
Didalam hutan yang dipenuhi oleh gas air mata dari tas kecil milik Folk yang telah dimodifikasi oleh pengrajin ras dwarf, membuat Rado sulit untuk melihat area sekitar dan ditambah dengan rasa perih yang ia rasakan pada kedua matanya. Rado mencoba untuk melihat sebisa mungkin dengan air mata yang terus mengalir karena rasa perih yang ia derita.
Ia pun juga terbatuk - batuk dengan jumlah gas yang telah menyelimuti area hutan tersebut. Setelah Folk menarik pelatuk di tas kecilnya dan gas menutupi area tersebut, keberadaannya telah hilang dari jangkauan Rado. Namun, saat Rado memilih untuk mencari jalan keluar dari kepungan asap tersebut, ia dikejutkan dengan hadirnya Folk dan menusuk perutnya dengan belati secara tiba - tiba.
"Ukh!" Ringkih Rado tertusuk.
"Kena kau hahahahaha..!" Tawa Folk senang senang melihat ekspresi Rado yang kesakitan.
Rado menatap Folk yang sudah mengenakan masker gas dengan sebelah matanya. Lalu ia beralih menatap kearah perutnya yang sedang tertusuk oleh sebuah belati yang muncul dari bawah gagang pistol milik Folk. Ia tertusuk tepat pada bagian perut bagian kiri. Selain merasakan rasa sakit akibat tusukan itu, ia juga merasakan darah hangatnya mengalir keluar dari perutnya dan membasahi belati tersebut.
Tidak sampai situ, Folk yang tersenyum puas pun mengubah posisi belatinya kearah samping yang bertujuan untuk mengoyak perut Rado dan memperbesar lukanya.
"Ukh!" Ringkih Rado sekali lagi.
Folk pun mencabut belati tersebut dan menendang Rado jauh kebelakang hingga melewati kepulan gas air mata tersebut. Ia terlempar beberapa meter dari Folk hingga membentur sebuah pohon besar yang berdiri kokoh. Setelah menendang Rado, Folk memasukan kembali belati tersebut kedalam gagang pistolnya dan berjalan untuk menghampiri Rado.
Rado dalam keadaan perut kiri yang sobek terduduk menyender dipohon besar tersebut seperti tidak sadarkan diri. Luka yang diakibatkan oleh Folk sangat besar karena ia mengoyak perut Rado menggunakan belatinya. Wajahnya tertunduk tertutup rambut hitamnya, darah yang mengalir deraspun mulai mengaburkan pandangannya. Beberapa saat Rado terdiam dibawah pohon itu, kakinya bergerak sedikit tanda ia melawan ketidaksadarannya.
"Hahahaha... Sepertinya aku terlalu meremehkannya.." Senyum Rado dalam keadaan kabur.
Ia pun mencoba untuk bangun namun rasa sakit itu mengurung dirinya untuk tetap diam terduduk dibawah pohon tersebut. Sementara itu, Yoga dan Ubba sedang bertarung ditengah pasukan yang menetap diperkemahan itu setelah Rado dan Folk berpindah lokasi untuk melakukan pertarungan. Ketidakadaan kedua archon mereka membuat situasi menjadi buruk. Selain khawatir dengan hasil yang tidak bisa mereka lihat, kedua pasukan tersebut pun memilih untuk bertarung satu sama lain bersama Ubba dan Yoga.
Pertempuran sengit pun terjadi di lokasi perkemahan tersebut. Kirisaki yang sebagai tanker pun maju terlebih dahulu demi membuka jalan para damage dealer untuk melakukan serangan sekaligus untuk menahan beberapa dwarf yang mulai melesat maju ke garis pertahanan ras manusia. Para tanker yang lain pun tidak diam begitu saja melihat Kirisaki berlari menerjang sendirian. Gai, Choksi, Bon beserta tanker lain yang merupakan mantan anggota Rado dan Rudy yang sekarang ini berada dibawah kepemimpinan Kirisaki pun juga menyusul keberanian kapten mereka untuk menerjang pasukan dwarf.
