
Dalam dungeon lantai 1 medan hutan.
Setelah Rado mengalahkan Red Fang dengan menakjubkan, ia segera menghampiri mayat bos tersebut dan mengambil bagian terpenting dari bos tersebut yaitu gigi dari red fang. Gigi red fang merupakan salah satu pilihan bahan untuk membuat sebuah senjata jarak dekat, sedangkan bulunya yang keras bisa dipakai menjadi bahan membuat armor. Kali ini kristal yang dijatuhkan adalah kristal berwarna coklat yang bisa dijadikan pupuk dan terlebihnya lagi, kristal ini dijatuhkan oleh bos red dungeon yang pastinya akan menghasilkan pupuk kualitas terbaik.
Setelah mengambil gigi dari red fang, Rado berbalik dan menatap kearah mereka yang sejak tadi menyaksikan dirinya bertarung sendiri melawan bos tersebut.
"Apa yang kalian tunggu? cepat bereskan item dropannya" Sambil tersenyum layaknya tidak terjadi apa-apa.
Mata mereka masih tertuju kepada dirinya dan lambang pedang demicles yang berada diatas kepala Rado karena lambang tersebut adalah suatu hal yang baru bagi mereka semua termasuk bagi Yoga dan Melly.
"Rado.. lambang apa itu?" Yoga bertanya dengan terkejut mengenai pedang demicles.
"Hmm ini wujud dari force ku, mungkin?" Dengan ragu Rado berkata.
[Mungkin?! Apa maksud dirinya?] Dalam benak Melly bertanya-tanya.
Pikiran mereka saat ini memiliki satu frekuensi akan eksistensi Rado saat ini, yaitu seseorang yang tidak boleh diusik sedikitpun. Keheningan terjadi beberapa saat, meskipun pertarungan telah usai, namun karena kehadiran lambang tersebut membuat sugesti akan penekanan dari Rado. Rado yang mengerti akan hal itu segera menonaktifkan pedang demicles dari dirinya. Lambang tersebut sudah memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan pada saat pertama kali ia dapatkan saat melawan Gamura.
Setelah ketegangan tersebut, mereka mulai menjiarah item dropan dari bos tersebut.
[Beberapa bulan yang lalu saat aku dan tim kesatuan khusus yang lain pergi dari Indonesia untuk menjalankan suatu misi, aku memang sempat mendengar rumor yang terjadi di Indonesia kemarin. Rumor itu mengatakan kalau ada seorang pemburu misterius yang sangat kuat sampai bisa menaklukan 3 kapten teratas] Melly berbicara dalam hati.
[Tapi siapa sangka kalau orang yang dibicarakan dimana-mana ini sekarang berada didekat ku! Tuan Vasco juga sebelumnya sudah mengingatkan kami untuk tidak aneh-aneh kepadanya, Ku kira tuan Vasco hanya memanjakan dia, tetapi sekarang aku mengerti maksud dari peringatan tersebut]
Saat itu perlakukan Melly mulai berbeda kepada Rado, semulanya ia seperti menganggap Rado adalah orang yang berada dibawah Vasco, tatapi kali ini ia bersifat layaknya melayani seorang tuan. Sesuatu yang membuat bulunya bergidik terasa sesaat kala Rado bertarung melawan bos tadi.
Hal demikian juga dirasakan oleh Yoga, ia berpikir kalau omongan Rado waktu dipesawat mungkin saja bisa terjadi dengan kekuatannya saat ini. Setelah item sudah bersih dan beberapa orang yang terluka sudah ditangani, Yoga dan Melly menghampiri Rado membawa sebuah roh yang besar kepadanya.
"Ini untukmu.." Kata Yoga dengan hati-hati memberikan roh itu kepada Rado.
Rado yang melihat itu segera tersenyum dan berdiri untuk menolak tawaran tersebut.
"Aku tidak memerlukan roh itu.. untuk mu saja"
"Kenapa?! disaat semua orang berbondong-bondong mencari roh ini untuk menaikan kasta dirinya, mengapa kau tidak tertarik?!" Melly bertanya akan penolakan Rado.
"Hm? Bagimu rank itu adalah sebuah kasta? apa yang kau peroleh saat dirimu mencapai Rank Saxon? ketamakan? kedudukan dipemerintah? popularitas? pengakuan? bagiku itu hanyalah ilusi belaka yang tidak ada artinya, berhentilah memikirkan diri mu sendiri!"
Pernyataan Rado berhasil membuat Melly terpukul akan hal itu, Wajahnya tertunduk malu, "Lalu apa yang kau kejar didunia ini sekarang?"
