau sepertinya sudah menjadi lebih kuat.." Senyum Dogol.


"Diam..!" kata Rado segera melesat.


Mereka saling berbenturan kembali, Rado memusatkan kekuatannya kepada ayunan pedangnya kali ini, ia menerjang dan menyerang Dogol dari sudut atas. Dogol segera mengarahkan kedua kapaknya kearah atas demi menahan laju katana milik Rado. Karena kekuatan yang amat besar, membuat Dogol sampai bertekuk lutut.


"Kepar*t!" Kata Dogol terdesak.


Katana Rado semakin lama semaki menekan dirinya, Kedua kapak itu semakin menurun dan kepala Dogol pun sedikit ia miringkan karena bilah katana Rado mulai mendekati leher miliknya. Rado terus menyuntikan force kedalam dirinya dan membuat katana itu terus melaju kedekat leher Dogol untuk menebas kepalanya.


"AAAAAA!!!!!!!!!!!!" Dogol berteriak seiring bilah katana Rado mulai melukai lehernya.


Dengan cepat Dogol segera menarik salah satu kapaknya dan melemparkannya kearah bahu kanan Rado. Rado pun mengalami luka tancap pada bagian bahu kanannya yang mana membuatnya untuk melepaskan penetrasi pada Dogol.


"Rado!" Teriak Slyvrin khawatir.


Tubuhnya mengeluarkan darah yang cukup banyak karena kapak yang dilempar oleh Dogol. Rado segera mencabut kapaknya dan membuangnya ketanah, karena tidak ingin luka pada bahunya menggangu gerak tubuhnya dalam mengayunkan pedangnya, Rado segera meminum potion yang ia bawa dari tempat ia bekerja. Luka itu pun mengeluarkan asap dan berangsur sembuh sebagian.


Dogol yang berjalan mendekat kearahnya sambil memegangi lehernya karena luka sayat dari Rado begitu kesal.


"Kau sungguh curang! Kau memiliki barang yang dapat menyembuhkan luka mu dalam sekejap.!" Kata Dogol.


"Diam!" Kata Rado lalu melesat kembali.


Dogol yang saat ini hanya memegang satu kapak saja tidak dapat membentung kekuatan dari katana Rado, dengan seiringnya waktu berjalan Rado akan semakin kuat karena kemampuannya yang meningkat bila ia terus - terusan melakukan serangan. Kecepatannya pun meningkat yang mana membuat sebuah sayatan telak pada Dogol.


Disisi lain Rado yang brutal dalam melakukan sayatan berat kepada Dogol, tidak menyangka kalau Frago menyerangnya dari arah belakang untuk membantu Dogol yang sedang terdesak. Rado mendapat luka sayat pada punggungnya karena tidak fokus dalam serangan belakang.


"Frago kepar*t!!!!!" Teriak Dogol geram karena Frago ikut campur dalam pertarungannya.


Rado pun segera menoleh kearah Frago dan segera mencengkaram leher Frago dengan tangan kirinya. Frago yang saat itu tertangkap hanya bisa tertegun melihat mata Rado yang merubah pupilnya menjadi warna keunguan. Rado pun segera menusukan katananny tepat kewajah Frago tanpa pandang bulu dan Frago pun tewas seketika. Tidak tinggal diam, melihat kesempatan yang sama membuat Dogol pun bangkit dan menyayar tubuh bagian belakang Rado lalu merobek tas yang berisikan potion miliknya.


Potion itu segera dihancurkan oleh Dogol untuk mencegah Rado menggunakannya lagi. Mendapat serangan dari Dogol membuat Rado melempar Frago sekaligus berputar dan menendang Dogol yang mengakibatkannya tersungkur.


Karena luka sayat yang ia dapat dari kedua punggungnya membuat Rado terjatuh bertekuk lutut. Ia mencoba untuk tidak jatuh dengan bantuan katana yang di tancapkan ketanah sebagai penyangga tubuh atasnya.


"Rado!" Slyvrin yang saat itu berada didekat Rhea ingin membantu Rado yang sedang terluka.


"Nona! Jangan!" Kata Rhea menahan Slyvrin.


"Tapi dia terluka!" Kata SLyvrin.


"Namun ia telah unggul!" Kata Rhea membuka mata Slyvrin.


Rado pun bangkit kembali dan berjalan kearah Dogol yang juga ikut bangkit namun mulai tidak seimbang karena tubuhnya mulai dipenuhi luka sayatan dalam. Dogol pun terjatuh kembali dan terengah engah dengan kapak yang sudah sulit ia genggam. Rado berjalan kearahnya membawa katana miliknya untuk melakukan serangan terakhir. Rado menatap Dogol dengan wajah datar dan luka yang berada di punggunya tersebut.


Posisi Dogol saat ini sedang bersujud dihadapan Rado yang berdiri didepannya, karena mengetahui ini menjadi akhir hayatnya Dogol pun menatap Rado yang sedang melihat kearahnya dengan mata bersinar keunguan. Kedua demicles mereka mulai menunjukan sebuah perbedaan cahaya dimana demicles milik Dogol mulai meredup.


"Bunuh aku.." Kata Dogol sambil tersenyum.


Rado tanpa berucap sedikit pun segera mengangkat katananya dan siap untuk memenggal kepala Dogol, Saat Rado mengayunkan katan miliknya, tiba - tiba wajah Rado dicengkram oleh seseorang dan dibanting ketanah hingga membuat tengkorak belakang Rado menghantam bebatuan sangat keras. Hantaman itu sangat keras yang mana membuat bebatuan itu hancur dengan skala cukup luas.


"Ternyata kau disini..." Senyum Achilles tiba - tiba masuk kedalam pertempuran.


Rado yang masih tidak berkutik karena guncangan pada kepalanya segera dihadapkan dengan Achilles yang sudah menyiapkan tombaknya untuk menusuk dirinya.


"Jangan!!!" Teriak Slyvrin.


"Rado!" Teriak Jaquile dan Yoga lalu mencoba untuk bangkit.


Para kapten pun juga mulai berlari untuk menghentikan Achilles yang ingin membunuh Rado. Dogol yang saat ini berada dibelakang Achilles hanya bisa terkejut dengan kehadiran archon dari ras demigod tersebut. Tombak itu pun mulai Achilles lancakan tepat kearah jantung Rado.


"Mati kau!" Senyum Achilles dengan sangat senang.


Tetapi Rhea yang saat itu berada disana segera melesat dan mengayunkan kapaknya kearah Achilles dan berhasil menjauhkannya dari Rado. Achilles melompat kebelakang karena menghindari kapak tersebut.


"Rheaaaaa....!!!!!!" Geramnya melihat Rhea yang membantu Rado.


"Jauhkan tombak mu darinya..." Ancam Rhea sambil melindungi Rado.