Disisi lain Geraldo, Selica, CLoe, Rovi dan Hendry mempersiapkan diri senjata mereka untuk melakukan serangan jarak jauh. Kali ini, pasukan ras dwarf bukanlah pasukan Ivar dan juga Mjorn yang didominasi dwarf bersenjata berat dan juga prajurit tipe bertahan. Mereka lebih didominasi dengan dwarf yang memegang senjata seperti tombak, pedang dan juga senjata api.
Para dwarf yang memiliki senjata api melancarkan serangan mereka kepada barisan tanker ras manusia yang mencoba untuk maju kearah mereka. Akan tetapi barisan tanker yang saat ini dipimpin oleh Kirisaki pun merapat dan memasang perisai mereka kearah depan demi menghalau peluru - peluru yang dimuntahkan. Formasi dari para tanker itu seperti sudah dilatiha bertahun - tahun dimana setiap serangan yang dilancarkan oleh musuh sudah dapat mereka antisipasi dan setiap gerakan formasi pun terlihat mengalir seperti air.
Setelah mereka berhasil menghalau peluru tersebut, Kirisaki memerintahkan untuk mengubah formasi bertahan mereka karena untuk menahan gempuran para dwarf dengan tipe petarung jarak dekat.
"Menyebar! Pola menjaring!" Teriak Kirisaki.
Barisan yang semulanya merapat dan membentuk barisan kokoh dengan perisai, para tanker manusia pun melebarkan formasi mereka dan membuat pola seperti huruf U. Gempuran dari pasukan dwarf pun masuk ketengah pola tersebut dan tertahan akibat kekokohan tanker para ras manusia. Ini seperti sebuah ikan yang terjaring dilaut dimana mereka terjebak disetiap sisi.
Para penyerang jarak dekat pun melepaskan serangan mereka tepat kearah tengah pola tersebut yang berisikan pasukan dwarf yang terjebak. Serangan itu berhasil menyapu sebagian pasukan tersebut karena selebihnya dapat melarikan diri melewati celah bagian belakang yang tidak tertutup. Hawl yang membawa gadanya pun melompati para barisan tanker dan menghabisi mereka yang masih dapat berdiri.
"Habisi sebanyak apapun!"
Namun, sisi terluar para tanker ras manusia harus tumbang dikarenakan mendapat sebuah balasan dari penembak ras dwarf. Beberapa tanker tumbang karena terkena tembakan dibagian yang tidak tertutup, yaitu bagian belakang mereka. Riko yang memiliki kelas fleksibel dengan ciptaan barunya, sebuah drone yang diperkuat dengan force dan juga teknologi mencoba untuk melakukan perlindungan kepada para tanker yang terbuka dibagian sisi belakang.
Ia mengudarakan drone itu dan memuntahkan ratusan peluru dari gatling drone terseburt kearah pasukan penembak ras dwarf. Beberapa penembak berhasil ditumbangkan oleh serangan pertama dari Riko, karena dianggap membahayakan pasukan, drone Riko pun menjadi sasaran empuk dari penembak para dwarf yang tersisa. Akan tetapi karena drone tersebut sudah diperkuat dengan force pertahanan yang dipelajari oleh Riko, alat itu dapat bertahan dari serangan peluru yang ditembakan oleh ras dwarf.
Riko pun berusaha keras untuk menghindari drone miliknya dari tembakan tersebut karena forcenya memiliki batas ketahanan.
"Hahahaha rasakan!" Kata Riko terlihat senang dengan mainan barunya.
Yoga dan Ubba terlihat bertarung sangat sengit dengan keadaan demicles yang sedang mengudara. Dalam pertarungan itu, kedua pikiran dari pendamping masing - masing ras dipenuhi rasa khawatir mengenai archon mereka. Status pertarungan antara kedua archon yang sedang berangsung, dapat mereka lihat hanya dengan memperhatikan gerak demicles mereka berdua.