Rado berbalik membelakangi mereka dan berjalan menuju kedalam hutan, "Kedamaian dunia"
"Apa maksud mu kedamain dunia?" Tanya Yoga penasaran.
Rado berhenti dan menoleh menatap mereka berdua tanpa mengatakan apapun, Hal itu membuat mereka berdua bertanya-tanya apa maksud dari orang ini.
"Aku tidak bisa bilang, tapi hal yang buruk akan terjadi menimpa umat manusia" Dalam setiap langkahnya ia terngiang akan mimpi yang baru dia dapatkan minggu lalu.
Rombongan itu berjalan bersama mengikuti Rado yang berada didepan, keheningan dan rasa tegang mereka rasakan sambil melihat punggung Rado. Rado sebenarnya merasa risih akan kondisi kaku seperti ini, itulah kenapa ia merasa kalau kekuatan ini bisa saja menjauhkan dirinya dari orang lain.
[Ah.. aku lupa tadi suara sistem berbunyi] Ia segera mengarahkan matanya kearah logo gear dibawah kanan pendangannya.
Rado Gavriel [The Archon]
Status Transfer 38%
-Point Skill-
Point Skill Close Range 68/100 point
Point Skill Ranger 23/30 point
Ketahanan Fisik 100%
-Ketahanan Elemen-
Air 68%
Api 73%
Tanah 75%
Angin 72%
[Hah... cuma naik 1 poin? apa karena terlalu singkat? dan aura kepemimpinan cuma naik 0,3%... apa yang membuat mereka menaikan status ini? Ketakuran atau kekaguman?] Rado menoleh kearah mereka yang sejak tadi mengikutinya berjalan.
Sontak mereka semua segera membuang wajah kearah bawah karena tidak berani menatap Rado, hanya Yoga dan Melly saja yang masih menatap kedepan.
[Sepertinya mereka takut...] Rado beralih kembali kearah depan.
Yoga dan Melly juga melihat kearah belakang untuk memeriksa kondisi mental dari para pemburu itu. Hal yang mereka ketaui saat ini adalah para pemburu ini sedang merasa takut kepada Rado layaknya hukum rimba, dimana yang lemah akan merasa tertekan akan kehadiran sosok yang kuat.
"Jika dibiarkan begini, kita akan kesulitan" bisik Melly kepada Yoga.
"Lalu apa yang harus dilakukan?" Tanya Yoga kembali.
Melly melihat kearah Rado dan beralih kembali menatap Yoga.
"Kau saja.." Kata Yoga.
"Hei kau laki-laki, kenapa harus aku yang berbicara dengannya"
"Saat seperti ini kau baru menggunakan status gender mu"
Rado tersenyum dibalik maskernya karena mendengar pembicaraan mereka berdua. Menurutnya, mereka berdua ada benarnya juga. Hal seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, maka itulah Rado berhenti dan berbalik kearah mereka dan itu juga membuat mereka berhenti tiba-tiba menatap tegang kepada Rado.
"Apa kalian ingin membuat party bersama ku seterusnya?" Tanya Rado tersenyum.
Melihat senyumannya, para pemburu itu mulai meleleh akan kharisma yang keluar dari wajahnya. Ketakutan itu mulai berubah perlahan menjadi sebuah kehangatan.
"Apa kau tidak merasa terbebani bersama kami?" Tanya salah satu dari mereka.
"Tidak.. kenapa kau menjadi pesimisi seperti itu? mari kita berjuang bersama..aku akan mengajari kalian bagaiman menjadi pemburu yang tangguh"
Pada saat itu Rado mulai disegani oleh para pemburu itu, entah karena pengaruh dari anugerah yang ia dapat atau memang kemampuan sejak lahir, sekarang ini Rado mulai menebarkan kharismanya dari skala kecil terlebih dahulu.
Suasana rombongan itu menjadi lebih hangat dari sebelumnya, Yoga dan Melly pun juga mulai berbaur kepada yang lain. Dimana Rado berada ia selalu membawa kehangat dibawah bayangan dirinya.
Sesaat sampai diluar dungeon, beberapa orang dengan jas rapih menghadang mereka.
"Rado Morctis, bisakah anda ikut dengan kami?"
Suasana pada lantai satu menjadi hening dan pandangan para pemburu terpusat kearah mereka.
"Untuk apa?" Rado tersenyum menanggapi hal itu.
"Tuan Gozie ingin bertemu dengan anda.."
Rado tersenyum seolah dia sudah mengetahui hal ini, Namun ia tidak menyangka kalau umpan pertama yang ia tuai langsung disambar oleh si ikan.
"Baiklah.."