Saat ini demicles milik Rado terlihat meredup dan terdiam disatu tempat, sedangkan demicles milik Folk terlihat sedang bergerak mendekat kearah demicles milik Rado secara perlahan.
"Apa yang terjadi dengan mu Rado?!" Pikir Yoga khawatir dengan keadaan Rado melewati batin dan juga posisi letak demicles dari kedua archon tersebut.
Karena pikirannya teralihkan dengan kondisi Rado, Ubba pun memanfaatkannya dengan memukul perisai Yoga dengan sekuat tenaga yang mana membuat Yoga jatuh tersungkur karena perbedaan tenaga akibat kekurangan fokusnya dalam pertarungan antara satu lawan satu tersebut.
"Apa yang kau pikirkan?" Tanya Ubba mendekat dengan tatapan datar.
"Ku lihat demicles archon mu meredup.. Apa Folk membuatnya terluka?" Tanya Ubba kepada Yoga.
"Diam!" Kata Yoga dengan kesal.
"Baiklah.." Jawab Ubba lalu melesat kearahnya.
Ubba pun melompat keatas untuk memberikan serangan yang kuat kepada Yoga. Yoga yang saat itu masih belum bisa berdiri hanya bisa merebahkan diri dengan perisai yang ia hadapkan keatas untuk menahan datangnya serangan Ubba. Serangan pertama yang dilesatkan oleh Ubba, benar - benar memiliki tekanan yang kuat. Suara dari benturan kedua senjata kedua pendamping hingga membuat sebuah gema yang kuat.
Akibat serangan dari atas yang diberikan oleh Ubba kepada Yoga, membuat tanah yang berada dibawah tubuh Yoga pun retak dan hancur kebawah. Tidak puas sampai situ saja, Ubba pun mengayunkan gadanya berkali - kali kearah perisai milik Yoga layaknya palu yang sedang membenamkan sebuah paku ketanah. Suara pukulan gada milik Ubba terus menerus menghasilkan suara yang menggema keseluruh perkemahan.
Yoga mulai merasa terdesak dengan serangan bertubi - tubi dari Ubba. Yoga merasa kesulitan untuk bangkit maupun untuk melakukan serangan balik. Serangan berat yang dilancarkan oleh Ubba membuatnya hanya bisa diam bertahan sampai force yang berada didalam tubuhnya terkuras habis untuk mempertahankan ketahanan perisai dan juga dirinya.
"Sial! Aku tidak bisa bergerak! Rado?! Apa yang terjadi dengan mu?!" Pikir Yoga khawatir ditengah kesulitan dirinya.
Bergeser kearah benteng Utara milik ras elf dimana Jaquile dan Lefti sedang berhadapan dengan Ivar. Ivar terlihat sedang terdesak oleh kombinasi Jaquile dan juga Lefti. Setiap pergerakannya selalu dibayang - bayangi oleh kedua pendamping archon yang berbeda itu. Ketika Ivar mencoba untuk mendekat, Jaquile akan segera menghadang. Sebaliknya, ketika Ivar mengambil langkah jauh, maka Lefti yang akan mengusiknya.
Ivar dalam keadaan kesal terus menerus mencari cara untuk melakukan perlawanan terhadap mereka berdua. Sama halnya dengan yang dirasakan oleh Mjorn. Saat ini Mjorn benar - benar dalam keadaan yang mengkhawatirkan. Selain ia sedang disibukan oleh serangan kombinasi yang dicptakan oleh Hamdall dan Albert, kedatangan Slyvrin beserta pasukannya pun menambah beban dirinya. Kondisi Mjorn sudah seperti dihujung tanduk dimana sekujur tubuhnya sudah berlumuran darah karena dikepung dari 4 arah.
Kedua pendamping dari ras dwarf itu sepert sudah akan bertemu dengan ajal mereka sebentar lagi karena setiap apa yang mereka coba lakukan berujung gagal dan terluka. Ivar mencoba untuk menyerang Lefti sekali lagi, ia melesat kearahnya dengan langkah zigzag untuk menyusahkan Jaquile untuk mengikuti pergerakannya. Kedua belatinya pun sudah ia siapkan untuk mengoyak tubuh Lefti. Langkah demi langkah sudah Ivar persiapkan untuk mencapai jarak terdekat kepada Lefti. Tetapi tetap saja, disaat ia sudah berhasil mempersempit jarak dan ingin melancarkan serangnnya, Jaquile selalu datang untuk menghadangnya dan melukai bagian tubuhnya.
"Akhhh!!!" Teriak Ivar.
Kali ini bagian bahu Ivar berhasil tertusuk oleh tombak milik Jaquile. Penderitaannya tidak sampai situ saja, saat Ivar mengambil langkah mundur karena terkena serangan dari Jaquile, Lefti menimpalkan serangan ledakan kepada dirinya yang mana membuat Ivar harus terpental dalam keadaan tubuh yang mengeluarkan asap karena terkena ledakan.
Disaat kedua pendamping Folk itu terpojok, demicles Rado yang terlihat meredup membuat batin dari Albert dan Jaquile memperingati mereka.
"Rado?!" Khawatir mereka berdua secara tiba - tiba.
Sedangkan dari pihak elf pun, mereka juga merasakan hal yang sama dengan melihat demicles Rado yang meredup.
"Apa yang terjadi dengannya?!" Khawatir Slyvrin melihat kearah kedua demicles yang sedang berhadap - hadapan.
Melihat kesempatan untuk meloloskan diri dari pengepungan itu. Ivar segera mengambil langkah cepat untuk melukai Jaquile dibagian seluruh tendon nadinya. Serangan cepat dari belati milik Ivar mengincar seluruh titik nadi yang menggerakan setiap tubuh yang dapat digerakan. Tubuh Jaquile pun mengeluarkan darah dan ia pun terjatuh ketanah dalam keadaan lumpuh.
Disisi lain, Mjorn pun mengerahkan seluruh kekuatannya kepada gada miliknya untuk menghancurkan tanah dibawahnya yang mana membuat pijakan kaki mereka semua tidak seimbang. Keempat orang yang melawan Mjorn pun ikut terkubur dengan tanah yang hancur kebawah. Ivar dan Mjorn pun memilih untuk mundur menuju kearah dimana Folk berada.
Kembali kepada Rado yag sedang terduduk lemas dibawah pohon tersebut. Folk yang berhasil mencapai ketempat Rado yang ia terbangkan jauh kebelakang terlihat tertawa senang.
"Hahahahahahahaha lihat dirimu sekarang! Tidak berdaya karena satu tusukan dari belati ku!" Kata Folk.
Folk pun membuka masker gasnya setelah keluar dari kepungan gas yang ia ciptakan. Ia perlahan mendekat kearah Rado sambil mengeluarkan belatinya kembali dari gagang pistolnya.
"Aku bisa saja mengakhiri mu sekarang juga dengan peluru ku.. Akan tetapi mencabik - cabik diri mu sebelum benar - benar membunuh mu mungkin lebih menyenangkan.." Senyum jahat Folk.
Folk menatap kearah atas dimana demicles Rado mengudara untuk memastikan kalau Rado benar - benar sedang melemah. Demiclesnya pun menunjukan sebuah keredupan yang perlahan - lahan akan menghilang. Setelah ia sudah memastikan hal itu Folk pun merasa aman bila mendekat kearahnya.
"Apa kau ada ucapan terakhir? Wahai archon manusia?" Senyum lebarnya saat berada tepat didepan Rado.
Rado dalam keadaan bersimbah darah tidak menjawab pertanyaan itu dan terus menunduk tidak berdaya.
"Ahh.. Kalau begitu, ku anggap kau berterimakasih kepada ku karena akan melepaskan mu dari penderitaan dunia baru ini.." Senyum senang dari Folk.
"Selamat tinggal!" Senyum Folk sambil melancarkan belatinya kearah Rado.